Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Masa Lalu Hitam


__ADS_3

...Mengingat masa lalu yang sulit itu seperti mengiris luka yang sama dua kali. Lebih sakit dari saat pertama kali kau mendapatkannya....


.......


.......


.......


"Kenapa kau hanya berdiri di sana? Kemarilah Christ, apa kau masih belum bisa memasuki kamar ini dengan biasa?" tanya Arthur yang kemudian berjalan lalu duduk di sofa yang ada di samping jendela.


Dengan ragu Christ berjalan mendekat dan duduk di samping sang kakak.


"Kau baik-baik saja?" tanya Arthur yang melihat jari adiknya sedikit gemetar.


"Ya, aku baik-baik saja."


Menghela ringan kemudian Arthur merubah posisinya menatap fokus pada sang adik yang sejak tadi berusaha untuk tidak menatap kearahnya.


"Jadi kau bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi antara kau dan Neona sekarang?" tanyanya dengan suara dalamnya.


Bagi Christ sekalipun kamar ini hanyalah kamar biasa selain beberapa benda kenangan buruk yang ada di sana, kehadiran Arthur di sana menjadikan suasana lebih seperti ruang interogasi.


"Arthur, ini tidak seperti yang kau pikirkan."


"Memangnya aku berpikir apa?" sahut Arthur cepat dan dingin.


"Aku sudah berusaha keras menghindarinya Arth sejak pertemuan kita di Manhattan. Kupikir dia tidak akan datang lagi ke negara ini. Apa kau tahu dia muncul tiba-tiba dengan berada di perusahaan Agatha?" jelas Christ dengan sedikit frustasi.


Arthur tidak mengerti posisinya yang terjebak antara rasa takut atau melawan yang akhirnya dia menyerah dan mengikuti wanita itu.


"Dia bertemu Agatha?"


"Untungnya tidak lama, mereka bertemu justru saat Agatha menghadiri konferensi bersama ibu. Meski kemungkinan mereka bertemu masih terbuka lebar karena Neona menjadi rekanan bisnis perusahaan Anderson dalam fashion dan kecantikan."


"Oh ya? Aku tidak tahu hal itu, harusnya aku curiga sejak di Manhattan," Arthur bergumam serius.


"Aku juga seharusnya bisa memikirkan kemungkinan itu dan aku menyesalinya sekarang."


"Lalu apa hubungan kedekatanmu dengan Neona sekarang? Ingat Christ, wanita itu adalah mimpi buruk yang harus kau hindari. Bukan justru kau dekati."


"Aku tahu Arth tapi aku bisa apa jika dia sudah mulai membicarakan hal itu?"


"Lalu kau mau bagaimana? Kembali terperosok dalam masa lalumu dengannya? Kau harusnya sudah tidak peduli dengannya karena kau sudah mendapatkan Agatha!" Arthur tampak mulai kehilangan kendali atas emosinya dan tanpa sadar meninggikan suaranya.


Sementara Christ sudah berusaha menenangkan diri agar tidak terbawa emosi juga.


"Kau tidak mengerti Arth, dia punya hal-hal yang bisa mengancamku—"


"Dan kau lemah karena itu?"


"Aku sudah berusaha Arth, aku mengatasi semua rasa yang membuatku merasa sulit."

__ADS_1


"Usahamu belum cukup Christ! Kau harus bisa melawan semua yang akan membuatmu berada dalam situasi buruk! Setelah semua hal berlalu dengan susah payah, setelah tahun-tahun pahit yang tidak hanya kau rasakan tapi juga dirasakan olehku dan ibu! Apa kau tidak memikirkan itu?"


"Justru karena aku memikirkannya, Arth! Aku tidak ingin membuatmu atau ibu merasa terbebani dengan kemunculan Neona yang tiba-tiba. Aku berusaha mengatasinya dengan caraku sendiri!" balasnya setengah berteriak frustasi pada sang kakak.


"Mengatasinya dengan caramu? Dengan cara apa? Menuruti wanita gila itu? Sikapmu yang seperti itu justru hanya akan menyulitkanmu. Kau hanya akan dimanfaatkan karena rasa takutmu dan wanita itu akan bermain-main dengan kelemahanmu itu!"


"Lalu aku harus bagaimana? Neona punya hal yang bisa mengancam hubunganku dengan Agatha. Menjadikan Agatha istriku tidak cukup untuk menjadikan hidupku kembali baik-baik saja, Arth! Kau tidak tahu betapa sulitnya aku yang selalu membayangkan hal jika suatu saat Agatha tahu masa lalu itu. Aku selalu ketakutan karena pikiran itu, aku takut kehilangan dia dan menurutmu aku lemah?"


"Ya kau lemah. Harusnya kau bisa dengan jelas memisahkan masa lalu yang sudah selesai dan masa sekarang!"


"Sudah selesai? Hal itu tidak akan pernah selesai karena rasa itu masih ada pada diriku Arth! Aku selalu teringat padanya saat aku bersama Agatha! Aku selalu merasa seperti pendosa dan kehadiran Neona sekarang semakin membuatku kembali ketakutan!"


Christ tidak lagi bisa menahan emosinya dan tak peduli jika sekarang dia meneriaki sang kakak.


Dia sudah sejauh ini melalui masa sukit dan dia sedang berusaha melawan rasa itu kembali lagi.


"Justru karena kau merasa takut maka Neona akan semakin memanfaatkannya. Apa yang kau pedulikan tentangnya? Semua bukti yang ada dulu sudah dimusnahkan. Apa yang membuatmu takut?"


"Arth, keberadaan Neona sendiri adalah sebuah ancaman. Dia bisa mengatakan secara langsung pada Agatha, tidakkah kau mempertimbangkan kemungkinan itu juga?"


"Apa menurutmu Agatha akan mudah percaya? Istrimu bukan wanita yang bodoh, Christ."


"Bukankah justru karena Agatha berbeda maka kemungkinan terburuk bisa terjadi?"


"Jika dia mencintaimu maka dia tidak akan pernah meragukanmu alih-alih percaya pada ucapan orang asing."


Jika itu semudah yang kau katakan, aku tidak akan pernah sekhawatir sekarang, Arth.


Karena Agatha belum sepenuhnya mencintaiku, aku menjadi begitu takut.


"Aku tidak ingin Neona mengatakan hal apapun terkait itu pada Agatha, karena itu aku menurutinya agar aku juga bisa memantau pergerakannya dan menjauhkannya dari Agatha."


"Tapi itu hanya akan lebih beresiko kau akan jatuh kembali."


"Aku tahu. Dan seperti yang ku katakan sebelumnya, aku akan berusaha dengan caraku sendiri kali ini."


"Ini benar-benar kelemahanmu, Christ. Aku dan ibu sudah susah payah membangun kembali hidupmu yang berantakan, aku tidak rela jika kau menodai usaha kami," kali ini suara Arthur terdengar lebih dingin.


"Tidak bisakah kali ini kau percaya padaku?"


Arthur hanya diam menatap adiknya itu tanpa berniat menjawab. Karena dia yakin adiknya hanya punya satu kelemahan yaitu masa lalu hitamnya. Dan benar jika keberadaan Neona hanya akan menghancurkan semua usaha keluarganya yang mati-matian membangun kembali hidup Christ.


Sial.


Dia tidak pernah menduga Neona akan seberani itu kembali. Wanita itu gila.


Setelah diam sejenak, Arthur menatap adiknya itu serius, "Kau mau aku menyingkirkannya?" tanyanya.


Tentu saja Christ tahu arti dari pertanyaan sang kakak. Dan dia tidak mau hal itu menodai usahanya selama ini.


"Tidak Arth, jangan pernah berpikir untuk melakukannya."

__ADS_1


"Kenapa? Aku bahkan bisa menyingkirkan orang-orang yang mengusikmu di masa lalu."


Christ membeku, ingatannya buruk jika mengingat masa lalu. "Itu berbeda. Dulu orang-orang itu pantas memdapatkannya."


"Dan Neona tidak? Apa menurutmu dia juga mirip seperti mereka? Hanya karena dia keponakan Tuan Gerald bukan berarti aku tidak bisa melakukannya."


"Arth! Hentikan pembicaraan ini!"


Arthur mendecak tak sabar lalu bangkit dari duduknya.


"Kau lihat semua ini?" tanyanya dengan tangan mengarah pada dinding yang dipenuhi oleh berbagai kertas artikel dan coretan-coretan emosi juga barang-barang yang sejak lama memang sengaja dibiarkan dalam posisi yang sama.


Christ hanya memandang sekilas apa yang ditunjukkan sang kakak.


"Semua hal ini adalah bukti masa lalu hitam yang susah payah kau tinggalkan. Jika kau masih peduli pada hidupmu, sebaiknya jangan mengulangi kebodohan yang sama. Akan kupastikan sendiri nanti, aku akan mengawasimu."


Christ hanya diam tanpa membalas ucapan sang kakak.


"Lihatlah, kau sendiri bahkan tidak berani menghadapi benda-benda ini. Bagaimana mungkin kau akan mengatasi Neona?"


"Diam, Arth. Aku akan berusaha."


"Kita lihat sejauh apa usahamu. Sebenarnya jawaban ketakutanmu itu sederhana dan jelas."


Kali ini Christ menatap Arthur dengan tatapan yang mencerminkan emosinya. Dia tahu kemana kakaknya itu akan melanjutkan ucapannya.


"Kau hanya perlu jujur pada Agatha bahwa kau sudah membunuh—"


"DIAM, ARTH!"


Christ memejamkan mata dan menutup telinganya.


"Kumohon, keluarlah dari ruangan ini Arth," ucapnya memohon.


Arthur yang sudah kesal dengan sikap ssng adik kemudian berjalan keluar dari ruangan meninggalkan Christ sendirian.


Melepaskan tangan dari telinganya, Christ kemudian memukul dadanya yang terasa sakit dan sesak.


Bagaimana mungkin itu adalah hal sederhana?


Bagaimana mungkin hal itu akan bisa dikatakannya?


Bagaimana mungkin...


Christ tidak akan pernah membayangkan dirinya sendiri akan mengatakan pada wanira yang dicintainya itu


Bahwa dia sudah membunuh kekasihnya.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2