Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Perjalanan ke Granada


__ADS_3

...Tak semua orang memiliki sahabat terbaik dalam hidup mereka....


...Dan aku berterimakasih karena memilikimu....


.......


.......


.......


Agatha sedang berada di mansion Anderson bersama Joshua untuk menemui ayahnya perihal kepergiannya ke Granada besok untuk peresmian hotel baru mereka. Seharusnya Gabriel dan ayahnya yang pergi namun karena ayahnya tiba-tiba harus bertemu dengan dokter pribadi maka Agatha lah yang menggantikan.


"Bukankah sebenarnya kau bisa pergi sendiri tanpa ayah, Gab?" tanyanya saat sang kakak menyerahkan tanggungjawab padanya.


"Aku harus menemani ayah, Baby."


"Ada David yang menemani ayah, ayolah Gabriel—aku sudah cukup sibuk."


"Sayang, akan lebih baik jika pemeriksaan ayah diketahui olehku secara langsung. Aku tidak ingin ayah merasa sendirian hanya ditemani David."


Oh, David adalah asisten pribadi tuan Anderson yang sudah lama bekerja di keluarga ini jika kalian bertanya-tanya.


Agatha merasa alasan Gabriel kali ini terlalu klise seperti seorang anak yang mencari alasan untuk bolos sekolah.


"Gab, aku sudah melakukan banyak hal yang seharusnya menjadi pekerjaanmu. Ayah! Kenapa kau selalu memanjakan Gabriel dan membuatku menderita?" protesnya kali ini pada sang ayah yang sejak tadi hanya diam.


"Aku tidak dimanja oleh ayah," sahut Gabriel tidak terima, "Aku juga bersusah payah menerima tugas dari ayah kesana kemari bahkan tanpa asisten pribadi sepertimu dan Joshua."


"Agatha, ayah tidak pernah memanjakan Gabriel dan juga ayah tidak bermaksud membuatmu menderita dan kau tahu bahwa aku sangat sayang pada putri semata wayang ayah ini," ucap tuan Anderson dengan senyum tuanya.


Beliau sudah sangat terbiasa dengan pertengkaran kedua anaknya ini, belum lagi jika di tambah dengan si bungsu Zander Anderson yang saat ini sedang menjalani pendidikannya di Jerman. Mereka bertiga sudah sangat cukup hanya untuk membuat onar di seluruh kediaman Anderson.


Beliau sudah terlalu tua untuk memusingkan tingkah polah anak-anaknya yang memang seringkali tidak biasa. Kadang beliau merasa terkesan bagaimana mendiang istrinya dulu bisa menghadapi mereka bertiga sekaligus.


"Kali ini ayah ingin Gabriel ikut saat pemeriksaan karena jika ayah pergi denganmu maka ayah yakin kau akan marah-marah dan mengomeli dokter lagi."


Mendengar itu Agatha mendengus, ya memang terakhir kali dia pergi menemani sang ayah adalah ketika dia berakhir mengomeli sang dokter karena beberapa diagnosa dan saran yang menurutnya tidak cocok untuk ayahnya.


"Jadi intinya aku tetap harus ke Granada?"


"Sepertinya begitu, Sayang. Kau tidak sendirian karena Joshua akan ikut denganmu."


Joshua yang sejak tadi hanya diam kini tertawa kecil melihat Agatha merengut. Sekalipun terpaksa, Agatha akan selalu menuruti ayahnya.


"Kau tidak keberatan menemani putriku lagi kan Shua?" tanya tuan Anderson pada Joshua.


"Tentu saja paman."


"Untunglah putriku ini memiliki sahabat sepertimu. Jika tidak maka aku pasti sudah kehilangan umur panjang untuk menghadapinya," kekeh tuan Anderson pelan.


"Ayah!"


"Ayah kenapa bicara begitu!"

__ADS_1


Bentakan dua orang anaknya membuat tuan Anderson seketika terdiam karena terkejut, namun tak lama kemudian tertawa.


"Aku hanya bercanda, Nak. Jangan memarahi ayah kalian seperti itu. Ayah sudah tua."


"Jangan mengatakan yang aneh-aneh begitu, Ayah."


"Baiklah hentikan pembicaraan melantur Ayah ini, aku akan pergi besok bersama Joshua," final Agatha yang kemudian ditanggapi oleh cengiran lebar Gabriel dan senyum puas sang ayah.


"Ada hal lain yang kalian perlukan, Shua? Maaf selalu merepotkanmu Nak."


"Tidak ada paman, aku selalu senang membantumu dan juga keluarga ini, terutama putri paman yang tidak bisa jauh dariku," jawab Joshua yang diikuti acungan jempol oleh Gabriel.


"Paman tahu kan kalau tidak ada yang kuat bersama putri paman selain aku?" bisiknya dengan jenaka membuat pria tua di hadapannya itu tertawa.


"Kau benar-benar pemuda yang baik, sayang sekali kau tidak mau menikahi putriku ini."


"Paman—"


"Ayah! Hentikan usahamu menjodohkan kami."


"Oh, ayah lupa kalau sekarang putri ayah ini sudah bertunangan. Ajak Christopher kemari kapan-kapan. Ayah ingin lebih mengenal menantu ayah."


Menantu?!


... M E N A N T U ?


Apa ayahnya sudah sesakit itu sampai kehilangan daya pikir yang benar?


Siapa yang disebutnya menantu?


Maaf ayah, tapi dia bukanlah menantumu dan tidak akan pernah ada menantu dirumah ini.


Joshua menyenggol lengannya dan membuatnya kembali pada kenyataan.


"Apa?"


"Kapan kau akan mengajak Christ kemari?"


"Oh—nanti jika sudah tidak sibuk," elaknya asal. Tentu saja dia tidak mau mengajak Christ datang ke rumahnya.


"Agatha,"


"Hm?"


"Kau tahu, aku pikir hubunganmu dengan Chris terasa benar-benar nyata. Kau yakin tidak jatuh cinta padanya?"


"Berhenti omong kodong Joshie."


"Well, we never know it. Mungkin bisa jadi di masa depan kan?"


"Tidak."


.......

__ADS_1


.......


.......


Pukul satu siang dan Agatha kini sudah berada di Heathrow Internasional Airport bersama Joshua. Keduanya sedang menunggu beberapa menit lagi check in.


"Kenapa menyuruhku membawa koper kecil?" keluh Joshua yang terlihat tidak puas dengan bawaannya.


"Kita tidak perlu lama. Hanya satu hari di sana dan segera kembali."


"Kau pikir tidak butuh istirahat sebelum kita melanjutkan jadwal lainnya?"


"Kita bisa istirahat nanti, bukankah kita akan ke Maladewa setelah kembali dari Granada?" wanita itu menoleh dan menatap sahabatnya yang tampak kesal.


"Justru karena kita akan ke Maladewa aku bertanya padamu kenapa aku tidak boleh membawa koper yang besar!"


"Kenapa kau lebih cerewet hari ini Josh? Kita bisa membeli keperluan nanti, jadi tidak usah repot-repot membawa. Hanya beban."


Pertengkaran kecil mereka berhenti karena sudah waktunya mereka berangkat dan mereka akan diam setidaknya selama dua jam empat puluh menit ke depan.


Agatha memang tidak berniat lama di Granada, setelah urusannya selesai maka mereka akan segera ke tempat lain. Agatha tidak terlalu menyukai konsep hotel mereka di sana karena sejak awal hotel ini ada di bawah pengawasan dan tanggungjawab Gabriel, dia hanya mengambil beberapa peranan saja. Ini bukan persoalan selera atau penilaian Gabriel buruk, semuanya sudah sangat sempurna. Hanya saja, entahlah yang jelas Agatha tidak terlalu menyukainya. Karena itulah peresmian hotel ini ditunda hingga dua tahun lamanya.


Setidaknya memikirkan Maladewa lebih menyenangkan daripada tugasnya di Granada. Resort yang akan dikunjunginya adalah tempat baru yang sudah dua tahun beroperasi di bawah tangungjawabnya. Namun Agatha baru sekali datang kesana itupun saat peresmian dulu.


Melihat populernya tempat itu dan beberapa pengembangan yang sudah dilakukan belakangan ini membuat Agatha ingin melihat kemajuannya secara langsung.


.......


.......


.......


"Kau yakin tidak ingin beristirahat satu hari lagi disini?" tanya Joshua saat mereka kembali ke hotel setelah acara peresmian.


"Hm, tidak."


"Tapi aku cukup lelah Agatha, tak bisakah kau memberiku waktu istirahat sejenak?"


"Tidak. Kita akan berangkat 3 jam lagi. Kau bisa menggunakan itu untuk tidur dan beristirahat. "


"Agatha—kau benar-benar menjengkelkan," Joshua mengerang mendengar keputusan wanita disampingnya yang bahkan tidak menunjukkan ekspresi yang berarti sekalipun rasanya Joshua ingin meledak sekarang.


"Tidurlah, aku tidak akan menggangggumu."


Merasa tidak adil dan kesal, Joshua berjalan meninggalkan Agatha menuju kamarnya untuk beristirahat. Agatha tersenyum tipis melihat sikap sahabatnya itu. Dia tahu Joshua pasti sangat lelah namun waktu mereka tidak banyak kan?


Agatha melangkahkan kakinya keluar ke taman yang dibuat di samping gedung hotel mereka. Sebenarnya dia paham bahwa Joshua merasa lelah dan butuh istirahat tapi dia tidak bisa pergi tanpa mengajak sahabatnya itu. Sebenarnya dia sedikit merasa bersalah tapi dia akan menebusnya saat berada di Maladewa nanti.


Agatha begitu senang karena memikirkan rencana yang sudah dibuatnya untuk sang sahabat nanti. Joshuanya berhak mendapatkan sesuatu yang layak untuk semua waktu yang dihabiskan untuk menemaninya.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2