
Sesampainya di Vila semua takjub dengan kemewahan dan keindahan Vila tersebut designnya, perabotannya, sepertinya semuanya mahal batin Alika dan pasti semua karyawan juga berpikir sama dengannya. Ditambah lagi dengan pemandangan yang tidak kalah
indahnya, ketika mereka ke belakang Vila disana sudah tersedia meja dan kursi lengkap dengan stan-stan makanan yang ada.
Betapa senangnya Alika saat ini bagi Alika makanan adalah surga dunia Alika langsung menarik tangan Sofia dan Aisyah tidak sabar mencicipi semua makanan yang ada disni. Setelah mengambil semua makanan yang ada mereka memilih duduk disalah satu mejanya yang berdekatan dengan Han dan para petinggi-petinggi lainnya di kantor. Alika tidak memperdulikan Han lagi saat ini dia hanya sedang asik mengobrol dengan Febri Aisyah dan Sofia mereka tertawa dan makan seharian.
Jam menunjukan pukul 07.00 mereka sudah siap menaiki bis dan akan pulang kerumah masing-masing. Acara hari itu sangat menyenangkan bagi semua karyawan. Ketika mau menaiki bis
"Alika"panggil Han
"Eh ia pak?" Alika langsung menoleh ke asal suara yang dia tahu pasti itu Han.
"Kamu naik di mobil saya"kata Han langsung pergi. Alika tidak bisa membantahnya pasti akan percuma, Alika dan Sofia hanya saling pandang dengan wajah bersedih. Sofia mengerti akan tugas Alika, kemudian Alika langsung menyusul Han dari belakang. Mobil Han pun melaju setelah beberapa jam dikeheningan Alika terjatuh tidur terlelap dan terbangun sudah berada di basement yang dikenalinya.
"Eh pak kok disini"refleks Alika
__ADS_1
"Makannya kamu tidur jangan kayak kebo. Dibangunin gak bisa saya gak tau rumah kamu dimana"Alika pun merasa heran bagaimana bisa dia tidak bangun apakah dia selelah itu bantinnya.
Han langsung keluar dari mobil disusul Alika dari belakang.
"Pak kalau begitu saya permisi pamit pulang"
"Tidak usah kamu tidur disini sajah, buatkan kopi untuk saya"
"Ah menyebalkan" batin Alika. Padahal dia sudah membayangkan tempat tidurnya yang nyaman tanpa adanya Han yang harus menyuruh-nyuruhnya.
Kejadian malam itu terulamg kembali Han berteriak-teriak Alika tengah mendapati seluruh tubuh Han berkeringat. Alika ragu-ragu untuk menenangkan Han lagi kalau sampai Han terbangun pasti Alika langsung akan didorongnya. Tapi karena usaha Alika membangunkan Han sia-sia maka diputuskannya Untuk menenangkan Han dengan duduk di samping Han memeluknya mengusap-ngupap punggung Han mencoba membuatnya tenang, entah kenapa Alika suka seperti ini bisa memeluk Han melihat Han yang tertidur seperti bayi.
"Apa setiap malam dia seperti ini?"tanya Alika dalam hatinya dia bertanya-tanya kenapa sampai direkturnya itu mengalami kejadian seperti ini setiap malamnya. Dia menatap wajah Han lagi memperhatikan garis-garis wajahnya sesekali tersenyum.
Alika terbangun dengan sendirinya semua badannya pegal pagi itu tapi yang paling penting dia harus bangun sebelum Han bangun kalau tidak dia pasti dia di amuk Han. Alika langsung menarik tubuhnya pelan sangat pelan dan hati-hati untungnya Han tidak terbangun, Alika langsung lari ngibrit pulang ke kosannya agar dia bisa bersiap untuk ke kantor.
__ADS_1
Hari ini Alika sudah siap dia melihat dirinya di cermin tersenyum memberikan dirinya semangat sebelim akhirnya berangkat ke kantor.
"Kamu udah disini?"kata Alika yang mengangkat telpon dari adiknya
"Ia kak aku udah disini tapi aku mau ikut seminar dulu nanti ketemunya dimana?"tanya suara dari seberang telpon yang ternyata adalah adik Alika dia ke Kota itu karena ada seminar internasional yang harus di hadiri.
Adik Alika adalah mahasiswa kedokteran yang berprestasi walapun dia baru tahun ke 2 dia sudah banyak mengikuti karya ilmiah. Alika sangat sayang dengan adiknya walapun adiknya mendapatkan beasiswa dari kampusnya Alika akan pastikan adiknya tidak akan kekurangan.
"Nanti kakak akan kirim alamat kantor kakak ya kalau udah selesai kamu ke situ kita akan makan malam bersama"
"Ia kakakku sayang. Kak udah dulu ya udah mau dimulai seminarnya"dan telpon ditutup. Alika sangat senang hari ini adik kesayangannya datang mengunjunginya. Dia tidak sabar untuk bertemu adiknya.
Alika sangat bersyukur hari ini tidak ada lembur, adiknya sudah menunggunya di Lobby saat ini. Setelah Alika mengirimkan lokasi kantornya Adiknya langsung bergegas ke kantornya.
Sidney Alindra adik dari Alika Aryana dia berbeda dengan Alika semua keunggulan orang tuanya ada pada Sidney, kulit yang putih, hidung yang mancung, mata coklat yang terang, tinggi bak model dan otak yang pintar. Ketika Alika dan Sidney berjalan pasti akan disangka sepasang kekasih. Perlakuan Sidney kepada Alika memang seperti itu dia sangat sayang kepada kakak satu-satunya itu karena itu yang di ajarkan oleh kedua orang tua mereka. Ayahnya selalu mengingatkan Sidney bahwa dia harus melindungi Alika karena Alika adalah perempuan walapun Alika itu kakaknya.
__ADS_1
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
Makasih.❤️❤️❤️