
Ketika menunggu semua cewek yang lewat pasti menatap Sidney dan berbisik-bisik karena ketampanannya seperti seorang selebriti. Apalagi ditambah dengan Sidney yang ramah dan murah senyum.
Di kejauhan dia sudah melihat kakaknya yang keluar dari lift, senyumnya yang sumringah sudah terukir diwajahnya. Tidak kalah senangnya Alika langsung setengah berlari berhamburan memeluk adik kesayangannya itu dia tidak memperdulikan orang-orang yang menatap tingkah mereka. Yang ada di benaknya hanyalah ingin memeluk adiknya yang dia rindukan.
Ketika mereka berdua sedang asyik makan tiba-tiba mata Alika bertemu dengan sosok yang dikenalnya. Dia langsung berdiri menyapa Han dan Andrew.
"Hai Al kamu disini sama siapa" kata dokter Andrew tapi matanya melirik Sidney
"Oia pak ini kenalin adik saya dia baru sampe tadi" Mereka pun berkenalan Andrew langsung cocok dengan Sidney karena Andrew dokter sedangkan Sidney mahasiswa kedokteran. Sedangkan Han hanya acuh memakan makan malamnya. Malam itu mereka memutuskan untuk makan malam bersama Andrew mengajak Han untuk bergabung dengan Alika dan Sidney malam itu.
"Ini kak"Sidney memberikan setengah daging sapi miliknya untuk Alika karena dia tau itu kesukaan kakaknya.
"Uduh uduh makasih adikku sayang"kata Alika mengglitiki dagu adiknya.
"Apaan sih kak aku udah gede malu ih"kata Sidney yang langsung menjauhkan wajahnya dari tangan kakaknya.
"Meskipun kamu udah gede kamu tetep adik kakak yang lucu"kata Alika sambil melakakukan gerakan tadi sementara Sidney hanya memasang muka cemburut. Andrew hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.
"Jadi kapan balik ke kota YX?"tanya Andrew
__ADS_1
"Hari Minggu dokter" Andrew dan Sidney ngobrol apa saja tentang penelitian terbaru, pembawa materi di seminar yang ternyata di kenal Andrew, pengobatan-pengobatan terbaru. Sedangkan Han hanya sibuk dengan makanannya sedangkan Alika sesekali menatap direkturnya yang ganteng itu. Perasaan yang aneh Alika selalu ingin menatap direkturnya itu walapun direkturnya itu selalu berbuat semena-mena padanya.
"Papa gimana?"kata Alika akhirnya setengah berbisik
"Baik. Kolestrol papa selalu kambuh"jawab Sidney
"Kamu lah ingetin ajak olahraga makanan sehat. Mama gimana?" Tanya Alika lagi kai ini Alika sedang merapikan Rambut Sidney
"Mama juga masih cerewet seperti biasanya"Kata Sidney asal dan Alika hanya bisa tertawa itu artinya mamanya lagi sehat kalau tidak lagi sehat pasti mamanya akan diam.
"Kak aku ada pertanyaan dari mama tapi takut kamu marah"
"Kamu kapan nikahnya?" Seketika itu Alika langsung terbatuk dan menatap Andrew dan Han bergantian entah bagaimana ekspresinya saat ini.
"Ha ha apaan sih kamu"Alika tertawa dengan kikuknya dan menatap Han dan Andrew lagi. "Ini ada bos kakak Sidney pertanyaan jangan aneh-aneh"kata Alika setengah berbisik. Malam itu dihabiskan mereka dengan sesekali bercanda. Han sesekali tersenyum atau sedikit tertawa dengan guyonan Andrew sedangkan Alika hanya bisa terpesona baru kali ini dia bisa melihat moment itu dimana Han bisa tertawa.
"Sadar Alika dia mempunyai pacar Pak Andrew dan dia seorang direktur yang mempunyai beberapa perusahaan sedangkan kamu hanya karyawan biasa" batin Alika
Bandara sore itu terlihat sangat ramai, orang-orang berlalu lalang membawa koper. Alika menggandeng tangan adiknya tanpa mau melepaskannya. Kemarin dia dan adiknya berjalan keliling kota, berfoto, berburu makanan dan sekarang dia harus berpisah lagi dengan adiknya itu.
__ADS_1
"Kakak aku pulang dulu ya. Kamu baik-baik disini"
"Iaaa kamu juga kuliah yang bener nanti kalau ada kekurangan mintanya ke kakak saja ya"
"Ia kakakku yang baik hati" Sidney pun mencium pipi kakaknya sebelum masuk dengan rombongan, dia melambaikan tangannya ke arah Alika dengan tersenyum dan dibalas lambaian tangan kakaknya. Sedih rasanya dia berpisah dengan adiknya itu berarti dia sendirian lagi sekarang.
Hari ini Alika sudah bersiap-siap di menggunakan evening dress yang menggantung di lehernya berwarna hitam beludru yang panjang tergurai membentuk tubuhnya. Tidak lupa dengan makeup yang menurut Alika sudah sesuai saat itu. Hari ini ada acara semua pebisnis berkumpul untuk memenangkan award. Alika ditugaskan Han mendampinginya di acara tersebut. Tidak mau mengecewakan Direkturnya di depan orang Alika hari ini berdandan habis-habisan walapun tidak dengan makeup yang tebal dan bold yang menurut Alika sudah sesuai. Sesampainya di gedung Alika langsung celengak celinguk mencari sosok Han di tengah keramaian sampai-sampai dia tidak memperhatikan langkahnya. Hampir saja dia tersandung jatuh sampai Han menangkap tubuhnya seketika jantung Alika langsung berdetak sangat kencang entah karena dia hampir terjatuh atau karena saat ini tangan Han melingkar di pinggangnya.
"Bisakah kau memperhatikan langkahmu saya tidak mau dipermalukan"kata Han ketus. Pipi Alika langsung memerah mendengarnya.
"Emm maaf pak bolehkah saya merapikan dasi bapak"kata Alika dia tidak mau melihat direkturnya kurang dari suatu apapun. Han langsung membuat gerakan menghadap Alika tanda bahwa dia setuju. Saat ini mereka berdua sedang berhadapan sangat dekat sampai Alika bisa mendengarkan suara nafas dari Han. Alika telah memperbaiki dasi dari Han. Malam ini Han teerlihat sangat tampan setelan jas warna maroon sangat cocok dengan warna kulit dengar ukuran yang pas. Saat mereka masuk semua mata tertuju pada mereka semua terdengar bisik-bisik antara mereka.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
__ADS_1
Makasihh 💐💐