
...Tidak ada rahasia yang abadi di dunia ini. Karena manusia tidak akan bisa menahan diri dari sifat ingin tahu dan ingin memberi tahu....
.......
.......
.......
Agatha baru kembali dari kediaman ayahnya dan bermaksud pergi ke Senna Rod untuk menemui dokter Helen, baru berjalan beberapa langkah ketika manik matanya bertabrakan pandang dengan seseorang yang akhir-akhir ini sering ada di sekitarnya.
"Nona Agatha!" sapa si wanita yang kini melangkah ke arahnya itu.
"Nona Walker."
"Wah, tidak kusangka bisa bertemu anda di sini. Maksudku sekalipun rumah sakit ini milik anda tapi tetap saja aku tidak percaya bertemu secara langsung," ucap wanita itu dengan senyuman yang kelewat manis.
"Ya," jawab Agatha pendek.
Diapun tidak menyangka akan bertemu wanita ini di sini.
"Ada apa Nona Agatha kemari? Apakah itu urusan pribadi atau urusan pekerjaan?" tanya Neona yang kini berjalan menjajari langkah Agatha.
Sementara yang ditanya hanya diam meneruskan langkahnya merasa tidak terganggu dengan yang lain, baginya itu bukan sesuatu yang penting.
"Sepertinya anda suka sekali mengabaikan orang lain, Nona Agatha. Atau memang saya yang salah bertanya."
Agatha menoleh pada wanita disampingnya itu tanpa menghentikan langkah.
"Saya tidak terbiasa bicara basa basi, Nona Walker."
Langkah Neona berhenti sesaat mendengar jawaban Agatha, kedua tangannya mengepal erat. Sampai kapan dia harus merendahkan diri di hadapan Agatha?
Tapi bagaimanapun juga pertemuan tak sengaja ini tidak boleh disia-siakannya mengingat wanita di hadapannya ini sangat sulit ditemui. Dia harus terus melakukannya sampai tujuannya tercapai. Dan dengan perasaan itu dia melanjutkan langkahnya mengejar Agatha.
"Apakah tawaran anda untuk saya masih berlaku?" tanya Neona kemudian.
Agatha berhenti melangkah tepat di depan ruangan dokter Helen. Tatapan bertanya diarahkannya pada Neona.
"Tawaran apa?"
"Makan siang bersama saya. Anda sendiri yang menjanjikannya, bukan?"
Ya, Agatha ingat.
Dia menjanjikan hal itu pada wanita ini. Terdiam sesaat kemudian Agatha menghela sebelum menjawab, "Baiklah kita bisa makan siang bersama sekarang."
Sebuah senyum manis muncul di bibir Neona. Akhirnya dia selangkah lebih dekat dengan tujuannya.
"Tentu saja, Nona Agatha."
"Jika anda masih memiliki urusan di sini sebaiknya anda selesaikan," lanjut Agatha yang kemudian melihat jam di pergelangan tangannya sekilas.
"Urusan saya sudah selesai di sini, Nona," jawab Neona, tatapan matanya seolah berkata rela meninggalkan urusan apapun sekarang demi bisa pergi bersama Agatha.
"Baiklah, kita bisa pergi sekarang."
Agatha berbalik dan melangkah ke arah mereka datang sebelumnya.
"Tidak menyelesaikan urusan anda lebih dulu?" tanya Neona bingung karena bukankah Agatha baru datang saat mereka bertemu tadi?
__ADS_1
"Aku bisa kembali nanti."
"Tentu saja," jawab Neona yang kemudian berjalan mengikuti Agatha menuju lobi.
Sayangnya tanpa Agatha tahu setelah tiga langkah senyum manis di bibir Neona berubah menjadi seringaian arogan. Sorot mata yang bercahaya itu juga berubah menjadi dingin.
.
.
.
Joshua mengendarai mobilnya keluar dari jalanan desa yang berada cukup jauh dari kota.
Dia baru saja mengunjungi rumah panti yang berada di ujung desa. Berbatasan langsung dengan hutan dengan danau di tengahya.
Ya, benar.
Dia baru saja mengunjungi tempat dimana Mikael menghembuskan napasnya terakhirnya di dunia ini. Tempat kecelakaan naas itu terjadi.
Joshua sangat menyesali hari itu, saat dimana dia tidak bisa ikut kegiatan amal di akhir musim dingin itu karena liburannya bersama kekasihnya.
Harusnya dia tidak pergi, harusnya dia ada menjaga mereka, itu adalah pemikiran yang sering muncul dalam dirinya dan menjadi penyesalannya.
Namun hari ini dia tidak datang untuk mengenang rasa sakit itu. Dia datang untuk mencari informasi tentang Christ. Tentang keberadaan pria itu di sini saat itu. Untung saja pemilik panti membenarkan meskipun samar mengingat bahwa Christ dulu memang salah satu bagian dari kelompok para pemuda yang datang saat itu. Pernyataan yang menyakinkan Joshua akan keberadaan Christ di masa lalu.
Dan sebelumnya Joshua juga sudah menemui beberapa orang temannya yang dulu merupakan anggota kegiatan sosial, bertanya pada mereka tentang Christ dan lagi-lagi hal itu meyakinkan Joshua.
Namun ada hal yang tidak mengerti, kenapa setelah itu Christ menghapus semua jejak masa lalunya?
Terlalu aneh dan kebetulan karena semua yang ditutupi oleh Christ dimulai setelah kecelakaan naas itu.
Dan lagi hari ini urusannya di RedSky benar-benar sudah selesai. Dia harus kembali.
.
.
.
Dua wanita cantik itu tampak sedang menikmati hidangan mereka masing-masing. Tanpa suara hanya dentingan peralatan makan yang mereka gunakan.
"Aku merasa bahagia dan terhormat bisa bersama anda," ucap Neona.
Agatha membalas ucapan itu dengan seulas senyum.
"Aku sangat senang saat akhirnya perusahaan kita bekerja sama. Itu adalah salah satu impianku juga bisa bekerja dengan perusahaan Anderson," ujar Neona panjang lebar.
"Aku juga senang bisa bekerjasama dengan anda, Nona Walker."
Neona tersenyum meski dia sudah merasa kesal karena Agatha tidak menanggapi semua perkataannya selain dengan jawaban formal atau senyuman.
"Nona Walker, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Agatha pada akhirnya membuat Neona menatap padanya antusias.
"Tentu."
"Aku tahu anda adalah seseorang yang pernah menjadi tunangan Christ di masa lalu. Bukankah semua yang anda katakan tadi terasa seperti kebetulan yang dipaksakan?"
Agatha meletakkan sendok dan garpunya lalu melipat tangannya sopan diatas meja.
__ADS_1
"Anda mengatakan bahwa bekerja sama dengan kami adalah impian anda. Bukankah anda seharusnya tidak nyaman bekerja dengan istri dari pria yang pernah anda cintai?"
Neona tertegun menatap Agatha.
Sepertinya benar bahwa Agatha Anderson bukan wanita sembarangan. Semua rumor itu benar bahwa wanita ini pintar dan memiliki intuisi yang bagus. Tidak disangka Agatha menangkap maksud dan tujuannya sekalipun mereka tidak saling berinteraksi satu sama lain. Dengan mudahnya Agatha menyimpulkan ssmua tepat sasaran.
Neona tersenyum, "Seperti itukah aku kelihatannya bagimu, Nona Agatha?"
Agatha tidak mengatakan apapun untuk menanggapi pertanyaan Neona sehingga wanita itu akhirnya melanjutkan.
"Yah, apa yang kau katakan memang tidak sepenuhnya salah. Dari sudut pandang bisnis memang benar jika perusahaan kami ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan kalian. Namun secara pribadi aku tidak menyukainya."
"Kau sudah menebak alasannya, Nona Agatha. Aku tidak suka terlibat dengan wanita yang menjadi istri mantan tunanganku. Tapi kita harus melakukan hal yang profesional saat bekerja dan tidak mencampurnya dengan urusan pribadi bukan?"
"Aku sedang berusaha melakukannya sekarang. Menjalin hubungan yang baik sebagai relasi sekalipun aku tidak menyukaimu, Nona Agatha."
Agatha masih dengan ekspresinya yang datar dan tatapan matanya yang tajam itu masih tidak menanggapi semua pengakuan Neona. Dia sebenarnya sudah menduga hal ini sejak ibunya memperkenalkan Neona sebagai mantan tunangan Christ.
"Anda tidak perlu repot untuk berusaha bersikap baik padaku, Nona Walker. Sekalipun aku tahu anda adalah mantan tunangan dari suamiku, tapi aku akan melakukan yang terbaik dalam bekerja. Jadi secara pribadi anda tidak perlu mengakrabkan diri denganku."
Neona terperangah karena perkataan Agatha terdengar begitu arogan. Tidak perlu mengakrabkan diri katanya? Dia pun tidak sudi sebenarnya.
"Yah akupun hanya berusaha melakukan hal yang baik. Selanjutnya aku tidak akan repot-repot melakukannya lagi, Nona Agatha." tukasnya dingin.
"Lagipula aku hanya ingin memastikan apakah Christ akhirnya mendapatkan obsesinya setelah bertahun-tahun mencintaimu dan meninggalkanku untuk mengejar anda, Nona Agatha."
Mengerutkan dahinya heran, Agatha menatap Neona bingung.
"Apa maksud perkataan anda, Nona Walker?"
"Ah, apakah anda tidak tahu? Bagaimana mungkin Christ tidak menceritakannya pada anda bahwa dia telah meyukai anda selama hampir sepuluh tahun? Dan secara tidak langsung pertunanganku juga berakhir karena dia lebih memilih cintanya pada anda daripada aku."
"Tidak mungkin. Sepertinya anda salah. Tidak perlu berusaha membuat keributan diantara kami, Nona Walker."
Mendengar ucapan Agatha, Neona justru tertawa.
"Anda berpikir aku mengarang cerita? Seperrtinya aku terlalu banyak bicara. Anda sebaiknya menanyakan langsung pada suami anda nanti," ucap Neona kemudian beranjak.
"Terimakasih atas waktunya juga telah memenuhi janji anda padaku, Nona Agatha. Sampai jumpa."
Kemudian tanpa mengatakan apapun lagi Neona melangkah meninggalkan Agatha yang masih terdiam di tempatnya. Kini dalam kepalanya berputar begitu banyak pertanyaan yang ingin dia sampaikan pada suaminya itu.
Obsesi?
Sepuluh tahun mencintaiku?
Apa maksudnya?
Mereka saling mengenal namun tak selama itu. Terhitung menuju dua tahun kan dia dan Christ bersama?
Kenapa Christ tidak pernah mengatakan apapun?
.
.
.
Riexx1323.
__ADS_1