Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Menemukanmu


__ADS_3

"Kak coba kau lihat dia luar biasa, dia benar - benar tabib dewa, hanya dengan rerumputan saja dia telah berhasil mengeluarkan semua racun didalam tubuh para prajurit serta membuat mereka semua sehat kembali." pangeran ketiga memuji kehebatan master obat dan memberikan julukan tabib dewa.


Altha melihat semua pasukannya mulai pulih dan terlihat segar kembali walau mereka masih lemas dan butuh istirahat untuk beberapa lama lagi, namun Altha benar - benar sangat bersyukur setidaknya mereka semua telah selamat.


"Ini adalah tindakan yang sangat luar biasa dan jenius, dia benar - benar Petapa yang agung dan sungguh sangat mengagumkan. Andai dia bisa bekerja di kerajaan itu akan sangat baik." pangeran ketiga terus saja berceloteh karena mengagumi kehebatan cara pengobatan yang dilakukan oleh master obat dari hutan bulan.


"Dia benar - benar sangat luar biasa, kita harus berterima kasih dengan benar kepadanya." ucap Altha bersyukur dan merasa puas.


Hampir setiap hari Riri keluar masuk hutan untuk melihat kondisi dari semua orang yang terluka, namun setiap kali Altha ingin menemui Riri selalu menghindar dan dengan cepat kembali masuk kedalam hutan sehingga Altha hanya bertemu dengan Yodon yang menyamar menjadi adik dari Riri.


"Baiklah, tuan saya ingin berterima kasih kepada master obat atas segala bantuannya dan saya benar - benar sangat bersyukur. Tapi saya tak bisa berlama - lama di sini karena saya masih ada urusan dan akan datang lagi nanti." ucap Altha pada Yodon karena Altha ingin pergi mencari keberadaan Riri.


"Tidak masalah pangeran semua sudah baik dan akan segerah pulih lagi seperti sediakala jadi pangeran tak perlu khawatir, jika pangeran masih ada urusan dan ingin pergi silakan saja." Yodon menjawab dengan sopan lalu memberi hormat dan kembali masuk kedalam hutan.


"Yorgun ku serahkan urusan di sini pada mu. Aku akan pergi mencari Riri, jika ada apa - apa kabari aku." ucap Altha sebelum pergi meninggalkan Yorgun.


"Baik pangeran." Yorgun memberi hormat dan menjawab dengan cepat.


Altha berfikir kemungkinan Riri akan melarikan diri jika memang dia ada di daerah sini, karena jika Riri memang lari dari dirinya maka kemungkinan besarnya adalah Riri pasti meninggalkan tempat ini.


Altha berjalan menyusuri jalan setapak dengan penyamarannya untuk menyusuri setiap daerah dengan meneliti beberapa orang yang sedang berlalu lalang. Dengan keyakinan akan menemukan Riri Altha tak putus semangat untuk bisa menemukannya, dan Altha bertekad akan membuat Riri terjerat serta terikat dengan dirinya hingga tak akan bisa lepas lagi darinya dengan cara apa pun untuk selamanya.


...🍁🍁🍁...


"Tuan Yaris ada surat dari pangeran." seorang prajurit yang dikirim oleh Altha untuk menyampaikan pesannya pada Yaris dan semua yang ada diperbatasan.


"Baik, kembalilah." Yaris menerima dan membuka isi surat itu.


*Yaris, keadaan di sini telah terkendali dan mereka yang terluka juga keracunan telah kembali pulih dengan perlahan, jadi tabib senior tetap disana saja merawat mereka yang terluka. Karena di sini master obat telah turun tangan membantu dan mengobati mereka semua. Jagalah mereka semua disana, kalau semua sudah baik baru pergi lagi mencari Riri.


"Hem, akhirnya mereka berhasil memanggil master obat dari hutan bulan." gumam Yaris setelah membaca pesan dari Altha.


"Yaris aku dengar ada pesan dari pangeran, bagaimana keadaan mereka disana?" Jiyang dengan semangat lari menghampiri Yaris untuk mengetahui apa isi pesan dari pangeran.


"Pangeran bilang semua telah terkendali dan master obat telah turun tangan sendiri untuk membantu." jelas Yaris dan menyerahkan surat dari pangeran pada Jiyang.

__ADS_1


"Master obat, apa ada orang seperti itu di daerah sana?" tabib senior bertanya setelah mendengar perkataan Yaris.


"Iya benar, dari para penduduk di pedalaman daerah itu mengatakan ada seorang master obat yang tinggal didalam pedalaman hutan bulan." jelas Jiyang menggebuh - gebuh.


"Hutan bulan? Itu artinya dia adalah seorang Petapa, sungguh luar biasa jika sampai bisa memanggilnya dan membantu karena pengobatannya akan sangat luar biasa, beliau pasti akan sangat memahami dunia pengobatan herbal." tabib senior menjelaskan dengan sangat berbinar karena dia sangat mengagumi kehebatan para Petapa.


"Baiklah, kita hanya perlu fokus pada pemantauan kita saat ini." Yaris merasa lega dan mulai fokus dengan keamanan daerah perbatasan.


...🍁🍁🍁...


"Yang mulia pangeran mengirimkan kabar kalau semua pasukan yang terluka telah mendapatkan pengobatan dan sekarang mereka sedang dalam pemulihan." jelas Baron pada yang mulia raja yang selama beberapa hari ini tak fokus dan selalu cemas dengan keadaan pangeran Altha.


"Apakah Altha yang mengirimkan kabar, apa isinya?" raja sangat penasaran dengan surat yang dikirimkan oleh Altha


"Bukan pangeran Altha, melainkan pangeran Choi yang mengirimkannya." Baron menyerahkan surat dari pangeran ketiga kepada raja.


*Baron tolong sampaikan pada ayahanda kalau semua yang di sini telah terkendali dan para pasukan telah kembali sempurna lagi, dan para prajurit yang terluka juga sudah diobati oleh seorang master yaitu tabib dewa yang hebat dan seorang Petapa dari dalam hutan bulan yang sangat rahasia dan misterius. Kalau semua sudah bisa dikendalikan maka 50 prajurit akan dikembalikan ke kerajaan dengan segerah. Dan lagi kalau bisa mengangkat tabib dewa menjadi selir kakak pertama akan sangat luar biasa, kita bisa jadi memiliki aset yang berharga dengan kemampuan kakak ipar yang dijuluki tabib tangan ajaib dan tabib dewa maka kerajaan akan menjadi surganya dunia yang tak akan ada orang sakit atau terluka.


"Dia selalu bicara sembarangan." raja menghela nafas dalam setelah membaca isi pesan dari putra ketiganya.


Baron tersenyum melihat itu, karena pangeran ketiga memang selalu bicara sesuai dengan apa yang dia pikirkan. "Tapi pangeran Choi sangat mengagumi pangeran Altha, dan selalu menjadikan pangeran Altha adalah panutannya." Baron berkomentar mengenai pangeran ketiga yang selalu berusaha menirukan pangeran pertama selama ini.


"Ya, karena putri Yin juga sangat menyayangi pangeran Altha semasa hidupnya." sambung Baron yang mengingat bagaimana putri Yin memperhatikan pangeran Altha yang ditinggalkan oleh ibunya disaat usianya masih 7 tahun.


"Syukurlah semua telah membaik, aku jadi merasa lega karenanya." raja menutup surat itu dan menyimpannya.


...🍁🍁🍁...


Disebuah kedai Altha duduk meminum teh sambil mencari informasi dari orang sekitar yang mungkin pernah bertemu dengan Riri, karena kemampuan Riri dalam mengobati orang tak akan bisa disembunyikan. Dan pemikiran Altha tepat sekali karena ada seseorang yang datang dengan membawah seorang anak kecil yang lucu.


"Wah Wan Yu kau benar - benar sehat dan lihatlah putrimu yang menggemaskan ini dia sangat lucu." sapa seorang ibu paruh baya pada seorang wanita muda dengan pelayan dan putri kecilnya.


"Iya, untung saja waktu itu nona saya bertemu dengan penyelamat sehingga bisa melahirkan dengan sehat." jawab pelayan dari Wan Yu dengan sangat senang.


"Hem, benar untung saja ada orang itu ya." jawab ibu yang menyapa tadi.

__ADS_1


"Iya, saya tak tau bagaimana kalau tidak ada dan bertemu dengan nona Chan. Mungkin nasib saya dan putri saya tak akan selamat." jawab Wan Yu dengan nada senang dan bersyukur.


"Nona Chan?" gumam Altha yang mendengarkan percakapan para wanita itu.


Saat wanita itu pergi bersama dengan pelayannya Altha mengikuti mereka "Permisi nona, bolehkah saya bertanya sesuatu pada nona muda." ucap Altha sopan dan kedua wanita itu berbalik menatap Altha.


"Ada apa tuan memanggil nona saya?" jawab pelayan Wan Yu dengan waspada.


"Maaf tadi saya tanpa sengaja mendengar kalau nona melahirkan dibantu oleh nona Chan, kalau boleh saya tau dimana nona Chan sekarang, karena sekarang saya membutuhkan bantuannya?" tanya Altha penasaran dengan identitas nona Chan dengan berbohong.


"Itu saya tidak tau karena waktu itu saya dalam perjalanan dan nona Chan membantu saya lahiran, setelah itu dia pergi entah kemana saat kami sudah memasuki kawasan perbatasan daerah ini tuan." jawab Wan Yu dengan sangat menyesal karena tak bisa membantu Altha.


"Begitu ya." jawab Altha lemas karena dia tak mendapatkan petunjuk.


"Tunggu nona, saya sepertinya pernah bertemu dengan nona Chan waktu membeli bahan obat di pedalaman." jawab pelayan Wan Yu.


"Walau dia memakai topeng tapi tatapan matanya yang hangat dan juga kata - katanya yang sangat lembut aku yakin dia adalah nona Chan. Coba tuan datang ke pedalaman dan tanya pada warga sekitar pasti akan ada yang tau." sambung pelayan Wan Yu.


"Terima kasih nona." Altha merasa lega setidaknya ada titik terang.


Altha berfikir dalam atas apa yang dikatakan oleh pelayan Wan Yu mengenai nona Chan yang menolongnya,  dan saat Altha kembali lagi ke daerah pedalaman dia mendapatkan kabar kalau adiknya Choi Yong bertemu dengan master obat dan berbincang.


Altha langsung mengorek informasi dari adiknya karena para prajurit telah kembali ke kamp mereka dan membongkar tenda yang dipasang didepan pintu masuk hutan.


"Ya aku bertemu dengan tabib dewa dan dia bilang kalau semua sudah baik jadi disuruh kembali karena tak butuh perawatan lagi hanya nanti saudaranya akan datang untuk mengantarkan obat." jelas pangeran ketiga dengan sangat bangga.


"Apa kau melihat jelas tabib dewa itu?" tanya Altha tak sabar.


"Tidak, dia memakai topeng, jadi aku tak melihat jelas." pangeran ketiga berkata dengan sedikit berfikir.


"Topeng ya." Altha mulai meyakini kalau tabib dewa itu adalah Riri. "Baiklah, makasih infonya." Altha pergi dan dia ingin menyelidiki tentang identitas tabib dewa dari hutan bulan.


Dengan susah payah Altha berusaha memasuki hutan bulan, walau dia terus saja tersesat dan salah jalur tapi Altha tak menyerah untuk bisa mengetahui identitas dari orang - orang di pedalaman hutan bulan.


Setelah 2 hari Altha keluar masuk hutan tanpa hasil akhirnya Altha memilih untuk menunggu sampai utusan dari hutan bulan untuk datang mengantarkan obat, dan rencana Altha pun berhasil. Altha mengikuti Yodon diam - diam untuk memasuki hutan yang ternyata rahasia dari ilusi hutan itu adalah lonceng yang dipakai untuk membuka jalur. Dan sebelum jalur itu tertutup Altha langsung menyelinap masuk.

__ADS_1


Didalam hutan itu Altha berjalan lumayan cukup jauh sampai akhirnya menemukan sebuah rumah bambu yang terlihat dibangun dengan sangat baik, dan orang yang diikutinya adalah Yodon. Altha terkejud saat dia melihat kalau orang itu Yodon setelah dia membuka cadarnya dan memasuki halaman rumah bambu itu.


"Akhirnya, aku menemukanmu." gumam Altha menyeringai saat melihat kalau orang yang diikutinya itu adalah Yodon yang artinya orang yang bersama dengan Yodon pastilah Riri.


__ADS_2