Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Rahasia hutan bulan


__ADS_3

"Pangeran Altha." suara seseorang memanggil Altha tepat dibelakangnya dan itu membuat Altha langsung waspada dengan melindungi Riri.


"Kau?" Altha terkejud saat melihat siapa orang yang berdiri didepannya.


"Putri Youri." panggil orang itu melihat kearah belakang tubuh Altha.


Riri menyembulkan kepalanya dari balik tubuh Altha dan senyumnya langsung mengembang bagai mentari yang menyinari pagi dengan hangat bagi orang yang menyebut nama Riri tadi, membuat orang itu membalas senyuman dari Riri.


"Yaris." panggil Riri dan seketika Riri lari menghampiri Yaris, namun dengan cepat Altha menahan tangan Riri sehingga Riri berputar dan memeluk Altha.


"Kau belum lupa kalau dia adalah istriku kan?" ucap Altha menatap Yaris, dan tangan Yaris yang terbuka melayang di udara, lalu Yaris menarik tangannya lagi.


"Kau kenapa sih, jahat banget." Riri memukul dada Altha dan mendorong tubuh Altha, lalu memeluk Yaris dan tersenyum menatap Yaris.


"Bagaimana keadaan mu? Jiyang dan yang lain apa mereka semua baik - baik saja?" tanya Riri dengan antusias.


"Iya kami semua baik tuan putri." jawab Yaris tersenyum menatap Riri yang masih saja peduli pada dirinya dan yang lain.


"Tunggu, jadi orang yang semalam mengejar ku dan membuatku telat menemui istriku adalah dirimu rupanya." Altha berkata dengan menatap Yaris tajam.


"Maaf pangeran, karena ingin tau setiap malam pangeran pergi kemana jadi terpaksa aku mengikuti pangeran diam - diam." jelas Yaris pada Altha.


"Apa yang sebenarnya ingin kau la..." kalimat Altha tertahan karena dia melihat Riri tiba - tiba saja melangkah menjauh dari dirinya dan Yaris dan membuat gerakan aneh dengan lonceng yang dibawahnya.


"Kenapa?" Altha bertanya setelah Riri berhenti dan menatap jauh.


"Ada yang mengikuti kalian ke sini." ucap Riri menatap Yaris dan Altha


"Tidak mungkin, semalam aku ada di hutan ini dan sudah berkeliling tak menemukan siapa pun." jawab Yaris dengan sangat yakin karena dia telah mengelilingi hutan itu semalam.


"Tuan putri." Yodon lari mendekati Riri dan Altha sama Yaris.


"Yodon?" Yaris tak percaya kalau orang yang selama ini bersama dengan Riri adalah Yodon.


"Ada orang yang berusaha untuk menerobos pertahanan formasi ilusi." ucap Yodon pada Riri.


"Aku sudah memasang lapisan ilusi luar. tapi sepertinya orang ini tau cara menemukan ilusi yang ku buat." ucap Riri yang memegang erat lonceng yang dibawahnya.


"Ilusi. Bagaimana tuan putri bisa menguasai ilmu itu? Hanya orang-orang dari negara kerajaan selatan saja yang bisa menggunakan ilmu ilusi." jawab Yaris yang bingung dalam situasi yang dia hadapi saat ini.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Yaris, sekarang bukan saatnya untuk bingung" Altha mengingatkan Yaris.


"Kembalilah dan masuklah aku dan Yaris akan melihat apa yang terjadi." Altha menatap Riri dan mengembalikan lonceng yang diberikan Riri pada dirinya untuk membuka ilusi Riri.


"Yodon jaga dia, Yaris ayo kita keluar." ucap Altha dan tersenyum menatap Riri.


"Hati - hati, datanglah melalui bawah air dari aliran sungai diluar hutan ini yang terhubung dengan danau di lembah bunga." ucap Riri lalu pergi dan memasang ilusinya setelah dia membuka sementara ilusinya untuk mengeluarkan Altha dan Yaris.


Diluar Altha dan Yaris melihat ada beberapa orang yang berusaha untuk menerobos pertahanan ilusi yang dipasang oleh Riri dalam hutan bulan itu. Mereka semua ada sekitar 6 orang yang mengenakan cadar dan terlihat seperti orang - orang yang sangat berpengalaman.


"Siapa sebenarnya mereka?" bisik Altha yang mengawasi gerak gerik 6 orang itu.


"Sepetinya bukan hanya mereka pangeran, karena ada beberapa orang dari pasukan pangeran kedua." Yaris menunjukkan beberapa orang dari arah jam 11.


"Oh, rupanya ini semua ulah dia ya. Ternyata yang dikatakan oleh Riri benar." Altha tersenyum dan dia memberi tau pada Yaris untuk melakukan sesuatu sementara dirinya akan mengalihkan mereka ke arah yang berlawanan.


"Tuan, sepertinya kearah utara aku melihat pergerakan." ucap orang yang melihat gerakan Altha.


Saat Altha berusaha untuk memancing orang - orang itu, Yaris pergi kesuatu tempat dan dalam waktu yang tepat saat orang - orang itu kehilangan jejak mereka pada Altha mereka berputar dan masuk kedalam permainan Altha dan Yaris. Melihat mereka terjebak Altha merasa puas karena dia yakin kalau orang - orang itu akan melaporkan apa yang mereka lihat saat ini kepada pimpinan mereka.


"Kenapa pangeran tak mengalahkan mereka dan menangkap mereka saja, kenapa harus repot - repot melakukan semua ini?" tanya Yaris pada Altha yang tadi meminta Yaris untuk memanggil beberapa orang untuk berlatih didalam hutan dan tempat yang sudah Altha persiapkan sebelumnya.


"Ini adalah permainan Yaris, untuk memancing induk terbesarnya keluar kita harus membuat umpan yang menarik yang akan mereka makan, jika tidak maka kita tak akan dapat apa pun. Ayo." jawab Altha dan memerintahkan beberapa orang untuk membangun tenda ditempat yang sekarang untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat latihan dan juga istirahat.


...🍁🍁🍁...


"Hem jadi dia membentuk pasukan khusus didalam hutan bulan yang terkenal sangat tenang serta dijauhi orang itu. Lalu ternyata benar dia memasang ilusi untuk mengelabuhi semuanya. Apa tujuan dia melakukan semua itu?" pangeran kedua berfikir keras, "Tapi siapa orang yang berada dibalik dia, karena dia tak mungkin melakukannya sendiri. Hanya orang - orang dari daerah selatan yang menguasai ilmu ilusi." pangeran kedua masih saja mencoba menerka - nerka tujuan dan orang yang bekerja sama dengan pengeram Altha.


"Pangeran kedua apa yang sedang kau pikirkan dengan sangat serius seperti itu." pangeran Cu Shang datang dan membuat lamunan pangeran kedua buyar.


"Aku baru saja mendapat info kalau si Altha itu membentuk pasukannya didalam hutan bulan dan sengaja memasang ilusi di sana. Orang - orang yang kau kirim untuk membantu sudah berusaha untuk menemukan formasi ilusi itu dan aku ingin ada orang ahli yang bisa menghancurkan formasi dari ilusi itu untuk bisa melihat lebih kedalam lagi apa tujuan dari Altha." jelas pangeran kedua panjang lebar kepada pangeran Cu Shang.


"Hem, baiklah aku akan membantu pangeran kedua tenang saja." jawab pangeran Cu Shang santai.


"Aku ingin kalau bisa kau sendiri yang melakukannya karena aku rasa kau akan lebih mengetahui teknik pembuatan ilusi, karena ilmu itu adalah ilmu yang diturunkan dari keluarga kerajaan mu." ucap pangeran kedua pada pangeran Cu Shang, dan pangeran Cu Shang hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan pangeran kedua.


...🍁🍁🍁...


"Ilusi ya, hutan bulan. Sepetinya ada rahasia yang tersembunyi dalam hutan itu yang ingin dilindungi oleh pangeran pertama. Kalau seperti itu yang terpenting dari semua itu bukanlah cara memecahkan formasi dari ilusinya, melainkan mencari tau rahasia yang tersembunyi didalamnya." pangeran Cu Shang berniat ingin mencari tau rahasia didalam hutan bulan.

__ADS_1


"Pangeran bagaimana kalau kita mengirim orang untuk membantu pangeran kedua dan kita sendiri akan menyelidiki hutan bulan itu." ucap komandan baru dari pangeran Cu Shang.


"Ide mu benar juga, kita sekalian mencari keberadaan dari putri Yourina atau tabib tangan ajaib." gumam pengeram Cu Shang menyeringai.


Keesokan paginya pangeran Cu Shang pergi menyelidiki kedalam hutan bulan dengan komandan pasukannya yang bernama Yun Su. Mereka berdua menyelinap diam - diam karena tak ingin memberi tau pangeran kedua.


"Pangeran, ilusi yang dibentuk ini memang berasal dari negara kita. Kira - kira siapa orang yang melakukan semua ini?" ucap Yun Su yang mengawasi dengan cermat dan merasakan kebingungan saat mereka memasuki hutan itu.


"Kau benar, ini bukan formasi sederhana." gumam pangeran Cu Shang menutup mata dan berfikir, "Tapi ini terlalu lemah, aku bisa menghancurkannya." sambung pangeran Cu Shang lagi dan dengan mudah dia mampu menembus pertahanan dari ilusi yang dibuat oleh Riri.


"Terpatahkan, ayo kita masuk lebih dalam." pangeran Cu Shang yang berhasil mematahkan ilusi itu menerobos masuk kedalam hutan dan benar saja dia menemukan rumah bambu yang dibangun disana dan menjadi tempat dari Riri dan juga Yodon selama ini.


"Hem, rupanya ada tamu yang tak diundang datang ya." ucap Riri menyambut pangeran Cu Shang dan Yun Su yang berhasil menerobos masuk.


"Siapa kau dan kenapa menghalangi jalan hutan." tanya pangeran Cu Shang dengan menatap curiga pada Riri yang berdiri mengenakan topeng wajah bersama dua orang yang memakai cadar dibelakangnya.


"Tuan jangan tidak sopan, karena kita tak ada urusan satu sama lain sebaiknya tuan jangan mengganggu ketenangan hutan dan tempat ini." jawab Riri dengan tenang menghadapi pangeran Cu Shang.


"Maaf, aku hanya lewat dan ingin tau siapa saudara sebenarnya, dan kenapa bisa menggunakan ilmu ilusi dari negara kami." jawab pangeran Cu Shang lagi.


"Aku biasa disebut dengan tabib dewa atau master obat oleh orang - orang setempat, dan aku sengaja memasang ilusi untuk melindungi tempat ku ini." jawab Riri dan berjalan turun lalu duduk dikursi depan rumah bambu. "Aku sengaja memperlemah formasi ilusi yang ku pasang karena aku ingin tau siap orang yang tak sopan dan berusaha mengusik ketenangan ku di sini." sambung Riri lagi sambil menatap tajam pada pangeran Cu Shang dan Yun Su.


"Mengenai kenapa aku bisa menggunakan ilusi dari negara maka itu bukanlah urusan kalian, kalian guruku tak ingin aku memberi tau siapa pun. Jadi ku harap kalian juga menghargainya." jawab Riri yang membuat Yun Su tak sabar.


"Maaf kami hanya kebetulan saja lewat dan merasa terganggu dengan adanya ilusi yang selalu membingungkan kami, jadi aku hanya ingin tau siapa orangnya kenapa dia bisa menggunakan ilusi seperti ini yang seharusnya dikuasai oleh keluarga kerajaan dari kerajaan ku saja." jawab pangeran Cu Shang lagi dan menatap Riri.


"Hem, kau ingin tau dan menyelidiki apa rahasia yang tersimpan dalam hutan bulan ini?" Riri tersenyum karena pertanyaannya tepat sebab raut wajah kaget dari pangeran Cu Shang dan Yun Su terlihat jelas. "Aku memasang ilusi untuk melindungi ilmu pengobatan ku dan menjauh dari dunia luar dan juga aku tak pernah tanya guruku dari negara mana dan apa tujuannya mengajariku, dengan begini apa sudah bisa menjawab rasa penasaran dari kalian berdua?" Riri menatap tajam pada pangeran Cu Shang dan Yun Su.


"Kalau tidak ada perlu silakan kalian pergi dan jangan muncul lagi di sini." ucap Riri lalu bangun dan berjalan mau masuk kedalam rumah.


"Lancang sekali, baru juga menjadi seorang tabib kecil, dan juga berani mencuri ilmu dari kerajaan kami." ucap Yun Su dan dengan cepat Yaris yang mendengar ucapan Yun Su yang berani menghina Riri langsung melakukan serangan dengan cepat sehingga Yun Su terjatuh.


"Yar, hentikan. Mereka hanyalah pejalan kaki yang kebetulan lewat saja." ucap Riri menghentikan tindakan Yaris, "Silakan kalian pergi sebelum anak ku melampaui batas kesabarannya, dan juga maaf atas serangan dadakan darinya." sambung Riri menatap pangeran Cu Shang.


"Ayo, maaf mengganggu tabib" ucap pangeran Cu Shang dan membawah Yun Su pergi meninggalkan rumah bambu itu.


Riri dan Yodon langsung memasang formasi ilusi lagi dengan memperkuat pertahanan mereka. Melihat itu pangeran Cu Shang merasa ada yang aneh dan juga sedikit takut karena orang yang menyerang Yun Su bukanlah orang sembarangan dan dia memiliki ilmu yang kuat.


"Pangeran, maafkan hamba yang ceroboh." ucap Yun Su pada pangeran Cu Shang.

__ADS_1


"Tidak, tak masalah. Setidaknya kita tau rahasia apa yang tersembunyi didalam hutan ini, ku rasa pangeran Altha hanya memanfaatkannya saja. Karena aku dengar bahwa pasukannya yang terluka dan keracunan diselamatkan oleh master obat dari hutan bulan.


"Kita kembali, ini pasti jebakan dari pangeran Cu Shang. Dan kirimkan tanda untuk anak buah mu agar meninggalkan rombongan pangeran kedua." perintah pangeran Cu Shang.


__ADS_2