Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Wanita Bernama Neona


__ADS_3

...Bahkan terkadang jalan takdir membuatmu merasa kesal dan tidak adil. ...


...Karena apa yang telah kau tinggalkan di belakang masa lalu bisa tiba-tiba datang tanpa diundang di masa depan....


.......


.......


.......


Christ nyaris sama sekali tidak membuka mulutnya selain hanya untuk menjawab sepatah dua patah kata yang dilontarkan padanya.


Dia berada di La Bean, salah satu restoran kelas atas yang ada di Manhattan. Ya dia sedang duduk bersama Arthur dan juga dua orang lain yang kehadirannya sama sekali tidak dia inginkan.


"Aku rindu padamu, Christ. Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku padahal kita lama tidak bertemu," wanita yang tampak elegan dengan rambut pendek, wajah yang tegas dan mata yang menatap Chris penuh damba.


"Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu, Neona."


Wanita itu menarik segaris senyuman di bibirnya, masih menatap pria di hadapannya yang sejak tadi enggan menatapnya. Dan dia tidak peduli pada sikap dingin Christ.


"Maaf, aku harus segera pergi. Kuharap kita tidak pernah bertemu lagi Neona," pungkas Christ yang bangkit dari kursinya berniat untuk menghampiri Arthur yang berada dua meja darinya bersama tuan Gerald.


"Kudengar kau sudah menikah," kalimat yang keluar dari bibir wanita itu menghentikan langkah Christ dan membuat pria itu menoleh.


"Ya aku sudah menikah dan itu bukan urusanmu."


"Benarkah? Aku kecewa kau bersikap begitu padaku dan menikah tanpa memberitahuku, bukankah secara formal aku ini masih tunanganmu?"


"Diam Neona. Kau tidak berhak mengatakan itu setelah aku memutuskan hubungan denganmu. Kita sudah berakhir," jawab Christ dingin.


"Tapi kau belum memutus hubungan kita secara formal di depan keluargaku. Lagipula keluargaku juga sepertinya tidak tahu kau sudah menikah. Apa itu dirahasiakan?"


"Tidak ada yang dirahasiakan. Aku hanya tidak menganggap kau dan keluargamu perlu tahu berita pernikahanku. Lagipula kau tahu Neona, aku tidak pernah jatuh cinta padamu."


"Oh ya, setelah apa yang sudah kulakukan untukmu? Bukankah ucapanmu itu kasar?"


Christ tampak menahan dirinya untuk tidak mengatakan sesuatu yang mungkin melukai kehormatannya demi wanita yang tidak sepantasnya.

__ADS_1


"Aku berterimakasih untuk itu, tapi kau lah yang memanfaatkan keadaanku saat itu Neona. Ingat itu," ucapnya penuh dengan penekanan.


"Bukan memanfaatkan Christ, aku melakukannya karena aku mencintaimu. Lagipula kau menerimanya waktu itu."


"Cukup Neona! jangan mengungkit lagi hal yang sudah lama ku kubur dan kubuang. Aku tidak ingin bertemu atau berhubungan lagi denganmu. Dan satu lagi, jangan pernah mencoba mengangguku," kemudian Christ berjalan meninggalkan wanita yang masih tersenyum itu.


Arthur yang sebenarnya sejak tadi mengamati sang adik ikut berdiri bangkit membuat tuan Gerald yang duduk di hadapannya ikut menoleh.


"Kita pergi sekarang," ucapnya pada Arthur, "Dan demi kehormatan anda tuan Gerald, sebaiknya untuk ke depannya anda bisa memisahkan antara pekerjaan dan permintaan pribadi. Anda membuang waktu kami untuk hal yang sia-sia," tukasnya dingin pada pria tua yang masih menatap mereka dengan ekspresi senyum memuakkannya.


"Aku hanya menuruti keinginan keponakan tersayangku tuan Winston, dan tidak ada yang salah dengan hal itu," jawab pria itu tidak mau kalah, sementara Neona sudah berdiri di samping pamannya. "Lagipula kita bukan orang asing, kau dan keponakanku pernah menjalin hubungan di masa lalu kan?"


Tidak ingin menanggapi ataupun menjawab, Christ berjalan meninggalkan paman dan keponakan yang sama gilanya itu, sementara Arthur mengikuti di sampingnya. Kakaknya itu tahu persis emosi adiknya saat ini sudah diambang batas dan memilih untuk diam tidak bertanya.


"Biar aku yang menyetir," Arthur meraih kunci yang ada ditangan Christ dan memutar membuka pintu, membiarkan Christ menyetir dalam keadaan seperti ini sama saja seperti taruhan nyawa. Dan dia tidak mau bertaruh.


"Brengsek!" Christ membanting pintu mobil keras sebelum menghenyakkan dirinya di samping kursi kemudi.


"Tenangkan dirimu. Kau berhak marah karena akupun merasakan hal yang sama, tapi jangan sampai itu mempengaruhi dirimu lagi," Arthur tahu adiknya itu sulit dinasehati tapi saat ini dia harus melakukan itu atau adiknya bisa kembali seperti dulu.


Mobil yang mereka kendarai melaju cepat menyisir jalanan yang ramai menuju mansion mereka. Sedikit terburu mengingat mereka sudah ketinggalan jam terbang.


"Aku sudah menghubungi paman Jason dan dia mengizinkan kita meminjam pesawatnya untuk pulang," jelas Arthur tenang, kemarin untuk jaga-jaga pada situasi tak terduga dia sudah menghubungi pamannya yang tidak lain adalah ayah dari Leon untuk meminjam pesawat pribadi. Untunglah prediksinya benar bahwa hal tak terduga itu terjadi.


"Benarkah? Aku lega mendengarnya, thanks! Kau memang kakak terbaikku," Christ meninju pelan bahu sang kakak  sembari keduanya berjalan masuk untuk mengambil beberapa barang sebelum kembali.


"Kau mengatakannya jika sudah seperti ini. Biasanya kau selalu lebih memuji Leon daripadaku," timpal Arthur yang kadang memang kesal pada sepupunya itu karena perhatian Christ lebih sering terbagi.


"Kau kakak terbaik, ayo kita segera pulang!" seperti bocah yang baru mendapat mainan, Christ berjalan cepat mendahului Arthur dengan senyum mulai terlukis di sudut bibirnya.


Apapun itu sepertinya segala hal tentang Agatha bisa membuatnya merasa lebih baik dan Arthur bersyukur karena hal itu. Cukup melihat adiknya itu menjadi sosok kelam di masa lalu.


.......


.......


.......

__ADS_1


Di sebuah kamar mewah yang terletak di lantai paling atas gedung di pusat kota, seorang wanita duduk dengan menyilangkan kaki sementara tangan kanannya memgang segelas anggur merah. Senyum yang terlihat mempesona dan angkuh terpasang di bibirnya.


Neona Patrice Walker.


Wanita yang pernah menjadi tunangan dari Christopher Winston sejak berusia 15 tahun. Dia mencintai Christopher sejak awal mereka bertemu dalam acara musim panas yang diadakan di sekolah mereka masing-masing. Jatuh cinta pada pandangan pertama adalah hal yang selalu diucapkan Neona sebagai alasannya mengejar Christ. Neona bahkan rela pindah ke sekolah yang sama dengan Christ agar terus bisa dekat dengan pria itu meskipun Christ sama sekali tidak pernah menganggap keberadaan Neona sama sekali.


Hingga mereka masuk ke universitas yang sama, Christ memutuskan untuk menerima gadis itu sebagai teman sekalipun Neona menggunakan koneksi orangtua mereka untuk memaksakan pertunangan mereka. Dan saat itu Christ tidak punya pilihan lain selain mengiyakan dan saat itu mereka tidak memikirkan efek panjang dari setiap keputusan yang mereka ambil.


Neona gadis yang keras kepala sehingga kemanapun Christ pergi dan berada maka gadis itu akan mengikutinya hingga suatu hari Christ yang benar-benar sudah sangat bosan dengan Neona melihat sosok lain bernama Agatha.


Ya, Agatha Anderson. 


Wanita yang muncul entah darimana dan merebut semua perhatian Christ darinya. Wanita yang dibenci Neona lebih dari apapun karena dia yang susah payah mendapatkan perhatian Christ ditinggalkan begitu saja untuk Agatha.


Menenggak habis anggur merahnya, Neona tersenyum miring menatap pantulan dirinya di dinding kaca. 


Dia tahu putusnya pertunangan antara dirinya dan Christ memang sudah lama dan sejujurnya dia mengakui itu dan menyerah. Namun saat mengetahui Agatha-lah yang pada akhirnya kini menjadi istri dari Christopher Winston membuat harga dirinya terluka dan tidak terima.


Kenapa harus Agatha yang menjadi pemenang pada akhirnya?


Dia lah yang sudah berjuang selama ini meskipun berakhir ditinggalkan.


Dan dengan harga diri yang terluka dan belum sembuh, Neona akan membuat Agatha merasakan hal yang sama. Wanita angkuh dan sombong itu harus tahu bahwa semua yang ada padanya tidak akan seindah itu. Wanita angkuh yang akan dihancurkannya dengan satu hal yang menjadi kelemahan Agatha. Fakta pada masa lalu yang tidak akan diduga oleh wanita itu dalam hidupnya.


Setidaknya kau harus merasakan sakit hatiku karena ditinggalkan.


Dan aku sendiri yang akan menghadirkan kejutan untuk menghancurkanmu, Agatha.


Senyum yang terkembang di bibirnya semakin merekah.


Sepertinya hidupnya akan kembali menjadi lebih menarik.


.


.


.

__ADS_1


Riexx1323.


__ADS_2