Agatha Anderson

Agatha Anderson
Agatha Anderson — Kejanggalan


__ADS_3

...Melangkahlah penuh kehati-hatian seolah berjalan diatas lapisan es yang tipis....


...Memperhatikan setiap langkah agar tak sampai retak dan terjebak....


.......


.......


.......


Joshua melangkahkan kakinya ke sebuah kedai kopi yang ada di kawasan Seventh Central Park. Dia sudah kembali dari pekerjaannya dengan RedSky yang bisa diselesaikannya dengan cepat.


Dia membaca beberapa dokumen yang tadi diperolehnya dari mengunjungi beberapa teman lama.


Informasi tentang Christ.


Joshua masih merasa janggal dengan informasi tentang Christ yang ambigu sebelumnya dan telah mengumpulkan beberapa informasi dari teman-teman dan relasinya.


Christopher Winston.


Dari semua data yang terkumpul bagian yang berbeda adalah pada bagian akademis. Satu data menyebutkan bahwa Christ mendapatkan pendidikan di Skotlandia sejak berumur 15 tahun sampai lulus dari universitas di sana. Namun dokumen lain menyebutkan bahwa Christ tidak pernah mendapatkan pendidikan di negara lain. Dan yang paling mengejutkan adalah dia yang ternyata terdaftar di universitas yang sama dengannya dan Agatha.


Hal ini membuat Joshua bingung, dibukanya satu persatu dokumen itu dan melihat ada beberapa hal lain yang mungkin mendukung informasi kedua yaitu adanya beberapa pernyataan dari beberapa orang yang mengaku bahwa mereka berteman dengan Christ selama berada di universitas.


Tapi jika benar Christ adalah orang yang berada di universitas yang sama dengannya bukankah seharusnya ada lebih banyak orang yang mengenalnya? Christ bukanlah orang sederhana mengingat reputasi kedua orangtuanya.


Joshua membalik halaman lain dan terkejut setelah membaca data siswa. Disebutkan Christ tercatat sebagai mahasiswa hanya sampai di tahun kedua tanpa ada catatan kelulusan di sana.


Apa itu artinya Christ sempat berpindah universitas ke Skotlandia? Tapi catatan pada dokumen lain mengatakan dia berada di sana sejak usia 15 tahun.


Dibukanya lagi data yang menyebut Skotlandia dan bahkan dalam data itu tidak ada bukti lain yang menguatkan informasi seperti pernyataan orang-orang yang dekat dengannya. Tidak ada informasi teman atau apapun di sana. Joshua sudah memastikan hal itu juga dengan mengirim informan kesana, menyelidiki sekolah, universitas juga daerah tempat tinggal kakek dan neneknya. Satu-satunya informasi yang mendukung hanyalah fakta bahwa beberapa tetangga kakek dan neneknya memang mengenal Christ dan sempat melihatnya berkunjung kesana beberapa kali. Hanya itu saja. Tidak ada yang lain.


Bukankah hal itu lebih aneh, karena hampir semua informasi resmi tentang Christ ditulis berdasarkan hal ini.


Sementara data yang menyebutkan riwayat Christ di negara ini nyaris tidak disebutkan dalam informasi pribadi pria itu sama sekali.


Joshua harus berusaha keras untuk mendapatkan informasi sulit ini yang justru lebih terlihat nyata.


Joshua beraliih pada lembar lainnya yang memuat beberapa gambar yang membuktikan keberadaan Christ mendapatkan pendidikannya di negara ini. Foto-foto semasa dia bersekolah di tempat yang cukup elit hingga foto saat dia berada dalam kegiatan kampus. Dan Joshua tahu benar ini adalah kampus yang sama dengannya, ini jelas bukan rekayasa karena foto-foto diambil saat ada kegiatan. Saat matanya sedang fokus meneliti satu persatu gambar kemudian Joshua dikejutkan oleh gambar di halaman terakhir yang terlihat akrab dan tidak asing untuknya. Foto sekumpulan anak di depan sebuah sekolah dasar dengan latar suasana musim gugur. Joshua bahkan dengan cepat meraih gambar itu dan memperhatikannya dengan teliti.


Tidak mungkin.


Bagaimana dia tidak meyadarinya?


Joshua menatap gambar dimana dia, Agatha dan Mikael berada di ujung kanan dengan senyum yang hangat Bersama barisan anak-anak yang ada didepan. Lalu netranya beralih ke ujung kiri dimana ada sosok yang dilingkari tanda merah. Dan setelah berulang kali memastikan, pandangan Joshua mrmbola tidak percaya.


Itu adalah Christopher Winston.


Apa ini? Mereka berada dalam satu frame gambar yang sama? Ini bukan hal palsu atau rekayasa kan? – pikirnya bingung.

__ADS_1


Sontak tangannya meraih ponsel yang sedari tadi tergeletak di atas meja, dengan cepat dia menghubungi seseorang untuk memastikan kebenarannya.


"Hai Vernon, ini aku.. Apa kau bisa meluangkan waktumu untuk bertemu denganku?" tanyanya pada si penerima di seberang.


'Hai Josh, apa apa?' jawab sosok bernama Vernon itu.


"Bisakah kau datang dengan membawa dokumentasi kegiatan selama tahun Angkatan kita?"


'Oh, memangnya ada apa?'


"Aku sedang mencari seseorang dan sepertinya dia salah satu teman kita. Aku hanya sedikit lupa dan ingin memastikan karena ini mendesak," jawabnya berbohong karena tidak mungkin dia mengatakan hal yang sebenarnya kan?


'Begitu ya, baiklah. Katakan saja kapan dan dimana kita bisa bertemu.'


"Bisa bertemu hari ini? Sebenarnya aku sedang tidak begitu ada jadwal tapi aku akan menunggumu sampai nanti malam jika kau masih sibuk."


'Aku sedang tidak ada jadwal juga, apa sebaiknya sekarang kita bertemu?' tanya Vernon yang justru membuat Joshua tersenyum senang.


"Terimakasih Vernon, aku akan mengirimkan lokasinya padamu sekarang. Sampai nanti," ucapnya yang kemudian menutup sambungan ponselnya.


.......


.......


.......


Christ sedang dalam perjalanan pulang saat dia memutuskan untuk menghubungi Agatha dengan niat mau menjemput sang istri.


Christ menggigit bibirnya karena ucapan kebohongannya barusan. Tentu saja dia tidak mungkin mengatakan kalau dia baru saja menemani Neona.


'Aku sudah di rumah, Christ.'


"Oh, kau sudah pulang? Mau aku membeli sesuatu  untuk makan malam nanti?"


'Tidak usah, kau saja cepatlah pulang.'


Christ tersenyum, mendengarnya. Kemudian setelah mematikan sambungan ponselnya, Christ melaju cepat menuju apartemennya.


.......


.......


.......


Agatha masih berada di ruang kerjanya ketika Christ tiba. Suaminya itu menyunggingkan seulas senyum hangat sebelum memeluknya.


"I miss you so much, Sunshine," bisik Christ menarik Agatha dalam pelukannya.


"Bukankah kau bilang mau istirahat saja dirumah. Lalu kenapa pergi keluar?"

__ADS_1


"Aku ada pertemuan mendesak dengan klien dan aku harus pergi meskipun enggan," Christ tersenyum pahit karena lagi-lagi dia berbohong.


"Hm, begitu ya."


Christ mengangguk kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu sempit istrinya. Seolah meletakkan semua rasa Lelah yang dirasakannya seharian ini.


"Tidak biasanya kau pulang sesore ini, Sunshine. Padahal aku berniat untuk menjemputmu tadi."


"Ya, aku mengusahakan pulang untuk menjenguk dan mengajak suamiku untuk makan siang bersama tapi nyatanya dia justru tidak ada di rumah," jawab Agatha datar namun membuat Christ seketika melepas pelukannya.


"Sunshine, apa maksudmu? Kau pulang lebih awal demi diriku?" tanya Christ tidak percaya menatap pada netra hitam istrinya.


"Ya, tapi sayang sekali niatku itu tidak tersampaikan."


Dan tanpa peringatan Christ sudah mengikis jarak diantara mereka, mengecup pelan bibir wanita yang paling dicintainya itu. Merasakan rasa haru yang luar biasa karena ucapan Agatha yang berarti bahwa wanita itu sudah mulai menerimanya sebagai suami, mulai mengkhawatirkan keadaannya dan juga peduli padanya.


Agatha mendorong pelan tubuh Christ untuk melepaskan diri dan mengambil napas.


"Kau sungguh melakukannya untukku, Sunshine? Aku senag sekali mendengarnya, terimakasih," bisiknya penuh haru karena sekarang mata pria itu sedikit berkaca-kaca.


"Maafkan aku yang justru pergi," lirihnya kemudian kembali memeluk tubuh Agatha.


"Maaf jika aku membuatmu kecewa. Seharusnya aku bisa mendapat perhatianmu dan menghabiskan waktu lebih banyak denganmu hari ini. Tapi aku justru mengacaukannya, maafkan aku Agatha. Maaf..."


"Tidak apa-apa Christ, berhenti meminta maaf karena aku tidak keberatan dengan hal itu meski memang sedikit kecewa."


"Apa yang harus kulakukan untuk menebusnya?"


Agatha diam dan memandang Christ cukup lama memikirkan apa yang dia inginkan, "Cepat mandi dan masakkan makan malam enak untukku," pintanya kemudian yang membuat Christ tersenyum lebar dan mengusak kepalanya gemas.


"Baiklah, akan segera kulaksanakan Nyonya Winston."


"Diam, jangan bercanda."


"Eh, tapi benarkan kalau istriku ini adalah nyonya Winston? Memangnya kau tidak mengakuinya, Sunshine?"


"Diam dan cepat mandi," Agatha mendorong tubuh Christ paksa agar pria itu segera keluar dari ruangan.


"Baiklah, aku segera pergi. Tapi Sunshine, tidak mau mandi bersama?" tanyanya dengan cengiran lebar yang mendapat satu cubitan besar dari Agatha di lengannya sebelum wanita itu mendorongnya dan menutup pintu.


Sejenak Christ lupa akan semua hal berat yang dirasakannya sebelumnya, saat bersama Agatha rasanya seluruh dunianya hanya terpusat pada wanita itu saja.


Jadi biarkan mereka berdua merasa Bahagia dengan munculnya tunas-tunas kecil Bahagia yang disebut cinta.


Sementara di tempat lain Joshua sedang berusaha untuk percaya pada hal-hal yang kenyataannya terpampang jelas di hadapannya.


.


.

__ADS_1


.


Riexx1323.


__ADS_2