Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Gerbang Mimpi


__ADS_3

Setelah tertidur Riri bangun dengan bingung, sama seperti saat dia terbangun dan melihat Altha yang mendekap dirinya dengan erat hingga tak mau melepaskannya dan mengurungnya selama 3 hari didalam tenda, hari ini pun dia juga sama bingungnya dengan hari itu. Waktu itu Riri terbangun dan waktu sudah berjalan 3 tahun tanpa dia ketahui dan hari ini dia merasa baru tidur sebentar saat dirinya dan Altha berangkat ke ibu kota namun Altha bilang kalau dia sudah tertidur selama 1 minggu.


"Ini?" Riri terbangun dengan bingung karena melihat dia telah terbangun didalam kamar Altha di istana pangeran.


"Kamu sudah sadar, maafkan aku. Aku janji tak akan membuat mu lelah lagi, kamu telah membuat aku ketakutan selama 1 minggu ini. Setelah kamu tertidur selama 3 tahun dan tadi tiba - tiba saja kamu pingsan dan tertidur selama 1 minggu, tabib istana bilang karena kamu kecapean, namun semua tetap membuat aku takut." jelas Altha dengan tatapan lega dan memeluk Riri dengan erat.


"Aku tertidur selama 1 minggu? Bukannya aku baru saja tidur didalam kereta saat kita menuju ke ibu kota ya." tanya Riri bingung


"Iya kamu memang tidur dalam kereta saat kita dalam perjalanan menuju ibu kota, tapi kamu tak bisa dibangunkan setelah itu dan tertidur selama seminggu." jelas Altha pada Riri yang terlihat bingung.


"Bagaimana mungkin, kenapa aku terus kehilangan waktu di sini." gumam Riri bingung.


"Ada apa dengan mu, jangan membuat ku takut." Altha memeluk Riri lagi dengan sangat erat.


"Altha, apa kamu tau? Aku tak merasa kalau aku tertidur dengan cukup lama, aku hanya tertidur sebentar. Tapi kenapa aku kehilangan banyak moment di sini." jelas Riri pada Altha dan Altha menatap bingung.


"Maksudmu apa?" tanya Altha yang mulai penasaran dan bingung.


"Apa kamu tau, waktu ada pemberitahuan bahwa ada kerusuhan di daerah luar kerajaan dan kerajaan - kerajaan kecil aku dan putri Sui merencanakan sesuatu untuk putri You Li dan putri Sui melaporkan kejadian itu kepada ayahnya raja Ho sehingga beliau menyuruh anak buahnya datang untuk menjemput putri You Li kembali ke kerajaan selatan dengan paksa." jelas Riri pada Altha. "Saat itu aku tak melihatmu dan aku tak tau apa pun lagi setelah aku meminum secangkir teh, aku merasa ngantuk dan akhirnya tertidur..." Riri pun menjelaskan semuanya secara jelas dan menceritakan apa yang dia alami, dan Altha mendengarkan semakin bingung karena Riri mengatakan kalau dia tak mungkin tidur selama 3 tahun atau 1 minggu karena dia hanya tertidur sebentar saja.


"Mana mungkin, aku jelas melihat mu dan menunggu mu sampai akhirnya aku terpaksa pergi meninggalkan mu pada tabib senior dan kembali dengan kemenangan. Begitu juga pada saat ini, aku menemanimu terus dan menyerahkan masalah pada Yorgun dan Baron serta Jang Yong, kamu bilang kalau kamu tertidur hanya sebentar. Apa yang terjadi? para tabib juga mengatakan kalau kamu tak apa dan tak ada penyakit apa pun." ucap Altha dengan tatapan penuh dengan kekhawatiran.


"Aku juga tak tau Altha, tapi itulah yang sebenarnya terjadi dan aku rasakan." jelas Riri lagi yang juga sama bingungnya.


Altha diam tak memiliki jawab atau pun pertanyaan yang akan diajukan kepada Riri, yang ada dalam hati Altha hanyalah rasa sesak dan juga takut kalau. Riri bisa pergi meninggalkan dirinya sewaktu - waktu.


"Altha, sebenarnya beberapa hari ini aku merasakan sesak dan juga nyeri dalam dada yang tak ku tau apa penyebabnya, dan hal ini juga aku alami setelah aku merencanakan penjemputan putri You Li. Dan saat aku tertidur aku mengalami mimpi yang aneh, dalam mimpi itu aku melihat tubuh asli ku sedang terbaring tak berdaya. Apakah karena jiwa ku sedang pergi meninggalkan ragaku makanya tubuh asliku sedang dalam keadaan tak baik. Akankah tubuhku meninggalkan jika aku tak bisa kembali? Aku juga tak mengerti kenapa aku bisa masuk kedalam cerita ini dan kenapa aku bisa melihat kondisi tubuhku dalam mimpi, seolah - olah aku sedang berada di suatu tempat dan sedang berdiri diantara gerbang mimpi." ucap Riri sambil menatap kebawah karena dia juga merasakan kebingungan akan kondisi dirinya.


"Riri, kau adalah permaisuri ku. Dan aku tak akan membiarkanmu pergi meninggalkan ku apa pun alasannya, karena kau hanya bisa pergi dan kembali ke tubuhmu jika aku mati saja, namun selain itu aku tak akan membiarkanmu pergi kemana - mana, tidak akan." jawab Altha sambil memeluk tubuh Riri. "Baiklah kamu istirahat aku cari tabib dulu." Altha bangun dan keluar dari kamar.


"Pangeran." tegur Yaris yang menunggu diluar kamar.


"Jaga dia dan jangan biarkan dia tidur, ajak dia bicara apa saja aku akan pergi mencari tabib." perintah Altha pada Yaris.

__ADS_1


"Biar saya yang pergi mencari tabib pangeran." cegah Yaris.


"Tidak perlu, aku saja kamu temani dia, panggil Jiyang dan Yodon juga dia pasti akan senang jika kalian bersamanya." tolak Altha dan dia langsung pergi.


Yaris menatap Altha bingung karena dia tak pernah melihat Altha berekspresi sedih serta takut dalam waktu yang bersamaan, terlebih lagi Altha tak pernah menunjukkan ekspresinya yang seperti itu selama Yaris tau, Altha selalu tegas, dingin dan tiada ampun.


Didalam ruang baca Altha terduduk melamun dan menyangga kepalanya dengan kedua tangannya, dari balik pandangannya yang tertunduk terlihat bulir - bulir bening yang menetes diatas meja dan membasahi meja baca itu. Altha tak bisa mengungkapkan rasa takutnya dan juga kesedihannya didepan Riri.


1 minggu sebelumnya


"Katakan apa yang terjadi padanya, kenapa dia tak mau bangun?" tanya Altha dengan panik pada tabib istana saat dia sampai di istana kerajaan dan mendapati Riri tertidur namun tak bisa dibangunkan.


"Maaf pangeran, sebenarnya tuan putri tak memiliki penyakit apa pun, tapi dari pengetahuan saya tuan putri saat ini sedang memasuki alam bawah sadarnya dan jika tuan putri bisa sadar makan jiwanya akan selamat, tapi sebaliknya jika tuan putri tak bisa sadar maka tuan putri tak akan biasa bertahan. Kami tak bisa melakukan apa pun." jelas tabib istana dengan takut pada Altha.


"Tidak mungkin, apa penyebab itu semua? Apakah ada obat untuk membuat dia segerah sadar, lakukan segalanya untuk menyadarkan dia." perintah Altha dengan panik kepada beberapa tabib istana yang datang memeriksa keadaan Riri.


"Maaf pangeran, walau ada obatnya tapi jika tak ada keinginan dari tuan putri untuk kembali maka kita tak akan bisa melakukan apa pun." jawab tabib istana lagi.


"Altha, ayah yakin dia pasti akan kembali lagi. Karena dia pernah mengalaminya selama 3 tahun dan pada akhirnya dia kembali. Jadi yakinlah kalau dia pasti akan kembali lagi." ucap raja menguatkan hati pangeran Altha.


"Aku akan membawahnya kembali ke istana pangeran dan akan menjaganya sendiri. Untuk semua urusan yang ayah sebutkan biarkan Yorgun dan pangeran Jang Yong yang melakukannya. Ayah harus bisa percaya padanya untuk memberikan dia kesempatan." ucap Altha pada ayahnya setelah itu Altha membawah Riri kembali ke kediamannya dan tak pernah meninggalkan Riri selangkah pun, Altha menjaga dan menunggu disisi Riri dengan sabar serta selalu merawat dan membersihkan tubuh Riri.


Saat ini


"Apa yang harus ku lakukan, aku tak akan bisa dan tak akan sanggup kalau harus kehilangan dia." gumam Altha yang terdengar sangat memilukan


Seorang pangeran dan pimpinan perang yang tangguh dan juga dijuluki pedang tiada tanding dari kerajaan timur yang mampu menumbangkan 1 pasukan seorang diri sedang meratapi dirinya karena takut akan kehilangan wanita dan orang yang begitu penting bagi dirinya.


"Cukup Altha, jangan membuat Riri cemas." gumam Altha dan bangun untuk mencari tabib setelah menyeka air matanya.


Sementara didalam kamar Riri dia ditemani oleh Yaris dan juga Jiyang sama Yodon yang baru datang dan bergabung. Riri terlihat sangat senang dengan mereka dan juga mendengarkan cerita Jiyang dan Yodon yang punya banyak bahan cerita, sementara Yaris duduk di kursi dekat tempat tidur Riri dan menggenggam tangan Riri.


"Yaris, bukankah mereka berdua sangat seru berceritanya." Riri tersenyum menatap Yaris

__ADS_1


"Hem." jawab Yaris hanya dengan gumaman karena Yaris orangnya memang tak banyak bicara.


"Kenapa kau terus memegangi aku, aku tak akan lari Yaris." Riri berkata dan tersenyum menatap Yaris.


"Aku tak akan meninggalkan tuan putri." ucap Yaris melepaskan tangan Riri.


"Benar aku Jiyang juga tak akan meninggalkan tuan putri"Jiyang menatap Riri.


"Aku juga tak akan meninggalkan tuan putri dan akan selalu bersama dengan tuan putri" jawab Yodon sangat yakin.


"Kalian ini bicara apa sih, apakah kalian tak ingin menikah hah?! Aku akan mencarikan istri untuk kalian bertiga dan akan menikahkan kalian semua. Karena aku ingin melihat kalian bertiga bahagia dan selalu sehat, serta berumah tangga." ucap Riri menatap ketiga orang yang selama ini dengan setia menemani disisi Riri.


"Aku tak akan menikah." jawab ketiga orang itu serempak.


"Hei, kalian mau jadi seorang biksu dengan tidak mau menikah?" tanya Riri dan ketiganya menggelengkan kepala bersamaan.


"Sebenarnya aku tau kalian takut aku akan menghilang bukan?"Ucap Riri tersenyum, "Ya, sebenarnya aku juga bingung apa yang sedang terjadi pada ku, tapi seolah ada sesuatu yang ingin menunjukkan pada ku bahwa ada seseorang yang membutuhkan dirimu, dan orang itu berada dari tempat lain yang jauh seakan dari masa depan yang akan datang ribuan tahun lamanya. Semua bisa terlihat dari mimpi yang ku alami, semua terasa seolah ada sebuah gerbang yang menghubungkan aku dengan dunia lain." ucap Riri dan ketiga orang itu diam mendengarkan.


"Katakan padaku, apa yang akan kalian lakukan jika seandainya aku benar - benar akan pergi dan menghilang dari sini." tanya Riri menatap ketiga orang yang saat ini menatap Riri dengan tatapan bingung.


"Apa maksud tuan putri?" tanya Yodon bingung.


"Benar, apakah tuan putri akan meninggalkan istana ini?" Jiyang juga bertanya.


"Aku akan mengikuti tuan putri kemanapun tuan putri akan pergi, dan aku akan mencegah jika tuan putri ingin pergi sendiri" jawab Yaris dengan keyakinan.


"Eh, benar aku juga akan mengikuti tuan putri. Jadi apa pun tuan putri aku akan selalu kembali pada tuan putri dan akan menjadi abdi abadi bagi tuan putri." jawab Jiyang tak kalah yakin dari jawaban Yaris.


"Benar, aku juga akan selalu berada disisi tuan putri. Walau mau pergi ke dunia lain pun aku pasti akan mengikuti tuan putri." jawab Yodon tersenyum menatap Riri.


"Aku,,, juga ingin mengikuti tuan putri." ucap Yorgun yang kembali dan ingin melaporkan informasi pada Altha, namun karena mendengar percakapan Yaris dan yang lainnya Yorgun juga ikut serta, karena dia juga ingin diakui oleh Riri.


Mendengar jawaban itu Riri tertawa terbahak karena dia tak pernah menyangka kalau dirinya di sini dicintai oleh orang - orang yang bahkan tak pernah dia ketahui dan dia kenal. Riri merasa bersyukur dia memiliki begitu banyak orang yang peduli akan dirinya termasuk Altha yang begitu mencintainya.

__ADS_1


"Kau, juga anakku." ucap Riri menatap Yorgun yang berdiri diambang pintu. "Ku harap kalian semuanya selalu bahagia, terima kasih kalian selalu ada untuk ku." Riri tersenyum dan mereka berempat juga ikut tersenyum.


__ADS_2