
...Akan selalu ada saatnya manusia dihadapkan pada pilihan yang sulit....
...Pilihan yang sebenarnya tidak diinginkan sama sekali....
.......
.......
.......
Joshua membolak balik beberapa berkas yang ada di tangannya sejak tadi. Informasi pribadi dari Neona Walker yang didapatkannya tadi pagi. Tidak banyak hal istimewa namun ada fakta mengejutkan yang dia temukan disana.
Neona Walker adalah mantan tunangan Christ yang dibatalkan karena pertengkaran diantara mereka dengan alasan tidak jelas. Sempat dikabarkan menghilang setelah pembatalan pertunangannya dengan Christ. Anak dari keluarga pengusaha biasa dan tidak tergolong konglomerat seperti pamannya Gerald. Mendapatkan pendidikan yang cukup baik dari sekolah elit dan bergengsi. Dan yang membuat Joshua tertarik adalah fakta bahwa Neona tercatat mendapatkan pendidikan di kampus yang sama dengan Christ di Oxgard University selama mereka berstatus sebagai tunangan.
Oxgard University.
Dan itu artinya Christ tidak berada di Skotlandia seperti informasi yang di dapatkannya. Ini hampir sama dengan informasi yang didapatkannya dari racauan mabuk Leon dulu.
Tahun yang ditunjukkan sama dengan periodenya dan Agatha saat mereka menjadi mahasiswa. Apa mungkin mereka dulu berada di satu universitas yang sama?
Apa ini?
Kenapa informasi satu dan lainnya tidak memiliki kecocokan. Dua kali penyelidikannya pada Christ mendapatkan hasil yang sama bahwa pria itu mendapat pendidikan kuliahnya di Skotlandia. Tapi kenapa pada berkas Neona dikatakan sebaliknya?
Fakta ambigu ini membuatnya resah dan tidak tenang. Kenapa muncul kejanggalan pada Christ setelah selama ini?
Informasi siapa diantara mereka yang merupakan kebenaran? Neona atau Christ?
.......
.......
.......
"Jadi bagaimana Josh, kau mendapatkan informasi yang kuminta?" tanya Agatha saat mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju kantor Gabriel.
"Yang mana?"
"Tentang Neona Walker."
"Oh, sudah. Maaf aku belum sempat memberitahumu," ucapnya meminta maaf dengan sebuah senyuman manis pada sahabatnya itu membuat Agatha memutar bola matanya jengah.
"Kau sudah tidak menjadikanku prioritasmu, Josh."
"Bukan begitu Agatha, kalimat itu lebih cocok kau katakan pada dirimu sendiri karena sekarang kau sibuk dengan Christ dan melupakanku. Tapi aku tidak masalah karena dia suamimu," ujar Joshua yang langsung mendapatkan tinjuan kecil dari Agatha.
"You're still my favorit one Joshie."
__ADS_1
"Glad to hear that, Sweetheart," keduanya lantas tertawa kecil menikmati setiap momen yang mereka ciptakan.
Joshua sengaja tidak memberitahu Agatha dan bersikap seolah lupa pada informasi tentang Neona. Dia tidak yakin bagian mana yang harus disampaikannya lebih dulu. Dia tidak mau membuat salah paham dalam hubungan sahabatnya jika informasi yang diperolehnya tidak akurat kebenarannya.
"Jadi bagaimana?"
Joshua menoleh pada Agatha lantas mengusap puncak kepalanya dengan lembut, "Sebelumnya janji tidak akan marah dan kesal pada Christ, Oke?"
"Memangnya informasi apa? Lagipula kenapa aku harus marah pada Christ? Aku tidak—" mencintainya — Agatha menghentikan kalimatnya, dia melupakan fakta bahwa sahabatnya ini tidak tahu hubungan sesungguhnya antara dia dan Christ. "Aku tidak akan marah," lanjutnya
"Baiklah kalau kau bilang begitu. Neona adalah mantan tunangan Christ," lanjut Joshua sambil menatap sahabatnya mengantisipasi perubahan emosinya.
Agatha hanya diam beberapa saat, "Oh, pantas saja bersikap akrab pada ibu," ucapnya kemudian.
"Tapi apa kau tahu kenapa mereka membatalkan pertunangannya? Jika melihat sikap ibu sebelum ini sepertinya itu bukan sesuatu yang baik."
"Aku hanya tahu mereka membatalkannya karena ketidakcocokan dan bertengkar," jawab Joshua pada akhirnya, sebaiknya dia memberitahu Agatha hanya sebatas ini. Sisanya nanti setelah dia mendapatkan informasinya sendiri.
"Christ tidak pernah menceritakannya padamu?"
"Tidak," jawab Agatha pendek.
Menatap pemandangan yang mereka lewati dari luar jendela, Agatha hanya diam. Kemarin setelah pulang menemani ibunya, Agatha menanyakan pada Christ tentang pertemuannya dengan Neona. Christ hanya mengatakan kalau Neona adalah wanita yang pernah dekat dengannya dan tidak mengatakan bahwa mereka sempat bertunangan. Dan saat Agatha menanyakan tentang perubahan sikap ibunya pada wanita itu, Christ hanya menjawab itu karena ibunya tidak menyukai Neona. Hanya itu jawaban yang didapatkannya dari suaminya. Itupun dijawab Christ dengan penuh keengganan.
Apa salahnya mengatakan hal yang jujur padaku?
Apa dia berpikir aku akan marah dan cemburu?
Jika dia menutupinya seperti ini bukankah artinya dia menyembunyikan sesuatu dariku?
Tanpa sadar Agatha menghembuskan napas dengan kesal.
Joshua yang masih fokus menyetir hanya bisa tersenyum kecil melihat sahabatnya itu kesal karena cemburu. Iyakan cemburu? Apalagi namanya jika bukan cemburu jika mendengar hubungan masa lalu suaminya?
Mengulurkan tangan kanannya kembali untuk mengusak puncak kepala sahabatnya itu dengan gemas membuat si empunya semakin tampak kesal.
.......
.......
.......
Christ menatap tidak sabar ke arah pintu ruangan tempatnya berada sekarang. Dia tidak ingin berada di tempat ini jika bukan karena pesan yang dikirmkan Neona padanya tadi pagi.
Ya benar, wanita itu tadi pagi mengirimkan sebuah pesan padanya untuk bertemu. Bukan keinginannya untuk menuruti Neona tapi wanita itu memiliki ancaman yang selalu bisa membuat Christ terpaksa menurut.
Sepuluh menit menunggu yang membuat Christ kehilangan kesabaran hingga akhirnya pintu itu bergeser terbuka menampilkan sosok wanita berambut pendek yang melangkah ringan menghampirinya.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau benar-benar datang, Christ," wanita itu tersenyum mengulurkan tangannya pada Christ bermaksud untuk memeluk namun ditolak oleh Christ.
"Jangan macam-macam, Neona."
"Uh, kau jadi semakin dingin saja. Bukankah seharusnya kau bersikap lebih hangat padaku karena setelah memutuskanku kau sekarang berhasil mendapatkan obsesimu untuk menikahi wanita itu?" ucap Neona dengan nada mengalun seolah mengejek.
"Jangan bicara omong kosong. Agatha bukan obsesi bagiku, Neona."
"Oh ya? Sepuluh tahun waktu yang kau habiskan hanya untuk mengejarnya bukankah itu disebut obsesi?"
Christ tidak menjawab hanya raut wajahnya berubah menjadi dingin dengan tatapan terkunci pada wanita di hadapannya itu.
"Apa istrimu itu tahu tentang hal itu? Bahwa kau sudah sepuluh tahun mencintainya sampai-sampai mengorbankan nyawa seseorang."
"Hentikan ucapanmu, Neona!" ucap Christ dengan suara keras membentak namun tidak membuat wanita dihadapannya itu takut.
"Melihat dari reaksimu sepertinya wanita itu tidak tahu ya? Lagipula mana mungkin dia mau menikah dengan pria yang sudah membunuh—"
"HENTIKAN!"
Christ berteriak bahkan tangannya refleks melingkari leher wanita itu dan membuat Neona mundur beberapa langkah. Tapi lagi-lagi Neona tidak tampak takut dengan tangan Christ mencekik lehernya, justru wanita itu tertawa kecil.
"Kau benar-benar sudah gila ya, Christ? Tapi anehnya aku justru semakin menyukaimu."
Christ menahan diri untuk tidak mengeratkan jari-jarinya di leher Neona dan membuat wanita itu berhenti bicara. Napasnya sudah memburu meskipun dia berusaha untuk tetap tenang.
"Jangan pernah menyebut hal itu lagi, Neona. Kuperingatkan kau!" geramnya dengan tatapan yang seperti ingin membunuh.
"Kenapa? Kau takut istri tercintamu itu tahu?"
Neona tertawa ringan sementara tangannya berusaha melepaskan cengkraman Christ pada lehernya. Baginya sosok Christ dengan emosi tidak terkontrol adalah hal yang biasa.
"DIAM."
Christ mendekatkan kepalanya dan berbisik tepat ditelinga wanita itu, "Kuperingatkan Neona. Jika sampai Agatha atau orang lain tahu maka aku akan membunuhmu."
"Aku menyimpan rahasia ini untukmu tapi malah membuangku. Apakah masih wajib bagiku menjaganya untukmu lagi? Dan apa menurutmu setelah kau mencampakanku, kehidupanku menjadi lebih baik, Christ? Kau membuatku hancur, Christ."
"Katakan apa maumu, Neona. Aku yakin kau mengancamku dengan fakta itu untuk mendapatkan sesuatu," geram Christ yang kini kepalanya sudah pusing karena menahan emosi.
Neona tersenyum penuh kemenenangan, dia tahu Christ tidak akan bisa menyakitinya lebih dari ini. Wanita itu mendekatkan wajahnya pada Christ hingga bibirnya berjarak beberapa senti dari milik pria itu.
"Bagaimana jika membuat sebuah kesepakatan?" bisiknya tepat sebelum bibirnya menyapu ringan milik pria yang hanya diam dengan tangan terkepal erat menahan agar tidak mendorong Neona dan melukai wanita itu.
.
.
__ADS_1
.
Riexx1323.