Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Gangguan


__ADS_3

Setelah kerja sama dengan kerajaan selatan kekuatan pasukan jadi semakin besar dan juga kemenangan dalam peperangan juga semakin banyak diraih, apa lagi kepemimpinan Altha dalam pasukan sangat akurat ditambah dengan pola strategi dari putri Yu Sun.


Dari kerja sama itu pangeran Altha telah mampu menguasai banyak kerajaan - kerajaan kecil disekitar wilayah timur dan selatan. Dan hal itu membuat pangeran Choi merasa sangat kesal dan ingin segerah menghabisi pangeran Altha dan menunjukan pada semua orang kalau pangeran Altha sebenarnya bukanlah apa - apa bagi dirinya.


"3 tahun telah berlalu sejak peperangan itu dan aku jadi tak pernah bisa bertemu dengan pangeran Altha, bahkan aku tak punya alasan untuk keluar istana karena aku tak punya kepentingan yang pasti." gerutu putri You Li dengan kesal karena setelah dilaporan kepada ayahnya oleh putri Sui utusan raja langsung menjemput putri You Li untuk kembali ke istana.


"Yang mulia kami sudah menemukan pangeran Cu Shang" ucap pengawal raja Ho Shang Li saat dia telah menemukan tempat persembunyian pangeran Cu Shang yang sudah dicari selama 3 tahun ini.


"Bagus apakah perselisihan atara dia dan putri Yu masih tetap berlanjut sampai sekarang? Dan bagaimana keadaannya?" tanya raja Ho Shang Li pada pengawalnya.


"Masih yang mulia, karena pangeran tak terima dengan kepemimpinan dari tuan putri yang dianggap telah memonopoli segalanya. Dan juga pangeran mau melakukan kerja sama dengan kerajaan barat untuk melakukan pemberontakan, untuk merebut tahta yang seharusnya menjadi miliknya sebagai seorang pangeran satu - satunya, dan pangeran terlihat sangat baik. Dari beberapa prajurit masih ada yang membela dan berpihak kepadanya." jelas pengawal raja dengan jelas setelah melakukan penyelidikan.


"Rupanya dia masih saja bersih keras. Aku tak tau apa salah ku kenapa anak - anak dari selir pertama selalu saja memiliki masalah, gak putri You Li gak pangeran Cu Shang keduanya tak pernah memberikan ketenangan." gumam raja Ho merutuki dirinya.


"Panglima pasukan perang putri Yu Sun Li memasuki aula kerajaan." teriak seorang pengawal saat melihat putri Sun datang.


"Yang mulia, aku panglima Yu menghadap." ucap putri Yu pada ayahnya.


"Aku sudah mendengar bahwa kau dan pangeran Altha telah memenangkan perang dengan kerajaan - kerajaan tetangga, lalu kenapa kau baru datang setelah 1 bulan lamanya." tanya raja Ho pada putrinya.


"Maafkan aku ayah, karena aku ingin membawah kakak kejalan yang benar sehingga membuat aku lama memberikan laporan kepada ayah." jawab putri Yu pada ayahnya.


"Kakak mu telah salah jalan dan mau menjadi pemberontak jadi aku dengan sengaja menurunkan dia dari jabatan panglimanya." jawab raja Ho yang terikat sedih.


"Apakah ayah akan menurunkan titah seperti raja timur bahwa dia menyuruh pasukan kerajaan langsung membunuh jika mereka bertemu dan berselisih dengan pangeran ketiga?" tanya putri Yu pada ayahnya.

__ADS_1


Terlihat raja Ho bernafas dalam dan tak memberikan jawab, karena sebenarnya raja Ho masih sayang dengan putranya itu yang merupakan pangeran satu - satunya di kerajaan selatan dan merupakan harapan terakhirnya dalam tahta kerajaan. Tapi sifat tamak dan serakah yang dimiliki pangeran Cu Shang sangat mengganggu kerajaan dan raja tak bisa mentolelir perbuatan dari pangeran Cu Shang selama ini.


...🍁🍁🍁...


Saat dikerjakan selatan sedang berunding mengenai pangeran Cu Shang, di barak pasukan Altha sedang mengadakan pesta atas kemenangan perang kali ini, ditambah lagi dari perang kali ini tak begitu banyak prajurit yang terluka karena strategi dan cara memimpin Altha dan putri Yu yang sangat luar biasa, sehingga pesta malam itu yang telah diadakan selama 3 hari penuh setelah pengobatan beberapa prajurit yang mengalami luka ringan terjadi begitu sangat meriah.


"Aduh Altha kau benar - benar mesum ya, kau tak menghadiri perjamuan atas kemenangan mu dalam perang malah menahan dan memenjarakan aku di sini seperti ini." ucap Riri yang sudah hampir kewalahan melayani suaminya itu yang seakan - akan Altha melepaskan segala hasratnya yang terpendam dan tertahan selama 3 tahun lamanya tak bertemu dengan dirinya.


"Kita memang dan kita sedang merayakannya berdua saja." jawab Altha yang sibuk dengan tubuh Riri.


"Merayakan apa yang seperti ini, yang begini namanya kau menyiksaku Altha." kesal Riri.


"Memangnya kenapa? Ada kesempatan aku bisa bersantai menikmati hidup yang begitu sempurna dan nikmat tentu saja aku tak akan mau melepaskannya." jawab Altha yang telah mengurung tubuh Riri dalam pelukannya dan menikmatinya setiap jengkal dari kulit tubuh Riri yang sudah tak berupa karena tanda merah sudah memenuhi seluruh tubuh Riri. "Apakah kau tau, ini adalah kesenangan dan aku baru merasakan kehidupan nyata ku setelah merasakan semuanya dan menikmati dirimu yang begitu segar." jawab Alan lagi yang masih bermain dan menempelkan tanda kepemilikannya pada tubuh Riri yang kini diberikannya di bagian punggung Riri.


"Aku menyukai reaksimu permaisuriku dan aku sungguh sangat menyukaimu, setiap lekuk tubuh mu dan semua bagian tubuh mu." ucap Altha yang masih saja tak mau melepaskan Riri dari cengkeramannya.


Altha membalikkan tubuh Riri dan melahap bibir Riri yang sudah sangat bengkak karena ulahnya, Riri menatap prianya yang menggila itu dan tersenyum.


"Pangeran, putri maaf mengganggu ada surat yang datang dari istana untuk pangeran." teriak seorang prajurit dari luar tenda.


Altha mendengus karena merasa terganggu aktifitasnya dan Riri tersenyum karena menatap lucu pada raut wajah Altha yang terlihat kesal serta tak suka. "Lihat dulu Altha siapa tau penting, karena itu datang dari istana kerajaan, aku juga sudah lelah karena kau mengurungku 3 hari di tenda ini dan aku juga sudah lapar dari pagi belum makan." keluh Riri menjauhkan wajah Altha dari dadanya.


"Dia benar - benar minta diberi hukuman karena telah membuat gangguan atas kesenanganku." gerutu Altha yang bangun dan mengenakan jubahnya.


"Apa isinya?" tanya Riri pada Altha saat Altha masuk lagi dan membawah sebuah surat.

__ADS_1


"Kau terlihat seksi memakai kemben begitu." puji Altha saat melihat Riri hanya menggunakan kain yang dililit ditubuhnya yang polos.


"Fokuslah pada suratmu Altha" Riri melotot pada Altha dan Altha hanya tersenyum.


"Hem, ayah mengatakan kalau dia menyuruh kita kembali dan ayah juga menjelaskan kalau ada gangguan di daerah pinggiran kota karena ulah Choi Yong." jawab Altha


"Memangnya kenapa lagi, bukankah dulu kamu sudah mengamankan daerah itu?" tanya Riri menatap Altha.


"Sepertinya Choi Yong sudah tau kalau ayah menurunkan titah untuk memerintahkan langsung memberikan hukuman pada dirinya begitu berselisih dengannya. Dan dalam surat ini juga menjelaskan kalau Choi Yong mulai bekerja sama dengan kerajaan barat untuk membentuk pasukan." jelas Altha dan dia menarik nafas dalam.


"Jadi itu semua ulah Choi Yong, dia benar - benar tak bisa lagi dibawah kejalan yang benar ya, aku tak menyangka kalau dia bisa sampai seperti itu. Padahal dulu dia begitu baik saat dia membantuku dalam pengasingan dan juga sangat ramah saat aku kembali ke kerajaan." Riri bergumam dan tak pernah menyangka kalau pangeran ketiga ternyata menyimpan begitu banyak rahasia.


"Kau begitu menyayangkannya?" tanya Altha menatap Riri yang terlihat sedih.


"Tentu saja karena aku tak pernah menyangka kalau dia bisa sampai seperti ini." jawab Riri.


"Rasa iri dan dengki bisa membuat seseorang tak lagi bisa melihat serta membedakan antara benar dan salah, bahkan akan membuat mereka mampu melakukan apa saja untuk menyingkirkan orang yang membuat mereka iri." jelas Altha dan Riri hanya diam mendengarkan.


"Benar, semua sama sepertiku saat ini karena semakin kesini aku jadi semakin tak bisa membedakan antara kenyataan dan bukan, karena aku sudah mulai tak ingin pisah dari mu Altha dan ingin selalu bersama mu serta memiliki mu seutuhnya hanya untuk diriku sendiri." gumam Riri dalam hati menatap Altha yang sedang ganti baju.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu permaisuri ku, apakah kamu ingin aku memulai lagi permainan kita dan gak usah kembali ke ibu kota?" tanya Altha mendekati Riri yang duduk bengong melihat dirinya.


"Oh tidak - tidak, bukan begitu aku hanya kagum padamu." jawab Riri panik lalu dia pergi meninggalkan Altha dan ganti baju dibalik papan kayu penghalang di dalam tenda itu.


Melihat reaksi Riri yang malu - malu membuat Altha tersenyum dan menatap Riri dengan tatapan penuh kasih sayang, "Dia sangat lucu dan menggemaskan." gumam Altha. Dan setelahnya mereka kembali ke ibu kota pada saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2