Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Kerjasama


__ADS_3

Selama 2 hari pangeran San Ya dan Choi Yong melarikan diri bersama dan pangeran San Ya telah membulatkan tekatnya untuk merebut tahta kerajaan barat dari tangan ayahnya yang selama ini telah dia anggap tak layak untuk menjadi pemimpin, karena pada awalnya kerajaan barat adalah tahta yang diwariskan oleh sang ibu yang telah meninggal dunia. Dengan alasan karena seorang putri jadi sang suami dari putri mahkota lah yang naik tahta menjadi seorang raja. Dan kini pangeran San Ya tak ingin lagi menutup mata dengan segala tindakan semena - mena dari sang ayah yang bisa menghancurkan kerajaan sebagai peninggalan terakhir dari sang ibu.


"Aku tak tau apa alasan dari pangeran Choi Yong membuat sekutu dengan Cun Ya yang mungkin saja tak akan memperdulikan soal kebaikan mu, karena dia sama ambisinya dengan ayahnya, tapi aku tak masalah dengan itu karena itu adalah urusan mu sendiri. Namun jika itu berhubungan dengan Riri orang yang telah menyelamatkan ku dan memberiku perhatian layaknya seorang keluarga aku tak akan tinggal diam dan akan menganggap mu sebagai musuhku." Pangeran San Ya berkata dengan tegas dan terus terang pada Choi Yong.


"Pangeran San mengenal Riri? Dia adalah kakak ipar ku." Choi Yong berkata dengan tertunduk.


"Dia kakak ipar mu, tapi bagiku dia adalah orang yang melebihi keluarga ku. Selama dalam pelarian terakhir aku bertemu dengan dia dan dia telah menjadi sosok yang sangat aku rindukan dari ibu ku, dilihat dari usianya dia bisa dibilang jauh lebih muda dariku, namun caranya memperlakukan ku dia seperti seorang ibu yang sedang berusaha untuk menjaga dan melindungi anaknya." Pangeran San Ya menjelaskan sambil mengenang kembali saat pertama kali dia bertemu dengan Riri dan tinggal beberapa hari bersama dengan Riri.


Mendengar cerita dari pangeran San Ya mengenai Riri dan juga cara serta sikap Riri memperlakukannya membuat Choi Yong sadar kalau perbuatannya salah dan dia juga sudah melihat sendiri cara Riri menjaga dan merawat para pasukan yang terbuang hingga mereka telah kembali dan menjadi pasukan utama yang kuat, dan Choi Yong juga mendengar kalau Riri memperlakukan mereka semuanya bagikan anak - anaknya dan sering memanggil mereka dengan sebutan anakku.


"Kenapa kamu diam saja?" Pangeran San Ya menatap Choi Yong


"Apa kau tulus baik pada Riri, atau kau memang mempunyai niat untuk menjadikan selir mu?" Choi Yong bertanya dengan ragu pada pangeran San Ya


Pangeran San Ya tertawa terbahak "Apa kau berfikir untuk merebut kakak ipar mu? Apakah kau berfikir dia akan mau dengan mu? Ambisi boleh saja, tapi setidaknya kamu juga harus punya aturan untuk melakukannya, dia adalah penyelamatku dan keluarga ku. Aku tak pernah memiliki pemikiran rendah seperti itu saat aku tau kalau dia adalah istri orang lain, karena bagiku perhatian dan kasih sayangnya pada ku itu saja sudah cukup. Kau jangan sampai salah langkah." Pangeran San Ya berkata dan juga menasehati Choi Yong.


"Pangeran, aku melihat ada pasukan dari pangeran Altha yang dipimpin oleh komandan Yorgun sedang menuju perbatasan pertahanan." lapor dari pengawal pangeran San Ya


"Kakak? Apa kakak sudah tau kalau aku yang membawah kakak ipar ke kerajaan barat? Ataukah kakak sudah dengar kalau raja dan pangeran kedua berebut ingin menjadikan kakak ipar sebagai selir mereka? Kalau harus menolongnya kenapa tak bergerak sendiri, kenapa harus membawah pasukan." Choi Yong sedang bertanya - tanya dalam hati.


"Bagus apa kau melihat pangeran Altha ada dimana dia antara pasukannya itu? Karena aku tau kebiasaanya, dia akan bersembunyi diantara prajuritnya untuk menyerang dan melumpuhkan pertahanan musuh." Pangeran San Ya bertanya dengan sangat antusias.


"Maaf pangeran, saya tak melihat pangeran Altha dimana pun, hanya ada komandan Yorgun saja diantara barisan dalam pasukan." jelas pengawal pangeran San Ya


"Aneh, pangeran Choi menurutmu ada dimana kakak mu itu, dan kenapa dia tak ada diantara pasukannya tapi dia malah mengirim pasukannya ke perbatasan. Apakah kau tak merasa aneh dengan semuanya ini?" Pangeran San Ya bertanya pada Choi Yong terlihat sedang bengong dan berfikir.

__ADS_1


"Maaf aku juga tidak tau, karena kakak tak akan meninggalkan pasukan jika tak ada hal yang lebih penting lagi." Choi Yong menjawab dengan cepat karena dia tau sifat kakaknya itu.


Pangeran San Ya dan pengeram Choi Yong yang sedan duduk disebuah kedai teh itu saling berfikir dan tenggelam dalam pikiran mereka sendiri karena memikirkan kemana Altha pergi saat pasukannya dikirim ke perbatasan.


Setelah seharian pangeran Altha mencari dan tak mendapatkan informasi tentang Riri dia pun kembali ke perbatasan untuk bergabung dengan pasukannya karena dia mendapatkan pesan dari Yorgun yang dikirim lewat elang peliharaannya kalau pangeran San Ya dan pangeran Choi Yong datang menemui Yorgun dan ingin berbicara dengan pangeran Altha langsung.


...🍁🍁🍁...


"Yang mulia raja, lapor yang mulia raja. Pasukan pangeran Altha telah menduduki perbatasan dan kelihatannya kerajaan timur datang ingin menyerang kerajaan barat dan ingin mencari pertikaian dengan kerajaan kita." lapor seorang pengawal raja yang bertugas di perbatasan kerajaan.


"Apa maksudmu? Bukankah selama ini permaisuri bilang kalau pihak meraka tak pernah membuat pertahanan yang ketat, lalu kenapa tiba - tiba sekarang dia melakukan ini?" Raja Song bertanya dengan kesal.


"Maaf yang mulia, selama ini saya memang sudah melakukan sesuai dengan yang sudah kita lakukan sejak dulu dan tak pernah ada penjagaan, bahkan orang - orang kita juga bisa keluar masuk dengan bebas ke perbatasan kerajaan timur dengan leluasa." Permaisuri menjawab pertanyaan raja dengan cepat.


"Ini aneh. Pasti ada sesuatu yang membuat semuanya ini terjadi." Raja Song berfikir keras.


Saat semua tabib istana melihat dan memeriksa raja, permaisuri menunggu dengan tenang dan sabar untuk melihat proses para tabib mengobati raja. Permaisuri melihat kalau cara mereka mengobati berbeda dengan Riri, karena Riri menggunakan alat - alat yang belum pernah dilihat oleh permaisuri, seperti stetoskop, spatula, sarung tangan, otoscope dan yang lainnya lagi.


...🍁🍁🍁...


"Pangeran, pangeran San Ya dan pangeran Choi Yong menunggu didalam tenda." lapor Yorgun begitu melihat Altha.


Pangeran Altha langsung berjalan menuju tenda yang dimaksud oleh Yorgun, saat pangeran Altha masuk pangeran San Ya menyambut dengan berdiri dan berjalan mendekatinya namun, sorot mata pangeran Altha justru tertuju pada Choi Yong yang berdiri diam menunduk dibelakang pangeran San Ya.


"Apa kau masih punya muka untuk bertemu dengan ku? Bukankah kau sekarang adalah pelarian yang sedang dicari oleh kerajaan dan seorang penghianat yang tak berguna." Pangeran Altha berkata dengan nada suara tegas dan dingin.

__ADS_1


"Maafkan aku kak, tolong maafkan aku. Aku hanya merasa iri dan merasa tak puas dengan semuanya." Choi Yong langsung bersimpuh didepan Altha.


"Apa jika kau melakukan ini istriku akan kembali hah?! Apa kerusakan dan kerugian akibat ulah bodoh mu itu semuanya akan baik - baik saja?!" Altha berteriak keras pada Choi Yong dan berkali - kali memukul Choi Yong, namun Choi Yong tak membalas sekali pun pukulan dari Altha


"Aku begitu sangat menyayangimu dari pada Jang Yong, karena kita dibesarkan oleh ibu yang sama. Tapi kelakuanmu telah menghancurkan segalanya. Kau tetaplah seorang penghianat bagi kerajaan dan kau akan mendapatkan hukuman mu, tapi aku tak akan melapor selama kau tak berbuat ulah, tetaplah berlutut dan jangan berdiri sebelum aku perintahkan." Altha berkata dengan nada suara dingin tak ada lagi kata - kata hangat yang selalu didengar oleh Choi Yong dari Altha selama ini.


"Wah, wah tak ku sangka ternyata hubungan antara persaudaraan kalian masih tetap saja bagus walau kalian sedang berselisih satu sama lain, pantas Riri begitu sangat suka berada di kerajaan timur dari pada kerajaan barat yang terbilang lebih kaya dan makmur." Pangeran San Ya bersuara setelah selesai melihat kakak beradik saling bernostalgia.


"Kau.! Katakan apa mau mu, jangan berfikir bisa keluar dari sini dengan selamat jika kau tak memiliki tujuan yang baik. Karena aku tak akan memberikan kelonggaran lagi pada kalian orang - orang kerajaan barat." Altha menatap pangeran San Ya dengan tajam.


"Tenanglah, aku datang untuk menawarkan kerja sama, aku ingin meminjam kekuatan tempur dari semua pasukan mu dan sebagai gantinya aku akan menjadikan kerajaan timur sebagai kerajaan tetangga yang baik saat aku telah berhasil merebut tahta dan berdiri sebagai pimpinan kerajaan." Pangeran San Ya berkata langsung tanpa basa basi.


"Kerajaan tetangga? Itu tak sebanding dengan tenaga yang akan kami keluarkan untuk mu dalam merebut tahta kerajaan." Altha berkata dengan tegas dan duduk didepan pangeran San Ya, sedangkan Choi Yong tetap dibiarkan berlutut sampai perintah Altha turun untuk Choi Yong


"Hm, mau pangeran apa?" Pangeran San Ya bertanya dengan menyelidik.


"Aku akan menyerang dan menaklukkan kerajaan barat lalu mengangkat kau sebagai raja baru, seharusnya kau sudah tau maksud dari kata - kata ku ini" Altha berkata dan menatap tajam


"Maksudmu, aku harus tunduk pada mu?" Pangeran San Ya bertanya dan menatap tak kala tajamnya.


"Terserah kau, jika kau tak mau aku bisa memilih raja lain yang akan ku angkat untuk menduduki kerajaan barat.". jawab Altha tegas.


Pangeran San Ya berfikir sejenak dan berusaha untuk mencerna kata - kata dari pangeran Altha. "Benar juga, jika dia yang memenangkan peperangan ini maka itu artinya dia adalah pimpinan utama yang akan memiliki hak penuh dalam memutuskan semuanya." gumam pangeran San Ya dalam hati. "Baiklah, aku bersedia tunduk dapa mu jika kau berhasil memenangkan kerajaan dan untuk selamanya kerajaan barat akan menjadi bagian dari kerajaan timur." Pangeran San Ya berkata dengan tegas dan yakin.


"Baiklah, kita mulai sekarang." Altha mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Mohon kerja samanya." San ya juga mengulurkan tangan.


Setelah semua itu Altha membuat surat perjanjian tertulis yang disetujui oleh dua belah pihak antara dirinya dan pangeran San Ya yang saling membentuk kerja sama sebagai bukti bahwa keduanya telah sepatah dan setuju dengan semua syarat yang diutarakan oleh keduanya.


__ADS_2