Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Perasaan Tidak Nyaman


__ADS_3

...Ketika badai angin datang menyapu gunung es yang tinggi menjulang, siapakah yang bertahan?...


.......


.......


.......


"Sedang apa kau di sini," suara Ny. Cassandra berubah menjadi sedingin es setelah dengan segera melepaskan pelukan wanita itu.


"Tante~ kita sudah lama tidak bertemu, kenapa tante bersikap dingin?"


"Tidak ada hal yang mengharuskanku bersikap baik padamu. Dan sebaiknya kita menjaga jarak dalam batas yang tepat jika tidak ingin saling menyakiti."


Ini kali pertama Agatha melihat ibunya seperti ini, sebelumnya tidak pernah sang ibu bersikap sedingin ini sekalipun sedang marah pada Arthur ataupun Christ. Siapa wanita yang sampai membuat ibunya berubah sikap seperti ini?


"Ah, baiklah. Mungkin tante masih terkejut melihatku tiba-tiba begini. Tapi tidak apa-apa karena aku sekarang tinggal di sini jadi kita akan sering bertemu," tidak peduli pada sikap dingin dari lawan bicaranya, wanita ini terus saja tersenyum seolah tidak ada apa-apa.


Sampai akhirnya tatapan matanya beradu dengan manik coklat Agatha. Hanya sekilas namun sorot mata yang sejak tadi tersenyum itu berubah beku saat menatap Agatha, tidak lama memang sebelum dia menyunggingkan senyumnya lagi.


"Tidak kusangka bisa bertemu dengan nona besar Anderson di sini," ucapnya dengan suara manis yang terdengar berlebihan.


Kalimat dari bibirnya itu menyita perhatian dari Ny. Cassandra yang langsung bersikap protektif pada Agatha dan menarik lengan menantunya itu mendekat.


"Ah, pasti anda tidak mengenalku kan. Perkenalkan, aku Neona Patrice Walker, direktur utama Serenity & Jewelry. Kita tidak sempat bertemu saat meeting sebelumnya," wanita itu mengulurkan tangannya pada Agatha untuk bersalaman.


Agatha ingat perusahaan yang beberapa waktu yang lalu bekerjasama dengannya, Dia memang tidak menghadiri meeting saat itu, dan cukup tidak menyangka bertemu di tempat ini.


Mengulurkan tangan membalas, "Agatha Winston," jawabnya pendek dan segaris senyum.


Wanita itu tampak terkejut sebelum tersenyum lagi, "Oh, Winston...?" ucap wanita itu ragu namun di matanya jelas menyiratkan bahwa dia tidak terlalu terkejut dengan hal ini.


"Dia menantuku. Istri Christopher," tegas Ny. Cassandra dingin, "Sebaiknya kita kembali ke tempat masing-masing," lanjutnya kemudian membawa Agatha pergi dari hadapan Neona.


Neona menatap kepergian dua orang itu dengan senyuman sinis sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya dia tampakkan. Tentu saja dia tahu kalau Agatha sudah menikah dengan Christ, tadi dia hanya berpura-pura tidak tahu untuk melihat reaksi mantan calon mertuanya itu. Sesuai dugaannya Ny. Cassandra beraksi waspada dan dingin padanya, sementara Agatha masih dengan kesombongannya.


Bukankah seharusnya setelah dia memperkenalkan diri, Agatha minta maaf padanya secara langsung karena tidak meenghadiri meeting sebelumnya? Tapi wanita itu dengan angkuhnya hanya memperkenalkan diri.


Dan apa katanya tadi?


Agatha Winston?


Rasanya hati Neona tidak bisa menerima penyematan nama Winston dan Agatha. Kecemburuan itu membuatnya semakin membenci Agatha.


Kau akan lihat nanti.


.......


.......


.......


Sebenarnya Agatha ingin menanyakan apa yang membuat ibunya menjadi sedingin itu pada wanita tadi.


Namun melihat suasana hati ibunya yang berubah buruk tapi masih berusaha terlihat ramah dan tersenyum, Agatha mengurungkan niatnya.


Nanti saja, dia bisa bertanya pada Christ.


"Ibu tidak apa-apa? Aku akan memanggil sopir untuk menjemput," tawarnya karena sang ibu jadi diam di sepanjang acara.


Ny. Cassandra tersenyum dan meraih tangan Agatha, menggenggamnya erat.

__ADS_1


"Agatha, kau harus ingat selalu bahwa ibu menyayangimu seperti anak kandung. Kau sayang pada ibu juga kan?"


Agatha bingung kenapa ibunya tiba-tiba bertanya seperti itu, "Tentu saja aku tahu dan aku juga sayang padamu, Bu," jawabnya tersenyum.


"Jangan ragu pada ibu ya, Sayang?"


Agatha yang masih memikirkan alasan kenapa sikap ibunya berubah, hanya mengangguk menenangkan.


"Kalau begitu kita pulang saja sekarang, ibu merasa lelah."


.......


.......


.......


Setelah memastikan menantunya pulang, Ny. Cassandra segera mempercepat langkahnya masuk ke mansion dan mencari Arthur tapi sayangnya putra sulungnya itu pergi bersama istri dan anaknya.


Keberadaan Neona di sini hanya akan membawa dampak buruk untuk Christ dan bisa berimbas pada pernikahan putranya itu.


Dengan tidak sabar tangannya bergerak cepat menghubungi Christ sebelum Agatha sampai di rumah.


Pada deringan ketiga baru putranya itu menjawab.


"Christ! Ibu membawa kabar tidak baik untukmu."


'Ada apa, Bu? Kenapa suara ibu panik seperti itu?'


Christ mendengar jelas suara ibunya bergetar di seberang sana.


"Neona ada disini."


Helaan napas berat terdengar dari Christ, 'Ibu sudah bertemu dengannya?'


'Iya, dia sudah menghubungiku sebelumnya. Itulah sebabnya aku berusaha mencegah Agatha ikut dengan ibu tadi. Karena aku tahu Neona ada di sana.'


"Kau seharusnya mengatakannya lebih dulu pada ibu! Dia bertemu Agatha tadi dan ibu merasa cemas."


'Aku juga memikirkan hal yang sama saat Neona mengatakan bahwa dia tinggal di sini lagi. Aku takut Agatha tahu apa yang terjadi denganku di masa lalu.'


"Ibu tidak akan membiarkan itu, Christ. Tidak akan Ibu biarkan kau kembali menderita karena wanita itu."


'Aku takut Agatha akan mengetahuinya, Bu. Aku tidak mau kehilangan dia.'


"Christ—Ibu mengerti perasaanmu. Ini akan sulit bagi kalian berdua."


'Ibu akan selalu mendukungku kan?'


"Tentu saja, Nak. Kau dan Agatha sama-sama berhak untuk bahagia."


'Thank you, Mum. I love you so much.'


.......


.......


.......


Agatha masih terus memikirkan sikap ibunya tadi, kenapa sedingin dan sekeras itu pada wanita berambut pendek yang sebelumnya.


Dan tentang wanita itu, Agatha tidak tahu sebelumnya. Rasanya ada yang aneh tentang wanita itu.

__ADS_1


Sementara itu Agatha bukan orang yang bisa bertahan dengan rasa penasarannya kemudian menghubungi sang sahabat.


"Joshie,.."


'Hai My Queen, ada apa?'


"Aku tadi bertemu Neona Walker."


'Hah, siapa?'


"Direktur Serenity & Jewelry yang baru bekerja sama dengan kita."


'Oh, iya aku baru ingat. Kalian bertemu, dimana?'


"Acara kesehatan dan kecantikan, aku ikut menemani ibu."


'Oh, begitu.' jawab Joshua ringan, 'Eh tapi bagaimana kalian bisa saling mengenal? Bukankah sebelumnya tidak pernah bertemu?'


"Dia memperkenalkan dirinya lebih dulu padaku. Tapi ada yang aneh..."


'Apa?'


"Sepertinya dia lebih dulu mengenal ibuku, karena sebelum memperkenalkan dirinya dia menyapa ibuku dengan akrab, tapi ibu menanggapinya dengan sangat dingin. Dan ini pertama kalinya aku melihat ibu seperti itu."


'Apa maksudmu bersikap dingin?'


"Ibu bersikap seolah mereka tak seharusnya bertemu." jelas Agatha dengan ragu, "Dan aku merasa janggal karena perubahan sikap ibu."


Mendengar penjelasan Agatha, Joshua menjadi yakin pada perasaan tidak nyamannya sebelum ini pada Neona Walker.


'Kau ingin aku melakukan apa?'


"Bisakah kau memeriksa latar belakang wanita ini?"


'Baiklah, tentu saja.'


Tersenyum, Joshua diam-diam lega karena kepekaan antara dia dan Agatha masih sama seperti dulu. Keyakinan dan keraguan mereka dalam menilai sesuatu hal selalu sama.


"Terimakasih, Joshie."


'Sure, Love.'


Setelah mematikan sambungan teleponnya Agatha menghela, sejak kapan dia menjadi larut dengan perannya sebagai istri dan menantu?


Entahlah.


Yang jelas nanti dia akan mengatakan dan menanyakan hal ini pada Christ.


Agatha tahu perasaannya pada Christ masih belum jelas tapi bukan berarti dia harus abai dan tidak peduli kan?


Dia hanya peduli sebagai seorang teman seperti halnya dia pada Joshua.


Terkadang manusia tidak bisa melihat kedalaman hatinya.


Namun perasaan lebih bisa jujur dalam mengekspresikan dirinya.


Membawa manusia dalam tindakan nyata yang tidak disadari.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2