Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Masa Lalu Yang Datang Kembali


__ADS_3

...Tidak pernah ada yang tahu seberapa dalam atau dangkalnya hati manusia. Itu adalah bagian dari rahasia yang tidak bisa begitu saja dengan mudah diselami....


...Begitu juga dengan masa lalu, tak pernah ada yang tahu abu-abu atau hitam kelam jejak lalu seseorang. Tapi masa lalu biasanya meninggalkan sisa-sisa penyesalan yang harus ditutupi dan dikejar dengan penebusan lebih baik di masa depan....


.......


.......


.......


Hari ini tanggal 4 Oktober dimana tepat satu tahun yang lalu dia mengucap sumpah di depan wanita yang dicintainya.


Ya, tidak terasa waktu berlalu dan sudah satu tahun mereka menjadi suami istri. Dan Christ merasa 'cukup' bahagia dengan itu karena kehidupan rumah tangga mereka masih tidak sepenuhnya lengkap.


Seperti yang kalian tahu bahwa mereka sudah berjanji untuk tidak menyentuh lebih dari skinship yang telah mereka sepakati. Bayangkan saja selama 1 tahun Christ harus berjuang menahan diri untuk mengerem dirinya dan tidak 'menyerang' istrinya tiba-tiba saat mereka bersama. Dia tidak ingin mengingkari janji meskipun itu sudah sangat cukup menyiksa. Tapi Christ bisa menerima karena menganggap ini bagian dari perjuangannya mendapatkan hati Agatha sepenuhnya.


Masih ada 1 tahun tersisa dari kesepakatan mereka, sekalipun dia sangat ingin menghapus kesepakatan itu dan menjadikan mereka selamanya.


Hari ini Christ berencana untuk mengajak Agatha makan malam, semoga saja dia bisa sampai tepat waktu karena dia sekarang ada di Manhattan, New York. Bukan waktu yang singkat untuk pulang kan?


Sebenarnya dia sendiri cukup kesal kenapa jadwal pekerjaannya harus di tanggal ini, dan dia tidak bisa begitu saja meminta Leon untuk menggantikannya karena sepupunya itu sekarang ada di Jepang.


Dia tahu istrinya itu mungkin lupa pada tanggal ulang tahun pernikahan mereka. Agatha juga pasti tidak memperhatikan hal-hal seperti itu mengingat istrinya nyaris tidak menandai kalender jika bukan karena ada kontrak atau janji yang berkaitan dengan pekerjaan. Itu saja sudah dibantu oleh Joshua. Kadang Christ merasa sangat bersyukur ada Joshua di sisi istrinya meskipun dia juga kadang merasakan iri namun setidaknya ada seseorang yang bisa dipercayainya saat dia sendiri sibuk dengan pekerjaan seperti sekarang.


Dia dan Arthur sudah ada di sini sejak dua hari yang lalu, karena urusan mereka saat ini cukup memakan waktu. Dan seharusnya hari ini adalah hari terakhir.


Arthur baru saja masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu seperti biasa dengan pakaian yang sudah rapi.


"Pergi sekarang?" tanyanya.


"Sebaiknya iya, karena menurut pihak Lewis nanti tuan Gerald akan datang. Aku sendiri tidak yakin apakah orang itu benar-benar akan datang," gerutu Arthur yang tampaknya sudah bosan dengan perkara menunggu.


"Yah, orang itu selalu mengacaukan jadwal yang ada dengan muncul tiba-tiba atau membatalkan secara tiba-tiba," timpal Christ. "Kuharap dia datang kali ini meskipun sebenarnya tidak diperlukan karena perwakilan perusahaannya sudah menyerahkan dokumen pada kita berdasarkan persetujuannya juga kan?"


"Entahlah, selalu seperti itu kan? Andai dia bukan klien besar aku pasti sudah tidak mau menanganinya," ucap Arthur yang tampak menahan kesal.


Sejujurnya kakaknya ini memiliki sikap dan temperamen yang lebih mudah marah daripadanya. Arthur tidak sesabar Christ tapi itu tidak berarti dia orang yang jahat, hanya saja dia lebih berani dan cepat dalam mengambil keputusan maupun resiko yang ada di depannya.

__ADS_1


"Aku mau hari ini kita segera kembali, hari ini adalah anniversary pernikahanku. Aku ingin mengajak istriku makan malam untuk merayakannya," keluh Christ yang sudah bersiap mengambil kunci mobil. "Aku juga sudah sangat rindu padanya."


Arthur merotasikan bola matanya mendengar pengakuan dan keluh kesah sang adik. Sekalipun sudah menikah tapi di hadapannya kadang Christ masih seperti bocah.


"Dasar kekanakan, kau bukan lagi pengantin baru kenapa bertingkah menggelikan begitu?"


"Aku mencintai istriku setiap hari sama seperti saat masih baru menikah. Jadi aku masih merasa kami ini baru menikah."


Keduanya kini sudah sampai di lantai bawah dan sedang menuju basement tempat mobil mereka berada.


"Tapi Christ, ini sudah satu tahun kalian menikah. Kapan kalian akan memberiku keponakan?" tanya Arthur yang seketika menghentikan tangan Christ yang membuka pintu mobilnya.


"Ah, itu... nanti aku akan berusaha, haha," jawabnya dengan tawa yang terdengar kaku. Dan itu tidak luput dari perhatian sang kakak.


"Ada apa? Agatha tidak mau punya anak?" pertanyaan Arthur terdengar begitu menusuk untuk Christ.


Seandainya saja permasalahannya semudah itu.


Masalahnya utamanya adalah kami tidak saling berhubungan lebih dari sebatas peluk dan cium yang di sepakati.


Kalau bisa bahkan aku ingin segera punya anak, tapi bagaimana caranya jika kami bahkan tidak 'tidur' bersama?


Seandainya mereka tahu apa yang terjadi diantara kami, aku yakin mereka akan menghadiahi dengan sumpah serapah dan aku tidak mau mereka menyalahkan Agatha.


Keduanya hanya diam selama perjalanan mereka menuju kantor. Arthur yang sibuk dengan pekerjaan sementara Christ menyetir dengan isi pikiran yang kusut.


Harusnya hari ini dia mempersiapkan hati yang bahagia di hari anniversary mereka, bukan malah terganggu dengan pertanyaan Arthur sebelumnya.


.


.


.


Sudah 45 menit mereka berada di ruangan ini bahkan kopi yang semula panas kini sudah dingin karena tidak di sentuh sama sekali oleh kedua pria yang kini meneliti berkas data dengan wajah tertekuk kesal.


Benar, meeting dengan perusahaan sudah selesai sekitar 45 menit yang lalu sampai sekretaris pribadi dari tuan Gerald datang dan mengabarkan sang tuan dalam perjalanan menemui mereka dan meminta kedua pria itu untuk menunggu.

__ADS_1


"Apa kita perlu menunggu lebih lama?" kesal Christ yang sedari tadi sibuk memandangi jam tangannya dengan gelisah. "Kita akan ketinggalan waktu penerbangan kalau begini."


"Menurutmu aku tidak kesal? Aku sungguh ingin pergi sejak tadi. Alea sejak tadi sudah mengangguku dengan menelepon. Dia mau papanya ini cepat pulang." 


Alea adalah putri semata wayang Arthur yang berusia 4 tahun dan Christ tahu betapa menggemaskan keponakannya itu. Tidak heran jika kadang Arthur rela mengorbankan waktunya untuk lembur demi menemani putri kecilnya di jam-jam tertentu.


"Apa kita pergi dan katakan pada sekretarisnya kalau kita harus mengejar waktu penerbangan?" usul Christ yang sudah tidak tenang.


Dan setelah menimbang beberapa saat Arthur bangkit berdiri membuat adiknya itu menghela napas lega karena akhirnya mereka bisa pulang.


Tepat saat akan membuka pintu keduanya dikejutkan oleh daun pintu yang lebih dulu membuka dan orang yang sedari tadi mereka bicarakan muncul di depan pintu.


"Winston, kalian mau kemana?" tanya pria tua itu tanpa rasa sungkan dan justru menyunggingkan senyum yang membuat kakak beradik itu kesal.


"Maaf tapi kami harus segera pergi tuan Gerald, kami sudah menunggu anda lebih dari 45 menit dan kami harus buru-buru mengejar jadwal pesawat," jawab Arthur tegas, terlihat pria itu sudah kehabisan kesabaran.


"Jangan begitu tuan Winston, kita sudah lama tidak bertemu dan kali ini kita melakukan sebuah kerjasama besar. Aku sudah meluangkan waktuku untuk menemui kalian," ujar pria itu tanpa malu.


"Anda sudah membuang 45 menit waktu kami. Maaf," Arthur terlihat tidak ingin melanjutkan ini lebih lama lagipula perjanjìan kerjasama mereka sudah ditandatangani dengan sesuai.


"Maafkan aku soal itu, karena aku harus memenuhi keinginan seseorang yang ingin sekali bertemu dengan kalian khususnya kau, Winston muda." ucapnya beralih pada Christ.


"Apa maksud anda?"


Dan dengan senyum lebar pria tua itu membuka pintu untuk mempersilahkan seseorang masuk.


"Hai, Christ. Lama tidak berjumpa," sapa seorang wanita cantik dengan rambut hitam sebahu yang kini melangkah mendekati Christ kemudian tiba-tiba mencium pipinya di hadapan semua orang.


"I miss you, Babe."


Dan Christ merasa seperti orang bodoh, berdiri diam di sana seolah terhipnotis dan membiarkan hal tidak sewajarnya itu terjadi. Otaknya seketika seolah berhenti berfungsi.


"Neona?" ucapnya lirih ketika netranya bertatapan langsung dengan manik biru gelap wanita yang baru saja menciumnya tanpa ragu itu.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2