Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Jatuh Cinta Pada Hati Yang Sama


__ADS_3

...I try to not fallin'...


...But you and all of your kindness...


...Burn me into you....


.......


.......


.......


Seorang wanita berambut pendek yang tampak cantik dan manis itu duduk dengan anggun menatap sosok pria tampan yang kini sedang sibuk menjelaskan beberapa hal yang sejak beberapa menit lalu diabaikannya.


Sekarang di kepalanya sedang sibuk memikirkan apa yang dilakukan Agatha Anderson sampai dia berani membatalkan janji temu yang sudah dibuat beberapa waktu yang lalu. Apakah wanita itu sengaja membuatnya malu dan terhina begini? Dia merasa sehebat apa sampai bisa semudah itu menolak menemuinya?


Dasar wanita sialan.


Neona masih menatap pada Joshua yang ada di depannya, mendiskusikan hal terkait kerjasama baru dengan stafnya. Meski wajah Neona sekarang dipenuhi senyuman namun hati wanita itu dipenuhi amarah.


Dia sudah berharap bisa bertemu langsung dengan Agatha kali ini setelah susah payah mengusahakan agar perusahaan pamannya yang ada di bawah kepemipinannya bisa melakukan kerjasama dengan pihak Anderson.


Tadi pria bernama Joshua itu sudah meminta maaf dan menyampaikan bahwa nona besarnya tidak bisa hadir karena ada hal lain yang lebih mendesak. Neona tentu saja kesal dan sangat ingin marah tapi dia harus mengesampingkan hal pribadi dan bersikap profesional kan?


Lagipula dia yakin Agatha tidak mengenalnya.


Sejak dulu sampai sekarang wanita itu selalu berada di tempat yang jauh dari jangkauannya. Selalu bersinar kemanapun dia pergi, dan hal itu membuat Neona muak karena hampir semua orang mengenal Agatha namun sebaliknya wanita itu tidak berteman dengan siapapun kecuali dengan pria yang saat ini ada di hadapannya itu, Joshua Sanders.


Tidak heran jika Neona mengenal Agatha dan Joshua, mereka berdua lebih populer dari yang mereka duga. Pasangan fenomenal yang selalu dibicarakan karena keduanya tidak terpisahkan dan membuat iri orang lain yang melihatnya.


Ah, kalian pasti bingung dan bertanya-tanya bagaimana Neona bisa menceritakan masa muda Agatha dan Joshua?


Ya, benar.


Neona Patrice Walker dulu berada di universitas yang sama dengan Agatha dan Joshua meskipun berbeda gedung departemen. Dikatakan kenal pun sebenarnya tidak karena seperti yang kalian tahu bahwa Agatha hanya peduli pada dunianya dan Joshua.


Neona dulu memang sempat merasa kagum pada sosok Agatha yang menurutnya memang luar biasa sempurna dan wajar banyak laki-laki yang tertarik padanya. Sifat dan sosoknya yang tak tersentuh menjadikan Agatha semakin menarik.


Seperti bunga mawar yang ada di tengah taman, begitu indah dan megah namun tidak dapat dipetik karena penuh dengan duri tajam yang akan melukai siapapun yang mendekat.


Lalu kekaguman Neona berubah saat laki-laki yang disukai dan dikejarnya selama 3 tahun tiba-tiba saja masuk ke dalam antrian panjang pria yang menyukai Agatha.


Bagaimana mungkin dia tidak terbakar kecemburuan? Hingga seiring berjalannya waktu kecemburuannya berubah menjadi kebencian karena bagaimanapun Neona tidak bisa menyaingi nona besar seperti Agatha. Dan rasa rendah diri itu membuat harga dirinya terusik tidak terima.


Neona merasa dunia tidak adil.


Dia yang berusaha untuk selalu menjadi gemilang namun tidak pernah mendapatkan hasil seperti yang dia inginkan. Sementara Agatha yang memang terlahir dalam keluarga milyuner tak perlu berusaha pun akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Pemikiran itu seperti percikan sumbu yang semakin lama semakin mendekati inti ledakan dan tak berusaha memadamkannya justru Neona semakin terpancing api kebencian yang besar.


Kenapa dengan sikap dingin dan ketidakpeduliannya pada sekitar justru membuat Agatha semakin populer? Dia bahkan tidak pernah sekalipun berusaha untuk menjadi ramah pada orang lain. Apa karena dia cantik? Atau karena keluarganya yang milyuner itu? Apapun alasannya Neona terlanjur membenci.


Dan setelah bertahun-tahun berlalu nyatanya dia masih memendam kebenciannya. Hanya saja sekarang Neona merasa pantas untuk bersaing dengan Agatha setelah dia memiliki posisi tertinggi di perusahaan pamannya. Tidak ada lagi yang lebih kompeten darinya kan, dia bertekad untuk mengalahkan Agatha.


"... nona Walker?"


Samar-samar terdengar suara sekretarisnya memanggil dan membuatnya tersadar dari lamunan panjangnya.


"Ah, ya. Maafkan aku karena sedikit teralihkan," ucapnya sembari memberikan senyuman manisnya dengan gestur meminta maaf.


"Mengenai semua hal yang sebelumnya dibicarakan, saya akan menyetujuinya. Saya percaya kerjasama kali dengan kalian adalah kesempatan terbaik yang bisa kami dapatkan dan akan kami gunakan kembali dengan sebaiknya."


Suaranya yang tegas dan mengalun ringan itu terdengar menyenangkan dan membuat beberapa orang mengangguk setuju.


Dan yang terakhir sebelum meeting diakhiri, Neona melempar senyuman semanis mungkin dan menatap lurus netra hitam Joshua dengan harapan pria itu terkesan padanya.


Namun Joshua sanders hanya menatapnya dengan dingin dan hanya balas mengangguk sopan padanya.


Wah, level pria yang sudah berada di sisi Agatha selama bertahun-tahun memang berbeda ya?


Dia bahkan tidak bereaksi padaku.


Brengsek. — batin Neona kesal.


Tapi Neona memang sudah menduga hal ini sebelumnya, mendekati Agatha Anderson maka berarti harus melewati Joshua Sanders. Dan dia siap untuk itu.


...


.......


.......


.......


Sementara itu dalam sebuah kamar yang sedikit temaram karena cahaya matahari di sela-sela tirai yang belum terbuka, pria itu menatap penuh bahagia pada wanita yang tengah terlelap dalam pelukannya.


Christ merasakan kehangatan memenuhi hatinya. Semua penantian panjangnya telah berakhir, meski keraguan istrinya masih tersisa tapi dia yakin itu tidak akan lama lagi.


Ditariknya selimut menutupi bahu polos Agatha, lengannya memeluk erat tubuh itu seolah takut semuanya hanya ilusi semata.


Meski hubungan mereka telah membaik namun perjuangannya belum berakhir. Dia masih harus meyakinkan hati Agatha sampai batas waktu kesepakatan mereka nanti.


Perlahan dia beranjak setelah memastikan istrinya itu tidak terbangun. Meraih piyamanya yang berserakan di lantai, dia kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepertinya dia juga harus memasak untuk makan siang mereka.


Tak lama setelah itu, dia sekarang sudah berada di dapur merasa sedikit bingung harus menyiapkan apa. Apa seharusnya dia menunggu istrinya bangun dulu.

__ADS_1


"... Christ?"


Suara parau Agatha terdengar samar dari dapur membuatnya melangkah cepat menuju kamar mereka.


"Sunshine, sudah bangun?" tanyanya lembut mendekat dan duduk di samping istrinya


"Hm, kukira kau pergi ke kantor," sahut Agatha masih dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Melihat itu Christ tersenyum lebar, baru kali ini rasanya Agatha tampak jauh lebih menggemaskan.


"Aku tidak akan pergi kemana-mana hari ini, aku akan menghabiskan waktuku bersama istriku seharian," jawabnya kemudian mengecup ringan bibir Agatha membuat istrinya itu berkedip beberapa kali menetralkan kesadarannya.


"Mau makan siang apa? Aku mau memasak untukmu."


"Hm, tidak tahu. Tapi aku mau roti isi tuna buatan Joshie."


"Eh? S-Sunshine...?" Christ mengernyit bingung dengan ucapan istrinya sebelum akhirnya Agatha tersenyum.


"Maksudku, aku ingin yang seperti itu. Buatkan seperti itu."


Christ mendengus geli, "Kukira kau mau Joshua yang membuatnya."


"Dia akan mengamuk jika kuganggu sekarang," gumam Agatha yang membuat Christ tertawa.


"Bisa tolong ambilkan pakaianku? Aku mau mandi dulu," Agatha menarik selimut menutupi tubuhnya sebelum duduk sementara Christ mengambil gaun tidurnya yang berserakan di lantai.


Melihat istrinya meringis saat bergerak membuat Chris khawatir.


"Kau tidak apa-apa?"


"Tubuhku sakit semua," jawab Agatha seraya mengenakan gaun tidurnya.


Christ tertegun, "Apa aku terlalu kasar semalam?" tanyanya yang dijawab dengan anggukan oleh istrinya.


"Sepertinya begitu."


Keduanya tersipu dan memalingkan tatapan satu sama lain. Wajar saja kan, melepaskan semua yang ditahannya selama ini membuat Christ tidak mengontrol kekuatannya.


"Mau kugendong ke kamar mandi?" tawarnya yang tanpa persetujuan langsung membawa tubuh istrinya itu ke kamar mandi.


Begitu meluapnya cinta dalam hati Christ atas apa yang terjadi semalam. Membuatnya melupakan segala hal dan hanya memusatkan dirinya pada Agatha.


Christ tidak menyadari getaran ponselnya sejak tadi yang menandakan pesan datang. Deretan pesan yang mampu menjatuhkan dan menjungkirbalikkan kebahagiaannya nanti.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2