
..."Until tonight I only dreamed about you....
...I can't believe I ever breathed without you. ...
...Baby, you make me feel alive and brand new."...
..."Heartbeat Song" — Kelly Clarkson...
.......
.......
.......
Joshua menatap kepergian beberapa tamunya dengan pandangan menerawang tidak yakin.
Dia merasa tidak asing dengan wanita bernama Neona Walker itu.
Rasanya familiar dan pernah melihat sebelum ini tapi sekeras apapun dia berpikir, Joshua tidak ingat dimana.
Sejauh ini dia hanya tahu bahwa wanita ini adalah keponakan dari tuan Erington Gerald, salah satu dari beberapa relasi perusahaan mereka. Wanita itu juga baru-baru ini diketahui meneruskan perusahaan karena tuan Gerald yang tidak memiliki keturunan memutuskan untuk menyerahkannya pada wanita itu
Tidak tahu kenapa tapi Joshua merasa tidak nyaman dengan Neona Walker. Semoga bukan sesuatu yang buruk dengan kerjasama mereka.
Neona tersenyum puas begitu menghenyakkan dirinya untuk duduk di dalam mobil.
Tangannya sibuk mengirimkan beberapa gambar dan juga pesan pada ponselnya.
Tidak apa, sekalipun respon yang didapatnya nanti memakan waktu lama tapi efeknya pasti lebih cepat.
.......
.......
.......
Kediaman Agatha dan Christ tampak lebih tenang dan hangat dari sebelumnya.
Agatha sudah kembali duduk nyaman bersandar di atas tempat tidur sembari mengerjakan beberapa berkas pekerjaan melalui email. Memang sebelumnya dia bilang tidak ke kantor untuk bekerja tapi bukan berarti dia akan bermalas-malasan saja kan? Dia masih bisa bekerja dengan posisi santai dari rumah. Tubuhnya masih lelah karena efek pertama kali yang berkali-kali dalam beberapa jam belakangan.
Joshua sudah mengirimkan berkas hasil meeting tadi. Tidak ada kendala dan berjalan lancar seperti biasa. Sahabatnya itu benar-benar harus mendapatkan reward besar untuk semua usaha yang dilakukannya.
Agatha meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu, bermaksud mengirimkan hadiah untuk sahabatnya itu dengan memesan sebuah jam tangan model terbaru yang akan dirilis nanti dari salah satu brand ternama favorit Joshua. Tersenyum senang membayangkan omelan Joshua saat menerima hadiah, Agatha kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.
Christ yang baru masuk ke kamar langsung merebahkan diri di samping Agatha.
"Jadi mau melakukan apa lagi?" tanya pria itu yang kini menyandarkan kepalanya di bahu sang istri, mengintip kegiatan istrinya.
"Apa lagi? Aku harus bekerja, Christ."
"Bukankah kita sepakat libur hari ini?" Pria itu mengeluh saat melihat istrinya sibuk membalas email dari Joshua.
"Kita sepakat tidak pergi ke kantor, bukan cuti Christ."
"But I want to spend all my day with you."
"We live together and meet every day, Christ. Kenapa kau jadi manja begini? Tidak seperti Christopher Winston yang kukenal."
"Oh, memangnya kau mengenalku seperti apa?" lanjutnya menggoda dengan memainkan helaian rambut Agatha.
__ADS_1
"Tuan muda yang sombong dan tidak ramah."
"Oh ya? Aku tampak seperti itu bagimu? Tapi bukankah itu adalah citramu sendiri, Sunshine? Nona muda yang dingin, dan tidak ramah."
"Aku memang begitu. Tidak ada yang berubah kan?" balas Agatha.
Tidak peduli istrinya itu melirik dengan jengah padanya, Christ tersenyum dan melingkarkan lengannya pada perut wanitanya.
"Memang tidak berubah, kau tetap galak dan dingin padaku saat di rumah. But I saw another Agatha last night...when you lost in lust."
"Just shut up, Christ."
"Language, Baby."
"I'm not your Baby."
"Yes, you're my Baby, my love, my beloved one to forever."
"Stop it, Christ. Don't make up the story. Aku harus kembali bekerja sekarang. Bukankah sebaiknya kau melakukan hal yang sama daripada menggangguku?"
Menghela pendek akhirnya pria itu menuruti perkataan istrinya, menarik tangannya yang sudah nyaman bertengger di pinggang ramping yang kini menjadi candunya itu meraih ponsel yang sudah diabaikannya sejak tadi.
Sebenarnya Christ sudah membalas beberapa berkas tadi pagi sebelum Agatha bangun dan juga sedang menunggu dokumen dari Leon.
Jarinya terhenti tiba-tiba di depan layar saat sebuah pesan menarik fokus perhatiannya.
Pesan dari orang yang tidak ingin lagi ditemuinya, dibicarakannya atau bahkan dilihatnya.
Apa ini.
^^^Hai, Babe...^^^
^^^Cause I miss you so bad.^^^
^^^Dan ya, aku ingin memberitahu saja kalau sekarang kita akan sering bertemu.^^^
^^^Oh, aku tahu kau tidak akan membalas pesanku tapi aku tahu kau tidak bisa mengabaikanku.^^^
^^^See you, Love.^^^
Di akhir pesan, Neona mengirimkan sebuah gambar.
Dan Christ nyaris mengumpat andai dia tidak ingat ada Agatha di sampingnya.
Foto itu adalah Neona yang sedang berdiri di depan gedung perusahaan Agatha.
Rasanya jantung Christ serasa meloncat jatuh. Kepalanya seketika menoleh menatap Agatha yang masih sibuk.
Apa ini?
Kenapa Neona ada di sana?
Christ terpaku sejenak dan berpikir untuk menghubungi Neona, tapi sisi lain kepalanya berkata bahwa mungkin wanita itu hanya ingin menganggunya. Tapi dia butuh penjelasan dan satu-satunya orang yang bisa menjelaskan adalah wanita itu.
Sial.
Dia tidak mau berhubungan lagi dengan wanita itu.
Dengan berat hati jarinya kini bergerak menuliskan balasan untuk pesan itu.
__ADS_1
^^^Apa maksudmu.^^^
^^^Jangan mengangguku lagi, Neona.^^^
^^^Kuperingatkan kau untuk tidak muncul lagi di hadapanku.^^^
Dikirmnya pesan itu dengan perasaan berdebar cemas.
Dia baru beberapa saat lalu memulai hubungan yang sesungguhnya dengan Agatha, kenapa harus ada hal sepeeti ini mengganggunya?
Christ mendekat ke arah istrinya lagi kemudian memeluknya erat dari samping membuat istrinya itu mendorongnya kesal.
"Christ, aku masih mengerjakan beberapa hal. Ada apa? Kau tidak mengecek pekerjaanmu?"
Agatha memiringkan kepalanya ke kiri karena Christ meletakkan kepala di bahu kanannya, dan dia bisa merasakan napas pria itu memberat.
"Agatha, aku mencintaimu."
Tidak menjawab namun Agatha mengelus pelan surai hitam pria itu sebentar sebelum kembali fokus.
"Tidak bisakah kau katakan hal yang sama padaku?"
"Christ..."
Pria itu memejamkan matanya berusaha untuk tidak berpikir buruk tentang apapun yang mungkin terjadi karena kemunculan Neona.
Berusaha memusatkan dirinya lagi kepada Agatha sebagai gravitasinya. Berusaha mengembalikan debar kecemasannya kembali normal. Rasa tidak tenang itu kembali dan Christ tidak mau kembali seperti dulu.
"Ada apa?"
Suara Agatha memecah pikiran kalutnya, menatapnya heran.
"Kau memelukku begitu erat, kau tidak apa-apa?"
Dan saat Christ menatap manik coklat itu dalam, dia merasa dunia ini tidak adil. Dia baru saja merasakan memiliki wanita ini, bahkan perasaan itu belum genap satu hari.
Tapi kenapa dunia tidak mau membiarkannya begitu saja?
Kenapa dunia harus membawa kembali Neona dalam hidupnya?
Christ menggeleng menanggapi pertanyaan Agatha dan seolah tak ingin kehilangan dia kembali memangkas jarak di antara mereka. Mengecup ringan gravitasinya dan menenggelamkan dirinya disana.
Agatha merasakan sesuatu yang berbeda dari pelukan Christ kali ini. Dia memang selalu abai dengan semua perhatian Christ selama ini tapi dia cukup sensitif pada perubahan emosi seseorang.
Dan karena selama ini pria itu selalu memeluk, mencium dan melakukan skinship tiba-tiba tanpa alasan, Agatha tidak lagi heran dan mulai terbiasa meski sekarang ada sedikit perbedaan.
Memang terkadang hal-hal mengejutkan selalu terjadi dalam hidup.
Entah menyenangkan atau tidak.
Dan untuk mereka berdua,
mungkin kejutan itu bisa mempengaruhi hubungan di masa depan.
.
.
.
__ADS_1
Riexx1323.