Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Kembali pada Posisinya


__ADS_3

"Pangeran dengarkan dulu penjelasannya." Baron berkata dengan menahan Altha yang sudah tak sabar.


"Hey, Altha jangan menonjolkan emosimu. Aku tau kau panik dan khawatir dengan istrimu yang sudah 2 minggu ditahan di istana kerajaan barat. Tapi kita juga tak bisa gegabah." Pangeran Jang Yong ikut bersuara karena dia juga ikut bersalah dengan segala keributan yang ada saat ini, karena dia dulu juga berusaha sangat keras untuk menghancurkan Altha sampai menjual banyak senjata demi memodali usahanya sendiri.


"Aku rasa Riri pasti punya cara untuk mempertahankan dirinya dan mencari jalan keluarnya, lagian dia juga merupakan keturunan ras ilusi jadi dia pasti bisa menyelematkan diri jika dalam bahaya." Putri Sui berkata dan membuat sua orang yang ada didalam ruang rapat itu merasa kaget.


"Tunggu dulu apa yang putri Sui katakan barusan?" Raja Gusang bertanya dengan penasaran.


"Maaf yang mulia, sudah dipastikan kalau putri Yourina adalah keturunan asli dari suku ilusi atau yang dikenal selama ini adalah ras ilusi yang memiliki kemampuan untuk membuat ilusi demi menyembunyikan dirinya." jelas putri Sui


"Tunggu bukankah keturunan asli dari ras atau suku ilusi adalah berasal dari kerajaan selatan? Lalu bagaimana Yourina yang berasal dari keluarga biasa bisa menjadi keturunan asli dari kerajaan selatan?" Pangeran Jang Yong bertanya karena selama ini Yourina berasalan dari keluarga Chan.


"Aku rasa putri Sui telah salah, jika memang Riri yang bisa menguasai ilmu ilusi berasal dari suku selatan bukankah Yodon juga berasal dari suku kalian karena aku juga pernah melihat dia keluar dari hutan bulan waktu itu dengan memasang ilusi." Altha berkata karena dia pernah melihat Yodon keluar dengan mengikat pita kuning.


"Ah maaf pangeran, saya cuma pemegang kunci saja, saya hanya membawah lonceng pembuka ilusi saja dan untuk kain kuning yang saya ikut itu hanyalah tanda saja kalau saya keluar dari pembatas ilusi yang dipasang oleh tuan putri." Yodon menjelaskan pada Altha.


"Kami sudah melakukan penyelidikan dan pencocokan hasil darah antara putri Yourina dan mantan raja terdahulu dan itu membuktikan kalau putri Yourina adalah keturunan dari raja terdahulu raja Gu Shang Li yang merupakan paman kami, dan dengan begitu putri Yourina merupakan putri mahkota kerajaan selatan yang harus kami jaga dan kami lindungi keselamatannya." Putri Sun menjelaskan


Dalam ruangan itu Gozil yang merupakan kakak dari Riri tertegun dan terbengong. Karena selama ini dia tak pernah tau akan hal itu, yang dia ketahui selama ini adalah ibu sambungnya yang sangat menyayanginya itu telah hamil dan melahirkan anak perempuan yang sangat cantik dan sangat dia sayangi.


"Ja-jadi maksudnya Riri bukan putri dari ayah ku? Kalau begitu kenapa bisa ibu Lian Yi sampai di rumah dan menikah dengan ayah ku? Seingat ku semenjak ibu kandung ku meninggal ibu Lian Yi sudah merawat dan menjagaku selama 3 tahun lamanya, lalu bagaimana bisa Riri bukan keturunan dari keluarga Chan" Gozil berkata dengan bingung atas apa yang dia dengar hati ini karena dia tak pernah tau dan mengerti dengan semuanya.


"Maaf tuan muda Gozil, soal itu aku tak tau karena yang jelas selama pengamatan ku dia adalah keturunan dari suku dan ras ilusi dari sejak aku bertemu dengan Riri." Putri Sui berkata dengan menatap Gozil yang kebingungan.

__ADS_1


"Hm, jadi dari sejak awal putri Sui sudah tau, itu sebabnya sejak awal putri Sui terus mengikutinya." Altha bergumam.


"Akhirnya ketahuan ya, mungkin nanti semua akan kembali pada posisinya masing - masing. Tak ku sangka kalau asal usul Yourina begitu mengagumkan." Raja Gusang yang dari awal sudah tau kalau Riri bukan keturunan dari keluarga Chan.


"Apa ayah sudah tau?" Altha bertanya pada ayahnya.


"Ya, karena aku adalah kakak angkatnya Lian Yi. Tapi dia bersih keras ingin menikah dengan kelurga Chan aku tak bisa menolaknya. Semua yang terjadi memang begitu cepat dan terburu - buru." Raja Gusang berkata dengan berfikir dan mengingat akan masa lalu.


...🍁🍁🍁...


Disaat di kerajaan timur mereka sedang membahas soal identitas Riri yang sebenarnya dan sedang mengungkap siapa sebenarnya ibu kandung Riri dan ayahnya, di kerajaan barat sedang terjadi perdebatan dan perselisihan antara pangeran pertama San dan pangeran kedua Cun untuk merebutkan posisi tertinggi di kerajaan.


"Aku tak tau bagaimana bisa yang mulia raja menolak atas usulanku untuk menikahi tabib tangan ajaib? Apa yang aku lakukan akan mendapatkan banyak keuntungan dari semua itu dan kita akan mendapatkan dukungan di tenaga pengobatan karena kemampuan dari Yourina, lagi pula dia sebagai tawanan kita tak akan ada pilihan dan juga tak akan bisa menolak atas apa yang telah kita ajukan." Pangeran Cun Ya berkata dengan sangat percaya diri.


"Ini tidak ada urusannya dengan mu." Pangeran Cun Ya berkata dengan teriak.


"Hahaha... Kau benar - benar lucu, kau berfikir kalau ayah akan menyerahkan posisi kepemimpinan wilayah pertunangan padamu yang tak memiliki kualifikasi seperti ini?" Pangeran San Ya berjalan mendekati pangeran Cun Ya dan berbisik "Ingatlah bahwa kau bukanlah siapa - siapa bagi kerajaan ini anak haram."


"Kau.!" Pangeran Cun Ya menjauh dan menatap tajam pada pangeran San Ya dan terlihat pangeran San Ya hanya tersenyum menatapnya.


"Siapa dia sebenarnya? Selama aku tinggal di sini 2 minggu lamanya tak pernah melihat orang ini." Riri bergumam dalam hati "dia terlihat sangat berbahaya dan juga sangat keras."


"Pangeran San Ya tempatkan dirimu pada tempatnya dan ingatlah untuk menghormati semua yang hadir dalam ruangan ini." Permaisuri berkata dengan menatap tajam pada pangeran San Ya.

__ADS_1


"Ho, apakah permaisuri merasa terusik dengan kedatanganku? Saat ini aku telah kembali dari pengasingan dan aku sangat senang saat aku dengar kalau yang mulia raja sudah sadar dan sembuh." Pangeran San Ya berkata dengan santai dan berjalan untuk duduk di kursi kosong yang ada disamping ruangan.


"Hormat ku pada yang mulia raja, dan semoga yang mulia selalu sehat dan bahagia." Pangeran San Ya memberikan hormatnya sebelum dia duduk.


"San Ya, selamat datang kembali." Ucap raja Song


"Yang mulia raja sekarang yang mulia raja sudah kembali sembuh dan pangeran San Ya juga sudah kembali dari pengasingan. Bagaimana kalau kita menjalankan semuanya sesuai dengan posisi para pangeran masing - masing." Mentri dalam negeri kerajaan barat memberikan usulan.


"Apa maksudmu tuan Mentri dalam negeri, semua sudah ada pada posisinya masing - masing, dan pangeran Cun Ya sudah menjalankan semuanya selama ini, dan pangeran San Ya sudah lama tak memegang tugasnya dalam posisinya, jadi menurut ku sebaiknya biarkan semuanya berjalan seperti ini." Permaisuri berkata dengan tegas.


"Semua akan kembali pada posisinya permaisuri, apa kau pikir aku tak tau bagaimana cara Cun Ya memimpin selama ini? Dia hanya membuat kacau semuanya dan bersenang - senang sendiri. Bukankah begitu selir Ranran dan selir Murong?" Pangeran San Ya berkata dengan senyum tipis di bibirnya sambil menatap kedua selir dari pangeran Cun Ya.


"Wao, pangeran Cun Ya mendapatkan lawan yang sangat tinggi Choi Yong. Harusnya kau bersekutu dengan pangeran San Ya yang jelas dia memiliki karakter tinggi. Jadi sebelum kau terjatuh terlalu jauh kembalilah, selama kau bersedia aku akan membantumu keluar dari maslah ini." Riri berbisik pada Chun Yong yang berdiri disebelah Choi Yong.


"Aku rasa pangeran San Ya memiliki kemampuan karena telah memegang posisi itu sejak lama dan aku rasa dia tak akan mungkin lupa." Mentri dalam negeri berkata, dan yang lainnya yang mendukung pangeran San Ya juga mengatakan suaranya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memberikan kesempatan pada kedua pangeran untuk membuktikan diri mereka dalam posisinya." Raja Song berkata dan tak ada yang berani membantah perintah sang raja.


"Terima kasih kepada yang mulia raja." ucap semua orang termasuk pangeran San Ya.


"Baiklah, tabib tangan ajaib terima kasih atas bantuannya dan sebaiknya kamu istirahat dulu, jangan terlalu lelah, jaga kesehatan, pelayan sudah menyiapkan tempat didalam istana kerajaan untuk mu." Raja Song berkata pada Riri yang berdiri dari tadi.


"Terima kasih yang mulia raja." Riri memberikan hormat dan pergi bersama dengan beberapa pelayan keluar dari ruang pertemuan.

__ADS_1


__ADS_2