Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Pemecahan Masalah


__ADS_3

"Tuan ku bagaimana anda bisa membela orang yang jelas - jelas bukan anggota keluarga ini." ucap nyonya Sin Ya pada tuan Choi.


"Diam.! Bagaiman kau bisa melakukan itu semua? Demi uang kau melakukan semuanya dan tak berfikir kalau itu akan membahayakan keluargamu." tuan Choi memarahi istrinya.


"Bukan bagian dari keluarga ini? Kalau bukan bagian dari keluarga ini, terus siapa aku sebenarnya, tidak bukan, siapa Yourina sebenarnya dan kenapa dia bisa ada dalam keluarga ini?" gumam Riri dalam hati mengawasi nyonya dan tuan Chan


"Jangan didengarkan, kau adalah adik ku dan sampai kapan pun kau adalah adik ku." ucap Gozil mendekat dan memeluk Riri yang terlihat bingung.


Saat kedua orang tua Riri saling bercekcok dan Mentri Ye Saun memberikan pemberitahuan Riri hanya diam mengamati tanpa berkomentar apa pun. Sementara nyonya Sin Ya yang menjadi tersangka karena semua bukti mengarah kepadanya menjadi semakin marah dan tak terima.


"Tunggu Mentri Ye Saun, jika tak ada keputusan yang bisa dilakukan di sini maka langsung menghadap pada yang mulia raja saja, karena aku pernah berjanji jika memang ayah ku bersalah maka aku dengan tanganku sendiri akan membawah ayah kehadapan yang mulia dan memenjarakannya." ucap Riri yang mulai gemas karena tak bisa memberikan keputusan sebab nyonya Sin Ya bersih keras menolak tuduhan.


...🍁🍁🍁...


"Pangeran sepertinya tuan putri pergi dengan menyamar sebagai pria agar tak ketahuan." jelas Dae Si yang melihat baju Riri dilepas karena baju yang dikenakan Riri pagi ini adalah pilihan Dae Si.


"Buang semua pakaian pria yang ada di kamarnya, tutup kamar ini jadikan gudang lalu pindahkan semua barang tuan putri ke kamarku sekarang juga." perintah Altha dengan kesal karena lagi - lagi Riri kabur.


"Baik pangeran." jawab Dae Si dan langsung mengemasi semua barang Riri untuk dipindahkan ke kamar Altha.


"Pangeran barusan ada urusan dari istana kerajaan kalau tuan putri dan keluarganya menghadap yang mulia raja untuk kasus yang menimpa tuan Choi." lapor Yorgun pada Altha.


"Baik kita pergi sekarang." Altha langsung bergerak ke istana kerajaan.


"Pangeran, pangeran Altha mau kemana?" putri You Li mengejar Altha namun Altha cuek dan tak menggubrisnya.


"Dia mau pergi kemana? Dan ada apa sebenarnya kenapa tadi dia terlihat begitu panik, apakah ada hal yang mendesak yang membuat dia dalam masalah?" putri You Li berfikir dengan keras mengenai Altha.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


"Baiklah yang mulia sesuai dengan yang dulu saya katakan jika memang ayah saya bersalah maka dengan tangan saya sendiri akan mengirimnya ke tahanan." ucap Riri dihadapan raja. "Tapi yang mulia karena ini masalahnya berbeda dan bukti yang membuktikan juga berbeda maka saya meminta kepada yang mulia untuk melakukan tahan rumah bagi ayah saya." sambung Riri lagi dan itu membuat semua orang yang hadir bingung.


"Tuan putri, aku mengerti apa yang kau maksud tapi di rumah keluarga Chan bukankah tidak ada tahanan, lalu bagaimana caranya melakukan tahanan rumah untuk ayahmu?" tanya raja yang itu sudah mewakili semua pertanyaan dari banyak orang.


"Ah sial, aku lupa kalau ini negara kuno. Apa persamaannya dengan tahanan rumah di sini ya?" suara hati Riri dan dia diam tak bisa menjawab karena sedang berfikir keras untuk memberikan jawaban yang bisa diterima dan dimengerti oleh semua orang di sini.


"Pangeran Altha hadir di ruang sidang." ucap penjaga dan Altha bersama dengan ketiga orang kepercayaannya memasuki ruangan yaitu Yorgun, Jiyang dan Yaris.


Altha menatap Riri dan saat dia mau mendekati Riri yang berdiri ditengah ruangan itu dengan tertunduk merasa kasian, namun dia ditahan oleh Gozil yang berdiri berdampingan dengan Yodon disisi samping ruangan.


"Jagan pangeran, Riri minta agar dia tak diganggu selama proses persidangan ayah kami." ucap Gozil pada Altha memohon.


"Baik yang mulia kalau begitu begini saja, cabut kuasa atas ayah saya dan gantikan kepemimpinan keluarga pada kakak. Dengan begitu maka kepala keluarga Chan akan dipegang oleh kakak saya Gozil Chan. Dan selama kepemimpinannya maka tak akan ada siapa pun yang bisa melakukan tindakan tanpa persetujuan darinya." ucap Riri kemudian dengan lantang setelah berfikir dalam dan cukup lama.


"Hei, apa yang kau katakan apa kau mau menghukum aku juga?" Gozil tampak kelabakan dengan apa yang disarankan oleh Riri dihadapan raja dan para petinggi kerajaan. Namun Riri tak menjawab dan dia hanya tersenyum menatap kakaknya yang terlihat kalang kabut.


"Sesuai perintah tuan putri." jawab Jiu Li tanpa pikir panjang.


Riri terlihat puas dan senang dengan jawab dari Jiu Li. "Satu lagi, aku tau kalau kakak ku menyukai mu, jika nanti dia berbuat salah atau kurang ajar padamu maka pukul saja tanpa ragu. Atau jika kau mau aku bisa merestui mu dengan kakak ku dan menjadi kakak ipar ku." ucap Riri menatap Jiu Li.


"Semua terserah tuan putri." jawab Jiu Li terlihat malu - malu


"Jiu Li, kau juga menyukai kakak ku?" tanya Riri memastikan pengamatannya, dan Jiu Li tertunduk dengan senyum malunya.


"Syukurlah." Riri terlihat sangat senang karena ternyata kakaknya mendapatkan gayung bersambut yang artinya cintanya terbalaskan.


Sementara Riri berunding dengan Jiu Li, Gozil kakak Riri menjelaskan dan memohon pada raja agar apa yang disarankan oleh adiknya tak ditanggapi dan ditolak karena Gozil merasa dirinya tak memiliki kemampuan untuk memimpin keluarga karena dirinya tak memiliki kemampuan apa pun.


"Aku bisa menikahkan mu dengan wanita yang kau cintai kakak jika setuju." ucap Riri dan hal itu membuat Gozil menatap Riri bingung.

__ADS_1


"Jangan sembarangan berkata, aku sangat berterima kasih karena kamu telah memperkenalkan ku dengan guru Ji sehingga aku bisa mempelajari banyak hal, dengar Riri aku hanya ingin bersama dengan mu." Gozil menatap Riri dan memohon pada adiknya itu agar tak melakukan apa pun untuk dirinya.


"Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang baik untuk semuanya dan juga ingin memastikan kalau semuanya baik - baik saja." jawab Riri menatap kakaknya. "Kak aku ingin kau bahagia bersama dengan orang yang kau sukai dan Jiu Li akan membantu kakak." ucap Riri menatap Gozil sambil tersenyum.


Gozil terlihat mengerutkan keningnya dan dia merasa kalau adiknya ini bukanlah adiknya melain orang lain. "Riri kenapa aku merasa kau bukanlah Riri adikku, tapi kau orang lain yang memiliki pemikiran yang sangat luas dan juga kemampuan yang melebihi orang - orang di sini. Dan cara bicara serta tata bahasa mu juga terdengar aneh bagi ku." Gozil mengungkapkan isi hatinya, dan Riri tertawa mendengar itu. "Terkadang kau bicara seperti orang tua dan melewati usia mu yang sebenarnya." sambung Gozil lagi.


"Ya hentikan, aku tau kakak menyukai Jiu Li jika kakak setuju mengambil alih kepemimpinan keluarga maka aku akan menikahkan kakak dengan Jiu Li." ucap Riri mengalihkan pembicaraan dan Gozil tersentak kaget bahwa orang yang dimaksud Riri untuk menikah dengan dirinya adalah Jiu Li.


"Riri jangan memaksakan kehendak." Gozil merasa bersalah dengan Jiu Li dan juga merasa bingung dari mana Riri tau kalau dirinya menyukai Jiu Li.


"Mau atau tidak? Jika tidak maka aku akan menikahkan Jiu Li dengan orang lain." ucap Riri menatap kakaknya tajam.


"Tentu saja mau" jawab Gozil langsung.


"Yang mulia dengar apa yang dikatakan oleh kakak saya, dia mau dan telah setuju. Maka mulai hari ini kepala keluarga Chan adalah Gozil Chan, dan saya ingin stempel keluarga diganti dan diperbarui. Serta saya minta upacara pernikahannya dengan Jiu Li dilakukan dengan cepat." ucap Riri tersenyum menatap raja.


"Setuju, lusa akan diadakan upacaranya dan pada hari itu akan dinobatkan sebagai kepala keluarga secara resmi serta memegang kendali dan stempel keluarga yang baru." ucap raja memberikan titah.


"Aku merasa terjebak dan ditipu" gumam Gozil yang terlihat lemas.


"Persidangan ini selesai, dan tuan serta nyonya Chan dilarang keluarga dari wilayah serta tak mendapatkan akomodasi apa pun, mereka sama dengan rakyat biasa serta segala kuasanya akan dicabut." ucap raja lagi, lalu para Mentri pun melakukan prosesnya.


...🍁🍁🍁...


"Ada yang ingin aku tanyakan padamu, datang ke kamarku sekarang." ucap Altha pada Riri saat mereka sampai dikediamannya.


"Duduk diam dengan patuh jika tak ingin ku berikan hukuman, karena aku masih punya pekerjaan." ucap Altha pada Riri dan Riri tak berontak sama sekali karena dia sudah merasa sangat lelah seharian ini.


Saat Altha keluar untuk menemui Yodon yang telah mendapatkan tatapan tajam dari Jiyang dan Yaris saat ini, Riri memilih merebahkan tubuhnya dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2