
Setelah berunding dengan cukup lama antara Riri, Wu Ling dan nenek yang menolong Riri akhirnya Riri memutuskan untuk mengikuti saran dari nenek yang menolong untuk pergi ke kerajaan tetangga yang saat ini sedang bertentangan dengan kerajaan barat, untuk meminta bantuan.
"Tapi Riri bukankah waktu itu kamu bilang pada ku, kalau kamu juga bisa membuat raja tertidur lagi? Kenapa tidak melakukan hal itu saja?" Wu Ling berkata dan mengingatkan Riri.
"Ya, memang benar. Tapi untuk melakukan itu aku harus berhadapan langsung dengan dia." jelas Riri pada Wu Ling.
"Begini saja, kalau memang kita harus masuk lagi ke kerajaan itu, sebaiknya kita menyerang bagian penyimpanan senjata, karena dibagian senjata adalah tempat yang paling penting dari sebuah pasukan. Jadi kita bisa menguasai gudang senjata mereka, baru kita menyerang mereka dari bagian dalam, dengan begitu maka kita bisa melumpuhkan dulu pertahanan bagian dalamnya." jelas Riri memberikan ide
"Tapi kalau dibagian dalam ribut nanti para pasukan yang berjaga di luar akan masuk untuk menyerang kita, pasti kita akan terkepung." Wu Ling terlihat khawatir
"Tidak, karena jika bagian dalam runtuh maka mereka tak akan bisa melakukan apa pun. Karena pimpinan mereka sudah tak ada, jadi mereka tak akan memiliki pertahanan lagi. Dengan begitu kita bisa menguasai seluruhnya kerajaan." Riri berkata dengan penuh keyakinan.
"Hm, yang dikatakan olehnya ada benarnya juga. Jika raja ada ditangan kita maka pasukannya tak akan bisa berbuat apa - apa lagi selain menyerah." nenek ikut menimpali dan setuju dengan rencana Riri.
Riri tersenyum dan merasa sedikit aneh dengan nenek yang telah menolongnya, karena dari sorot matanya nenek itu terlihat menyimpan dendam juga pada raja Song yang entah itu urusan apa, karena dari awal nenek terlihat seperti mendapatkan pendukung untuk menghancurkan raja Song.
"Baiklah, sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari dibagian mana tempat penyimpanan senjata dari kerajaan itu, supaya kita bis..." kalimat Riri terpotong oleh jawaban dari kedua orang yang berunding dengannya.
"Bagian timur kerajaan." jawab Wu Ling dan nenek bersamaan
"Eh, baik lah. Kita kesana." Riri berkata langsung karena terkejud dengan jawaban mereka berdua yang serempak.
"Tunggu Riri, sebelum itu kita harus bisa keluar dari hutan ini. Karena aku sama nenek sudah 1 bulan ini terjebak tanpa tau apa sebabnya.
"Oh, baiklah. Ikuti aku." Riri memimpin jalan setelah mereka menyamar.
Saat keluar dari hutan suasana kota sangat sepi tak ada seorang pun yang terlihat, Riri merasa bingung dengan keadaan itu. Karena kota itu terlihat seperti kota mati yang tak berpenghuni. "Tunggu, ini masih dikawasan kerajaan barat kan?" Riri bertanya dengan bingung
"Iya benar, ini masih kota utama." Wu Ling pun juga merasa bingung dengan suasana yang sepi. "Ada penjaga." Wu Ling menarik Riri untuk sembunyi.
"Riri lihatlah" Wu Ling menunjukkan gambar lukisan pangeran San Ya dan Choi Yong yang menjadi buronan kerajaan.
"Jadi mereka telah menjadi buronan kerajaan ya, demi aku pangeran San telah mengorbankan dirinya." Riri terlihat sedih dan nenek yang ikut bersamanya menatap penasaran dengan Riri
__ADS_1
"Kita ke gudang senjata saja dulu, kita lihat suasana dan sembunyi disana, lihatlah disana ada kerumunan yang mau masuk gerbang istana." ucap nenek dan mereka bertiga pun pergi bergabung dengan para gerombolan warga yang ingin masuk melewati gerbang istana.
...🍁🍁🍁...
Disisi lain pasukan Altha yang dipimpin oleh Yorgun yang sedang menyamar telah berhasil masuk dan mereka segerah menuju ke bagian timur kerajaan bersama dengan pangeran San Ya.
"Siapa kalian? Kenapa masuk kesini, penjaga tahan mereka." Seorang Mentri yang terlihat sedang patroli bersama dengan beberapa prajurit.
"Serang mereka dan jangan biarkan satu pun dari mereka lolos." teriak seorang prajurit
Terjadi pertikaian dalam istana bagian timur yang ternyata sudah dijaga dengan ketat karena mereka tau kalau musuh pasti akan mengincar gudang senjata. Tak lama raja Song datang dengan beberapa prajurit pilihannya untuk membantu yang lainnya.
"Jangan biarkan mereka, habisi semuanya tanpa terkecuali." teriak raja Song dengan marah.
"Cih, dia benar - benar manusia keji." gumam pangeran San Ya
"Pangeran San Ya." Yorgun teriak dan datang membantu pangeran San Ya yang terkepung dan terluka, namun Yorgun malah terkena anak panah.
"Kau tak apa?" tanya seorang wanita dan Yorgun terkejud karena itu adalah Riri yang menangkis pedang musuh untuknya.
"Tuan putri." Yorgun tersenyum dan kembali semangat.
"Kau berani melukai anak ku, tak akan ku biarkan kau." Riri berdiri dan berteriak dengan kencang, langsung ikut berperang bersama dengan Yorgun dan pangeran San Ya
"Yang mulia ada penyusup." lapor prajurit dibagian gerbang masuk.
"Tak kusangka kau datang sendiri. Dengan begitu aku tak akan susah paya mencarimu." Raja Song berkata dengan tertawa terbahak melihat Riri yang datang dengan sendirinya membantu pangeran San Ya dan Yorgun.
Ditempat lain nenek dan Wu Ling sedang menguasai istana permaisuri, yang ternyata nenek yang menolong Riri dia adalah permaisuri pertama atau ibu kandung dari pangeran San Ya yang menyamar karena dia telah lolos dari percobaan pembunuhan oleh menteri senjata agar putrinya bisa naik menjadi permaisuri.
...🍁🍁🍁...
"Pangeran, ada kiriman dari Yorgun kalau tuan putri muncul didalam istana dan sedang bergabung dengan Yorgun saat ini." Jiyang melaporkan pesan yang dikirim oleh Yorgun melalui orang suruhannya
__ADS_1
"Kita bergerak kesana. Yaris atasi yang di sini." Altha langsung bergegas menuju istana kerajaan barat.
"Jangan biarkan pangeran Altha pergi, pemanah." Seorang prajurit yang berjaga diatas tower mengintruksikan para pemanah untuk membidik Altha yang berusaha untuk meninggalkan medan peran dan bergegas masuk ke perbatasan kerajaan.
"Lindungi pangeran!!" Yaris berteriak keras.
Altha memang berhasil menerobos masuk kedalam pertahanan musuh, namun dia terluka karena tergores oleh anak panah yang mengenai lengannya dan bagian lehernya juga tergores. Namun Altha tetap bertahan dan berhasil masuk sampai mencapai perbatasan bagian timur kerajaan, tapi saat tiba disana dia tak menemukan apa pun justru dia telah terkepung.
"Bagus, bagus sekali kau datang mengantarkan nyawamu sendiri." Raja Song berkata dengan nada sombongnya.
"Katakan dimana Riri istriku?! Aku tak akan mengampuni mu jika sampai terjadi apa - apa pada dirinya, sudah cukup keangkuhanmu." Altha berkata dengan marah
"Hahaha, istrimu? Tapi sebentar lagi dia akan menjadi ratu di kerajaan barat ini. Jika kau memang mampu dan bisa rebut lah dia dari ku. Hadapi para kesatria ku, jika kau mampu bertahan dan menggulingkan mereka semua maka akan ku lepaskan dia." Raja Song berkata dan sudah ada sekitar 10 ksatria yang siap untuk melawan Altha.
...🍁🍁🍁...
Sementara ditempat lain Riri dan yang lainnya yang telah berhasil lepas dari kepungan beristirahat disebuah gua dan Riri berusaha untuk mengobati luka Yorgun.
"Yorgun kau tak papa? Bagaimana keadaan mu?" Riri bertanya dengan khawatir setelah dia menjahit luka Yorgun dan menawar racun dalam tubuhnya.
"Saya tak apa tuan putri, tapi bagaimana bisa taun putri sadar kalau itu adalah sebuah jebakan?" Yorgun bertanya karena dia merasa aneh tiba - tiba saja Riri mengarahkan semuanya untuk keluar dari kepungan prajurit dan mengatakan kalau itu adalah jebakan.
"Entahlah, aku hanya merasa ada yang aneh dengan prajurit mereka yang datang begitu banyak namun mereka tak membawah senjata satu pun, jadi aku merasa kalau mereka hanyalah akan melakukan pengepungan saja dan akan melepaskan racun untuk membuat kita lema dan akhirnya jatuh ke tangan mereka." jelas Riri
"Kita memang berhasil lolos, namun bagaimana jika pasukan dari pangeran Altha datang menerobos untuk membantu kita?" Pangeran San Ya berkata dan menatap Riri sama Yorgun.
"Gawat, pangeran pasti datang karena tadi saya mengirimkan pesan padanya melalui prajurit yang berhasil saya lepaskan." Yorgun baru menyadari hal itu setelah dia telah jauh dari kerajaan.
"Apa? Kau mengirimkan pesan padanya? Kau bilang apa padanya Yorgun?" Riri bertanya dengan panik.
"Saya bilang kalau tuan putri bersama dengan saya." jawab Yorgun.
"Tidak, dia pasti akan dalam masalah, aku harus kembali untuk menyelamatkan dia." Riri bertekad
__ADS_1