
Altha beserta rombongannya memasuki halaman istana dan disambut oleh banyak orang termasuk tuan Baron dan para pasukan kerajaan yang lainnya. "Pangeran semua baik kan?" Baron berjalan mendekat dan bertanya pada pangeran Altha.
"Hem, dia adalah putri ke tiga kerajaan selatan dan dia akan menjadi tamu di istana ini sampai ayahnya raja Ho Shang Li datang menjemput. Jadi tolong layani dengan baik selama ada di sini." ucap Altha pada Baron.
"Baik pangeran, tapi untuk apa dia datang bukankah sudah ada putri Sui yang ada di sini." Baron bertanya dengan sedikit rasa penasaran.
"Ceritanya panjang dan aku gak mau membahas soal itu karena aku ingin cepat pulang sekarang." jawab Altha malas.
"Pangeran, pangeran Altha." panggil putri ke tiga pada Altha dengan nada manja saat dia mau turun dari kereta dan gak mau dibantu oleh salah satu prajurit untuk turun.
"Mulai." gumam Altha menoleh dan membantu putri ke tiga untuk turun.
"Hem, jadi begitu ya. Aku mengerti sekarang." suara hati Baron yang melihat interaksi antara pangeran Altha dan putri ke tiga pun tersenyum.
"Selamat datang di istana kerajaan timur tuan putri ke tiga, hamba adalah Baronso pengawal raja." salam dari Baron kepada putri ke tiga dan dia mengawalnya untuk beristirahat.
"Istana kerajaan? Kenapa aku harus tinggal di istana kerajaan, aku ingin tinggal di istana pangeran Altha saja tak mau tinggal di sini." ucap putri ke tiga saat dia sudah sampai didalam istana dan dibawah ke kamar tamu serta dijelaskan kalau akan tinggal di istana kerajaan sebagai tamu istimewa kerajaan timur.
"Maaf tuan putri, ini adalah perintah dari pangeran Altha sendiri, dan tuan Baron yang menyiapkan semua ini untuk tuan putri. Jadi kami hanya menjalankan tugas saja." jawab pelayan yang membawah putri ke tiga untuk istirahat.
"Dimana pangeran Altha, aku ingin bertemu dengan dia dan akan meminta padanya untuk membawah ku ke istananya saja aku gak mau tinggal di sini." putri ke tiga marah besar.
Sementara disisi lain Altha dan raja beserta para Mentri sedang berunding dan akan mempersiapkan apa untuk melakukan kerja sama dengan kerajaan timur kedepannya.
"Tuan putri Youri," sapa prajurit yang melihat Riri datang "Pangeran dan raja beserta yang lainnya sedang ada di ruang pertemuan." sambung prajurit itu.
"Baiklah kalau begitu aku tak mengganggu." jawab Riri dan mau berbalik pergi.
"Pokoknya aku mau bertemu dengan pangeran Altha sekarang juga." putri ke tiga bersih keras.
"Siapa dia?" gumam Riri.
"You Li." gumam putri Sui yang kaget melihat adik ke tiganya ikut datang ke kerajaan ini.
"Eh, Susu kenal dengan dia?" tanya Riri bingung.
"Maaf dia adalah adik ke tiga ku" jawab putri Sui. Lalu melangkah mendekati putri ketiga
"You Li kenapa kau ikut kemari dan untuk apa kau datang?" tanya putri Sui pada putri ke tiga.
"Oh ada kakak ke tiga rupanya." ucap putri ke tiga dengan tatapan tak suka.
"Hormat pada tuan putri kedua."sapa pelayan dari putri ke tiga.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku." ucap putri Sui pada putri You Li.
"Kenapa, itu adalah urusan ku tapi untuk memberi tahu kamu juga itu adalah hal penting. Aku datang untuk mendekati pangeran Altha dan akan menjadi permaisuri dari pangeran Altha, ayah sudah setuju atas semuanya dan pangeran Altha juga sudah menyetujuinya itu sebabnya sekarang aku ada di sini, kau puas." jelas putri You Li dengan percaya diri.
__ADS_1
Mendengar itu Riri merasa kaget dan mengerutkan keningnya karena dia tak pernah berfikir sampai sejauh itu waktu merencanakan kerja sama dan penyatuan dua negara. Riri terdiam dan otaknya mulai bekerja dan memahami segala situasinya yang telah dia hadapi saat ini, Riri mulai menyadari posisinya kalau dia saat ini sedang berada di negeri kuno yang lebih mementingkan kedudukan tinggi seorang pria serta memperbolehkan seorang pria memiliki banyak istri apa lagi calon raja bisa memiliki puluhan ribu selir dalam istananya.
"Haaa,,," Riri menghela nafas dalam dan tersenyum, lalu mendekati putri Sui dan juga adiknya itu.
"Salam pada putri ke tiga, saya Yourina orang dari kediaman pangeran Altha" ucap Riri memperkenalkan diri setelah dia berhasil menguasai dirinya dan rasa terkejutnya.
"Riri." putri Sui berbisik dan menatap Riri bingung, dan Riri hanya tersenyum menatapnya lalu mengangguk.
"Kalau boleh saya tau apa hubungan putri ke tiga dan putri Sui adalah saudara?" tanya Riri pada putri You Li.
"Iya Putri Sui adalah anak ketiga dari yang mulia raja dan dia merupakan putri kedua setelah putri Yunsu yang menjadi komandan perang bersama dengan pangeran pertama Cu Shang. Tapi mereka semua beda ibu, ibu dari putri ke tiga lah yang paling cantik dan paling disayang oleh yang mulia raja" jawab dari pelayan putri ke tiga dengan jelas pada Riri.
"Selamat datang di kerajaan timur ini, dan untuk tinggal di istana pangeran Altha aku akan mengatur untuk tuan putri." ucap Riri dengan ramah.
"Tapi tuan putri." ucap pelayan yang tadi ditugaskan Altha.
"Tidak apa di istana juga banyak kamar. Sekarang bawah putri ke tiga ke istana dan tempatkan di kamar istana yang dekat dengan danau teratai." ucap Riri pada pelayan itu.
"Baik." pelayan itu mematuhi perintah Riri.
"Silakan putri ke tiga." ucap Riri mempersilakan pada putri You Li.
"Dia benar - benar dewasa dan sungguh jauh berbeda dengan putri ke tiga walau usia mereka tak jauh berbeda." gumam Yoyo dalam hati menatap Riri kagum.
Saat pelayan itu membawah putri ke tiga pergi Riri menghela nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar, lalu dia berjalan mengikuti pelayan itu untuk menunjukkan tempatnya pada putri ke tiga.
"Dengar, memangnya kenapa? Bukankan kah wajar jika seorang pemimpin memiliki seorang selir apa lagi itu sudah disetujui olehnya. Dan aku hanya bisa mengatur serta menempatkan calon selirnya dengan baik saja karena itu sudah menjadi tugas ku." jawab Riri ringan seolah tanpa beban.
"Kau benar - benar tak masalah jika pangeran Altha mengangkat seorang selir? Bukankah hubunganmu dengan pangeran Altha sangat baik selama ini, bahkan kau dengan sengaja menyingkirkan putri Ye Rin waktu itu." tanya putri Sui bingung.
"Waktu itu, dia tak menginginkannya jadi aku berusaha untuk membantunya menyingkirkannya. Dan kali ini, bukankah tadi putri ke tiga mengatakan kalau Altha menyetujuinya, itu sebabnya dia dibawah pulang kemari." jawab Riri menatap putri Sui
"Ini tidak beres, pasti ada sesuatu yang akan dia rencanakan." gumam putri Sui dalam hati.
"Jangan berfikir terlalu jauh. Di sini aku tak memiliki peran atau tugas penting, jadi aku hanya bisa mengikuti alurnya saja." ucap Riri lagi dan itu membuat putri Sui bingung.
...🍁🍁🍁...
"Semoga putri ke tiga menyukainya dan selamat beristirahat." ucap Riri pada putri ke tiga setelah mereka sampai di istana pangeran Altha dan tempat yang diatur oleh Riri untuk putri ke tiga istirahat.
"Lumayan, coba dari tadi sepeti ini kan aku gak akan sampai bikin ribut." ucap putri ke tiga lalu masuk kedalam kamar dan langsung menutupnya.
"Dia benar - benar terlalu dimanjakan." putri Sui merasa tak suka dengan sikap dari putri ke tiga.
"Tak masalah, ayo kita kembali dan menunggu Altha untuk memberitahu. Sekarang aku mau istirahat dulu karena lelah dari tadi belum istirahat setelah latihan." Riri berbalik dan berjalan meninggalkan tempat putri ke tiga. "Sebaiknya Susu juga istirahat dan mengenai barang - barang tadi kita lihat dan bahas itu nanti saja." sambung Riri lalu pergi.
"Tuan putri bagaiman?" tanya Yoyo pada putri Sui.
__ADS_1
"Hem, jika Riri memperkenalkan dirinya sebagai orang dari istana pangeran Altha bukan sebagai istrinya itu artinya dia tak ingin diketahui apa identitasnya, kita ikuti saja dulu dan kau awasi You Li jangan sampai dia membuat ulah. Jika dia mulai berulah baru kita atasi jangan sampai dia mengacaukan segalanya." ucap putri Sui pada Yoyo dan berjalan kembali ke kamarnya.
"Baik tuan putri sesuai dengan perintah anda." jawab Yoyo dengan patuh.
...🍁🍁🍁...
"Pangeran ada laporan kalau putri Yourina membawah putri ke tiga kedalam istana pangeran." lapor Baron yang datang setelah melihat keadaan putri ke tiga karena diperintahkan oleh raja.
"Apa? Kapan dia datang dan kenapa dibawah kesana, bukankah aku sudah memerintahkan untuk dilayani di istana ini." Altha kaget dan bertanya dengan bingung.
"Mereka bilang katanya putri ke tiga ngotot ingin pergi ketemu dengan pangeran dan saat bertemu dengan tuan putri langsung diajak ke istana pangeran." jelas Baron pada Altha.
"Gadis bodoh itu mau berbuat ulah apa lagi dia." gumam Altha kesal.
"Katakan pada ayahanda aku balik." ucap Altha langsung pergi.
"Hem, aku tak tau apa jalan pikiran putri Yourina dia selalu saja bikin pangeran kelabakan dengan setiap ulahnya walau sejujurnya putri Yourina adalah orang yang pandai. Semoga rumah tangganya dengan pangeran selalu damai dan panjang umur." gumam Baron menghela nafas.
...🍁🍁🍁...
Sesampainya di kediamannya Altha langsung berjalan menuju kedalam kamar Riri berniat untuk menemui Riri dan menanyakan apa maksud dan tujuan Riri membawah putri ke tiga kerajaan selatan pulang ke rumah, namun sesampainya di rumah pangeran Altha tak mendapati keberadaan Riri didalam kamarnya dan juga tak ada dimana pun.
"Jiyang, Yaris dimana tuan putri?" Altha bertanya dengan tak sabar.
"Tuan putri? Bukankah dia ada di kamarnya pangeran." jawab Jiyang yang merasa bingung ditanya oleh Altha mengenai Riri.
"Apa yang kau katakan, aku tak menemukan dia dimana pun." Altha berkata dengan khawatir.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa tak ada jelas tadi masuk kedalam kamar dan bilang mau istirahat." gumam Jiyang yang ikut merasa khawatir.
Yaris berdiri terdiam seolah sedang berfikir, karena dia tau kalau Riri paling suka kabur dari istana ini setiap kali ada kesempatan. Dan Altha jadi semakin tak tenang karena dia pernah dengar kalau Riri akan kabur lagi jika ada kesempatan yang memungkinkan. Altha dan Yaris saling pandang dan Altha bisa merasakan kepanikan dalam sikap tenang Yaris.
"Ha, sial." gerutu Altha karena dia tau kalau Yaris menyukai Riri.
"Cari tuan putri sampai ketemu sekarang juga." perintah Altha kepada semua anak buahnya yang ada dikediaman.
Jiyang dan yang lainnya langsung berpencar mencari keberadaan Riri yang tiba - tiba saja menghilang dari kediaman dan tanpa diketahui oleh semua orang, bahkan Jiyang dan Yaris juga tak tau kemana perginya Riri.
Dalam istana itu suasana seketika hanya ada kepanikan dan kekhawatiran mendalam dari Altha atas kehilangan istrinya yang sudah 3 hari ini tak dia lihat dan sangat dia rindukan.
...***...
Nb : Halo semua 🖐️
Maaf baru bisa nyapa kalian semua, kalau sering absen untuk up mohon maaf dan untuk yang minta crazy up juga maaf belum bisa karena waktunya masih dibagi - bagi dan juga lagi kurang enak body jadi butuh banyak istirahat 😴
Tapi semoga cerita ini bisa menghibur kalian semua ya dan menemani waktu santai kalian semua walau ceritanya sedikit oleng. Terima kasih atas dukungan kalian semua, karena jejak yang kalian tinggalkan adalah semangat bagi K.J 😂
__ADS_1