Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
31. Han yang malang


__ADS_3

Terlihat mata Han sudah berkaca-kacadan sorpt mata Han memperlihatkan kesakitan yang amat luar biasa. Tiba-tiba air mata Han tidak bisa dibendung lagi mengalir dipipinya


"semuanya salahku Alika, coba saja waktu itu aku tidak mengajak mereka ke Vila, mungkin mereka saat ini masih ada. Papa ku tidak akan kehilangan istri dan anaknya, sementara kak Bella tidak akan kehilangan Ibu dan Adikanya. Ini salahku Alika"kata Han yang sudah menangis menyesali apa yang telah terjadi. Di kepalanya saat ini adalah gambaran mimpi yang selalu dialaminya setiap malam. Mendengar itu Alika langsung memeluk Han meletakkan kepala Han diperutnya karena saat itu Han sedang duduk dan ditempat tidur adiknya sedangkan Alika masih berdiri didepannya, tangan kanannya memegangi kepala Han sementara tangan kirinya mengelus-ngelus pundak Han agar menjadi tenang. Han yang dikenal Alika sebagai orang yang dingin, tidak banyak bicara, dan tidak berperikemanusiaan saat ini menunjukan sisi rapuhnya, kesedihan yang mendalam, dan rasa penyesalan yang amat sangat luar biasa. Tidak terasa air mata juga menetes di pipi Alika saat ini, saat beberapa lama Alika melepaskan pelukannya dari Han berjongkok agar wajah dia dan Han setara.


"hey lihat aku"kata Alika kepada Han yang saat ini hanya menundukan kepalanya tidak mampu menatap wajah Alika saat ini masih sambil menangis. Alika kemudian mengangkat wajah Han agar bisa menatapnya.


Saat ini Alika melihat mata Han yang sayu dan penuh dengan kesedihan disaat seperti ini Alika harus lebih tegar lagi.


"Sayang kamu tidak bisa seperti ini, hidup dan mati itu sudah diatur sama Tuhan. Kita semua pada akhirnya juga kan mati sayang. Cuma bagaimana kita mati nanti berbeda-beda ada umurnya pendek ada umurnya panjang bagaimana cara kita mati nanti sudah diaatur sama Tuhan. Kalau kamu seperti ini, Ibu dan adikmu tidak akan tenang disana. Mereka akan bersedih. Kamu tau sayang jangan bersedih kepada mereka yang sudah meninggal, bersedihlah kepada orang yang masih hidup. Apakah kamu mau melihat papamu dan kak Bella melihatmu seperti ini? Hati mereka juga akan hancur. Aku yakin mama dan adikmu orang yang baik mereka sudah disurga sekarang sudah bahagia itu kebahagian yang kekal sayang"kata Alika menenangkan Han kemudian memeluknya lagi.


Entah kenapa kata-kata Alika sangat menenangkannya saat ini. Lama Alika dan Han seperti itu sampai akhirnya Han lelah dan tertidur dikamar adiknya. Alika kemudian melepaskan jas dan sepatu Han membaringkan Han ditempat tidur adiknya. Alika menatap wajah Han yang saat ini sudah terlihat tenang, Alika tersenyum mencium kening Han dan keluar dari kamar adiknya Han. Alika memutuskan untuk tidur dikamar Han walaupun saat ini dia masih ragu apakah keputusannya untuk tidur dikamar Han terlihat sopan atau tidak. Alika sangat lelah malam itu bukan hanya lelah fisik dia juga lelah hati karena mendengarkan omongan jelek tentang dirinya dari kerabat Han. Tapi ada rasa bersyukur karena Kak Bella, kak Krisna, dan Pak Adi tidak memperlakukannya dengan buruk. Alika terbangun dia mendengar suara ribut-ribut di depan kamar, ketika Alika membuka pintu dia berpapasan dengan Kak Bella dan Pak Adi yang baru saja tiba di depan kamar. Alika langsung sadar suara yang dikenalinya. Dia langsung membuka kamar adiknya Han dan langsung melakukan hal yang sama ketika Han sedang bermimpi. Sementara Bella hanya bisa menangis di depan kamar memeluk papanya melihat kedalam kamar. Ketika Han sudah tenang, Alika langsung keluar kamar meminta izin kepada Bella dan Adi untuk menemani Han tidur.


"maaf Kak apakah saya bisa menemani Pak Han saat ini? Saya bersumpah tidak akan berbuat apapun, kalau tidak ditemani dia akan bermimpi lagi"tanya Alika takut-takut


"tentu saja sayang"kata Bella dia sangat percaya kepada adiknya itu dia tidak mungkin akan melakukan hal yang tidak-tidak dirumah ini. Alika kemudian menatap Adi menunggu izin darinya. Mengerti dengan tatapan Alika, Adi langsung mengangguk. Bella dan Adi langsung kembali ke kamar masing-masing. Bella sangat senang melihat interaksi Alika dan Han. Han tidak pernah seterbuka ini dengan orang asing sekalipun Clara. Tapi dengan Alika, Bella melihat ketulusan disana. Pagi itu semua sudah berkumpul dimeja makan. Terlihat Alika sudah rapih menggunakan baju yang dipijamkan Bella untuknya. Ketika datang Alika langsung disambut pelukan dari Ray. Bella sangat penasaran kenapa Ray sangat sayang kepada Alika karena Ray sama seperti Han tidak mudah menerima orang asing.

__ADS_1


"hay ganteng apa kabar pagi ini?'tanya Alika sambil melepaskan pelukannya "kakak Alika tidul disini?"


"ia"kata Alika mengangguk"apa aku bisa menciummu?"tanya Alika karena dia sangat gemas melihat Ray. Apalagi pipinya yang kemerahan saat ini, dibalas anggukan dari Ray. Alika pun langsung mencium pipi Ray dengan gemasnya.


"Hey sayang"kata Han dari belakang membuat Alika menatapnya


"ayo sarapan ajak Han" merangkul Alika menuntunnya kemeja makan


"mereka makan saat itu dengan sesekali mengobrol. Tidak lama mereka pamit untuk ke kantor


"Happy birthday sayang"kata Alika


"Kamu bisa tau dari mana ulang tahunku?"


"Sangat mudah sayang"kata Alika

__ADS_1


"Kamu salah hari ini bukan ulang tahunku"kata Han lagi


"Ia aku salah, ulang tahunmu kemarin"kata Alika lagi dan Han hanya bisa menatap Alika


"Maaf ya sayang aku belum bisa kasih kado ke kamu, kemarin kakiku belum sembuh jadi tidak sempat untuk membelinya"kata Alika dengan raut wajah yang bersedih


"Hey sudahlah"kata Han menyuntuh pipi Alika dengan lembut"kamu adalah hadiah terindah yang Tuhan kasih ke aku"kata Han membuat Alika tersenyum. Dan itu adalah kata-kata yang terindah yang pernah didengar Alika dari mulut Han.


_____________________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘


Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan


Makasihh 💐💐

__ADS_1


Semoga kalian bahagiaa ❤️


__ADS_2