
Tidak ada yang lebih gila daripada pria ini!
.
.
.
"Apa yang kau lakukan di sini tuan Winston? Apakah kau sungguh tidak peduli dengan sesuatu yang disebut etika dan privasi?" tanya Agatha sarkas begitu melihat pria WInston itu duduk santai di ruangannya.
"Aku tahu dan peduli Agatha, tapi aku tidak bisa menahan diri jika itu berkaitan denganmu."
Omong kosong apa yang sedang pria ini katakan! — batin Agatha mulai kesal.
"Dengar tuan Winston, aku tidak punya waktu untuk berbincang denganmu. Ada banyak hal yang harus ku urus jadi jika tidak ada kepentingan lagi, kau bisa pergi," Agatha kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan keluar sebelum lengannya ditahan oleh pria yang kini ada di belakangnya itu.
"Kenapa kau selalu tidak pernah menyambutku dengan ramah, Agatha? Aku datang karena khawatir padamu."
"Hentikan omong kosongmu tuan Winston, aku tidak punya waktu."
"Baiklah, tapi dengarkan aku dulu. Aku datang karena kudengar terjadi kebakaran di pusat farmasi MediCe."
"Darimana kau tahu hal ini?" tanya Agatha terkejut karena masalah internal ini harusnya hanya diketahui olehnya, Joshua dan beberapa orang yang berkepentingan. Bagaimana pria ini bisa tahu?
"Aku tahu segala hal yang berkaitan denganmu, Agatha. Dan berhentilah menatapku dengan curiga karena aku tidak melakukan apapun yang salah di sini."
Agatha memperhatikan pria di hadapannya itu dan mempertimbangkan segala kemungkinan kenapa pria ini selalu ikut campur dalam hidupnya, bahkan setelah dua bulan kesibukannya dan sempat mengira pria ini sudah menyerah dan menghilang, nyatanya pria itu ada di sini sekarang.
Melihat wanita di hadapannya itu tidak berniat untuk bicara atau menyelanya, Christoper melanjutkan, "Aku sudah bertanya pada tuan Sanders sebelumnya tentang apa yang terjadi dan kulihat dia begitu sibuk saat aku datang kemari tadi."
"Kau bertemu Joshua?"
"Ya, tadi dia di sini dan mengijinkanku masuk kesini, jadi aku tidak membobol ruanganmu," jawabnya dengan senyum manis di ujung bibirnya.
Mendengar itu Agatha tidak bisa untuk tidak berpikir bahwa Joshua sudah gila karena membiarkan pria ini masuk ke ruangannya terlebih saat dia sedang 'beristirahat' menuruti sarannya. Apakah Joshua sudah tertipu oleh pria ini atau pria ini hanya berbohong?
__ADS_1
Bunyi klik membuyarkan pikiran Agatha dan membuatnya menoleh ke arah pintu, mendapati Joshua tengah masuk dengan ponsel di telinga dan satu tangan membawa beberapa berkas. Melihat dua orang di hadapannya terlihat dalam tensi yang tegang, pria itu segera menyudahi sambungan teleponnya.
"Kau sudah bangun? Aku sudah menghubungi Gabriel dan ayahmu begitu juga direksi," ucapnya santai namun segera diam saat melihat tatapan tajam Agatha, "Apa?" tanyanya.
Agatha berjalan maju kemudian tangannya meraih bagian depan kemeja Joshua dan mendorongnya beberapa langkah, "Kau! Apa kau sudah kehilangan kewarasanmu Josh? Bagaimana bisa kau membiarkan orang asing masuk ke ruanganku di saat aku tidur!" geramnya pada Joshua yang sedikit terkejut namun tetap bersikap tenang.
"Bukankah beberapa waktu yang lalu kalian bersama saat aku datang ke apartemenmu di pagi hari? Itu bukan sikapmu terhadap orang asing juga, Agatha. Dan kupikir bukan masalah jika aku meminta tuan Winston menunggumu di dalam karena dia datang untuk menawarkan bantuan," jelasnya sambil pelan-pelan melepaskan tangan Agatha dari kemejanya. Sungguh Joshua sudah hapal dengan temperamen Agatha.
"Apa maksudmu dan kenapa kau sembarangan mengatakan situasi internal kita pada orang asing?"
"Yah, well karena kupikir kalian sudah dalam 'tahap dekat' lagipula dia calon tunanganmu dan yang terpenting dia adalah keluarga Winston yang tidak mungkin melakukan hal buruk pada kita."
Agatha hampir mengajak duel sahabatnya itu jika dia tidak ingat ada orang lain selain mereka berdua di ruangan ini. Bagaimana mungkin sahabatnya ini dengan mudah menaruh kepercayaaan pada orang yang baru dikenalnya? Padahal Agatha belajar dari Joshua untuk tidak mudah percaya pada orang lain.
"Kemarilah, aku akan menjelaskannya," Jsohua kemudian duduk di sofa ruang tamu diikuti Agatha dan Christopher.
Joshua menjelaskan hasil pembicaraannya dengan Gabriel dan tuan Anderson sebelumnya tentang kecelakaan dan masalah MediCe bahwa mereka terpaksa harus menunggu bantuan dari pusat pengembangan mereka di Swiss.
"Tapi Josh, itu akan memakan waktu lama. Dan Senna Rod tidak bisa menunggu selama itu," sela Agatha karena meskipun solusi itu digunakan, pusat pengembangan mereka di Swiss bisa mengerahkan segalanya tetap saja itu tidak akan cukup karena di sana jauh lebih kecil dari MediCe dan itu tidak akan bisa memenuhi setengahnya. Mereka tidak bisa mendapatkan dari pusat farmasi lain karena produksi untuk Senna Rod adalah pengembangan khusus.
"Penawaran apa?" Agatha memandang Joshua tajam apalagi ini ada hubungannya dengan Winston.
"Aku dan tuan Winston bertemu saat dia datang tadi, aku tidak tahu bagaimana dia mengetahui masalah internal kita tapi dia menanyakan kejadiannya lalu kemudian menawarkan bantuan. Dan mengenai isi penawaran itu sebaiknya tuan Winston sendiri yang menjelaskannya," ujar Joshua mempersilahkan Christopher yang sejak tadi diam menyimak.
"Kau kesulitan untuk segera membuat suplai obat untuk Senna Rod yang harus segera dikirim, dan seperti yang kalian katakan jika harus ke Swiss akan memakan waktu lebih lama dan kemungkinan besar Senna Rod mengalami akibat yang fatal. Jadi aku ingin membantu."
Agatha menatap pria dihadapannya itu dengan curiga, "Bantuan apa yang kau tawarkan? Katakan saja apa yang kau mau karena aku yakin bantuanmu pasti tidak gratis," sahut Agatha masih dengan raut wajah menilai.
Christopher tersenyum simpul hingga lesung pipinya terlihat sekilas, "Kau memang sungguh wanita luar biasa Agatha, Kau tahu dengan pasti apa yang disebut kerjasama."
Agatha mendengus mendengar hal itu kemudian melipat tangannya didepan dada, sudah dia duga bahwa semua pria itu sama saja. Mereka hanya menginginkan keuntungan dari sebuah hubungan yang dari sudut pandang Agatha itu disebut parasit. Akhirnya setelah semua usaha mendekatinya pria ini mengutarakan maksud aslinya, sungguh mudah ditebak dan Agatha sudah muak dengan manusia jenis seperti ini.
"Aku akan meminjamkan laboratorium pribadiku untuk kalian sehingga kalian bisa membuat persediaan suplai untuk Senna Rod, tidak perlu jauh-jauh ke Swiss dan membuang waktu."
"Meminjamkan? Apa aku tidak salah dengar tuan Winston? Karena tidak masuk akal jika pemilik pusat farmasi Hellig meminjamkan laboratorium pribadinya. Kau sungguh pria yang buruk tuan Winston, disaat seperti ini kuharap kau tidak mempermainkan kami."
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud begitu, laboratorium pribadiku bukan tempat penelitian Hellig karena hanya digunakan oleh orangtuaku selama ini dan aku bisa menjamin keamanan serta kerahasiaannya."
Agatha menatap pria di hadapannya itu penuh pertimbangan sebelum akhirnya dia berpaling pada Joshua yang balas menatapnya dengan tatapan 'ayolah terima saja sebelum krisis besar melanda kita' seperti itu.
"Maaf tapi aku tidak bisa begitu saja memindahkan orang-orangku ke laboratorium asing yang kemungkinan besar bisa menyadap dan mencuri kerahasiaan kami."
"Agatha!" protes Joshua yang kini menatapnya tidak percaya, "Kita tidak bisa mendapatkan penawaran seperti ini dari perusahaan orang lain. Kita membutuhkan penanganan cepat untuk Senna Rod."
"Josh, kau sudah gila? Maksudmu aku harus begitu saja percaya pada pria ini? Kau lupa bahwa kerahasiaan kita menjadi jaminannya? Apa yang membuatmu yakin pihaknya tidak akan mencuri apapun dari kita?"
"Agatha, dia adalah keluarga Winston. Jaminan apa lagi yang kau butuhkan untuk percaya? Lagipula Gabriel dan ayahmu sudah mempertimbangkannya."
"Bahkan keluarga terhormat sekalipun bisa melakukan sesuatu yang buruk. Aku tidak mau mempertaruhkan milikku dengan ketidakpastian seperti ini. Akan kucari bagaimana penyelesaian untuk ini."
"Agatha, pikirkan dulu. Aku tahu kau bisa melakukan segalanya tapi saat ini kita dikejar oleh waktu," bujuk Joshua yang menatap Agatha dengan serius.
Christopher yang sejak tadi diam mengamati dua orang ini berargumen tampak menikmati, dia cukup terkesan dengan sikap keras kepala Agatha dan juga sosok Joshua yang ternyata bisa menghadapi Agatha. Sepertinya mereka berdua bahkan melupakan kehadirannya di sini.
"Ehem, maafkan aku harus menyela tapi kuharap kalian mempertimbangkan penawaranku karena banyak orang di Senna Rod yang hidupnya bergantung pada keputusan kalian," kalimatnya itu pada akhirnya menghentikan keduanya dan kembali fokus padanya.
"Apa kondisinya?" tanya Agatha.
"Aku tidak meminta keuntungan yang akan merugikan kalian sedikitpun, aku memintanya darimu secara pribadi Agatha, bukan dari perusahaan," mendengar itu ekspresi diwajah Agatha berubah menjadi lebih dingin.
"Apa yang kau inginkan?"
Christoper tersenyum dan memajukan tubuhnya, menumpu siku pada kedua lututnya, "Aku ingin kau menerima lamaran dariku."
.
.
.
Riexx1323.
__ADS_1