
Dengan sangat marah pangeran Cun Ya menghadiri rapat yang diadakan secara mendadak oleh permaisuri dan digelar secara terbuka sehingga bisa dihadiri oleh siapa saja serta dari kalangan mana saja.
Ruang rapat itu sudah penuh dengan semua orang bahkan Riri juga ada disana untuk melihat persidangan yang digelar oleh kerajaan barat. Dengan segala kemampuan berbicaranya Riri sedang mencari cara untuk bisa lepas dari cengkraman pangeran Cun Ya dan juga Choi Yong.
"Ini semua pasti ulahmu, kau sengaja mengadu pada bibi mu itu dan membuat masalah jadi semakin berantakan. Tapi kau ingatlah aku akan mengajukan pernikahan dalam persidangan itu didepan semua orang dengan orang yang aku inginkan dan buka para wanita seperti kalian yang tak berguna dan hanya bisa membuat orang kesal saja." Pangeran Cun Ya marah pada kedua selirnya karena dia berfikir kalau Murong mengadukan pada bibinya yang merupakan selir dari kerajaan itu.
"Pangeran Cun Ya, selir Murong dan selir Ranran hadir dalam persidangan." teriak seorang penjaga.
Pangeran Cun Ya melangkah masuk kedalam ruang sidang dengan angkuh. Dan semua orang yang hadir melihatnya tak suka, karena sebagian dari mereka tak menyukai sikap dan juga perbuatan pangeran Cun Ya yang terbilang arogan dan semena - mena.
"Apa dia tau apa yang sedang menunggunya?" Riri bergumam liri.
"Riri, sebenarnya apa.yang sedang kau rencanakan?" Wu Ling bertanya sambil berbisik pada Riri.
"Wu Ling, di acara malam itu aku mengetahui kalau pangeran Cun Ya ini tak memiliki kedudukan di kerajaan ini, dan untuk mendapatkan posisinya dia mencari sekutu serta menikahi selir Murong dan selir Ranran yang merupakan keponakan dari permaisuri dan juga putri dari perdana Mentri persenjataan. Dan sepertinya pernikahan mereka dipaksakan karena pangeran Cun Ya ini adalah anak dari permaisuri sendiri namun dengan orang lain bukan raja." jelas Riri sambil berbisik pada Wu Ling.
"Eh, dari mana kau tau informasi sebanyak itu?" Wu Ling berta ya dengan penasaran.
"Kau tak melihat orang yang berdiri disebelah pa heran Cun Ya? Aku mencari tau dari dia sesaat setelah aku membuatnya tak sadarkan diri karena mabuk berat." Riri berkata dengan tersenyum.
"Kau benar - benar luar biasa." Wu Ling memuji dan Riri tersenyum dengan sombong.
"Dengarkan aku permaisuri Yu, kau tak bisa asal memutuskan aku bersalah dengan masalah ini." Pangeran Cun Ya merasa tak puas karena dia disalahkan oleh permaisuri Yu.
__ADS_1
"Cun Ya, harusnya kau koreksi diri. Aku sudah sering sekali mengabaikan setiap masalah yang kau buat." Permaisuri Yu marah besar.
"Sepetinya dia tak sabar dengan sifat anaknya yang sedikit tak berguna itu, dan anaknya juga tak tau kalau dia dipaksa menikah itu untuk mempertahankan posisinya. Kita nikmati pertunjukan ini" gumam Riri lagi dengan suara pelan.
"Riri kau tak takut kalau nanti pangeran Cun Ya menyeret mu, karena kau juga ikut hadir dalam acara malam itu." Wu Ling bertanya dengan khawatir.
"Apa yang harus ku takuti dengan orang bodoh seperti dia." jawab Riri santai.
Persidangan itu berjalan sangat ramai dan permaisuri terlihat tak.sabat lagi dengan sikap Cun Ya yang tak bisa mengerti apa pun ini. Dan para Mentri yang ikut hadir dalam acara malam itu pun mereka membela diri mereka masing - masing.
"Tunggu, jika permaisuri mengijinkan aku untuk menikahi wanita yang aku inginkan maka aku berjanji akan melakukan dan mendengarkan semua perkataan dan permintaan permaisuri." Pangeran Cun Ya berkata dengan angkuh
"Katakan siap wanita itu dan dari keluarga mana." Permaisuri Yu bertanya dengan tak sabar.
"Orang itu ada di ruangan ini juga, dia adalah wanita yang dudu tak jauh dari anda, dia adalah tabib tangan ajaib." teriak pangeran Cun Ya dengan beraninya
"Pangeran, apa yang kau katakan?!' Choi Yong berkata dengan nada tinggi.
"Lancang, turunkan suara mu." Permaisuri Yu berkata dengan menatap Choi Yong tajam.
Riri bangun dan tersenyum menatap pangeran Cun Ya dan permaisuri Yu bergantian. Riri berjalan mendekati meja kedua selir dari pangeran Cun ya, dan berhenti tepat didepan mereka berdua. "Katakan pada ku apakah kalian mau menerima ku untuk masuk kedalam keluarga kalian dan dalam hubungan kalian dengan pa geram Cun Ya selalu suami kalian? Karena jika aku diposisi kalian aku tak akan pernah terima, bahkan sampai sekarang suamiku pangeran Altha hanya memiliki aku saja sebagai istrinya." Riri berkata dengan memandang kedua selir pangeran Cun Ya.
"Kalau untuk kestabilan dan kejayaan kerajaan tentu saja aku tak akan menolaknya." Murong menjawab dengan lantang tanpa ada keraguan.
__ADS_1
"Wah bagus sekali, kau sungguh sangat murah hati selir Murong." Riri memberikan tepuk tangan atas jawaban dari selir Murong.
"Maaf tabib tangan ajaib kamu adalah tamu di kerajaan ini jadi kamu tak ada hak untuk bertanya dan mondar - mandir didalam ruang persidangan dengan sembarangan." Permaisuri Yu mengingatkan Riri.
"Jika sebagi tamu di kerajaan ini saya tak ada hak untuk melakukan semuanya, lalu bagaimana jika saya berdiri di sini sebagai orang yang berjasa telah menyelamatkan yang mulia raja" Riri bertanya dengan menatap mata permaisuri tanpa rasa takut.
"Apa? Apa yang dia katakan barusan? Dia menyelamatkan yang mulia raja."
"Apakah yang mulia raja benar - benar sudah sembuh dan sadarkan diri?"
"Apakah itu benar?"
"Kalau memang iya dimana yang mulia raja sekarang?"
Semua orang sedang berkasak kusuk mempertanyakan soal keberadaan yang mulia raja. Dan apa yang dikatakan oleh Riri membuat semuanya jadi ramai mencari keberadaan yang mulia raja. Mereka semua ingin bertemu dengan yang mulia raja secara langsung jika memang ya g Mia raja sudah sembuh. Permaisuri yang mendapatkan desakan dari semua orang pun merasa terbebani dan akhirnya memanggil dan menghadirkan yang mulia raja di ruang sidang.
"Yang mulia raja?"
Semua orang terlihat terkejud menatap raja Song yang hadir dalam ruang sida g dalam keadaan sehat dan baik - baik saja. Bahkan pangeran Cun Ya juga ikut terkejud karena dia tak pernah menyala kalau ayahnya akan sadar dan berdiri dihadapannya dalam keadaan ya g sangat bugar.
"Aku sudah bilang, kalau kau disini cuma dimanfaatkan dan tak dibutuhkan. Aku bisa melakukan apa pun sesuka mu selama aku mendapatkan kuasa, dan aku katakan kalau sekutumu itu tak ada apa - apanya dia hanyalah sebongkah kayu saja. Jika kau ingin kembali masih belum terlambat Choi Yong." bisik Riri yang berdiri disamping Choi Yong.
"Yang mulia raja terimalah hormat dari kami semuanya." Para Mentri dan semua yang hadir dalam ruangan itu memberikan hormatnya pada raja Song.
__ADS_1
"Baiklah bangunlah semuanya, dan untuk kau Cun Ya. Aku sudah mendengar semua keluhanmu dari tadi, dan untuk permintaanmu menikahi tabib tangan ajaib aku menolaknya, dan memberimu hukuman untuk menyalin sajak sebanyak 100 lembar dan mulai hati ini aku mencabut jabatanmu sebagai mentri dalam negeri di kerajaan ini.." Raja Song menjawab dengan tegas.
"Apa maksud ayah? Tidak, aku tak terima hal itu. Apa karena ayah mendengarkan aduan dari para wanita bodoh ini sehingga ayah mencabut kuasaku. Ayah, ayah baru saja sadarkan diri dan tak tau apa pun, bagaimana bisa ayah langsung memutuskan hal itu dan memberiku hukuman sekejam ini." Pangeran Cun Ya merasa tak terima dengan keputusan dari raja Song.