Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Bertemu


__ADS_3

...Every step I'm taking, Every move I make feels lost, with no direction, My faith is shaken, But I, I got to keep trying......


...- Miley Cyrus - The Climb -...


Christ menatap sosok Agatha dari pantulan kaca dimana istrinya itu sedang bersiap-siap pergi. Dia tiba-tiba saja diminta sang ibu untuk mengantarkan istrinya itu ke mansion mereka.


"Sunshine, hari ini kau mau pergi bersama ibu?"


"Ya, ibu memintaku menemaninya."


"Kenapa tidak bilang dulu padaku?"


"Memangnya kenapa? Aku hanya pergi menemani ibumu, bukan sesuatu yang harus kukatakan juga kan."


"Tapi ini acara yang berbeda, aku tahu kau sering datang ke acara yang lebih besar dari ini, tapi lingkungan pekerjaan ibu terlalu berat, aku yakin kau tidak akan menyukainya."


Agatha menoleh dan memandang pria yang berdiri di belakangnya itu. Christ agak aneh, dia tidak pernah melarang apapun selama ini. Lagipula ini bersama ibunya sendiri, kenapa dia terlihat terganggu?


"Tidak biasanya kau seperti ini, memangnya ada apa?"


Christ bingung bagaimana menjawab karena jelas dia melarang Agatha ikut dalam acara yang dia yakin ada Neona di sana. Dia tidak bisa menjelaskannya ditambah ibunya tentu saja sudah sangat mengenal Neona dan jika mereka bertemu...


"Bukan melarang, hanya saja aku yakin kau tidak akan menyukainya. Aku sudah pernah ikut dan itu acara yang jauh lebih membosankan daripada semua pertemuan bisnis yang kau hadiri selama ini," ucapnya mencoba terdengar tidak mencurigakan. Dia tidak bisa membohongi Agatha seperti ini, rasanya aneh.


"Terimakasih sudah memikirkanku, tapi aku tetap akan pergi menemani ibu. Lagipula mencoba hal baru tidak ada salahnya kan?"


Christ akhirnya hanya mengangguk pasrah, apapun itu dia tidak mau hal buruk terjadi di sana. Apa sebaiknya dia ikut?


Tiga hari yang lalu Neona menghubunginya dan mengatakan akan menghadiri undangan dari organisasi medis yang akan mengadakan seminar kesehatan dan kecantikan yang mengundang beberapa perusahaan produk kecantikan yang tentu saja akan dihadiri Neona sebagai pemilik salah salah satu brand kosmetik dunia.


Awalnya Neona memaksanya untuk menemani dalam acara itu, namun niat wanita itu berubah setelah melihat daftar undangan yang ada. Dokter Cassandra Mere akan hadir sebagai tamu undangan juga yang artinya kesempatan wanita itu untuk menemui ibunya terbuka lebar.


Dari apa yang Neona katakan saja Christ tahu wanita itu pasti merencanakan sesuatu jika bertemu dengan ibunya, dan ditambah lagi ibunya mengajak Agatha untuk datang. Neona tidak mengetahui hal ini namun kejadian yang tidak baik pasti akan terjadi jika ketiganya bertemu. Christ tahu dia terlalu overthinking pada hal-hal yang belum pasti terjadi, tapi dia mengenal Neona yang pasti akan memanfaatkan keadaan untuk mengacaukannya.


Dengan terpaksa pria itu mengantar Agatha ke kediaman Winston menjemput sang ibu.


Christ berusaha untuk bicara pada ibunya begitu sampai di mansion, tapi sayangnya Arthur menyuruh mereka cepat berangkat. Dan kakaknya itu terlalu bodoh untuk mengerti bahasa isyarat dari matanya.


"Kalian sedang bertengkar?" tanya sang ibu karena merasa suasana mobil begitu hening setelah hampir 15 menit berjalan.


"Tidak, Bu," jawab keduanya bersamaan, membuat Ny. Winston mengernyit semakin curiga.

__ADS_1


"Kami tidak sedang bertengkar Bu, hanya saja-baiklah, aku yang bersalah. Maaf membuat suasananya jadi tidak nyaman."


"Kau apakan menantu ibu?"


Agatha tersenyum ketika sang ibu selalu lebih membelanya daripada putranya sendiri. Selalu seperti itu selama ini jika mereka berdebat.


"Ibu, aku tidak melakukan apapun—aku tadi hanya melarangnya untuk ikut," ucapnya memelan diakhir karena melihat tatapan mengancam sang ibu dari kaca spion.


"Kenapa melarang, kau pikir ibu akan melakukan apa pada menantu ibu ini? Kau keterlaluan Christ."


"Tidak Bu, aku hanya tidak mau Agatha akan bosan dan tidak menyukai acaranya. Aku pernah ikut ibu saat dulu dan aku hampir mati kebosanan di sana," ucapnya membela diri dan berharap kebohongannya tidak terdeteksi oleh kedua wanita yang disayanginya itu.


"Kau memang mudah bosan, lagipula ibu tidak akan membiarkan Agatha kebosanan," omel sang ibu. "Kau keberatan pergi dengan ibu, Sayang?" tanyanya menoleh pada Agatha.


"Tentu saja tidak. Christ hanya beralasan aneh saja hari ini, abaikan saja dia Bu," Agatha tersenyum sembari memeluk lengan sang ibu yang balas mengusap puncak kepalanya pelan.


Aku bukannya bersikap aneh, Agatha.


Aku hanya tidak mau kau bertemu dengannya.


Perasaanku tidak enak.


Setelah menurunkan ibu dan istrinya di lobi, dengan berat hati Christ pergi meninggalkan mereka.


Dia tidak mau terlihat posesif atau menekan jika dia mengikuti ibu dan istrinya kesana.


Yang perlu di waspadainya adalah Neona.


Dia benar-benar merasa serba salah untuk mengambil tindakan. Melarang dan membatasi Agatha hanya akan membuatnya terlihat mencurigakan tanpa alasan. Dan dia tidak mau berurusan lagi dengan Neona.


Lalu bagaimana?


Ini pertama kalinya Agatha pergi berdua dengan ibunya untuk menghadiri acara seperti ini.


Mereka memang tidak punya banyak waktu bersama selama ini karena jadwal yang tidak pernah bisa sesuai.


Sebenarnya sebagai dokter bedah Ny. Cassandra tidak berkepentingan langsung dalam acara ini. Hanya undangan dari beberapa relasi dan teman-teman sesama dokter.


Banyak orang yang baru pertama kali melihat Agatha tampak terpesona pada sosoknya yang anggun dan berwibawa, tentu dengan kesan dingin tak tersentuh yang masih sedikit terbawa.


Agatha sadar dia harus mengurangi sedikit aura yang biasanya dia tunjukkan saat bersama ibunya. Dia tidak boleh tampak dominan dari sang ibu.

__ADS_1


Tak banyak orang tahu statusnya sebagai menantu keluarga Winston, dan sebagian yang sudah mengenalnya sebagai 'Anderson' tampak terkejut dengan statusnya yang diperkuat oleh keluarga Winston.


Agatha bisa melihat reaksi orang-orang itu yang tiba-tiba memperlakukan mereka ramah dan penuh senyum, ada yang tampak sopan menghormati dan ada pula yang merasa tinggi hati memalingkan wajah iri dari mereka.


Agatha sudah terbiasa dengan segala macam ekspresi itu.


Saat pandangan orang berubah karena status, maka akan lebih banyak fake people yang muncul dan terlihat.


Agatha tahu pasti hal-hal seperti itu.


Ibunya ramah memperkenalkan dirinya pada beberapa rekan dan relasi, tampak bangga dengannya. Agatha cukup tersentuh dengan semua perhatian yang diberikan sang ibu, mengingatkannya pada sosok ibu kandungnya saat dia masih kecil dulu.


Tidak bisa dipungkiri olehnya, sosok ibu mertuanya itu sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri.


Mereka masih banyak mengobrol sembari menunggu acara yang akan dimulai 30 menit lagi. Tidak seperti acara yang biasa dihadirinya bersama Joshua dan Gabriel yang kaku dan penuh basa basi, suasana di sini lebih ringan dan tidak seberat yang dikatakan oleh Christ. Awas saja pria itu nanti, apa alasannya berusaha mencegahnya pergi?


Mereka baru akan berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan saat suara seseorang terdengar.


"Tante Cassandra!"


Panggilan itu sontak membuat yang dipanggil menoleh begitu juga dengan Agatha. Dan seorang wanita berambut pendek dengan senyum menghiasi bibirnya berjalan ringan menghampiri mereka.


Anehnya, berbanding terbalik dengan keceriaan di wajah wanita itu, Agatha bisa melihat wajah ramah ibunya sudah berganti menjadi dingin dan kehilangan senyumannya. Bahkan sorot kehangatan yang sedari tadi terpancar dari mata ibunya kini berubah gelap dan datar.


Sepertinya tidak ada yang menyadari perubahan itu bahkan wanita yang kini sudah berdiri di hadapan mereka itu tampak tidak terganggu karena senyum masih menghiasi bibirnya.


"Lama tidak berjumpa tante Cassandra, apa kabar?" sapa wanita itu kemudian memeluk sang ibu yang masih terdiam.


Agatha yang melihat itu sedikit heran.


Kenapa ibunya terlihat terganggu dan bersikap dingin?


Siapa wanita ini?


.


.


.


Riexx1323

__ADS_1


__ADS_2