Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Janji Altha.


__ADS_3

Setelah Mentri Kong Ha jatuh pingsan yang mulia raja memerintahkan untuk menahan Mentri Kong Ha dan menurunkan titah bahwa Mentri Kong Ha adalah seorang penghianat dan mencabut kedudukannya sebagai seorang Mentri serta menyita seluruh harta miliknya serta memberikan santunan kepada keluarganya sebagai ganti rugi atas penyitaan harta. Lalu memberikan hukuman mati pada Mentri Kong Ha.


Persidangan hari itu selesai dengan penangkapan Mentri Kong Ha dan seluruh anggota keluarganya, bagi yang pria dan wanita dewasa akan menjadi seorang pelayan dan anak - anak akan tinggal disebuah panti asuhan sampai mereka dewasa dan akan mengikuti jejak para orang dewasa untuk menjadi pelayan, seluruh setatus keluarga diturunkan.


Sementara untuk selir Wu Ling sesuai dengan perintah Riri dia tetapkan sebagai pelayan dan statusnya diturunkan menjadi rakyat biasa dan mencari informasi mengenai rencana dari pangeran ketiga kedepannya, karena saat para prajurit raja mendatangai istana pangeran ketiga dia telah pergi.


🍁🍁🍁


Sementara raja menangguhkan permintaan Riri yang kedua karena urusannya jadi sangat banyak dengan penangkapan Mentri Kong Ha dan menyelidiki seluruh orang yang bersangkutan, sehingga sebelum Riri mengatakan apa permintaan keduanya semua orang telah kembali ke tempatnya masing - masing dan putri Sui menjadi tamu di istana pangeran Altha.


"Haruskah kau membahayakan dirimu sampai seperti itu?" Altha memeluk Riri saat mereka ada atas atap rumah mereka.


"Kenapa, apa kau mengkhawatirkan aku?" Riri bertanya sambil tersenyum.


"Apa kau sudah gila, tentu saja aku mengkhawatirkan mu karena kau adalah istriku." jawab Altha semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tak tau kenapa, sepertinya aku menikmati peran ini. Atau lebih tepatnya seolah ingatan akan niat dan keinginan dari Yourina membuatku melakukan semuanya tanpa berfikir. Mungkin sebenarnya Yourina ini adalah orang baik dan cerdik, karena setiap aku terpojok dia seakan - akan memberiku jalan." Riri menjawab sambil menatap lurus kedepan.


"Aku tak melihatnya, aku hanya melihat bahwa kau adalah Riri istriku." Altha tersenyum dan mengecup pipi Riri.


"Apa kau sudah begitu menggilai aku pangeran dingin yang kejam?" Riri bertanya sambil tersenyum.


Altha menatap dan tersenyum "Kau akan tau setelah ini." ucap Altha dan membawah Riri turun masuk kedalam kamar.


"Altha apa kau sudah gila." belum siap Riri menjaga dirinya Altha telah menerkamnya.


"Pakai bajumu aku akan menunjukkan sesuatu pada mu." Altha bangun merapikan bajunya. "Kenap kau begitu lama hanya memakai baju saja." sambung Altha.

__ADS_1


"Siapa yang membuatku seperti ini?! Bukankah sudah ku bilang untuk berlaku baik dan lembut lah pada tubuh bocah ini, kau benar - benar menyiksaku." kesal Riri yang bersusah paya merapikan bajunya.


Altha tertawa dan membantu Riri untuk merapikan bajunya, "Maafkan aku karena aku selalu bersemangat untuk itu." bisik Altha ditelinga Riri dan menggigit ringan telinga Riri.


"Jangan coba - coba, tubuhku sudah sakit semua." Riri mendorong tubuh Altha menjauh.


"Hei, aku baru melakukannya 2 kali dan ini masih tengah malam." Altha tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya.


"Jangan macam - macam ya, aku buat kaki ketiga mu gak bisa bangun nanti." ancam Riri dengan serius.


"Kau akan merindukanku nanti." Altha.


"Tidak akan, karena aku bisa mencari pria lain." jawab Riri dengan kesal.


"Jahat banget, sudah ayo kita pergi." Altha memeluk Riri dan membawah Riri pergi kesuatu tempat.


"Altha ini tepat yang ditunjukkan nenek dulu." Riri menatap batu - batu besar sebagai pintu masuk ke ruang bawah tanah yang menyimpan banyak barang dari dunianya.


"Altha, apa kau sadar apa yang kau ucapkan?" Riri bertanya dengan takut dan dia sadar kalau dirinya bukan orang dari dunia ini.


"Aku sadar dan aku sangat yakin dengan apa yang aku katakan barusan. Aku sudah mencari tau dan membaca arti dari tulisan yang ditinggalkan oleh nenek mu, jika kita berjanji dengan pasangan kita di tengah batu ini dan pada malam bulan purna sempurna maka apa yang akan kita ucapkan akan didengar oleh dewa dan akan dikabulkan. Karena aku hanya ingin hidup dengan mu saja baik di kehidupan dan dunia ini maupun di kehidupan dan dunia yang lain." ucap Altha tanpa ada keraguan sama sekali atas ucapannya dan menatap Riri dengan dalam serta penuh dengan kasih sayang.


"Apa kau kan melakukan apa pun yang akan ku perintahkan dan ku minta?" Riri bertanya dengan serius.


"Apa pun perintah mu dan permintaanmu aku akan melakukannya, asal itu tak melanggar keyakinan ku dan aku mampu melakukannya, aku pasti akan mengabulkan semuanya." jawab Altha langsung.


"Jika aku menyuruhmu untuk menikah lagi bagaimana?" Riri menatap Altha.

__ADS_1


Mendengar itu Altha memeluk lagi tubuh Riri dan menggigit pelan leher Riri, "Ah." suara Riri membuat Altha tersenyum. "Akan ku lakukan asal kau tak memintaku untuk melayaninya." jawab Altha dengan nada berat.


Riri membalas pelukan Altha "Besok adalah hari hukuman Mentri Kong Ha, dan aku akan melakukan perundingan dengan yang mulia raja serta mengungkapkan permintaan kedua ku." ucap Riri.


"Kau sudah memutuskannya rupanya." Altha berkata dengan sedikit kecewa.


Riri mengurai pelukannya dan menatap wajah Altha sambil tersenyum, "Kau percaya padaku kan?" tanya Riri.


"Hem, aku percaya dan selalu percaya pada mu karena kau istriku." jawab Altha dan tersenyum.


...🍁🍁🍁...


Keesokan paginya hari yang telah ditentukan pun telah tiba. Semua anggota kelurga mentri Kong Ha menghadiri hari hukuman dan mereka semua menangis tak berdaya melihat Mentri Kong Ha dijatuhi hukuman. Kondisi yang mulia juga telah pulih seutuhnya.


"Putri Sui apakah putri sudah siap?" tanya Riri pada putri Sui yang mereka berdua memiliki rencana.


"Tentu saja aku sudah siap." jawab putri Sui dengan yakin.


"Putri percaya padaku kan? Kita akan melakukan hal besar setelah ini." ucap Riri lagi dan putri Sui mengangguk dengan pasti.


Riri bersama dengan Jiyang dan Yaris disisinya dan putri Sui dengan tuan Yoyo disisinya, mereka berdua datang bersama dan berjalan menuju ruang aula pertemuan yang mulia raja yang disana sudah dihadiri para Mentri dan juga orang - orang penting serta para pejabat tinggi, termasuk pangeran Altha dan pangeran kedua.


"Tuan putri Yourina dan tamunya memasuki aula." ucap seorang penjaga diluar pintu aula pertemuan.


"Yourina." ucap tuan Choi Cu Chan ayah Yourina yang juga ada didalam aula itu.


Riri memasuki aula dan tersenyum, dia berjalan kedepan lalu memberikan hormat pada yang mulia raja bersama dengan putri Sui disamping Riri yang juga memberikan hormat. "Semoga yang mulia panjang umur." ucap Riri.

__ADS_1


"Bangunlah." raja berkata dengan lembut. "Berkat mu semua masalah telah terselesaikan dengan sempurna, walau aku merasa sedikit kecewa dengan putraku yang ketiga karena aku tak pernah menyangka bahwa dia memiliki pemikiran yang begitu ambisius hingga bisa mencelakai saudara dan anggota keluarganya yang lain." ucap raja Gusang dengan sedih memikirkan pangeran ketiga.


Didalam aula pertemuan itu Riri mengungkapkan permintaannya yang kedua pada yang mulia raja. Dan mendengar hal itu semua orang merasa kaget juga tak percaya karena apa yang diungkapkan oleh Riri itu adalah hal besar dan itu bisa menyatukan antara kedua kerajaan antara kerajaan timur dan selatan.


__ADS_2