Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Perwakilan Kerajaan


__ADS_3

Didalam sebuah istana sederhana ada seorang pangeran yang memiliki hati yang keras dan kemauan yang keras juga, namun semua itu telah salah dilakukan bahkan dia telah mempersulit dirinya sendiri dengan memilih menjauh dan memberontak karena merasa dirinya tak dia gagap dan tak dipandang sebab dia yang paling kecil.


Pangeran ketiga Choi Yong memilih melarikan diri saat ada pertemuan persidangan karena dia tak ingin dianggap terlibat dan hanya ingin mendengar kabar dari kaki tangannya saja, namun kabar itu tak bisa dia dapatkan karena sang kaki tangan telah tertangkap dan dijatuhi hukuman.


Rencana yang telah dia rencanakan dari dulu terasa sia - sia karena dia tak mendapatkan apa - apa, sebab dia saudara yang dia adu domba dan juga pasangan yang ingin dia hancurkan semuanya telah kembali pada posisi mereka masing - masing. Bahkan rencananya telah terbongkar hanya karena kesalahan kecil yang tak dia lakukan dengan benar.


"Pangeran Choi bagaimana sekarang? Karena tak ada lagi orang yang bisa kita percaya didalam istana untuk menyusupkan masalah disana." sekutu dari dari pangeran ketiga.


"Sialan, aku tak menyangka kalau tabib dewa adalah putri Yourina. Harusnya pangeran Cu Shang menelitinya dengan benar saat dia menyelidiki hutan bulan, bukankah dia bilang sudah bertemu dan berhadapan langsung. Dia hanya bisa sesumbar, bahkan mempengaruhi kakak kedua saja dia tak bisa maksimal." pangeran Choi Yong marah besar.


"Apa yang kau katakan, bukankah pangeran juga sudah bertemu langsung dengannya saat dia datang beberapa kali untuk menawar racun pada para prajurit waktu itu, kenapa pangeran juga tak bisa mengenalinya?!" pangeran Cu Shang ikut marah karena disalahkan oleh pangeran Choi Yong.


"Jangan mengatai orang jika tak memiliki kemampuan, bukankah pangeran Cu sendiri yang bilang kalau tau dengan segel ilusi yang ada di hutan bulan itu. Bahkan saat mempengaruhi kakak kedua kenapa tak memintanya langsung membunuh kakak pertama saja kenapa harus melakukan penyerangan hingga membuat aku turun tangan untuk menutupi kelemahan dari setiap serangan yang dilakukan." pangeran Choi Yong telah memuncak emosinya.


"Sudah jangan saling bertengkar karena kita semua.di sini adalah sekutu, yang harus kita lakukan sekarang adalah bukan bagaimana caranya mengalahkan pangeran Altha tapi bagaimana caranya bisa menguasai putri Yourina. Karena dialah kunci utamanya. Yang mampu membongkar semua rencana kita selama ini adalah dia dan dia juga yang telah memberikan solusinya." ucap sekutu pangeran ketiga.


Mendengar itu pangeran ketiga berfikir atas masalalunya yang menolak untuk ditunangkan dengan putri Yourina. Dan saat ini pangeran ketiga merasa menyesal karena dia menolak dan menyarankan untuk kakak pertamanya yang menikah dulu.


"Pangeran ketiga, bagaimana sekarang?" tanya sekutu pangeran ketiga.


"Pada awalnya Yourina adalah tunangan ku, tapi aku memberikannya pada kakak pertama. Sekarang aku akan merebutnya kembali meskipun sekarang mereka telah menikah, tapi aku akan mengembalikan posisi yang seharusnya jadi milik ku." pangeran ketiga bertekad untuk merebut Riri dari tangan Altha.


"Apa kau ingin menculiknya? Bagaimana bisa kau menculik istri orang." pangeran Cu Shang berkata dengan mengejek

__ADS_1


"Dia adalah hak ku pada awalnya, karena dulu aku memberikannya maka sekarang aku akan mengambilnya kembali apa yang seharusnya menjadi milikku." ucap pangeran Choi Yong


...🍁🍁🍁...


Disisi lain pangeran Altha sebagai perwakilan dari kerajaan sudah mulai memasuki gerbang ibu kota kerajaan selatan dan telah melalui pemeriksaan ketat untuk bisa masuk kedalam ibu kota yang nantinya akan menuju ke istana kerajaan.


"Pangeran apakah yakin dan percaya dengan mereka semau? Bagaimana kalau ternyata mereka berlaku curang dan mengambil kesempatan ini untuk menyerang kita." bisik Yorgun pada Altha yang saat ini telah memasuki ibu kota dari kerajaan selatan.


"Jika mereka melakukan itu pasti Riri akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kita." jawab Altha sambil berbisik juga.


"Pangeran Altha dari kerajaan timur datang menghadap pada raja." suara seorang penjaga.


Saat Altha melangkah masuk kedalam aula pertemuan itu dia sudah dihadang dengan beberapa prajurit yang sudah siap didalam aula itu.


"Menghadap yang mulia raja, aku Altha sebagai pangeran pertama dari kerajaan timur, datang mewakili kerajaan untuk menyampaikan surat dari putri Sui Li Shang secara pribadi untuk yang mulia raja." Altha memberikan hormat pada raja Ho Shang Li


"Dia adalah pangeran Altha pedang dari kerajaan timur dan dia bisa menghabisi satu pasukan seorang diri."


"Jadi dia pemimpin pasukan terbesar yang disebut sebagai singa di medan perang."


"Sepertinya kerajaan timur mengirim orang terhebatnya, jangan - jangan ini adalah jebakan. Dan diluar ini pasukannya sudah menunggu untuk menyerang kita."


Semua orang didalam aula itu sedang berkasak kusuk sambil menunggu raja mereka selesai membaca surat dari putri Sui. Sedangkan Altha dan Yorgun masih berdiri ditempatnya ditengah - tengah aula dengan tenang.

__ADS_1


"Ini benar - benar surat yang ditulis langsung oleh putri Sui, dan didalam surat surat ini putri Sui telah menjelaskan sesuatu hal yang sifatnya rahasia dan dia ingin membahas hal ini dengan para mentari yang selama ini membantu serta berada disisinya saja. Oleh karena itu aku perintahkan kepada para Mentri yang bekerja dengan putri Sui untuk datang secara pribadi ke ruangan ku juga tamu dari kerajaan timur pangeran pertama Altha." ucap raja Ho Shang Li


Didalam ruangan pribadi raja mereka membahas soal janji damai antara kerajaan timur dan kerajaan selatan. Dan mereka yang mendengar rencana dari putri Sui untuk membuka gerbang jalur perbatasan dan saling bertukar dengan kerajaan timur menyetujuinya.


"Apa yang disarankan oleh putri Sui ada benarnya juga, karena rencana ini juga dulu yang menjadi topik utama dari raja Gu Shang Li raja terdahulu." ucap salah satu dari Mentri.


"Iya, kakak ku dulu juga berniat untuk melakukan penyatuan antar dua kerajaan sebelum dia menurunkan tahtanya pada ku dan menghilang." ucap raja Ho


"Aku rasa kalau begitu tak ada masalah dengan cara dan persatuan dari dua kerajaan ini, karena kami juga memiliki pemikiran yang sama. Dengan adanya kerja sama dari kedua belah pihak setidaknya kita bisa memiliki kekuatan yang sama." Altha menjawab dan merasa lega karena perundingan ini berjalan lancar.


"Benar, kalau begitu mari kita kuat janji damai ntar dia negara dipersidangan terbuka besok pagi." ucap raja Ho


"Tapi pangeran, kalau boleh aku tau kenapa harus menyebarkan rumor bahwa putri Sui telah menjadi tawanan dari kerajaan timur?" tanya seorang Mentri yang tak mengerti


"Itu adalah sebuah strategi, untuk mengelabuhi musuh. Karena putri Sui merasa ada mata - mata dan pemberontak diantara para Mentri, dan hal ini juga yang dilakukan oleh kerajaan kami untuk memancing musuh yang sedang bersembunyi didalam kerajaan kita." jawab Altha.


"Aku tak tau sebab dari mana, tapi pangeran Cu Shang selalu mengatakan kalau kerajaan timur adalah kerajaan yang licik dan ingin menguasai kerajaan kami, tapi saat ini saat berhadapan langsung dengan pangeran dari kerajaan timur ku melihat kalau hal itu tak sepenuhnya benar." seolah Mentri mencobak mengutarakan pendapatnya mengenai kerajaan timur.


"Tak ada dari kami yang ingin menguasai apa pun, karena kami sudah memiliki segalanya. Yang kami tawarkan dari pertemuan ini hanyalah kerja sama saja, karena kami seorang ahli dan kalian membutuhkan bahan obat." jelas Altha ramah pada mereka.


"Hem, ya. Itu benar sekali, dengan adanya kerja sama ini maka kami tak akan kekurangan bahan baku obat dan kami akan mengajarkan ilmu kami kepada kalian. Jadi keduanya memiliki keuntungan yang sama." raja Ho berkata dengan puas.


"Baiklah, kalau begitu mari kita lihat siapa yang akan menentang janji damai yang ditawarkan besok." ucap Altha.

__ADS_1


"Ya baiklah kalau begitu sekarang silakan untuk pangeran Altha istirahat dulu kami sudah menyiapkan kamar untuk pangeran." raja Ho mempersilakan Altha untuk istirahat.


Malam itu Altha tinggal di istana kerajaan selatan dengan pelayanan yang sangat baik, dan tinggal dengan tenang untuk menunggu hati esok menerima kesepakatan janji damai antar dua kerajaan.


__ADS_2