
Dalam kemenangan yang didapatkan oleh Altha atas keributan di perbatasan itu membuat sedikit para pasukan merasa lega, namun semua tak bertahan lama karena ada penyerangan lain yang terjadi di daerah kawasan pertanian yang ada di daerah barat yang merupakan kawasan penguasaan pangeran Altha juga.
Semua pasukan yang tersisa dan yang masih bisa berjuang mereka pergi membantu yang lain untuk mengatasi masalah keributan di kawasan pertanian. Pangeran Altha dan Yorgun juga ikut pergi untuk mengamankan kawasan itu, karena daerah pertanian adalah sumber pendapatan dan pemasukan yang bagus di kerajaan.
"Aku tau kalau pangeran Altha akan bisa mengalahkan pasukan ku yang ku kirim ke perbatasan, tapi dia tak akan tau kalau tujuan utama ku dari penyerangan itu adalah daerah pertanian" pangeran Cu Shang memimpin pasukannya untuk menyerang pertahanan daerah pertanian dikawasan barat.
"Pangeran, kita telah hampir memasuki kawasan terpenting." lapor pengawal pangeran Cu Shang.
Dengan bangga pangeran Cu Shang memerintahkan pasukannya untuk menerobos masuk kawasan dan menyerang dengan pasukan yang langsung besar. Semua pasukan pangeran Altha dan juga para warga merasa terkejud sehingga mereka tak memiliki persiapan yang cukup untuk pertahanan.
"Bagaimana ini? Pangeran Altha pasti sedang ada diperbatasan untuk menghalau pasukan musuh yang membuat keributan diperbatasan."
"Sebenarnya mereka siapa, dan apa tujuan mereka? Bagaimana mereka bisa masuk kawasan ini?"
"Mungkinkah ada orang dalam yang menjadi dalang dibalik semuanya?"
Semua pasukan yang ada dikawasan pertanian itu bertanya - tanya dan tetap berusaha keras untuk mempertahankan batas kawasan agar mereka yang ingin menyerang masuk tak bisa sampai dikawasan inti, karena jika mereka sampai bisa masuk dan menguasai semua daerah maka semua akan dikuasai musuh.
Sebelum pangeran Altha tiba Yaris dan Jiyang berusaha keras untuk membantu para pasukan mempertahankan kawasan dengan sangat keras agar pasukan musuh jangan sampai berhasil menerobos pertahanan sampai pangeran Altha datang.
"Yorgun kamu maju pimpin yang masih bisa bertahan dan hancurkan semuanya bersama Jiyang dan Yaris, aku tak peduli siapa pun mereka habis langsung jika kau tau mereka berada di pihak musuh." perintah pangeran Altha yang sudah mulai merasa sangat kesal pada semua orang yang selalu mencari masalah dengan dirinya.
"Pasukan bantuan datang, kapten Yorgun telah memimpin dibarisan depan." teriak seorang prajurit yang tau dan melihat Yorgun datang membawah beberapa pasukannya.
"Maju semuanya kita harus berjuang bersama dengan kapten Yorgun dan yang lainnya." teriak prajurit merasa semangat lagi dan mereka pun langsung ikut maju bergabung dengan pasukan bantuan yang datang dari perbatasan.
"Pangeran Altha juga ada dibarisan samping. Hebat pangeran Altha memang tak terkalahkan." semangat pasukan semakin besar setelah melihat pimpinannya telah turun tangan dan banyak menghabisi lawannya.
__ADS_1
"Pangeran Shang gawat, pangeran Altha telah datang membantu dan menyerang tapi sepertinya ada yang aneh, pangeran Altha sepertinya tak seperti biasanya, dia langsung memukul titik lemah sehingga bisa langsung menghabisi lawannya hanya dengan sekali serang dan pasukan kita telah banyak yang kalah." lapor pengawal pangeran Cu Shang dengan sangat cemas, karena mereka tak menyangka kalau pangeran Altha bisa datang dengan sangat cepat.
Pangeran Cu Shang yang menyaksikan sendiri kehebatan dari cara tempur pangeran Altha dia merasa tak percaya kalau orang yang dia lawan selama ini adalah merupakan pedang dari kerajaan dan senjata yang mematikan.
...🍁🍁🍁...
"Lapor pangeran sepertinya pasukan pangeran Cu Shang telah dikalahkan oleh pangeran pertama dan mereka telah mampu mempertahankan perbatasan serta kawasan pertanian barat, juga telah memukul mundur semua pasukan pangeran Cu Shang." lapor anak buah pangeran kedua.
"Sial, kenapa dia bisa melakukan semuanya dan kenapa dia selalu saja mampu mengatasi semuanya." pangeran kedua sangat marah besar mendengar itu, karena dia tak menyangka kalau kakaknya itu memiliki strategi yang sangat hebat dalam bertempur.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang pangeran?" tanya anak buah pangeran kedua.
Dengan terpaksa pangeran kedua memerintahkan untuk mundur pasukan yang membatu pangeran Cu Shang karena dia tak mau ketahuan saat nanti tertangkap, dan memerintahkan agar melindungi pasukan pangeran Cu Shang supaya tak ada yang bisa diintrogasi oleh pangeran Altha, Karen pangeran kedua tak ingin ketahuan kalau semua penyerangan ini ada campur tangannya.
"Dengar, undang pangeran Cu Shang ke tempat rahasia untuk melakukan perundingan dengan rencana lebih lanjut lagi, karena rencana yang sekarang telah gagal." pangeran kedua memerintahkan anak buahnya untuk menyampaikan pesan pada pangeran Cu Shang.
...🍁🍁🍁...
Yodon meletakkan tas rajutannya dan duduk dengan lemas, Riri menatap penasaran pada Yodon yang tak pernah bersikap seperti itu selama ini.
Riri ikut duduk disamping Yodon dan menepuk bahu Yodon dengan lembut, dilihatnya tatapan Yodon yang terlihat bingung. "Kenapa? Apa kah ada masalah yang begitu membuatmu merasa tak nyaman?" Riri bertanya lagi dengan nada lembut.
"Bagaimana ini tuan putri? Ada keributan di perbatasan kawasan barat ini dan mereka semua sedang berjuang. Aku merasa kesal dan juga takut bersamaan, kesal karena aku tak bisa membantu mereka semua berjuang dan takut jika nanti aku keluar mereka akan menemukan kita sementara kita sudah selama ini pergi dan menjauh dari semuanya." jelas Yodon yang terlihat sedih.
"Maafkan aku Yodon karena membuatmu merasa susah, sejak awal aku sudah menyuruhmu untuk kembali dan jangan mengikuti ku. Sekarang jika kamu ingin membantu mereka dalam berjuang tak apa pergilah bantu mereka semua untuk mempertahankan kawasan. Asalkan kamu tak buka mulut mereka tak akan tau kalau aku ada di sini." jelas Riri dengan lembut pada Yodon, karena Riri tau Yodon sangat ingin berjuang bersama dengan yang lainnya.
"Tidak, aku sudah memutuskan untuk mengikuti tuan putri." Yodon menatap Riri dan menjawab dengan sangat pasti.
__ADS_1
Hari itu Riri keluar dari hutan bersama dengan Yodon untuk melihat beberapa pasiennya dan juga datang kerumah salah satu warga yang memanggilnya untuk membatu kelahiran dari putrinya. Yodon yang mengikuti Riri pun membantu Riri dengan sangat cepat karena Yodon yang hampir 8 bulan mengikuti Riri itu sudah sangat paham dan hafal dengan tindakan Riri yang cepat dalam membantu orang.
"Pangeran bagaimana sekarang? sepertinya semua pasukan musuh sudah mundur." Yorgun menginfokan pada Altha setelah dia melihat dan mengawasi jalannya perbaikan tanggul yang sempat dijebol untuk membuat semua tanaman hanyut dengan air.
"Banyak orang yang terluka dan kita tak bisa meninggalkan mereka begitu saja, kalau yang diperbatasan sudah ada tabib senior yang datang dan menangani mereka semua." jelas Altha yang merasa khawatir dengan beberapa orang yang terluka lumayan serius.
"Hem, benar juga. jika nanti tiba - tiba mereka datang menyerang lagi kita pasti akan kalah." Yorgun terlihat berfikir serius.
Disaat Altha berfikir harus bagaimana dengan para prajuritnya yang terluka dan para warga yang melihat sendiri cara pangeran Altha memimpin pasukannya merasa kagum karena selama ini mereka hanya mendengarkan saja tak melihat sendiri bagaimana kehebatan pimpinan dalam bertarung.
"Wah aku tak menyangka kalau pangeran akan menyerang ketitik terendah dari pasukan mereka, aku tak akan kepikiran untuk itu ternyata dengan menyerang pasukan samping dan belakang bisa membuat mereka kalang kabut karena merasa kalau mereka telah kalah padahal mereka hanya dikalahkan dengan permainan mental saja."
"Benar pimpinan kita memang sangat hebat dan luar biasa."
"Ya aku setuju, itu sebabnya sobat aku memilih untuk masuk kesini dan meninggalkan tempat lama ku. Karena di sini aku benar - benar merasa dilindungi.
Para warga sedang berkasak kusuk dan memuji kehebatan dari cara tempur yang dilakukan oleh Altha, mereka terus saja memuji kehebatan strategi dan juga cara berfikir Altha yang cepat serta tepat walau dalam keadaan genting.
Dengan perlahan para pasukan Altha saling membantu dengan temannya yang sedang terluka, mereka semua berusaha untuk menangani luka - luka temannya sebelum tabib senior datang untuk melihat dan mengobati mereka yang terluka.
Para warga yang berada di daerah pedalaman pun ikut membantu mereka yang terluka, karena mereka bersyukur dengan adanya para pasukan mereka bisa selamat dan tak jadi dijajah oleh para pasukan musuh.
"Pangeran barusan dari warga yang berasal dari daerah dalam mengatakan kalau didalam hutan bulan ada seorang master obat yang mungkin bisa membantu sebelum tabib senior tiba." lapor Yorgun pada Altha yang mendengar dari warga pedalaman yang datang membantu.
"Bawah kemari orangnya, selama dia bisa membantu kita pasti akan memberikan banyak hadiah padanya." ucap Altha dengan mantap tanpa memikirkan apa yang akan diminta oleh orang itu.
"Tapi pangeran dia berasal dari pedalaman hutan bulan, akan sangat sulit untuk bisa masuk kedalam hutan itu. Mereka bilang kita hanya bisa menunggu sampai saudara dari master obat itu turun dan keluar dari hutan baru kita bisa meminta tolong." Yorgun menjelaskan karena hutan bulan adalah kawasan diluar kuasa Altha. Sebab hutan bulan adalah tempat tinggalnya para pertapa yang dihormati dan tak bisa diganggu.
__ADS_1