
Sebulan setelah Han ulang tahun, perusahaannya merayakan Anniversarry sebenarnya Han tidak akan merayakannya tapı karena desakkan para petinggi di perusahaannya maka dia menyutujui itu juga sekaligus perayaan karena perusahaannya sudah berkembang pesat. Semua karyawan sibuk saat itu mempersiapkan perayaan yang akan digelar Han pun memeriksa hall kantornya saat ini. Dia melihat ada Sofia yang sedang menata bunga di meja, Aisyah yang sedang mengatur serbet, Febri yang memasang hiasan untuk digantung. Han celengak-celinguk mencari-cari Alika yang belum dilihatnya sampai akhirnya matanya tertuju pada sosok Alika yang masuk dari pintu. Alika terlihat sangat kelelahan dan berkeringat membuat Han mengerutkan alisnya. Tentu saja Alika yang paling sibuk karena dia ditunjuk Ibu Dewi sebagai penanggung jawab untuk acara ini, makannya Alika tidak bisa diam di tempat. Belum lagi Bapak Haryono dan Ibu Beatrix yang terlalu banyak maunya membuat Alika sampai pusing dibuatnya.
"Alika souvenir buat undangan sudah?"tanya Ibu Beatrix
"sudah Bu, tinggal diambil"
"brosurnya bagaimana?"tanya Pak Haryono
"ia pak sudah disini lagi di masukan ke paper bag"kata Alika. Darah Han sudah mulai mendidih tapi masih bisa di tahannya
"Bu Alika boleh kesini sebentar?"kata Suara yang di panggung . Alika pun langsung pergi ke arah panggung
"Alika ini mau bagaimana?"kali ini karyawan yang sedang berada di samping panggung. Baru saja Alika mau ke panggung dia sudah di panggi oleh Febri untuk menangnyakan hiasan yang belum lengkap dan tiba-tiba Ibu Dewi masuk dari pintu dan memanggil Alika membuat Alika bingung
"kalian boleh tidak menyuruh-nyuruh Alika?semuanya sudah ada jobdes masing-masing bukan?" suara Han bergema di seluruh Hall membuat seluruh ruangan menatapnya tidak terkecuali Alika. Han sudah tidak tahan melihat Alika yang terlihat kelelahan dan kebingungan "tapi pak han ini sudah tugasnya" kata ibu Beatrix
"ia pak, bapak Han ini sangat perhatian kepada Alika seperti kekasihnya saja ha ha ha"kata Pak Haryono
"ia dia memang kekasih saya"kata Han.
__ADS_1
Degg. seketika itu Jantung Alika berdetak sangat kencang aliran darahnya seperti terpacu. Alika diam mematung menatapa Han. Han kemudian melepaskan jasnya dan meletakkannya di kursi disampingnya, menggulung kemejanya sampai di atas siku. Terakhir dia mendorong Alika sampai terduduk di kursi di dekatnya berdiri
"kamu tidak capek? Kamu istirahat dulu ya ini kamu berkeringat"kata Han lembut sambil menyeka keringat Alika di dahi dengan tangannya, sementara Alika hanya menggelengkan kepalanya sedikit dengan muka yang memohon seperti "tolong pak jangan lakukan ini" melihat ekspresi Alika, Han tersenyum puas.
Memang dari dulu dia ingin memperkenalkan Alika sebagai kekasihnya namun belum ada waktu yang tepat. Mungkin saja ini waktu yang tepat. Semua yang ada di ruangan masih diam terpaku. Han pun langsung berjalan ke arah Febri untuk menanyakan apa yang bisa di bantu.
"Udah kok pak udah selesai"kata Febri cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanmya karena dia tidak enak dengan Han.
"Apa kalian tidak akan bekerja?"tanya Han lagi. Seketika itu semua orang langsung sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Acara hati itu berjalan dengan lancar. Walaupun ada bisik-bisik yang bercerita tentang Alika. Alika hanya bisa bersabar karena dia sudah mengetahui resiko yang akan di terimanya. Setelah selesai acara hari itu Alika pamit untuk pulang ke tempatnya. Walaupun dengan berat hati Han mengijinkannya.
"Maaf apa Han Pramoedyanya ada?"kata dua orang wanita yang sangat cantik. Satunya lagi berambut lurus bermata cipit berkulit bersih yang satunya lagi rambutnya seperti Alika matanya cipit dan berkulit putih bersih.
"Maaf apakah anda sudah membuat janji dulu?"tanya Alika sopan
"Bisakah anda katakan bahwa ada Diana ?kata si rambut bergelombang. Alikapun langsung mengetuk ruangan Direkturnya dan menyampaikan apa yang disampaikan. Sepertsekian detik Han kaget itu dilihat Alika dan kembali tenang lagi.
"Suruh dia masuk"
__ADS_1
"Ia pak. Tapi meeting dimulai 10 menit lagi ya"kata Alika kemudian pamit.
"Silahkan masuk bu"kata Alika memepersilahkan
"Hey Han"sapa wanita dengan rambut yang bergelombang ketika dia memasuki ruangan Han.
"Hey Diana"sapa Han dan langsung memepersilahkan Diana untuk duduk di sofa khusus buat tamu
"Apa yang membuatmu kesini Diana dan dari mana kamu tau aku disni"kata Han kaget
"Aku ke perusahaanmu dan kata Dava kamu berada disini. Ini tentang Clara, Han"kata Diana lagi seketika itu pula raut wajah Han berubah 360 derajat.
"Pergilah Diana aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya"kata Han dengan nada kesal
"Bisakah kamu mendengarkan ku dulu Han"kata Diana memelas
"Baiklah"kata Han terpaksa walau bagaimana pun Diana adalah temannya juga dan tidak salah atas kejadia beberapa tahun yang lalu.
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
__ADS_1