
...The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched - they must be felt with the heart....
...-Helen Keller-...
.......
.......
.......
Christ tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan ketika tiba-tiba ada Mikael yang hadir dan diterima oleh Agatha dibandingkan puluhan orang yang berusaha mendekati gadis itu. Orang lain mungkin tidak menyadari kedekatan Mikael dan Agatha karena diantara mereka selalu ada Joshua, tapi Christ tahu setelah pengamatan diam-diamnya selama ini.
Mereka berdua dekat.
Dan dia iri akan hal itu. Apa mungkin Agatha hanya merasa kasihan pada pemuda tunawicara itu? Tapi sebenarnya cukup luar biasa melihat pemuda itu berada di fakultas kedokteran dengan kondisinya yang cacat.
Pernah sekali Christ tidak sengaja berpapasan dengan Mikael di undakan batu fakultas kedokteran saat dia menemui temannya. Dan entah karena apa tiba-tiba saja rasa jengkel di dalam hatinya muncul dan dengan sengaja menabrak pemuda itu sampai terjatuh. Teman-temannya tertawa melihat pemuda itu terjatuh sampai ke bawah undakan tanpa berniat membantu begitupun dirinya. Dan tanpa diduga olehnya tiba-tiba saja Agatha datang dan membantu pemuda itu berdiri dan yang membuatnya saat itu merasa kesal adalah tatapan marah yang Agatha lemparkan padanya.
Bukan. Agatha tidak mendekati Mikael hanya karena rasa kasihan atau apa. Melihat pembelaan dan sikap yang diberikan gadis itu pada Mikael cukup membuktikan bahwa perasaan gadis itu nyata.
"Christ, kau seperti penguntit jika terus menerus bersikap seperti ini. Oh ayolah, akhiri saja jika kau memang tidak ingin maju untuk mendapatkan Agatha. Jangan bersikap seperti pecundang yang hanya bisa melihat dari kejauhan," Leon sudah lebih dari jengkel mengingatkannya.
"Kau tidak mengerti, Leon. Aku bisa saja langsung mendekatinya dan menyatakan ketertarikanku padanya. Tapi bagaimana jika aku ditolak? Itu akan melukai harga diriku."
"Kau dengan harga dirimu yang tinggi selangit juga sikap plin planmu itu tidak akan bisa mendapatkannya." gerutu Leon jengkel.
"Akan aneh jika aku tiba-tiba mendekatinya kan?"
"Haruskah ada alasan untuk hal itu? Christ jangan bodoh. Begini ya, Agatha sekarang rajin mengikuti kegiatan sosial kampus. Kau bisa mencoba ikut kegiatan itu untuk mendekatinya." saran Leon.
Dan pada hari-hari selanjutnya Christ menuruti saran Leon dengan bergabung dalam kegiatan sosial kampus, benar dia bisa lebih sering bertemu Agatha disana tapi di sana dia juga bertemu Mikael dan sesekali ada Joshua.
Kesempatan apa yang bisa didapatkannya? Bahkan Agatha hanya fokus pada Mikael saja.
Christ sadar dirinya yang pasif memang tidak akan bisa mendekati Agatha, belum mendekat saja sikap gadis itu sudah seperti memasang tembok pembatas tinggi antara dirinya dan orang di sekitarnya.
__ADS_1
Dia hanya berusaha mendekat, tidak lebih.
Leon yang sudah sangat jengah tidak mau ikut campur dan hanya membiarkannya melakukan apa yang dia inginkan selama tidak keluar batas.
Pada dasarnya Christ tidak melakukan hal apa-apa selain dengan sengaja menabrak atau menyenggol Mikael saat mereka berada dalam kegiatan yang sama. Dan seringnya dia tidak akan minta maaf seperti biasanya. Dia selalu merasa iri dan jengkel pada pemuda tunawicara itu.
Pernah juga dalam sebuah kegiatan amal yang dilakukan di luar kampus, Christ dengan sengaja menabrakkan dirinya pada Mikael saat pemuda itu tengah membawa kardus besar. Tentu saja Mikael terjatuh dengan semua isi kardusnya berserakan.
Dan lagi-lagi hal yang tak diduganya terjadi. Agatha kembali datang untuk membantu pemuda itu, tampak khawatir. Dan setelahnya Agatha melemparkan tatapan marah padanya yang untung saja bisa dicegah oleh teman-temannya. Gadis itu tampak murka.
Bahkan dengan semua kesengajaan yang dia sebabkan tidak membuat Agatha mengingat bahwa mereka pernah bertemu beberapa kali.
Agatha sama sekali tidak peduli selain menatap marah padanya.
Christ kecewa. Tentu saja.
Apa yang sebenarnya dia harapkan dari situasi ini? Mereka sama sekali tidak saling mengenal kan?
Hanya Christ yang selama ini mengagumi dan menyukai Agatha diam-diam, tapi bagi Agatha dia bukan siapa-siapa selain pengganggu Mikael-nya.
Pikiran-pikiran picik kecemburuan itu datang begitu saja tanpa bisa dicegah olehnya yang masih muda. Belum ada kebijaksanaan dalam sikapnya saat itu.
Tanpa dia sadari semua kecemburuan yang secara sepihak dirasa olehnya itu membawa Christ pada pribadi yang berbeda dari sebelumnya.
Dia tidak pernah marah selama ini, namun semakin hari justru dia semakin mudah marah pada apapun yang terkait dengan Mikael dan Agatha padahal dia sendiri yang selalu menyengaja menemui dan berada di tempat yang sama dengan mereka.
Sikapnya ini mulai membuat seseorang yang tidak dipedulikannya selama ini, gadis yang menjadi tunangannya, Neona sadar akan perubahan sikapnya.
Hal itu menjadi awal dari kerumitan yang akan terjadi dalam hari-hari Christ selanjutnya.
Neona mengekorinya kemanapun dia pergi sehingga kebiasaannya menemukan Agatha menjadi terganggu. Awalnya Neona marah namun setelah tahu bahwa Christ terlalu pengecut untuk meninggalkannya dan mendekati Agatha, gadis itu malah membiarkannya.
Hingga tragedi di penghujung musim dingin itu terjadi.
Ada kegiatan sosial dan amal di sebuah panti yang terletak di pinggir kota. Mereka memberikan bantuan dan melakukan kegiatan pesta kecil menjelang berakhirnya musim.
__ADS_1
Christ mengikuti kegiatan itu karena Agatha ada di sana tentu saja bersama Mikael namun tanpa Joshua. Sayangnya kali ini Christ datang dengan membawa Neona karena gadis itu begitu berisik dan berulah untuk ikut dengannya.
Mereka tiba di sana sejak siang, melakukan pembagian barang seperti buku, pakaian, makanan dan juga beberapa peralatan yang dibutuhkan oleh panti asuhan ini.
Christ tidak melepaskan pandangan matanya dari Agatha sejak mereka tiba. Gadis itu tampak senang dan sering sekali tersenyum.
Namun sayang senyuman itu bukan untuknya. Senyuman itu ada untuk si pemuda tunawicara.
Christ kesal tapi tidak bisa menunjukkannya, membuatnya semakin marah.
Setelah makan malam mereka semua berkumpul di halaman belakang panti yang berbatasan langsung dengan hutan kecil yang di tengahnya ada sebuah danau kecil yang bisa ditemukan jika menuruti jalan setapak.
Mereka semua ada di sana bersama anak-anak dan juga pengurus panti. Menyanyikan lagu-lagu khas musim dingin yang membawa kehangatan, lalu coklat mengepul yang melengkapi acara mereka malam itu.
Dari matanya Christ melihat Agatha sedang tertawa dan bersenda gurau dengan Mikael. Namun setelah beberapa saat Agatha beranjak karena harus menjawab telepon entah dari siapa, meninggalkan Mikael sendirian.
Christ menghela dalam cuaca yang dingin, di sebelahnya Neona sibuk berbincang dengan entah siapa.
Saat berniat untuk mengambil minum, Christ melihat Mikael beranjak. Pemuda itu berjalan menapaki jalan setapak menuju hutan, tidak ada Agatha yang mungkin gadis itu masih sibuk dengan panggilan teleponnya.
Dan entah karena apa, Christ tanpa sadar mengikuti langkah kaki Mikael menuju hutan. Melangkah dengan penuh hati-hati dalam diam berusaha agar si pemuda di depannya tidak menyadari keberadaannya yang hanya beberapa langkah.
Christ tidak tahu kenapa dia harus mengikuti Mikael.
Kenapa langkah kakinya terarah pada pemuda itu. Dia tidak memikirkan apapun dan hanya terus melangkah meninggalkan keriuhan dan senda gurau di belakang sana.
Meninggalkan semua kehangatan yang diciptakan oleh teman-temannya.
Terus berjalan hingga semua suara nyanyian dan gurauan itu tak lagi terdengar. Hanya kesunyian yang menjadi latar langkah kaki mereka.
.
.
.
__ADS_1
Riexx1323.