
Seperti biasa mereka duduk mengobrol sampe akhirnya Sofia dan Alika sudah beranjak tidak sabar untuk berjoget ria di lantai dansa sementara Febri mengambil kedua tangan Aisyah dan menggerak-gerakan mengikuti irama sambil nyengir berhadap-hadapan mengikuti lagu. Alika dan Sofia sudah gila-gilaan di lantai dansa walapun mereka tidak mabuk mereka menikmati malam itu. Mereka tidak sadar di meja VVIP ada Han, Dava dan Andrew yang memperhatikan.
"Oo jadi itu cewek yang bisa membuat teman kita yang satu ini tersenyum setiap hari?"goda Dava
"Yah gitu de Dav, tapi aku baru tau dia bisa seperti itu. Aku pikir dia tidak pernah masuk club"kata Andrew masih tidak percaya Alika yang selalu menggunakan pakaian yang sopan dan bertingkah manis ada sisi gaharnya juga. Sementara Han hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Untunglah dia berhubungan dengan Febri, jadi Febri membocorkan bahwa mereka akan merayakan ulangtahun Alika di tempat itu.
"Hey Jordan mana minuman kita"kata Andrew
"Sabarlah, sebentar lagi juga datang. Enjoy ya aku mau meriksa yang lain"kata pria yang bernama Jordan yang ternyata pemilik club tersebut.
Dari kejauhan Han memperhatikan Alika dan Sofia sedang asik berjoget tiba-tiba ada seorang lelaki umurnya mungkin lebih tua setahun atau dua tahun dari Han sedang mabuk dan berjoget dia dekat Sofia dan Alika. Semakin lama lelaki itu semakin dekat dengan Alika awalanya Alika dan Sofia tidak menggubris karena wajar saja itu adalah club. Seperti biasa kalau mereka mengalami hal seperti itu Alika dan Sofia berpindah menjauh dari orang yang seperti itu agar tidak ada keributan. Walaupun sudah menjauh lelaki itu tetap mengikuti Alika dan Sofia, lebih parah lagi dia berani menyentuh Alika. Alika langsung menepis menatapnya gahar dan mengajak Sofia untuk pindah tempat lain. Tapi tetap saja lelaki itu mengikuti mereka.
Bahkan laki-laki itu berani memeluk Alika sampai Alika bisa mencium aroma minuman keras dari mulutanya. Alika langsung melepaskan diri dari lelaki itu dan berteriak kepadanya
"Jangan macam-macam deh"
"Hallah wanita sialan jangn sok jual mahal"kata lelaki itu berteriak karena musik yang sangat kencang jadi mereka berkomunikasi dengan cara berteriak.
Baru saja si lelaki itu akan memeluk Alika lagi tiba-tiba dia jatuh tersungkur . Han menghujani laki-laki itu dengan pukulan. Sepersekian detik Alika hanya bisa ternganga menatap kejadian tersebut yang begitu cepat di benaknya saat ini kenapa Han bisa ada disini dan apa yang dilakukannya saat ini.
__ADS_1
"Pak udah cukup"teriak Alika. Febri ingin melerai tapi ditahan Andrew dan Dava. Seketika itu musik berhenti semua yang ada di dalam club itu langsung tertuju kepada mereka.
"Kenapa Pak? Kita tidak akan melerainya?"tanya Febri heran
"M m m"kata Andrew dan Dava sambil menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.
"Jangan coba-coba"kata Andrew lagi, Febri hanya pasrah. Alika mencoba pertolongan Andrew dan Dava tapi hasilnya sama kedua orang itu hanya cekikikan melihat Han memukuli lelaki tersebut. Alika berlari ke arah petugas meminta petugas menolongnya hasilnya sama, ketika petugas melihat itu Han mereka mundur. Semua mengenal Han dia adalah teman dari pemilik club tersebut berurusan dengan Han sama saja mati. Karena Alika sudah putus asa tidak tau harus berbuat apa Alika berlari memeluk Han, ketika sudah ditengah-tengah antara Han dan lelaki mabuk itu Alika terkena pukul lelaki mabuk itu membuat Alika terjatuh kedepan Han yaang langsung memeluknya. Han semakin sangat marah mengetahui itu Alika langsung memeluk Han sekencang-kencangnya. Han berusaha melepas pelukan Alika tapi tidak berhasil.
"Aku mohon pak berhentilah. Aku mohon"kata Alika sambil menangis dipelukan Han dia tidak mau melepas Han saat itu. Dia tidak mau Han sampai membunuh orang apalagi karena dirinya. Saat ini wajah lelaki itu sudah tidak bisa dikenali lagi karena sudah babak belur.
Han sudah lebih mengatur napasnya dia juga tidak tega melihat Alika menangis. Setelah nafasnya di atur Han langsung melihat kearah Dava dan Andrew
Di dalam mobil Alika belum berhenti menangis dia melihat tangan Han penuh darah.
"Dia sentuh kamu di mana lagi"kata Han berteriak
"Tidak dia tidak menyentuh"kata Alika berbohong sambil terisak karena dia takut kalau jujur nanti Han akan kembali mengahajar orang itu lagi
"Kamu jangan bohong"kata Han membentak dengan suara yang lantang. Alika kaget dan suara tangisannya makin kencang
__ADS_1
"Dia memelukku"kata Alika terbata-bata
"Sialan aku bakalan habisin dia"kata Han baru saja dia mau keluar mobil Alika langsung memeluk Han dia memeluknya sangat erat sambil mangis terisak.
"Aku mohon jangan, aku tidak apa apa Pak"kata Alika. Han menarik tangan Alika dengan lembut untuk melepaskan pelukannya tapi Alika kekeuh tidak mau dilepas.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
Silahkan dibaca gaess
__ADS_1