Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Membuat Rencana


__ADS_3

"Saat aku mencari mu selama 4 hari dan tak menemukanmu apa kau tinggal di lembah ini?" tanya Altha pada Riri saat mereka sedang duduk menikmati malam bertabur bintang.


"Iya, karena kalau aku lagi mens aku akan menjauh dari Yodon selama 1 minggu, karena aku gak tau kalau di sini menggunakan apa jadi lebih baik aku pergi dan bersembunyi saja biar gak ada yang tau." jelas Riri pada Altha tanpa malu sedikit pun.


"Jadi kau keluar serta kembali pagi ini karena sudah selesai begitu?" Altha menatap Riri dengan memiringkan kepalanya, "Berarti aku datang dengan waktu yang sangat tepat ya." sambung Altha tersenyum menggoda Riri.


"Jangan bicara sembarangan apa kau tak malu hah." Riri memukul lengan Altha.


Altha tertawa melihat Riri yang malu - malu dan wajahnya bersemu merah. Altha merasa sangat bahagia dan juga sangat tenang, seolah semua bebannya terangkat dari bahunya. Altha merasa kebahagiannya waktu kecil seolah kembali lagi saat - saat dia bersama dengan ibunya sebelum sang ibu sakit keras dan meninggal.


Altha menarik tubuh Riri semakin dekat padanya dan memeluknya dengan sangat erat dari belakang, dan Riri tak menolak atau mendorong Altha lagi, Riri membiarkan Altha memeluk tubuhnya dan mereka bercerita banyak hal mulai dari Altha menceritakan soal masa kecilnya dengan sang ibu hingga dia dibesarkan oleh selir Yin ibu dari pangeran ketiga.


Setelah bermalam di lembah bunga keesokan harinya Riri dan Altha kembali lagi ke rumah mambu, disana ada Yodon yang sedang berlatih ilmu pedang namun gerakannya tak dikenali oleh Altha.


"Yodon kenapa berlatih sendiri." teriak Riri dan langsung masuk dalam latihan Yodon setelah dia mengambil sebuah pedang yang terselip di antara tumpukan bahan obat yang dijemur.


Altha melihat Riri dan Yodon berlatih dan Altha tersenyum karena dia tak menyangka kalau dirinya akan jatuh cinta pada seorang wanita yang tak dia kenal yang menyusup pada tubuh Yourina yang dianggapnya tak berguna dan menyusahkan.


"Hah, hah," Riri tersenyum dan mengatur nafasnya begitu juga dengan Yodon.


"Kalian sungguh luar biasa, jadi selama ini kau berlatih dengan Yodon. Tapi kenapa ilmu pedang kalian berbeda apakah ada guru yang telah mengajarkan pada kalian berdua?" tanya Altha mendekat dan membawakan air untuk Riri.


"Tidak diajarkan, tapi kami melatihnya sendiri dengan buku yang ditinggalkan oleh Petapa Gu." jawab Riri dan masuk kedalam rumah lalu menunjukkan sebuah buku ilmu pedang pada Altha.


"Ini adalah jurus seribu pedang dari negara selatan bagaimana bisa seorang Petapa memiliki kitab ini?" Alan bertanya dengan kaget.

__ADS_1


"Kenapa? Apakah itu ilmu yang penting atau terlarang?" Riri bertanya dengan takut karena dia dan Yodon terlanjur mempelajarinya.


"Tidak justru ini adalah ilmu yang sangat penting dan banyak orang yang merebutkan ilmu ini dulu." ucap Altha menatap Yodon dan Riri bergantian.


"Oh, kami tak tau apa pun dan aku hanya meminta Yodon mengajariku saja untuk menjaga dan melindungi diri karena Petapa Gu juga sudah mengijinkan pada ku." jelas Riri lagi dan Yodon hanya manggut - manggut.


"Itu artinya Petapa Gu adalah orang dari negara selatan dan dia pergi kesini untuk bertapa atau untuk menenangkan dirinya." gumam Altha berfikir karena dia masih ingat waktu dia masih kecil banyak negara yang berebut kitab ilmu seribu pedang.


"Kalau begitu belajarlah, pasti nanti bisa berguna untukmu yang menjadi pimpinan perang." ucap Riri memberikan saran.


Setelah berfikir akhirnya Altha memutuskan untuk melatih ilmu seribu pedang juga. Dan anehnya jurus yang digunakan oleh Altha dikembangkan menjadi sebuah jurus yang lebih bagus lagi.


"Pangeran memang berbakat bahkan ditangan pangeran ilmunya justru menjadi sangat bagus." gumam Yodon yang memperhatikan latihan Altha.


"Ya aneh sekali, kita juga berlatih tapi tak sebagus itu. Dia itu memang monster." jawab Riri dengan sewot sambil meracik ramuan obat untuk para prajurit sesuai dengan informasi dari Yodon.


"Altha, kau jorok sekali. Pergilah bersihkan tubuhmu." kesal Riri mendorong tubuh Altha.


"Ayo kita berendam di sungai, Yodon lanjutkan sisanya." jawab Altha langsung mengangkat tubuh Riri dan pergi.


"Baik," jawab Yodon " Ya mereka benar - benar pasangan yang luar biasa kuat setiap hari melakukannya seolah tak ada lelahnya." gumam Yodon tersenyum melihat kedua majikannya.


Karena sudah 2 minggu Altha tinggal di hutan bulan bersama dengan Yodon dan Riri, sedangkan setiap hari Yodon melihat Altha selalu lengket pada Riri bahkan mereka berdua selalu bersama bahkan kadang tinggal di lembah bunga dan tak kembali ke rumah sampai esok pagi.


Keesokan paginya Altha meninggalkan hutan bulan setelah 2 hari merasa tak tenang dan cemas tanpa sebab, sehingga Riri meminta Altha untuk melihat prajuritnya karena Yodon sudah 2 minggu tak mengantarkan obat sebab terakhir mengantar Yodon membawakan sangat banyak karena dia gak mau kalau nanti penyamarannya ketahuan.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


"Pangeran, pangeran kemana saja selama 2 minggu lebih tak bisa dihubungi dan juga tak bisa ku rasakan keberadaan pangeran." Yaris yang merasa cemas datang ke daerah barat dan mencari Altha, namun karena Yorgun dan yang lainnya tak tau Yaris pun membuka kontak batin dengan Altha dan itu pun juga tak tersambung sehingga membuat Yaris berusaha keras sampai akhirnya Altha merasa selalu tak tenang saat bersama dengan Riri bahkan saat mereka sedang beradu pacu.


"Jadi kau yang mengganggu ku selama 2 hari ini sehingga membuat ku tak bisa menikmati permainanku." kesal Altha menatap Yaris dengan tatapan ingin menghabisi.


"Apa maksud pangeran?" Yaris terlihat bingung dan tak mengerti.


"Hah, menyusahkan juga ya janji darah ini." gumam Altha duduk dengan lemas karena tadi dia pergi meninggalkan Riri begitu saja tanpa sempat bermesraan dengan Riri karena rasa sesak yang begitu sangat mengganggu bagi Altha sehingga membuat Riri mengusirnya, dan ternyata itu adalah energi Yaris.


"Sebenarnya apa yang terjadi pangeran? Dan pangeran dimana selama ini?" Yorgun juga ikut - ikutan bertanya dengan nada cemas sama seperti Yaris.


Altha tersenyum membayangkan selama 1 minggu dia terus saja bermesraan dengan Riri tanpa sehari pun terlewat, bahkan selalu membuat Riri tak berdaya dibawah permainannya. "Seperti yang kalian lihat aku baik - baik saja tak ada masalah pada ku, justru aku sangat senang dan juga damai serta sangat menikmati semuanya. Tapi kau mengacaukan segalanya." jawab Altha lagi - lagi menatap Yaris dengan sengit.


"Maaf pangeran karena aku dan semua khawatir pada pangeran yang tiba - tiba saja menghilang dan tak bisa dihubungi." jelas Yaris dan Yorgun pun menimpali kata - kata Yaris dengan anggukan.


"Hem, memiliki anak buah yang tak setia itu susah, tapi kalau terlalu setia seperti mereka juga sama susahnya. Karena membuatku tak bisa menikmati waktu berdua dengan istriku. Dua pengganggu ini harus diikat kaki dan tangannya saat aku berdua dengan istriku nanti." gumam Altha dalam hati menatap Yaris dan Yorgun bergantian.


Sedangkan yang ditatap oleh Altha merasa bingung karena pertanyaan mereka dari tadi tak dijawab oleh Altha, malah Altha menjawab dengan kalimat yang sulit dipahami oleh Yaris dan juga Yorgun yang tak paham dengan maksud dari kata - kata Altha.


Yaris menatap Altha memang tak ada luka sedikit pun justru terlihat lebih segar dan bersemangat, namun yang membuat Yaris bingung kenapa kontak batinnya tak terhubung malah terputus dan Yaris tak bisa merasakan keberadaan Altha selama 2 hari dia berusaha untuk menghubungi Altha.


"Kita kembali ke istana besok karena yang di sini dan di perbatasan masih aman untuk sementara waktu, kita harus memberi mereka kesempatan." ucap Altha pada yorgun dan Yaris.


Altha ingin membuat rencana sesuai dengan yang dikatakan oleh Riri bahwa pangeran kedua memiliki rencana dan sedang bekerja sama dengan putri Ye Rin juga pihak luar yang tak diketahui siapa orangnya Karen Riri pernah tanpa sengaja mendengar rencana yang dibicarakan oleh putri Ye Rin dan pangeran kedua.

__ADS_1


"Dengarkan aku, tanpa instruksi dari ku tak seorang pun boleh bicara mengenai pengobatan para prajurit di sini dan juga tak boleh membocorkan identitas mengenai tabib dewa. Satu lagi kita akan menjadi orang yang tak tau apa pun dengan semua tindakan dari pihak luar kalian mengerti." ucap Altha pada para anak buah kepercayaannya itu.


Mendengar itu mereka merasa aneh dan juga bingung, karena tiba - tiba saja Altha seolah sedang merencanakan sesuatu yang tak mereka ketahui, namun mereka percaya dengan semua rencana Altha pasti ada tujuannya karena Altha tak akan membuat rencana kalau tak memiliki tujuan penting.


__ADS_2