
"Bangunlah, aku tak menyalahkan kalian, karena kalian semua adalah alat saja. Pelaku utamanya adalah orang yang memiliki pisau ini." Riri membantu Mentri Ye Saun dan Mentri Lie Ling untuk berdiri dan menunjukkan pisau itu pada kedua Mentri saat mereka berdua telah bangun dan berdiri dihadapan Riri.
"Ini?" kedua Mentri itu saling tatap dan tak percaya, "Pangeran ketiga." jawab mereka berdua bersamaan setelahnya, dan Riri tersenyum menatap kedua orang itu.
"Apa itu pisau milik pangeran ketiga?"
"Apakah pangeran ketiga yang menjadi dalang dibalik semua rencana ini?"
"Tapi bagaimana mungkin pangeran ketiga melakukan perbuatan itu dan untuk apa dia sampai harus menyakiti yang mulia raja."
Semua orang mulai berkasak kusuk ramai mempertanyakan soal pangeran ketiga dan mereka semua juga tak pernah menduga kalau pangeran ketiga akan berbuat begitu tega pada yang mulia raja, padahal selama ini pangeran ketiga lah yang terlihat paling dekat dengan yang mulia raja, dan juga sangat takut dengan pangeran Altha bahkan selalu menyanjung pangeran Altha yang akan menjadi panutannya pada nantinya.
"Sekarang tanya pada putri kalian masing - masing, siapa orang yang sebenarnya mereka cintai dan apa tujuan mereka melakukan semua kecurangan yang mengakibatkan celakanya yang mulia raja." ucap Riri kepada kedua Mentri itu dan menatap kedua wanita yang dari tadi berdiri dipojok ruangan sidang ini.
"Benar - benar memalukan." teriak kesal Mentri Ye Saun mendekati putrinya.
"Maafkan aku ayah, mohon maafkan Ye Rin." berlari dan bersujud didepan ayahnya.
"Aku berharap tak memiliki putri seperti mu, aku telah gagal mendidik mu selama ini." Mentri Ye Saun mendorong putrinya dengan kesal.
Begitu juga dengan Mentri Lie Ling dia juga memarahi putrinya yang telah menjadi selir pangeran kedua selama 3 tahun malah berbuat hal yang tak terpuji dan membuat nama baik keluarganya tercoreng karena tindakannya itu.
Riri tersenyum menatap Altha yang duduk disamping aula dan di meja tengah, Riri berjalan mendekati Altha dan Altha menyambutnya dengan sangat senang. Mereka berdua saling pandang dan tersenyum lalu Riri duduk disebelah Altha melihat kedua Mentri memberikan hukuman pada putri - putri mereka.
"Aku sangat merindukanmu istriku." bisik Altha dengan suara liri pada Riri.
"Aku akan memberimu kejutan dan memperlihatkan sesuatu yang mungkin akan membuat mu senang." jawab Riri sambil berbisik juga.
"Apa itu?" Altha
"Kau akan tau nanti." Riri.
Yaris dan Yodon berjalan dan bergabung dengan Yorgun berdiri dibelakang pangeran Altha dan Riri. Mereka bertiga menatap Riri dengan tatapan bangga dan kagum, karena bagi mereka Riri adalah Dewi penolong karena Riri selalu menemukan cara untuk membantu keluar dari segala masalah yang ada, terutama Yorgun yang baru melihat kemampuan Riri dia jadi semakin mengerti kenapa selama ini Yaris dan Jiyang selalu mengikuti Riri saat mereka baru sampai di istana pangeran Altha.
__ADS_1
"Aku juga ingin disebut sebagai anak oleh tuan putri." gumam Yorgun tanpa sadar dan itu didengar oleh Yaris juga Yodon yang berdiri disebelah Yorgun.
"Apa? Aku mengatakan dengan tulus, bukankah kalian juga seperti itu." bela Yorgun karena merasa malu pada Yaris dan Yodon, lalu pura - pura cuek.
Yaris tersenyum melihat sikap Yorgun yang tak lagi waspada pada Riri, bahkan bisa dilihat dengan jelas kalau sekarang sikap Yorgun sudah jauh berbeda. Dengan tatapan Yorgun yang berbinar dan senyuman yang tulus Yaris tau kalau sekarang Yorgun telah sepenuhnya percaya pada Riri.
"Apa kau akan membiarkan mereka menjadi tontonan semua orang seperti itu?" tanya Altha pada Riri melihat kedua Mentri itu memarahi dan memberikan hukuman pada putrinya.
"Tentu saja tidak, aku akan melakukan sesuatu tapi belum sekarang. Sebentar lagi saat orang itu datang baru aku akan memberikan solusinya." jawab Riri tersenyum.
"Tuan putri apa mau dipanggil sekarang?" tanya Yodon menunduk dan berbisik pada Riri.
"Hem, pergilah jemput beliau untuk hadir di sini." Riri menjawab dengan tersenyum menatap Yodon. Dan Altha menatap bingung karena dia tak diberitahu sama sekali apa rencana Riri selama ini.
"Siapa yang mau kau hadirkan di kekacauan ini?" Alta yang penasaran bertanya lagi dengan tersenyum dan menatap Riri penuh dengan kekaguman. Namun Riri tak menjawab dan hanya tersenyum menatap Altha.
"Yang mulia raja memasuki aula persidangan." teriak penjaga dan itu membuat semua orang yang ada didalam kaget termasuk Altha.
Yang mulia raja berjalan dengan dipapah oleh Yodon dan Baron berjalan perlahan memasuki ruang sidang dengan putri Sui dan tuan Yoyo berada dibelakang yang mulia raja. Semua orang memberi hormat pada yang mulia dan seketika suasana jadi hening. Lalu Yaris mempersilakan kepada putri Sui untuk duduk di meja samping meja Riri dan Altha.
Riri berdiri dan berjalan ketengan aula mendekati putri Ye Rin yang terduduk dilantai karena dipukuli oleh ayahnya dan juga selir Wu Ling yang mencobak meminta maaf pada pangeran kedua serta ayahnya. "Di sini hamba Yourina Chan mengucapkan terima kasih kepada yang mulia raja atas penghormatannya, dan untuk hadiah hamba memiliki 3 permintaan untuk yang mulia, itu pun jika yang mulia mengijinkan." Riri memberikan hormat kepada raja Gusang.
"Coba katakan apa yang ingin kau minta, ku dengarkan dulu. Jika itu tak merugikan maka aku pasti akan mengabulkannya." raja berkata dengan menatap Riri bertanya - tanya
"Terima kasih yang mulia, untuk permintaan hamba yang pertama. Sebagai putri dari keluarga Chan hamba meminta keadilan untuk ayah hamba Choi Cu Chan agar kasus yang dihadapinya untuk diselidiki secara umum, dan meminta ayah hamba bisa dikeluarkan dari tahanan. Karena hamba berjanji, jika memang ayah hamba bersalah maka hamba sendiri yang akan mengirimnya kembali kedalam tahanan." ucap Riri untuk membebaskan ayahnya yang dituduh memulai pemberontakan.
"Bagaimana menurutmu Mentri Chu Liu." tanya yang mulia raja pada Mentri Chu Liu selaku Mentri keadilan kerajaan.
"Hamba kembalikan kepada yang mulia saja, tapi kalau menurut hamba, putri Yourina adalah orang yang memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang luas. Jadi kalau putri mengatakan hal yang baru saja disampaikan kepada yang mulia pasti sudah miliki pandangan tertentu, maka hamba akan mengikuti apa kata tuan putri." jelas Mentri Chu Liu.
"Baiklah, kalau begitu bebaskan tuan Choi Cu Chan dan selama proses penyelidikan keluarga Chan akan dalam pengawasan kerajaan." ucap yang mulia raja.
"Terima kasih yang mulia, terima kasih banyak atas kepercayaannya." Riri memberi hormat pada raja dan terlihat bahagia.
__ADS_1
"Sekarang katakan permintaan mu yang kedua." raja Gusang
"Maaf yang mulia, hamba akan mengutarakan permintaan ketiga hamba sebelum yang kedua." Riri menatap raja dan terlihat raja menganggukkan kepala.
"Untuk permintaan ketiga hamba adalah, hamba mohon kepada yang mulia untuk mengijinkan pangeran kedua mengangkat putri Ye Rin sebagai selir kedua untuk menggantikan selir Wu Ling dikediaman pangeran kedua, dan melangsungkan upacaranya secara resmi. Dengan begitu, maka hubungan keduanya akan terlihat baik didepan umum, juga tak akan merugikan keluarga dari putri Ye Rin." ucap Riri menatap raja.
"Baiklah dikabulkan, dan upacaranya akan dilaksanakan 1 bulan lagi." ucap raja.
"Terima kasih tuan putri." ucap Ye Rin memberi hormat pada Riri begitu juga dengan ayah Ye Rin.
"Ini tidak adil. Bagaimana bisa Ye Rin menggantikan aku." selir Wu Ling marah pada Riri.
"Sebagai orang yang sudah berbuat salah dan hampir mencelakai raja, tentu saja selir Wu Ling diturukan dari posisi selirnya dan akan dijatuhi hukuman, dengan begitu masalah selesai." Riri.
"Tidak, aku tidak terima. Ini adalah jebakan, aku telah dijebak. Dan bagaimana bisa Ye Rin dan Jang Yong tidak dihukum malah dipersatukan, mereka juga berselingkuh dibelakang pangeran Altha." selir Wu Ling.
"Putri Ye Rin bukanlah selir pangeran Altha, dan lagi putri Ye Rin hanya memberikan obat tidur pada pangeran Altha agar dia bisa bersama dengan pangeran kedua di istana kerajaan." Riri.
"Sebagai hukuman bagi orang yang telah berani mencelakai raja adalah hukuman mati." ucap Mentri keadilan dengan keras.
"Maafkan hamba yang mulia, tolong maafkan hamba." selir Wu Ling.
"Tidak akan dihukum mati jika selir Wu Ling mau menerima hukuman dan bekerja sama dengan kerajaan." Riri.
"Apa?" selir Wu Ling dan ayahnya Mentri Lie Ling menatap Riri bingung.
"Seperti yang hamba katakan saat meminta agar hukuman ayah hamba untuk ditangguhkan oleh yang mulia. Ya itu, melakukan penyelidikan dan untuk itu selir Wu Ling hamba minta untuk bersedia bekerja sama untuk kelancaran prosesnya, pancing pelaku utamanya keluar dan menunjukkan dirinya sendiri, dengan begitu tujuan atas tindakan mencelakai raja dengan sengaja yang dilakukan oleh selir Wu Ling bisa diperingan hanya dengan hukuman pelepasan gelar selirnya dan akan menjadi pengabdi kerajaan." ucap Riri menatap selir Wu Ling, "Tapi semua akan kembali kepada selir Wu Ling, ingin mati konyol dengan setatus sebagai selir yang berkhianat, atau bebas dan menjadi seorang rakyat yang terhormat." sambung Riri lagi dan tersenyum.
Semua orang yang mendengar ucapan dan saran dari Riri saling pandang dan mereka tak pernah berfikir sejauh itu untuk memutuskan sebuah hukuman pada seseorang. Dari apa yang disarankan oleh Riri tidak hanya akan menemukan pelaku kejahatan yang sebenarnya namun juga dalam sekali gerak bisa mengembalikan nama keluarga dari Mentri Lie Ling.
"Hormat kepada tuan putri Yourina, sehat dan panjang umur." teriak Mentri Lie Ling dengan keras di aula itu dan semua orang juga ikut meneriakkan hal yang sama.
Yang mulia raja tersenyum dan terlihat puas dengan saran yang diajukan oleh Riri dihadapan umum, karena Riri tidak hanya menyelesaikan masalah namun juga memberikan jalan terbaiknya.
__ADS_1
Persidangan hari itu telah terselesaikan dengan sangat sempurna, karena dalam persidangan kali ini tidak hanya menyatukan dua kekasih yang saling mencintai namun juga memberikan penghapusan hal buruk dari kedua keluarga para Mentri.
Nb: Maaf semua untuk pendukung yang setia bagi cerita Altha dan Riri. di sini J.K lagi bingung harus melanjutkan atau dipaksa tamat, karena lagi buntu ceritanya harus dibuat sad ending atau happy.