Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Kekejian Dari Hal Yang Disebut Emosi


__ADS_3

...Aku tidak pernah tahu arti kebodohan sampai aku terjerumus di dalamnya....


...Begitu juga arti hukum sebab akibat yang sama sekali kulupakan karena aku hanya mengikuti sesuatu yang disebut hasrat dan emosi....


.......


.......


.......


Christ menghentikan langkahnya saat pemuda tunawicara itu mengeluarkan kamera dari dalam saku mantelnya.


Mengambil potret beberapa pemandangan malam yang mungkin terlihat bagus untuk diabadikannya. Terlihat antusias berjalan di beberapa sudut di sekeliling danau itu.


Christ hanya diam menatap dari balik sebuah pohon yang cukup besar. Dilihat dari manapun tidak ada hal yang membuatnya memahami kenapa Agatha lebih memilih Mikael daripada orang lain. Selain kejeniusannya hingga berada di fakultas kedokteran dengan beasiswa penuh tidak ada hal lain yang dinilainya lebih.


Tanpa sadar kakinya melangkah keluar dari tempatnya bersembunyi dan mendekati si pemuda tunawicara.


Mikael yang sedang sibuk dengan kameranya tentu terkejut dengan kehadiran Christ yang tiba-tiba ada di belakangnya.


Pemuda itu kemudian tersenyum menyapanya, lalu buru-buru mengeluarkan catatan kecil dari sakunya. Setelah menyimpan kameranya, pemuda itu kini sibuk menulis dengan cepat pada bukunya.


'Halo. Maaf tidak melihatmu sebelumnya. Kau salah satu dari kami kan? Sepertinya aku sering melihatmu mengikuti kegiatan sosial juga.'


Mikael menunjukkan catatan yang ditulisnya pada Christ.


Christ hanya membaca itu tanpa berniat menanggapi.


'Ah, maaf. Aku tidak bisa bicara. Kuharap kau tidak merasa terganggu denganku. Namaku Mikael.'


Setelah menunjukkan lagi apa yang ditulisnya, Mikael mengulurkan tangannya pada Christ.


"Maaf tapi aku tidak ingin berkenalan denganmu," ucap Christ dingin tanpa menyambut uluran tangan pemuda di hadapannya itu.


Christ bisa melihat pemuda di hadapannya itu memahami ucapannya dengan wajah terkejut dan kecewa, kemudian Mikael tersenyum tipis padanya.


'Maaf jika kau terganggu. Aku sedang menikmati suasana malam. Kau juga bisa menikmatinya.'


Setelah memperlihatkan catatannya lagi, Mikael berbalik untuk berjalan ke arah lain. Namun entah apa yang mendorongnya namun tiba-tiba Christ menghentikan langkah pemuda itu dengan sebuah pertanyaan.


"Kau senang bisa dekat dengan Agatha?"


Mikael sontak menoleh dan berbalik mendengar pertanyaan itu. Tatapannya menyiratkan keheranan namun tangannya kembali bergerak diatas catatannya.


'Kau mengenal Agatha?'

__ADS_1


Christ mendengus pelan dengan senyuman tipis di ujung bibirnya.


Pertanyaan bodoh apa itu?


Memangnya dia pikir Agatha itu siapa?


Hanya miliknya saja?


"Agatha bukan gadis sembarangan tapi banyak yang mengenalnya karena dia putri Anderson. Kau masih perlu menanyakan hal itu?" jawabnya terdengar sarkas.


Mikael tertegun, lalu kembali menulis.


'Bukan begitu maksudku, maaf jika membuatmu tidak nyaman. Kupikir kalian tidak dekat karena aku tidak pernah melihatmu bersama Agatha.'


"Jadi kau berpikir begitu? Kau harus mengenal teman-teman Agatha juga karena kau dekat dengannya?"


Mikael saat itu terlihat bingung karena pertanyaan tiba-tiba dari pemuda di hadapannya ini.


'Aku hanya mengatakan pemikiranku saja. Kau tidak perlu marah.'


"Jadi kau sekarang berusaha mengaturku juga? Tidak perlu repot karena aku bisa mengurus emosiku sendiri," jawab Christ ketus.


"Kau jadi tidak tahu diri ya hanya karena Agatha dekat denganmu."


Christ tidak tahu keberanian dari mana yang tiba-tiba membuatnya bicara seperti ini pada Mikael.


Mungkin dia hanya ingin melampiaskan semua emosi terpendamnya selama ini. Mungkin karena dia tahu pemuda di hadapannya ini tidak akan bisa membalas semua ucapannya seperti orang lain.


"Agatha adalah seseorang yang istimewa dan sangat berbeda. Dia memang tidak pernah banyak berinteraksi dengan orang lain namun jalan hidupnya sudah ditetapkan seperti itu kan? Dia akan selalu mendapatkan perhatian dari banyak orang, karena dia bagian dari keluarga Anderson. Menurutmu Agatha yang seperti itu bersamamu bukankah hanya seperti main-main?"


Mikael hanya terdiam di tempatnya, ekspresi pemuda itu berubah penuh dengan emosi yang tidak bisa diungkapkannya.


"Kau tidak berpikir Agatha serius dengan hubungan kalian kan? Bahkan sekali lihat pun orang-orang sudah tahu hal itu. Agatha memang gadis yang memiliki hati penuh kebaikan dan dia hanya berusaha lebih baik dengan melakukan hal-hal seperti ini pada orang-orang sepertimu."


Christ berhenti sejenak untuk melihat ekspresi pemuda tunawicara itu.


"Dilihat dari ekspresimu sepertinya kau tidak berpikir sejauh ini ya? Ah, tentu saja. Kau pasti sudah merasa terlampau senang dengan kedekatan kalian. Kau bahkan tidak lebih dari Joshua bagi Agatha."


Mikael tentu hanya diam namun kali ini kedua tangannya mengepal menahan emosi yang bangkit dalam dirinya.


Dia sudah lama mengenal Agatha dan dari sikap serta kebiasaan gadis itu sama sekali tidak sama seperti yang dikatakan oleh pemuda ini. Dia sudah mendengar hal-hal tentang Agatha dari gadis itu sendiri atau Joshua. Dia tahu itu.


Tangannya bergerak kembali di atas catatan kecilnya.


'Kurasa kau salah. Agatha yang kukenal tidak seperti itu. Semua yang kau katakan itu sama sekali tidak benar.'

__ADS_1


Membaca penyangkalan dari Mikael hanya membuat Christ merasa semakin kesal. Dia sudah mencari tahu semua hal tentang Agatha diam-diam, mendapatkan semua informasi. Lalu bagaimana bisa pemuda tunawicara ini bicara seolah dia paling tahu?


"Aku tidak bicara omong kosong asal kau tahu, semua orang yang berada di status sosial seperti Agatha akan selalu seperti itu. Mereka memang baik tapi mereka pasti hanya akan berjalan bersama dengan yang setara."


'Maaf, tapi kau salah. Setiap orang memiliki hak yamg sama dalam menjalani hidup. Mungkin status sosial memang berpengaruh namun yang benar-benar membedakan manusia antara satu dengan lainnya adalah nilai kebaikan dalam diri mereka. Agatha memiliki semua nilai kebaikan dan ketulusan itu di luar status sosialnya. Dan asal kau tahu, Agatha bahkan tidak pernah menyombong atau menggunakan hal itu sebagai bagian dari dirinya. Dia menganggap dirinya sama dengan lainnya.'


Seandainya saja bisa bicara sudah pasti Mikael akan mengatakan kemarahan dan semua hal itu dengan suara nyaring. Sayangnya dia adalah orang yang terbatas untuk bisa melakukannya.


Christ menatap dalam pada manik hitam Mikael, kemudian tersenyum sarkas.


"Nilai-nilai yang kau katakan itu hanya ada dalam pandangan umum yang diinginkan orang-orang namun kenyataannya tidak akan seperti itu."


'Kalau begitu bukankah kau tidak boleh menilai sikap Agatha seperti yang kau mau? Lagipula aku memang mengenal Agatha lebih baik daripada siapapun selain Joshua.'


'Jika kau tidak benar-benar mengenal Agatha sebaiknya kau berhenti untuk menilai seperti itu. Hanya akan menimbulkan orang lain salah paham.'


Tangan Christ mengepal di kedua sisi tubuhnya. Mikael ternyata lebih baik dari penilaiannya namun itu tidak akan mengubah rasa tidak sukanya pada pemuda itu.


'Agatha memang gadis yang baik namun dia jutaan kali lebih baik dari yang kau tahu. Dan kupastikan semua yang kau katakan tentang Agatha itu salah.'


Mikael tampak marah dan setelahnya dia berbalik pergi namun lagi-lagi Christ menahan lengannya kali ini.


"Apa kau tidak mengerti apa yang coba kukatakan? Kau sama sekali tidak pantas untuk berada disisi Agatha. Seharusnya kau sadar diri akan hal itu," ucapnya penuh tekanan dengan emosi yang kini sudah memenuhi dadanya.


"Kau harus menjauh dari Agatha jika kau tahu diri."


Mikael tidak bisa lagi menulis untuk membalas ucapan Christ karena kesabarannya sudah habis. Tangannya kini bergerak dalam bahasa isyarat.


'Aku tidak mau. Dan aku tidak akan pernah meninggalkannya jika bukan Agatha sendiri yang menginginkannya.'


Christ semakin kesal karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Mikael dan mengira pemuda itu sedang mengejeknya.


"Kau benar-benar membuatku kesal. Akan lebih baik kau hanya diam selamanya."


Dengan emosi yang sudah meluap keluar, Christ mendorong Mikael dengan satu tangannya.


Dan pemuda yang terkejut dengan mata membola itu terjatuh ke danau yang berada tepat di belakangnya.


.


.


.


Riexx1323.

__ADS_1


__ADS_2