
Setelah semua selesai dan 1 minggu telah berlalu Riri masih tinggal bersama dengan para timnya dan selama seminggu juga dia tak bertemu dengan Yan Sa, karena kesibukan Yan Sa dan juga kesibukan Riri sehingga membuat mereka tak bisa bertemu walau berada di kota dan negara yang sama, bahkan untuk telepon juga sangat sulit untuk mencocokkan waktu mereka berdua.
"Riri ayo kita berbelanja mumpung kita masih di kota ini sebelum kita kembali ke Indonesia." ajak Desi pada Riri
"Baiklah, ayo kita pergi." Riri berkata dengan senang.
Riri dan yang lainnya juga pergi berjalan - jalan dan berbelanja untuk oleh - oleh pada keluarga dan orang terdekatnya. Pagi itu Riri dan yang lainnya sedang bersenang - senang setelah beberapa bulan bergelut dengan kepanikan dan ketegangan saat mereka berada di lokasi bencana.
"Nona Riri dari tim B yang datang dari Indonesia, perkenalkan saya Yes Wan dan ini teman saya Jong Yu" sapa seorang pemuda pada Riri saat mereka berpapasan dengan sebuah mol.
"Oh iya, salam kenal saya Riri." jawab Riri dan menyambut jabatan tangan dari kedua orang itu dan juga mengenalkan Desi dan yang lainnya.
"Kami juga dari tim B, bolehkah saya mengundang anda untuk makan siang, karena semuanya sedang berkumpul di sini alangkah baiknya kalau kita bergabung bersama." ajak Yes Wan
"Benar, ayo non Riri berikanlah penghormatan untuk kami dan teman - teman kami untuk menyebut anda dan memperkenalkan diri pada anda serta teman - teman anda." Jong Yu juga memohon pada Riri.
"Oh, itu saya" Riri merasa canggung dengan kedua orang itu.
"Riri sudah jangan banyak berfikir ayo pergi." Desi berkata dan mendorong Riri untuk berjalan
"Oh, baiklah." Riri berkata dengan canggung.
"Bagus, ayo kita pergi bersama. Apa kalian suka olahan ikan mentah?" tanya Jong Yu dengan ramah.
...💮💮💮...
"Kapten apa anda tau sepertinya anda akan keduluan oleh orang lain. Tadi aku melihat kalau Riri dan yang lainnya sedang pergi makan di restoran susi bersama atas ajakan Yes Wan dan Jong Yu dari tim B di kota ini." ucap anak buah kapten Suwono yang tadi melihat Riri berjalan dengan para orang dari tim B yang berasal dari Beijing.
"Apa yang kau katakan, mereka ada dimana sekarang?" Kapten Suwono terlihat tak tenang.
"Di mol diujung jalan." jawab anak buahnya.
Setelah mendengar itu kapten Suwono bergegas untuk pergi ke mol karena dia tak ingin keduluan oleh orang lain untuk menyatakan perasaannya pada Riri yang sejak awal sudah dia incar dan dia sukai. Kapten Suwono pergi tergesa-gesa sampai dia tak memperhatikan soal penampilannya.
Semua anak buahnya tersenyum melihat kapten pasukannya jadi begitu tergesa-gesa karena hal cinta, dan mereka sangat senang melihat hal itu sebab selama ini tak ada yang bisa membuat hati atasannya itu tergerak apa lagi mempengaruhi pikirannya sampai seperti itu.
...💮💮💮...
"Tuan muda, besok siang akan ada pertemuan untuk pembahasan soal kerja sama dengan pihak yang sudah membuat janji sejak sebulan lalu, apakah tuan muda ingin menemui mereka sendiri atau diwakilkan saja sepeti biasanya?" Yan Sa bertanya pada bosnya yang selama ini selalu bekerja dari belakang.
"Tidak perlu Yan, aku akan melakukannya sendiri kau temani aku dan tolong atur seperti biasanya dan lakukan di hotel dengan pertemuan tertutup." perintah dari bos Yan Sa yang 1 minggu ini telah menyita waktunya sehingga dia tak bisa menghubungi Riri atau menemuinya.
"Baik tuan muda akan saya lakukan sesuai dengan perintah tuan muda, dan akan saya lakukan pengaturan pertemuannya di hotel luxury bagaimana kalau menurut anda?" Yan Sa menanyakan pendapatnya Karana takut kalau tak sesuai dengan keinginan dari bosnya.
"Hem, lakukan saja yang menurut mu baik dan bagus. Setelah itu tolong kamu atasi semuanya untuk ku karena aku ingin melakukan perjalanan lagi." bos dari Yan Sa yang selalu disebut dengan panggilan tuan muda itu adalah orang yang tak suka bertemu dengan orang lain selain Yan Sa dan pengawalnya yang dia anggap sebagai orang dalam. Bahkan anak buahnya yang lain juga tak pernah bertemu dengan dirinya, padahal dia yang membayar gaji semua pegawainya.
"Tuan Yan, bagaimana kabar anda?" tanya anak buah dari pengawal bosnya yang menurut Yan Sa bos dan juga pengawalnya itu adalah orang yang sangat misterius.
__ADS_1
"Aku baik, bagaimana dengan atasan mu apakah tuan Jie baik?" Yan Sa bertanya balik karena dia tau kalau pengawal tuan muda juga memiliki tugas yang sama banyaknya dengan dirinya.
"Hahaha, tuan Yan suka sekali bercanda. tuan Jie juga sama baiknya dengan tuan Yan, dan juga sama sibuknya dengan tuan Yan." jawab anak buah dari Jie So pengawal tuan muda
"Baguslah, aku balik dulu." Yan Sa berkata sambil tersenyum dan pergi dari kediaman bosnya.
...💮💮💮...
"Selamat malam tuan." sapa Sun yang melihat Yan Sa pulang ke rumah.
"Hem, apa ada kabar dari Riri?" Yan Sa langsung bertanya pada Sun karena dia tak bisa menghubungi Riri belakangan ini.
"Apakah semuanya sudah selesai tuan? Non Riri baik - baik saja, hari ini saya melihat dia berjalan - jalan dan berbelanja dengan teman - temannya serta makan bersama dengan anggota tim penyelamat yang lain dari kota kita." jelas Sun yang ternyata ditugaskan oleh Yan Sa untuk mengawal Riri dari jauh.
"Baguslah, apa dia tak pernah datang kemari?" Yan Sa bertanya lagi sambil mengganti bajunya.
"Tidak tuan, kelihatannya kegiatan mereka sangat banyak, karena mereka semua dari tim penyelamat melakukan pertemuan mereka sendiri diluar perencanaan karena mereka ingin mendekatkan diri dengan lebih nyaman dan terbuka. Sehingga selama 7 hari ini ada saja kegiatan yang dihadiri mereka sampai selesai ditengah malam." jelas Sun lagi
Dengan ragu - ragu dan suara sedikit pelan Sun menyampaikan berita yang mungkin akan membuat tuannya merasa terkejut, dan melihat tuannya yang sedang sibuk berganti baju Sun pun mengatakan kalau dia mencurigai anggota satu tim Riri menyukainya dan juga dari anggota tim lain.
"Apa yang kau katakan?" Yan Sa mengentikan kegiatannya dan menatap Sun dengan tatapan tajam.
"Benar tuan, saya melihat gerak gerik dari kapten Suwono dan juga dokter Jong Yu mereka sepertinya ingin menargetkan non Riri." jawab Sun hati - hati
"Bagaimana dengan Riri sendiri?" Yan Sa bertanya dengan khawatir
Yan Sa tersenyum mendengar jawaban Sun dan dia melanjutkan kegiatannya lalu keluar untuk pergi ke ruang gym. "Baguslah kalau seperti itu, awasi terus untuk ku dan laporkan semua kegiatannya karena setelah pertemuan besok selesai aku akan menemuinya."
"Baik tuan, saya permisi dulu" Sun berkata lalu dia meninggalkan Yan Sa di ruang gym pribadinya
...💮💮💮...
Keesokan harinya Riri pergi lagi bersama dengan teman - temannya untuk melakukan pertemuan dengan anggota tim lainnya lagi untuk saling mengenal dan mendekatkan diri karena ini adalah hari terakhir bagi mereka semua sebab besok mereka semua sudah harus kembali ke Indonesia. Dan seperti biasanya Sun dan beberapa orang yang diperintahkan Yan Sa mengikuti Riri dari jarak aman untuk mengikuti semua kegiatan Riri dan menjaga keselamatan Riri.
Disaat Riri berkumpul bersama dengan para anggota lain dan bersenang - senang, disisi lain Yan Sa mulai sibuk dengan kegiatannya untuk menemani atasannya. Didepan hotel luxury ada banyak pengawal yang berdiri untuk pengamanan yang ketat atas kedatangan orang penting.
"Wah aku tak pernah tau kalau tuan muda akan datangi sendiri untuk melakukan pertemuan kali ini, dan hotel kita sungguh sangat beruntung karena bisa melihat dia secara langsung nanti kalau dia datang." seorang pegawai hotel sangat antusias menunggu Yan Sa dan bosnya datang.
"Wa iya benar, aku sungguh tak sabar untuk melihatnya apakah dia orang yang sama cakepnya dengan kedua bawahannya itu, karena tuan Yan yang selalu kita temui saja tak pernah membuat kita bosan, apa lagi ditambah dengan tuan Jie." sambung dari teman pegawai hotel itu.
"Benar mereka bagai seorang bintang, apa lagi bos mereka pasti dia juga sama tampannya dengan mereka berdua.* sambung temannya yang lain
"Eh, belum tentu, siapa tau kalau dia orang yang tak sesuai dengan ekspektasi kalian karena dia tak pernah keluar di publik." ucap dari kedua teman pegawai hotel lainnya. Dan mereka bertiga pun berfikir untuk hal itu, karena orang nomer satu di dunia bisnis ini memang tak pernah muncul bahkan pegawainya yang sudah bekerja tahunan juga tak pernah tau dengan wajahnya.
"Tuan muda sebelah sini." Yan Sa menunjukkan jalan pada bosnya.
Semua mata melotot melihat penampilan ketiga pria yang berjalan memasuki lobby hotel dan tak ada dari mereka semua yang bisa lepas pandangan mereka dari ketiga pria itu. Karena ketiga orang itu sungguh sangat luar biasa tampan.
__ADS_1
Mata hitam yang dalam, bibir tipis dan seksi, garis rahang yang ramping dan terlihat tegas dengan tatapan mata yang tajam bagai elang membuat semua orang yang melihatnya tak bisa tak mengaguminya baik pria atau pun wanita semuanya memperhatikannya sampai dia masuk dan menghilang didalam Lif.
"Yan Sa" Riri yang bisa melihat dan mengenali Yan Sa dari belakang langsung berlari ingin menghampirinya saat dia melintas didepan hotel dan penasaran ada apa karena ada begitu banyak pengawal, terlebih lagi karena Riri telah merindukan Yan Sa yang selama 1 minggu lebih ini tak bisa ditemuinya.
"Nona jangan." Sun yang melihat Riri lari menerobos pertahanan dari pengawalan tuan muda tak bisa menjangkau Riri karena Riri telah lari dengan cepat melewati pertahanan pertama dan Sun tertahan diluar hotel.
"Riri kau mau kemana?" teriak teman - temannya kaget karena tiba - tiba saja Riri lari masuk ke hotel yang terlihat menakutkan itu dengan banyaknya orang - orang berdiri dengan baju yang sama yaitu setelan jas hitam dengan alat komunikasi yang terpasang ditelinga mereka semua.
"Yan Sa" suara Riri tak sampai karena Yan Sa telah menghilang dalam lif.
"Nona berhenti, tolong jangan lakukan itu. Anda tak bisa masuk sembarangan." dua orang pengawal menahan Riri didepan pintu masuk lobby hotel.
"Eh, saya cuma mau bertemu dengan kakak saya, tadi saya melihat dia masuk. Saya cuma mau mengatakan padanya kalau saya akan pergi dan meninggalkan negara ini besok pagi, saya cuma ingin berpamitan dengan dia sebentar saja, tolong." Riri berusaha untuk menjelaskan
"Maaf nona, tapi anda tetap tak bisa masuk kalau anda tak ada hubungan dengan pertemuan hari ini, jadi tolong jangan membuat keributan silakan pergi dari sini." ucap pengawal itu, namun Riri bersih keras sampai akhirnya Riri punya pemikiran untuk menipu mereka dan akan menerobos saat mereka lengah.
Riri yang berpura - pura mau pergi dan baru berjalan 3 langkah Riri langsung berbalik dan lari menerobos masuk lobby hotel, namun Riri tak bisa mencapai lif karena sudah dikejar dan dihentikan oleh beberapa orang pengawal.
"Apa yang kau katakan? Baik aku akan kesana." Yan Sa yang mendapat kabar dari Sun langsung ingin bergegas.
"Kenapa Yan, apa ada hal penting?" Bos Yan Sa bertanya karena melihat Yan Sa gusar.
"Ada sedikit masalah di luar tuan muda." jawab Yan Sa sambil berbisik.
"Baik, aku keluar sekarang." Jie So mendekati bosnya dan membisikkan sesuatu.
"Biarkan Jie So yang mengatasi kau tetap di sini." perintah dari bos Yan Sa.
Di lobby terjadi keributan karena ulah Riri yang ingin menerobos masuk dan beberapa orang menahan Riri lalu mendorong Riri dengan cukup keras karena mereka telah merasa kesal dengan Riri yang keras kepala ingin masuk dengan paksa.
"Aduh." Riri terjatuh tersungkur dan mengalami luka lecet di telapak tangannya.
"Apa yang kalian lakukan hah?! Apa aku pernah mengajari kalian berbuat kasar pada seseorang, terlebih dia adalah seorang wanita." seseorang marah dengan sangat keras.
"Maafkan kami tuan Jie nona ini memaksa untuk menerobos masuk, kami sudah mencoba menahannya dengan baik namun dia tetap bersih keras." pembelaan dari anak buah Jie So pengawal tuan muda
"Tapi tetap tak boleh berbuat kasar." Jie So terlihat sangat marah, dan semua anak buahnya menunduk tak berani lagi bersuara.
"Maaf tuan Jie." jawab para anak buahnya dengan menunduk.
"Nona apa anda tak apa? Mari saja bantu, maafkan anak buah saya yang tak sopan." Jie So membantu Riri untuk bangun.
"Ya ampun tuan Jie cakep sekali." ucap beberapa orang wanita yang melihat Jie So pengawal orang nomer satu secara langsung
"Iya tak apa saya tak apa - apa, terima ka... Ah." Riri tak melanjutkan kalimatnya dan melangkah mundur dengan cepat karena dia terkejud dengan siapa yang dia lihat dihadapannya.
Tubuh Riri bergetar dan dia merasa sesak dalam dadanya karena dia tak percaya apa yang dilihatnya, semua orang merasa kaget juga dengan reaksi Riri terlebih tuan Jie So dia juga ikut terkejud karena melihat Riri seperti takut pada dirinya.
__ADS_1