Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Aku berhutang budi padanya


__ADS_3

"Sebaiknya kita pulang dan biarkan dia beristirahat," ucap Ziga sambil menyentuh bahu istrinya.


"Tapi ... dia seperti ini karena aku," kata Via sedikit ragu untuk meninggalkan Fello.


"Itu semua kecelakaan sayang, dan perusahaan akan bertanggung jawab atas masalah ini," terang Ziga.


"Lagi pula, kau juga butuh istirahat dan di sini sudah ada para dokter yang menanganinya," tambah Ziga


"Aku berharap kau cepat sembuh," ucap Via yang kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Fello.


Akhirnya Via menuruti kata-kata Ziga karena memang dia sudah lelah dan tubuhnya perlu istirahat.


Mereka pun keluar dari ruang perawatan Fello.


"Perusahaan kami akan menanggung semua pengobatannya, dan nanti orangku yang akan mengurusnya," ujar Ziga pada Steve yang berada di luar ruangan.


Steve hanya menganggukkan kepalanya.


"Tolong kasih kabar jika Fello telah sadar," ucap Via.


Steve tak menjawab, lagi-lagi ia hanya menganggukkan kepalanya. Pria itu stress berat karna kejadian ini banyak jadwal Fello yang harus di ubah. Dia sedikit menyesal karena pada awalnya dia yang memaksa Fello untuk menerima pekerjaan ini.


Ziga tak memperdulikan reaksi Steve, dia langsung menggamit tangan istrinya dan dengan segera membawa Via pulang ke rumah.


Saat mereka tiba di mansion sudah hampir tengah malam. Tapi ternyata para penghuni mansion belum tidur, mereka menunggu semua sedang menunggu kedatangan Ziga dan Via.


Danu, Ayu, Reza dan Nadya tengah berada di ruang keluarga saat Ziga dan Via tiba.


"Kalian belum tidur?" tanya Ziga setelah melihat mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Kami menunggu kalian," jawab Danu


"Kamu, tidak apa-apa sayang?" tanya Ayu yang langsung menghampiri Via dan meraih tangannya mengajak Via duduk di sebelahnya.


"Aku tidak apa-apa Mah," jawab Via


"Tidak ada yang luka?" tanya Reza


Via menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaan orang itu?" tanya Reza lagi.


"Fello, namanya," ujar Nadhya.


"Kau mengenalnya Nadh?" tanya Ziga


"Iya, dia pernah satu agency denganku" jawab Nadya


"Dan dia adalah sepupu Dean sahabatmu, apa kau tidak tahu itu? " tanya Nadya kemudian.


Ziga menggelengkan kepalanya, dia memang tidak mengetahui kenyataan itu. Dean memang pernah bercerita mempunyai sepupu seorang aktor dan penyanyi terkenal tapi Ziga tak pernah mengetahui siapa sepupu sahabatnya tersebut.


"Aku sudah berhutang banyak padanya, dia telah menyelamatkanku dua kali" ucap Via


"Dua kali?" tanya Reza keheranan, dia memang belum mengetahui cerita tentang penculikan Via waktu itu.


"Iya kak, Fello pernah menyelamatkanku ketika aku di culik dan terjatuh di laut, sekarang dia sekali lagi menyelamatkanku" jelas Via


"Aku benar-benar berhutang nyawa padanya" tambah Via.


Reza pun mengangguk tanda ia mengerti penjelasan adiknya.


"Tapi ... aku masih ingin menunggu Fello membaik," kata Via.


Ziga tak senang mendengar ucapan istrinya. Dia diam berusaha menahan emosinya.


"Bukankah kalian akan pergi bulan madu?" tanya Ayu kemudian.


"Via rasa untuk saat ini tidak bisa Mah,"jawab Via


"Kenapa?" kali ini Ziga yang bertanya


"Kita sudah merencanakannya, setelah pulang ke Indonesia kita akan pergi bulan madu" ucap Ziga.


"Iya, tapi tidak untuk sekarang,"jawab Via


"Kita akan pergi bulan madu nanti," tambah Via, dia merasa bersalah pada Fello, maka dari itu Via ingin membalasnya dengan merawat Fello sampai dia membaik.


"Tapi ...."

__ADS_1


"Sudahlah, ini sudah larut. Sebaiknya kalian istirahat sekarang," potong Danu sebelum Ziga menyelesaikan kata-katanya.


Mereka semua pun menuruti kata kata Danu, beranjak menuju kamarnya masing masing.


Di dalam kamar Ziga kembali bertanya pada Via tentang keinginannya menunda acara bulan madu mereka.


"Apa kau tidak ingin pergi berbulan madu?" tanya Ziga.


"Aku mau, tapi tidak sekarang," jawab Via sambil mengganti bajunya dengan piyama.


"Kenapa?" tanya Ziga lagi.


"Bukankah kemarin kau ingin secepatnya mengunjungi makam orang tuamu?" Ziga terus mendesak Via dengan pertanyaan pertanyaannya.


Via mengabaikan pertanyaan Ziga, dia masuk ke dalam selimut dan mulai memejamkan matanya. Dia merasa sangat lelah hari ini, di tambah lagi nyawanya tadi hampir saja terancam jika Fello tidak ada di sana untuk menghalau lampu yang terjatuh itu.


Ziga merasa tak senang Via mengabaikannya.


Dia menarik selimut yang menutupi Via kemudian dengan cepat berbaring di sebelahnya dan menarik Via ke dalam pelukannya.


"Katakan alasannya sayang?" tanya Ziga sekali lagi, dia mencoba bersabar menghadapi istrinya tersebut.


"Aku hanya ingin merawat Fello sampai dia membaik," jawab Via sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ziga.


"Sudah ada Dokter dan Perawat jadi kau tidak perlu melakukan itu," ucap Ziga sambil mengecup puncak kepala Via.


"Aku tahu itu," jawab Via


"Tapi dia terluka karena menyelamatkanku, setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalasnya," tambah Via tangannya mengusap usap dada bidang milik suaminya tersebut.


Mendapat belaian dari Via tubuh Ziga menegang, entah mengapa sentuhan Via sangat memabukkan baginya. Sedikit saja sudah membuat Ziga tegang.


Ziga pun menangkup wajah Via dan menundukkan wajahnya. Bibirnya mulai menyapu lembut bibir istrinya yang terasa manis tersebut. Bibir Via bagaikan candu yang tak dapat ia tolak.


Via memejamkan mata saat Ziga memulai penyatuan mereka.Ziga terus bergerak mengikuti hasratnya .


Via sendiri berulang kali mengerang menyebut nama Ziga dalam setiap hela nafasnya.


Percintaan panas mereka pun berlanjut hingga mereka merasa lelah.

__ADS_1


__ADS_2