
"Tabib senior sebaiknya sekarang tabib senior kembali ke rumah, biar saya yang merawat yang mulia raja. Nanti kalau ada apa - apa dan saya tak mengerti baru akan memanggil tabib senior." jelas Riri pada tabib senior karena dia ingin menangani sendiri perawatan yang mulia raja.
"Baik tuan putri, maaf atas ketidak becusnya saya dalam menjaga dan membimbing murid saya." ucap tabib senior dan Riri tersenyum serta mengangguk.
"Saya undur diri tuan putri." tabib senior dan beberapa muridnya yang lain meninggalkan istana kerajaan.
"Bagaimana kamu bisa melakukan ini semua, dan sejak kapan kamu berteman dengan putri kerajaan selatan?" Altha yang dari tadi hanya diam mengawasi tindakan Riri mulai mendekati Riri dan memeluknya dari belakang.
"Kendalikan dirimu Altha." Riri mengurai pelukan Altha dan berbalik menatap Altha, "Sekarang kembalilah ke rumah dan sebelumnya bebaskan Yorgun dulu, nanti aku beritahu kondisi raja setiap harinya dan ingat jangan melakukan apa pun tanpa ku suruh. Jangan melakukan pergerakan sedikit pun selama pengawasan, kau mengerti?" jelas Riri pada Altha.
"Apa kau tak ingin aku menemanimu di sini? Aku juga ingin membantumu dalam merawat ayah." ucap Altha menatap Riri dan tersenyum.
"Kau adalah tersangka yang menyakiti raja, jadi aku gak bisa membiarkan mu berada didekat raja." jelas Riri tegas, "Dan soal putri Sui, aku mengenalnya tak lama setelah kau meninggalkan hutan bulan, dia ada di pihak kita kau jangan khawatir." jawab Riri setelahnya.
"Kau tetap saja menjadi istri yang dingin." bisik Altha pada Riri.
"Aku akan memberi apa yang kau inginkan jika semua telah selesai, sekarang pergilah." Riri mendorong tubuh Altha menjauh darinya.
Sementara didalam tahanan bawah tanah Yorgun merasa cemas karena sudah melewati rencana namun tak juga ada perintah untuk dia menyerang penjaga agar bisa menyelamatkan Altha. Yorgun tak bisa tenang dan dia terus mondar mandir didalam tahanan.
"Ada yang datang." dengan segerah Yorgun memasang ancang - ancang.
"Buka pintunya." perintah Altha pada seorang prajurit
"Pangeran. Pangeran apa yang terjadi?" Yorgun dengan bingung bertanya pada Altha yang berdiri didepannya.
"Kau benar, jika sudah menikah harusnya aku berbagi dengan istriku dan bukan mengatasi semua sendirian. Hari ini istriku telah melakukan banyak hal yang begitu sangat luar biasa. Ayo kita Kemabli ke istana dan menunggu informasi darinya." ajak Altha dan berjalan keluar, Yorgun mengikuti dengan bingung.
...🍁🍁🍁...
"Bagaimana bisa jadi seperti ini, ini sungguh diluar rencana. Dan aku tak bisa begini terus, aku harus melakukan sesuatu." pangeran kedua merasa bingung dan terlihat tak sabar.
"Bagaimana hasilnya, apa kau sudah mendengar dari dia apa rencana selanjutnya?" tanya selir Wu Ling (selir kedua pangeran kedua) pada anak buahnya.
"Sudah tuan putri, namun untuk saat ini masih belum ada rencana lagi karena takut ketahuan, menunggu sampai suasana dan pengawasan merenggang baru akan bertindak." jawab anak buah selir Wu Ling.
__ADS_1
"Baik, kau boleh pergi sekarang." setelah perintahnya itu selir Wu Ling menyiapkan teh untuk suaminya dan membawahnya ke keruangan pangeran kedua.
"Pangeran, ada selir Wu Ling di sini." ucap pengawal pangeran kedua.
"Suamiku, aku membawahkan teh untuk mu. Kamu pasti sangat kaget dan juga terpukul dengan peristiwa semua ini yang telah menimpah yang mulia raja." selir Wu Ling berjalan mendekat dan menuangkan teh untuk suaminya.
"Aku tak pernah melihat mu beberapa hari ini, dan kenapa tiba - tiba saja kau datang hari ini." pangeran kedua bertanya dengan heran.
"Karena aku ingin malam ini menghabiskan malam dengan mu suamiku." bisik selir Wu Ling ditelinga pangeran kedua. "Apakah anda tak berkenan?" selir Wu Ling menatap pangeran kedua dan naik kepangkuan pangeran kedua.
"Baik, kalau begitu kita ke kamar sekarang." pangeran kedua membawah selir WU Ling ke kamarnya dan melakukan hubungan intim suami istri.
"Dia sangat mudah digoda, dan hanya dengan godaan sedikit saja dia akan melahap semuanya tanpa berpikir panjang. Itu lah sebabnya kenapa aku tak tertarik lagi dengannya, karena bagiku pangeran ketiga lebih menarik dari dia, karena pangeran ketiga adalah orang yang berprinsip." gumam selir Wu Ling setelah menghabiskan waktu bercinta dengan pangeran kedua.
Selir Wu Ling mengenakan kembali pakaiannya dan dia menatap pangeran kedua yang telah terlelap setelah berolah raga dengan dirinya. "Tidurlah suami ku, permainan mu memang bagus tapi belum memuaskan ku." bisik selir Wu Ling lalu pergi meninggalkan kamar pangeran kedua.
"Hem, kau habis menghabiskan malam mu dengan kakak kedua rupanya." tegur pangeran ketiga yang sudah menunggu diluar kamar selir Wu Ling.
"Sayangku, bukankah untuk mendapatkan stempel darinya aku harus mengelabui dia dulu. Karena dengan begitu maka kewaspadaannya akan menurun." jawab selir Wu Ling.
"Wu Ling." teriak pangeran kedua yang tiba - tiba saja berdiri didepan kamar selir Wu Ling.
"Tunggu." selir Wu Ling menghentikan gerakan pangeran ketiga dan terlihat tegang.
"Sial, dia mengganggu kenikmatan permainanku saja." pangeran ketiga terpaksa menghentikan permainannya.
"Wu Ling, kenapa kau mengunci pintu kamar mu." pangeran kedua terus saja mengetuk pintu kamar selir Wu Ling.
"Apa kau sudah memberinya obat tidur." tanya pangeran ketiga yang panik mengenakan baju - bajunya lagi.
"Sudah, aku dengan jelas melihatnya meminum sendiri obat itu." jawab selir Wu Ling dengan cepat dan juga bingung.
"Sial, kenapa dia bisa terbangun secepat ini." pangeran ketiga langsung pergi lewat jendela.
"Suamiku kenapa kau kemari? Apakah kau masih merindukan ku?" selir Wu Ling menyingkirkan meja yang menghalangi pintu kamarnya dan membuka pintu kamarnya dengan penampilan yang berantakan.
__ADS_1
Melihat baju selirnya berantakan pangeran kedua mengerutkan keningnya. "Dengan siapa kau melakukannya?!" bentak pangeran kedua dengan kesal dan marah besar.
"Apa maksud pangeran kedua, bukankah kita barusan melakukannya bersama dikamar pangeran kedua." jawab selir Wu Ling mundur karena takut dengan pangeran kedua yang terlihat marah padanya.
1 jam sebelumnya.
"Katakan apa yang terjadi." ucap Riri saat Baron datang selesai mengintai kediaman pangeran ketiga.
"Maaf tuan putri, barusan aku lihat pangeran ketiga pergi menyelinap keluar istananya dan pergi ke istana pangeran kedua." jawab Baron memberitahu pada Riri karena Riri memang meminta Baron untuk menyelidiki istana pangeran secara diam - diam.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kamu jaga yang mulia raja aku akan pergi sendiri untuk melihatnya." jawab Riri tersenyum.
"Putri Sui aku meminta bantuan mu." Riri menatap putri Sui yang dari awal menemani Riri dalam merawat yang mulia raja.
"Baiklah dengan senang hati, karena dari awal aku sudah berkata akan membantu putri Youri." jawab putri Sui lalu mereka pergi meninggalkan istana kerajaan.
Dalam istana pangeran kedua putri sui dan Riri mendapati kalau selir Wu Ling memasuki kamar pangeran kedua setelah itu mereka tak keluar untuk waktu yang lama. Selama menunggu Riri dan putri Sui mencari keberadaan pangeran ketiga yang menurut Baron dia datang ke istana pengeran kedua.
"Putri Youri lihatlah bukankah itu selelirnya pangeran kedua, kenapa dia kembali ke kamarnya?" putri Sui melihat selir Wu Ling berjalan kearah kamarnya.
"Kita mendekat." Riri dan putri Sui mendekati kamar selir Wu Ling. Disana terlihat ada cekcok antara selir Wu Ling dan pangeran ketiga yang ternyata sudah menunggunya.
"Ternyata di sini pangeran ketiga berada, tapi apa yang mereka lakukan? Apakah mereka berselingkuh?" Riri bertanya - tanya melihat kedua orang itu.
"Kita mendekat lebih dekat lagi." putri Sui menyarankan dan mereka mendekati kamar selir Wu Ling.
Riri sangat terkejud melihat adegan antara dua orang itu didalam kamar antara selir Wu Ling dan pangeran ketiga yang terlihat sangat intim saat Riri melihat dari atap dan membuka 1 genting atap kamar selir Wu Ling. Riri menahan mulutnya dengan kedua tangannya, Riri tak menyangka orang yang dulu dia percaya dan membantunya ternyata malam ini terlihat seperti orang lain. Pangeran ketiga Jang Yong yang polos dan selalu patuh pada Altha tak terlihat, melainkan dia adalah orang yang keras dan kejam bahkan pada saat berhubungan intim.
"Ini tidak bisa dibiarkan." Riri bergumam dan memberitahu pada putri Sui untuk membawahnya kembali ke kamar pangeran kedua, Riri menawar obat tidur yang sudah dikonsumsi oleh pangeran kedua dan meminta putri Sui untuk memanipulasi pikiran pangeran kedua.
1 jam setelahnya
"Apa kau sudah gila. Aku bersama dengan para prajurit dari tadi dan baru selesai latihan juga bertemu dengan seseorang, aku baru nyampai dan teringat akan dirimu lalu pergi kesini. Gak taunya kamu adalah wanita ******." pangeran kedua menampar selir Wu Ling.
"Ini akan seru, dan ketegangan akan terjadi nantinya. Ayo sekarang kita pergi ke istana pangeran Altha, setelah itu kembali dan menyaksikan ketegangan besok untuk mengungkap pelaku kejahatan."
__ADS_1
Riri dan putri Sui pergi ke istana pangeran Altha, Riri tersenyum dan kembali ke istana raja setelah urusannya selesai.