
Dari kejadian itu Altha tak ingin meninggalkan Riri seorang diri dan dia selalu membawah Riri ikut serta kemanapun dia akan melakukan peperangan, dan Altha menempatkan 3 orang kepercayaan yang selama ini mereka selalu mengikuti Riri dan sangat memuja Riri. Dengan adanya ketiga orang itu dan Yaris salah satunya, dan dengan menempatkan Yaris disisi Riri membuat Altha tenang karena Altha bisa menghubungi Yaris dengan menghubungkan telepati antara mereka berdua.
"Pangeran, sepertinya keadaan semakin tak kacau dan daerah perbatasan dengan kerajaan barat juga sangat kacau." lapor Yorgun yang selama ini ditugaskan oleh Altha untuk membantu Baron dan pangeran kedua dalam menjalankan tugas dari yang mulia raja untuk mengatasi kerusuhan yang terjadi di kota pinggiran perbatasan barat.
"Apakah ayah sudah tau kondisi keadaan daerah itu?" tanya Altha pada Yorgun.
"Sepertinya tuan Baron sudah menyampaikan hal ini pada yang mulia raja pangeran." jawab Yorgun dengan pasti.
"Baiklah, kita tunggu kabar dan informasi dari istana kerajaan dulu." jawab Altha dan dia bangun dari duduknya.
"Kau istirahatlah, kita akan bahas lagi besok pagi." ucap Altha dan pergi.
"Altha." Riri tersenyum saat Altha datang "Kalian pergilah beristirahat." ucap Riri pada ketiga datangnya.
"Baik tuan putri, kami permisi tuan putri, pangeran." ucap ketiga dayang Riri dan keluar dari kamar Riri lalu menutup pintunya.
"Kenapa, apa ada masalah lagi?" tanya Riri yang melihat Altha cemas.
"Keadaan semakin ricuh." jawab Altha duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu Riri dengan lemas.
"Apakah masalah yang sangat gawat? Kalau memang begitu kita harus pergi untuk melihatnya sendiri dan mengatasi masalahnya dengan cepat agar tak terjadi semakin besar." ucap Riri mengangkat kepala Altha dan menatapnya.
Altha bernafas dalam lalu tersenyum, "Aku sangat beruntung memiliki mu sebagai istri ku, dan aku tak ingin kau dalam bahaya. Tapi aku tak bisa meninggalkan mu jauh dari ku, aku bingung harus bagaimana." jawab Altha memeluk Riri.
"Dimana Altha yang ku kenal yang selalu optimis dan juga sangat percaya diri itu." tanya Riri masih dalam dekapan Altha.
"Berhubungan dengan mu Altha yang itu suda pergi." jawab Altha dan mencium bibir Riri.
"Menunggu keputusan dari istana kerajaan besok pagi, setelah itu kita akan langsung berangkat." ucap Altha dan dia membaringkan Riri.
"Hem, baiklah kalau begitu ayo kita tidur biar besok kita bangun dengan segar." Riri berkata dan menatap Altha.
__ADS_1
"Tidak bisa, setidaknya aku harus melakukannya sekali atau dua kali untuk mengisi tenang begitu yang benar." jawab Altha dan dia sudah membuat Riri tanpa busana.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya Altha menghadiri rapat kerajaan untuk membahas masalah di daerah perbatasan barat. Dan semuanya sepakat kalau memang harus berperang mereka akan maju bersama, raja juga sudah mengirimkan utusannya untuk ke kerajaan selatan untuk meminta bantuan.
"Kalau begitu aku akan berangkat sendiri dan akan melakukan yang terbaik." ucap Altha dengan pasti.
"Kau harus hati - hati pangeran, karena dari pihak mereka sangat licik dan juga mereka sangat pandai menggunakan racun." ucap raja Gusang pada pangeran Altha.
"Baik, ayah aku pasti akan selalu hati - hati." jawab Altha
"Maaf yang mulia nona Wu Ling ingin menghadap." ucap salah seorang prajurit.
"Baik, suruh dia masuk." jawab raja Gusang.
"Wu Ling menghadap pada yang mulia raja, yang mulia pangeran pertama, dan yang mulia pangeran kedua." sapa Wu Ling pada raja dan kedua pangeran
"Katakan ada informasi apa." ucap raja Gusang menatap Wu Ling.
"Bubuk beracun." raja terlihat berfikir.
"Apa efek dari racun itu" tanya Altha pada Wu Ling.
"Maaf pangeran pertama, saya tidak tau dengan pasti, mungkin akan memberikan efek kelemahan otot atau memperlambat gerak." jawab Wu Ling.
"Dia benar - benar ya sangat licik, aku tak menyangka dia bisa seperti itu." pangeran Jang Yong marah.
Wu Ling melirik pada pangeran Jang Yong karena walau bagaimana pun dia dulu adalah selir dari pangeran Jang Yong. Keadaannya jadi seperti saat ini karena dia diturunkan dari posisinya sebagai selir dan menjadi rakyat biasa serta menjadi mata - mata dengan terus mengikuti pangeran Jang Yong.
"Baik, kalau begitu terima kasih atas informasinya." ucap raja Gusang pada Wu Ling.
__ADS_1
"Iya yang mulia kalau begitu saya mohon undur diri, karena saya takut ketahuan kalau terlalu lama keluar. Yang mulia raja dan pangeran pertama harus hati - hati dan selalu waspada." ucap Wu Ling lalu dia pergi dari istana kerajaan itu melalui pintu belakang dan kembali lagi ke barak pasukan musuh dengan membawah barang belanjaan.
...🍁🍁🍁...
Setelah perundingan waktu itu Altha berangkat ke daerah perbatasan barat dan dia membawah serta Riri dan para orang - orang kepercayaannya untuk menjaga keamanan Riri, Altha tak ingin lagi meninggalkan Riri dan mendapati kalau Riri kembali tertidur dan tak akan bangun lagi.
"Kau tak apa, apa tak merasa lelah setelah perjalanan jauh." tanya Altha pada Riri yang duduk dengan santai didalam tenda pangeran.
"Apa yang kau pikirkan, aku tak apa dan aku senang bisa ikut serta setidaknya aku bisa membantu kamu dan mengatasi masalah yang akan timbul, bukankah kamu bilang kalau pangeran Choi Yong menyuruh seseorang untuk menaburkan bubuk beracun, jadi aku bisa menelitinya dan memberikan penawarnya." jawab Riri tersenyum.
"Tuan putri memang ditemukan beberapa bubuk kapur di beberapa baju Jirah para prajurit." ucap Dae Si yang pergi ke tempat penyimpanan barang.
"Baiklah, ayo kita lakukan uji coba." ucap Riri berdiri dan keluar dari tenda Altha.
"Berhati - hatilah." ucap Altha tersenyum menatap Riri, karena Riri telah kembali bersemangat seperti biasanya lagi dan tak nampak kalau dia lesu serta lemah.
"Pangeran para pemberontak berusaha untuk menerobos pertahanan di gerbang Utara." ucap prajurit yang berjaga.
"Baiklah, aku akan kesana sekarang." ucap Altha dan dia bergegas berganti baju.
"Altha hati - hatilah dan kamu harus kembali." ucap Riri saat dia membantu Altha bersiap.
"Tenanglah permaisuriku, aku pasti akan kembali padamu." ucap Altha tersenyum dan mencium kening Riri.
...🍁🍁🍁...
"Yang mulia saya adalah utusan dari kerajaan timur datang untuk menyerahkan surat dari yang mulia raja Gusang untuk anda" ucap perwakilan Kerajaan setelah dia sampai di kerajaan selatan.
Setelah surat itu diterima dan dibaca oleh raja Ho dia kaget karena yang mulia raja Gusang meminta bantuan bala pasukan untuk berperang dengan kerajaan barat yang saat ini mencobak untuk menerobos masuk kedalam kerajaan timur dan telah menyebarkan para pemberontak yang siap sewaktu - waktu menyerang.
"Baiklah aku akan berunding dengan para mentri ku dan akan mengirimkan bala bantuan dengan segala persiapan." ucap raja Ho
__ADS_1
"Baik, terima kasih yang mulia." ucap utusan itu dan dia diarahkan ke balai peristirahatan untuk menunggu surat balasan dari raja Ho untuk rajanya.
Setelah beberapa menit utusan kerajaan timur itu dipanggil lagi menghadap raja Ho, dan setelah raja Ho menjelaskan dan menyerahkan surat balasan utusan itu pun kembali ke kerajaan timur untuk menyampaikan pesan dari raja Ho.