Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )
68. Bidadarinya Abang.


__ADS_3

"Kamu benar-benar keterlaluan Naura. Papa malu sekali dengan kelakuanmu itu"


"Naura hanya rindu Abang saja pa"


"Papa tau, tapi istri bang Rival belum tau wajah kamu. Pasti dia syok sekali dengan kelakuanmu"


"Naura khan nggak ngapa-ngapain pa, hanya rindu Abang" kata Naura menegaskan.


"Dan papa bilang itu nggak boleh Naura. Cukup!!!!" tegas Pak Suherman.


***


"Ibu mau masak apa hari ini?" tanya bi Iroh.


"Biar saya yang masak ya bi. Kemarin Abang nggak makan banyak seperti biasanya" kata Shila.


"Iya Bu, ya sudah.. bibi yang siapkan bahannya saja ya"


Shila tersenyum mengangguk. Sungguh ia masih merasa pusing dan cepat lelah dalam beraktifitas, tapi Shila paham..ia adalah seorang ibu dan seorang istri yang punya tanggung jawab mengurus keluarga.


"Mama.. ayo main lempar bola di halaman" Ajak Abrian dan Lilan.


"Di teras saja ya sayang. Kalau di halaman mama nggak kuat berdiri" kata Shila.


"Iya ma" jawab anak-anak.


Shila melempar bola perlahan agar bisa di tangkap oleh Lilan dan Abrian. Sinar matahari yang menyorot ke arah rumahnya membuat Shila bertambah mual.


Tak lama Rival pulang ke rumah bersama Arben. Keluarga kecil itu berkumpul dengan bahagia. Rival memberi sekantong es krim untuk ketiga buah hatinya.


"Jangan berebut, papa sudah belikan satu-satu" kata Rival.


"Pusing ma?" tanya Rival. Shila mengangguk tidak ingin menatap matahari.


"uuhh.. kasihannya istri Abang" Rival mengangkat Shila sampai ke dalam kamar. Anak-anak berjingkrakan melihat papa dan mamanya mesra seperti itu.


Bibi tersenyum dari dapur melihat majikannya seolah jauh dari malapetaka dan bahaya.


"Bapak mau kopi?" tanya bibi.


"Nggak bi, saya lagi pengen minum es kelapa muda. Ikutan ngidam saya nih" kata Rival sambil masuk ke dalam kamar.


Tak lama Oka datang membawa es kelapa muda. Mata Rival langsung berbinar ingin segera menikmati es kelapa muda itu.


Oka tertawa melihat ekspresi Rival yang sangat senang walau hanya mendapat es kelapa muda.


"Kamu darimana? tumben keluar jam dinas?" tanya Rival pada Oka.


"Sini sekalian minum es kelapa. Siang bolong santai dulu lah" ajak Rival.


"Saya langsung kembali ke mesa saja bang" tolak Oka dengan wajah lesu.


"Kenapa kamu? bilang sama Abang" tanya Rival yang mengira Oka ada masalah dengan pekerjaannya.


"Saya baru ambil jaket saya bang, dan saya menghajar Handi.. pacarnya Naura" jawab Oka masih kesal.


"Haah" Rival terperanjat kaget.


Shila berlari ke kamar mandi, dan pembicaraan itu terputus sementara.


"Abang belikan es kelapa tuh. Mau minum nggak?" tanya Rival merawat istrinya yang masih mabuk.


"Nggak bang, semua rasanya pahit" tolak Shila.


"Istri saya sudah makan bi?" tanya Rival pada bibi yang sedang menyetrika pakaian.


"Belum pak" jawab bibi singkat.

__ADS_1


"Tuh khan. Ayo makan sama Abang! Kamu bisa di opname lagi kalau begini terus dek" cemas Rival.


-_-_-_-


Oka melihat Rival telaten menyuapi istrinya. Memang Shila sangat sulit untuk makan.


"Kapan aku bisa mencurahkan kasih sayangku untuk istri tercinta. Rasanya iri lihat Abang" gumam Oka dalam hati.


Anak-anak berlarian di dalam rumah. Mereka mulai bermain di ruang tengah.


"Kalian sudah makan?" tanya Rival.


"Sudah.. sama mama" jawab Abrian lantang.


Lilan datang menghampiri papanya bergelayut manja dan menciumi pipi papanya. Tangannya melingkar di leher Rival.


"Paaaa..." manjanya.


"Apa sayang" gemas Rival. Manjanya Lilan sungguh mirip Shila kalau sedang merajuk.


Lilan meraba kantong baju seragam loreng Rival.


"Weehh..bakat mama sudah turun nih. Cari apa hayoo!!" Rival tertawa melihat tingkah putrinya.


"Duit.." seketika Oka tertawa melihat kepolosan Lilan.


Rival mengeluarkan uang berwarna ungu ( sepuluh ribu rupiah ) dari sakunya lalu menyerahkan pada Lilan.


"Nggak mau" tolak Rival.


"Lho.. kok nggak mau, dedek mau beli jajan khan?" tanya Rival.


Lilan masih menggeledah saku Rival hingga menemukan yang ia cari.


"Ini pa" kayanya menunjukan uang lima ribu rupiah.


"Kata mama yang ini aja yang bisa di buat beli di tante Andri. Makanan lainnya mama yang buat" jawab Lilan polos. Oka dan Rival tertawa mendengarnya.


"Ya sudah sana, bawa itu uangnya untuk beli jajan" ucap Rival sambil memberi uang ke Arben dan Abrian juga.


Shila menyandarkan keningnya di bahu Rival. Agaknya ia sudah tidak kuat berlama-lama duduk di sana.


"Masuk kamar sana dek. Nanti Abang nyusul!" kata Rival. Akhirnya Shila menurut dan tidur setelah berpamitan dengan Oka.


"Lanjut.. ada apa kamu tadi"


"Begini bang.. Saat saya mengambil jaket di kost milik Naura, saya melihat ada laki-laki masuk dalam kost Naura" kata Oka.


"Astaga.. dia di larang kost di luar sama papanya"


"Tapi itu kenyataan bang" jelas Oka.


"lanjut.."


"Pria itu mabuk dan mau berbuat hal buruk pada Naura. Akhirnya saya hajar bang"


"Astagfirullah.. terus Naura bagaimana???"


Oka diam. tapi Rival menangkap pasti ada sesuatu antara mereka berdua setelah itu.


"Maaf.. Naura merepotkan mu" sesal Rival.


"Oya.. Abang panggil saya kesini ada apa?" tanya Oka.


Rival tersenyum memainkan alis pada Oka.


***

__ADS_1


Ibu-ibu mengadakan acara arisan gabungan tutin, tapi acara itu tidak seperti biasanya. Ruang aula di setting indah sekali. Aura romantis bertabur mawar berhamburan di sepanjang lantai.


"Ada acara apa ya mbak? di group tidak ada info kunjungan dan sebagainya?" tanya Shila pada ibu Danyon.


"Ya arisan gabungan biasa dek" kata mbak Murni istri Danyon.


Shila masuk ke dalam aula itu. Sudah banyak para ibu dan anggota duduk berjajar dengan pasangan masing-masing kecuali yang suaminya sedang berdinas.


Hamparan kelopak bunga mawar disana begitu indah dan wangi. Shila yang melangkah disana sedikit baper. Siapa gerangan yang mengubah ruangan menjadi seindah itu.


Sisi dinding nampak ada tirai yang menutup bingkai foto, terbuka satu persatu mengikuti langkah Shila.


Foto dirinya yang sangat cantik. Shila tertegun dan mengingat.. kapan ia berpose seperti itu.


Denting piano membuat Shila mengarahkan pandangan pada sumber suara.


"Untuk istri Abang tersayang.. happy anniversary beib" senyumnya.


Nada mengalun indah, Suara Rival ikut menghanyutkan seisi ruangan dengan suara merdunya.


🌹🌹🌹


Berdiriku disini hanya untukmu


Dan yakinkan ku untuk memilihmu


Dalam hati kecil ku inginkan kamu


Berharap untuk dapat bersamamu


Aku 'kan ada untuk dirimu


Dan bertahan untukmu


Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku


Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku


Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku


Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku


Dalam hati kecil ku inginkan kamu


Berharap untuk dapat bersamamu


Aku 'kan ada untuk dirimu


Dan bertahan untukmu


Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku


Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku


Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku


Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku...


🌹🌹🌹


Sebenarnya Shila tak tahan untuk tetap berdiri disana, ia ingin memeluk Rival tapi ia cukup tau diri, di ruangan itu tidak hanya ada mereka berdua.


Rival membawa bunga indah dan menghampiri istrinya yang mulai salah tingkah. Pipi memerah tak bisa di kondisikan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2