
"Maaf dimana putri Yourina?" tanya putri Sui pada seorang pelayan karena sudah sejak kemaren sore tak melihat Riri
"Tuan putri ada di lapangan latihan" jawab pelayan itu.
"Baiklah, ayo Yoyo kita kesana." putri Sui bergegas ke lapangan latihan.
Di lapangan itu terlihat Riri sedang berlatih sama Jiyang dan yang lainnya, walau kemampuan bela diri Riri masih belum ada apa - apanya tapi karena Riri rajin berlatih dan selalu berusaha keras jadi dia terlihat seperti seorang yang mahir.
"Putri Yourina ini sungguh mirip dengan mu putri, dia tak suka berdandan dan bersolek yang akhirnya hanya akan bertengkar satu sama lain hanya karena seorang pria, apakah karena itu putri menyukainya?" tanya Yoyo pada putri Sui.
Putri Sui tersenyum mendengar omongan Yoyo yang ternyata sama dengan apa yang dia pikirkan, karena dari sejak mengenal Riri putri Sui hampir tak pernah melihat Riri ribut soal dandanannya bahkan sering kali Riri tak memakai apa pun dan terlihat sangat bebas.
"Tidak kah kau merasa kalau dia itu unik, dia seumuran dengan putri ke tiga tapi mereka terlihat sungguh jauh berbeda. Dari segi berfikir dan kepeduliannya terhadap orang lain dan lingkungan sekitar dia sungguh lebih unggul, dan lagi dia tak akan pernah menyerang jika dia tak diserang duluan. Dia benar - benar memiliki karakternya sendiri dan berdiri diatas dirinya sendiri tanpa ada dukungan dari orang lain." ucap putri Sui menjabarkan soal perbedaan antara Riri dan adik ketiganya. "Sungguh pantas kalau dia mampu membuat pangeran pertama yang terkenal dingin dan kejam bertekuk lutut padanya, aku rasa tak akan ada orang yang bisa mengendalikan pangeran Altha yang disebut sebagai dewa perang selain Riri." putri Sui tersenyum melihat Riri yang mulai membuat ulah dan memukul serta mengejar semua prajurit.
"Termasuk sikap yang seperti itu?" tanya Yoyo yang melihat konyol pada Riri.
"Dia kan memang masih anak - anak, usianya saja baru 19 tahun" jawab putri Sui.
"Susu, kau datang." Riri terlihat senang melihat putri Sui.
"Kau berlatih sangat giat." putri Sui memuji Riri.
"Jangan bicara lagi mereka membuat ku kesal, katakan apa yang membawamu ke sini?" Riri mengajak putri Sui duduk.
"Aku rasa ini sudah saatnya pangeran Altha kembali, karena sudah 2 hari dia pergi." ucap putri Sui menatap Riri dan Riri menatap Yaris yang berdiri tak jauh dari dirinya, melihat Yaris mengangguk Riri mengerti kalau Altha sudah dalam perjalanan kembali.
"Semoga ada kabar baik." ucap Riri setelahnya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Aku percaya dengan surat yang aku tulis pasti ayah mengerti. Riri kau tak perlu khawatir." putri Sui menggenggam tangan Riri. "Oh iya ada yang ingin aku tunjukkan pada mu, ikutlah dengan ku." putri Sui mengajak Riri ke kamarnya.
"Apa yang ingin kau tunjukkan pada ku?" Riri mengikuti dengan senang dan Yaris sama Yoyo mengikuti dibelakang mereka berdua.
"Lihatlah apa kau mengenali semua barang - barang ini?" putri Sui menunjukkan beberapa benda miliknya.
"Ini." Riri mengamati dan melihat benda - benda itu dan menelitinya, "Susu kau dapat ini dari mana?" Riri bertanya karena semua barang itu adalah barang dari masa depan.
Barang - barang itu adalah termometer elektrik, kassa, pinset, gunting kassa, jarum. Dan semua barang itu disimpan dalam kotak yang sangat bagus yang juga sepertinya berasal dari masa depan.
"Itu adalah barang - barang milik paman ku, dan karena barang - barang itulah paman meninggalkan kerajaan dan memberikan tahtanya kepada ayah. Paman pergi mencari orang yang dulu membawah barang - barang itu, namun paman tak pernah kembali lagi selama bertahun - tahun. Dan saat aku mendengar kalau kakak ku menangkap seseorang yang bisa menggunakan benda - benda yang sama dengan milik mapan aku mulai mencari tau, tapi kau sudah pergi dan melarikan diri dari istana kakak ku." jelas putri Sui pada Riri.
"Apa maksud Susu paman Gu juga bisa menggunakan semua barang ini?" Riri bertanya karena dia merasa bingung dengan penjelasan dari putri Sui
"Tidak, tapi orang yang dicintai oleh paman lah yang bisa menggunakannya dan orang itu pergi karena diusir oleh nenek sehingga paman mengejarnya, tapi aku tak tau apa paman bertemu dengan dia atau tidak." jelas putri Sui
"Seorang wanita lain yang sama dengan ku yang datang dari masa depan, kira - kira siapa dia? Dan bagaimana dia bisa datang kemari? Apa dia juga sama seperti ku menempati tubuh seseorang yang berasal dari dunia ini." gumam Riri dalam hati memperhatikan semua barang - barang itu.
...🍁🍁🍁...
"Selamat datang di kerajaan timur" ucap Altha pada raja kerajaan selatan saat gerbang perbatasan berhasil dibuka seluruhnya secara penuh.
"Ya, dan kau juga selamat datang di kerajaan timur." ucap raja dengan senang. "Baiklah selamat bekerja sama, nanti aku pasti akan datang untuk berkunjung bertemu dengan raja kerajaan timur." ucap raja kerajaan selatan dan mereka pun berpisah.
"Hidup pangeran Altha, hidup."
"Selamat untuk pangeran Altha."
__ADS_1
"Ya pangeran Altha hebat."
"Hidup kerajaan timur, hidup pangeran Altha."
Teriak semua rakyat memberikan ucapan selamat untuk keberhasilan Altha dalam melakukan negosiasi hingg semuanya berhasil dan sukses.
"Eh, siapa yang bersama.dwngan pangeran Altha ya? Apakah dia putri kerajaan selatan yang dijadikan jaminan untuk menjadi selir pangeran Altha? Dia cantik sekali."
"Iya benar, dia adalah tuan putri ke tiga yang terkenal sangat cantik dan Lues."
"Wah hebat sekali pangeran Altha, sudah mendapatkan kepercayaan raja, sekarang juga mendapatkan putrinya yang paling cantik."
Para rakyat perbatasan juga membicarakan soal pernikahan antara pangeran Altha dan putri ke tiga kerajaan selatan yang memang terkenal sangat cantik dari pada para putri yang lainnya yang memilih menjadi prajurit dan juga pejabat.
Pangeran Altha yang mengawal putri ke tiga membawahnya ke istana kerajaan dan akan menjadikan putri ke tiga sebagai tamu kehormatan yang akan dijemput saat raja kerajaan selatan datang, dan selama itu maka tanggung jawab putri ke tiga diberikan kepada pangeran Altha untuk menjaganya mulai dari keselamatannya dan juga kesejahteraannya selama putri ke tiga tinggal di kerajaan timur.
"Ternyata pangeran Altha begitu dikenal dan disanjung para rakyatnya, kalau aku menjadi ratu kerajaan ini maka aku akan menjadi orang nomer satu." ucap putri ke tiga dengan sangat antusias kalau dia akan bisa membuat Altha jatuh dalam perangkap cintanya nanti.
"Tentu saja tuan putri" ucap pelayan putri ke tiga.
"Aku akan membuat pangeran Altha jatuh dalam pelukan ku, apa kau sudah membawah obat yang aku suruh?" tanya putri ke tiga pada pelayannya.
"Sudah tuan putri, aku sudah menyiapkan semuanya" jawab pelayan itu dengan mantap.
"Bagus, aku akan merobohkan dinding pertahanan hatinya. Jika dia telah menghabiskan malam dengan ku maka ayah tak akan punya pilihan selalu menyetujui pernikahan ku dengan pengeram, karena di kerajaan timur ini para gadis jika sudah berumur 17 tahun sudah boleh menikah." putri ke tiga telah menetapkan hatinya untuk melancarkan cara menjebak Altha dalam permainannya.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
"Tuan putri pangeran sudah mulai memasuki batas kota dan telah berhasil membuka gerbang perbatasan." lapor Jiyang pada Riri saat dia sedang bersama dengan putri Sui
"Hem baiklah. Kita sampaikan pada yang mulia raja dan ayo kita sambut mereka datang." ucap Riri dan membawah putri Sui ke istana kerajaan untuk menyebut kedatangan Altha dan mendengar kabar kesuksesannya selama melakukan negosiasi dengan kerajaan selatan.