
"Ia yah kamu jangan cabut perkataan kamu tadi"kata suara yang dikenal Alika adalah suara Han.
Alika kaget dan langsung mengangkat kepalanya dia melihat Han sudah membuka matanya sambil nyengir. Sedangkan Andrew hanya cekikikan. Alika terbelalak bergantian menatap mereka berdua dia bingung sekaligus kesal saat ini.
"Kalian berdua tega membohongi saya"kata Alika baru saja di bergerak mau pergi Han sudah menahannya.
"Aku minta maaf tapi ini ide Andrew agar kamu jujur dengan perasaanmu"kata Han
"Kau menyalahkanku Han"kata Andrew tidak mau disalahkan. Han berdiri dari ranjangnya memeluk Alika, untuk melepaskan pelukan Hanpun Alika sudah tidak bisa dia terlalu lelah hari ini. Dia akan menikmati pelukan Han saat ini setidaknya dia bisa bernafas lega karena Han baik-baik saja.
"Puas mengerjaiku kata Alika" memukul dada kanan Han. Han meringis kesakitan
"Aw aku sudah tidak kuat berdiri kakiku juga sakit sekali"kata Han langsung kembali tidur"
"Eh Alika dia kecelakaan betulan"kata Andrew panik tak kalah Alika juga langsung panik.
"Ya Ampun maafin aku"
"Tapi keadaannya gimana dokter Andrew adakah yang parah?"tanya Alika khawatir
"Sepertinya sekarang malah sudah sembuh mendengar pengakuan cinta darimu"Andrew menggoda Alika sedangkan Alika hanya bisa salah tingkah dengan wajah yang memerah.
Alika duduk di samping ranjang Han tangannya masi di genggam oleh Han sementara dokter Andrew sudah pamit untuk pulang.
"Bisakah kamu menjelaskan bagaimana kamu bisa kecelakaan Han?" Tanya Alika masih menatap Han.
Hanpun menceritakan kejadian sebenarnya bahwa dia tadi kecelakaan karena menghindar dari motor yang oleng akibat pengendaranya yang mabuk. Akhirnya dia menabrak pembatas jalan yang ada. Melihat Han kecelakaan pengawal yang saat itu bertugas langsung melarikan Han ke rumah sakit.
Alika membenamkan lagi wajahnya di tangan Han. Butiran airpun kekuar dari matanya.
"Sudahlah sayang jangan menangis, aku tidak apa-apa"kata Han mencoba menenangkan Alika
"Aku minta maaf Han kalau saja tadi kamu tidak pergi, kamu tidak akan kecelakaan seperti ini"kata Alika merasa bersalah
__ADS_1
"Hey sayang sudahlah ini bukan salah kamu. Ini salah pengemudi motor sialan itu"kata Han geram mengingat kejadian kecelakaan yang di alaminya sedangkan Alika masih berderai air mata.
"Sayang berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku kan"kata Han lekat-lekat dengan nada yang dalam dan tatapan memohon. Alika masih diam menatap Han dengan tatapan seperti itu Alika yakin dan mengangguk. Terlihat senyum mengembang di bibir Han saat ini.
"Ambilkan kotak tadi yang ada di laci Alika"kata Han menunjuk lemari kecil yang ada di samping tempat tidurnya. Alika pun langsung mengambil apa yang dimaksud oleh Han dan mengenali kotak yang di keluarkan Han untuk melemarnya tadi.
"Ini"kata Alika memberikan kotak kecil itu kepada Han. Han langsung membuka kotaknya mengambil cincin yang ada di dalamnya.
"Sini tangan kamu"kata Han. Alika langsung mengangkat tangannya diletakan di atas tangan Han. Tangan Han yang satunya lagi memakaikan cincin di jari manis Alika.
"Jangan pernah lepasin cincinnya ya"kata Han dengan nada serius sementara Alika hanya mengangguk ada butiran bening yang jatuh dari unung matanya
"Kamu gimana sih gak romantis dirumah sakit lagi"kata Alika memasang muka cemberut
"Hey kamu lupa aku tardi melamarmu dengan romantis tapi kamu menolakku. Giliran melamar dirumah sakit kamu mau. Tau begitu aku tidak akan melamar kamu di hotel tadi"
"Oo gitu? Ya sudah tida jadi saja kalau begitu"
"Aku hanya becanda sayang"
Sudah 4 hari Han hanya di apartemennya saja dia tidak bisa kemana-mana. Sedangkan Alika terpaksa juga cuti untuk mengurus Han, membantunya untuk makan, mandi dan membantu Han untuk beraktifitas.
"Sayang kamu mau apa"kata Alika masuk kemar dan memergoki Han sedang berjalan sedikit berlari ke arah tempat tidurnya.
"Kamu membohongiku lagi Pramoedya"kata Alika setengah berteriak kalau Alika kesal di akan memanghil Han dengan menyebutkan nama tengahnya. Sementara Han hanya bisa nyengir karen ketahuan bahwa Han membohongi Alika dengan mengatakan kakinya masoh sakit dan tidak bisa berjalan sehingga membuat Alika harus mengurusnya.
"Kamu sudah berani mebentakku?"kata Han pura-pura marah
"Kamu menyebalkan"seketika nyali Alika langsung ciut. Han berlari memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku sayang, kalau tidak seperti ini kamu tidak akan berada disampingku. Aku ingin sekali mengahabiskan waktu denganmu"kata Han menciumi pipi Alika. Alika melepaskan pelukan Han berbalik badan mengahadap Han dan memeluknya.
"Jangan seperti ini lagi. Aku harus kerja Adikku membutuhkanku"
__ADS_1
"Hey kamu lupa aku bisa memberikan apapun yang kamu mau?" Kata Han
"Aku tidak mau seperti itu"kata Alika kemudiaan langsung mengecup bibir Han ketika ingin menyudahi Han menahanya. Ciuman yang romantis berubah jadi ciuman yang penuh nafsu. Han segera melepaskan ciumannya agar terhindar dari perbuatan yang mereka inginkan.
"Tidak bisa seperti ini. Ini harus di akhiri"kata Han membuat Alika mengerutkan alisnya. Han segera mencari handphonenya dan melakukan panggilan.
"Halo Dava minggu depan aku akan menikah. Persiapkan semuanya"titah Han kemudian mematikan telponnya membuat Alika tersenyum dengan lebarnya.
"Kamu ingin menikahiku?"tanya Alika memeluk pinggang Han dengan manjanya.
"Aku sudah tidak kuat lagi menahannya sayang"kata Han menatap Alika lekat-lekat dan menciumnya lagi
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
Makasih.❤️❤️❤️
---------------------------------------------------
Follow ig aku yah : @Lalunaloony
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
Kira-kira seperti inilah
__ADS_1