
Melihat Alika saat ini membuat Sofia juga merasa sedih. Sofia tahu betul bagaimana sifat Alika. Untuk saat ini Sofia hanya bisa berharap yang terbaik buat Alika. Sedari tadi Sofia memeluk Alika yang masih terisak dikamarnya. Sambil menunggu Aisyah dan Febri datang untuk membawa makanan. Alika masih beruntung lagi-lagi dia mempunyai teman yang sangat menyayanginya. Melihat Alika yang sudah tenang mereka memutuskan untuk pulang.
"Alika keruangan saya sebentar"kata Han diline telpon
"Ia pak?"
"Rapihin dasi saya"eh ia pak. Alika mencondongkan badannya ke arah Han yang sedang duduk karena dia sudah terbiasa dengan itu. Ketika sedang merapihkan dasi Han, Han memperhatikan wajah Alika yang sangat serius dia merindukan wajah ini. Han langsung mengecup bibir Alika membuat Alika kaget
"Aku merindukanmu"kata Han. Sementara Alika hanya tersenyum samar mendengarkan perkataan Han karena Alika juga sangat merindukannya tapi tidak diucapkannya.
"saya kembali ke meja saya pak"kata Alika dan Han hanya bisa melihat punggung Alika sampai Alika keluar dari ruangannya.
"Halo pak" kata suara di seberang
"Bagaimana Aron?"
"Sebentar lagi pak selesai"
"Baiklah besok pagi harus sudah ada laporan final kesaya bersma bukti-buktinya
"Han tersenyum sinis
"Baik pak"kata Aron lagi
Sorenya ada acara di kantor Han, Clara memaksa untuk ikut. Dia satu meja Clara dan Han duduk berdua. Ketika Alika sedang berbicara dengan karyawan lainnya untuk mengurus segala keperluan Han untuk meeting besok tiba-tiba terdengar suara gelas pecah. Alika langsung menoleh ke asal suara yang ternyata dari meja Han. Alika langsung berlari ke arah Han dilihatnya wajah Han sudah memerah sepertinya Han kesulitan untuk bernapas.
"Bapak kenapa?"tanya Alika menyentuh wajah Han
"Jangan sentuh itu pacar saya kata Clara yang sedari tadi sudah berada disamping Han tidak kalah paniknya. Alika hanya menatap tajam Clara dan kembali menggoyang-goyangkan tubuh Han. "Jangan sentuh itu pacar saya"kata Clara mendorong Alika kebelakang tapi langsung ditepis Alika. Mata Alika tertuju pada makanan yang ada dimeja tanpa berpikir Alika langsung mencicipi makanan tersebut. Mata Alika terbelalak ternyata makanan itu ada kacangnya.
__ADS_1
"Pak Kun" teriak Alika seperti orang kesetanan
"Febri" dia memanggil siapa saja yang bisa duluan sampai.
"Kamu kenapa"tanya Febri melihat Alika yang sangat panik saat ini
"Cepet bantu aku ke parkiran" Melihat kondisi Han Febri langsung mengikuti perintah Alika tanpa banyak bertanya
"Kalian mau bawa kemana pacar saya" kata Clara"sayang kamu kenapa" tambahnya lagi. Alika hanya menatapnya tajam kemudian berlalu membawa Han ke parkiran
Alika sedang menyetir dia ngebut sambil mencoba menelpon Andrew
"Halo pak"
"Ia kenapa Alika"
"Pak Han makan makanan yang ada kacangnya sekarang Alerginya kambuh kata Alika menahan tangis"
"Baik pak"alika memperlaju mobilnya saat ini. Febri hanya bisa ternganga baru kali ini Febri tau bahwa Alika ternyata bisa menyetir mobil
"Dokter, suster kata teriak Alika di UGD ini tolong teman saya"
"Sebentar dulu bu" kata Dokter dan Han sudah mulai hilang kesadaranya.
"Kalau teman saya nyawanya tidak tertolong saya aka tuntut rumah sakit ini" teriak seperti orang kesetanan Alika tidak peduli orang-orang telah melihatnya dan berbisik-bisik.
Andrew datang dengan cepat. Semua dokter dan perawat kaget kenapa pemilik rumah sakit ini ada di ruang UGD. Andrew langsung memeriksa kondisi Han dia langsung yang menginfus Han sendiri dan menyuntikan beberapa obat. Alika hanya menangis di samping Han melihat lelaki yang di cintai yang seperti itu.
"Gimana pak?"kata Alika terisak
__ADS_1
"Kita tunggu Han siuman ya?" Alika hanya mengangguk pasrah.
Saat ini Han sudah dipindahkan ke bangsal VVIP, Febri sudah kembali ke kantor sedangkan Alika duduk disamping ranjang Han memegang tangannya, dia belum berhenti menangis. Han perlahan membuka matanya
"Han?"seketika tangisnya terhenti. Dia memencet tombol yang ada di samping ranjang Han. Selang beberapa lama dokter Andrew dan suster sudah ada diruangan.
"Han sudah baik-baik ajah"kata Andrew. Alika menarik napas lega. Tiba-tiba pintu terbuka Clara berlari ke ranjang Han
"Sayang kamu gak apa-apa"kata Clara. Melihat itu Alika langsung melangkah pergi membiarkan Clara dan Han. Toh sekarang Han sudah baik-baik sajah dan sudah ada Clara sekarang.
"Pulanglah Clara kamu butuh istirahat juga"kata Han Terdengar lirih
"Tidak sayang aku disini menunggumu"
"Tidak 2 kali Clara, disini ada Andrew"kata Han lagi. Andrew saat ini mematung dia masih mencerna kejadian saat ini. Tatapanmya saat ini kepada Han hanyalah dibutuh penjelasan. Setelah Clara pulang, Han langsung menceritakan semuanya. Rasanya Andrew tidak percaya.
"Apakah kamu yakin Han? kamu sudah menyelidikinya?"
"Tenanglah Andrew sudah ku urus. Mana Alika?"
"Sepertinya dia sudah pulang ketika melihat Clara datang, sepertinya dia sangat terluka Han"kata Andrew melihat raut Wajah Alika melihat Clara ada. Andrew pun menceritakan kepada Han yang dilihatnya tadi betapa paniknya Alika sampai dia mau menuntut rumah sakit ini kalau sampai terjadi apa-apa dengan Han. Dia sangat senang Alika mencintai sahabatnya seperti itu. Dia hanya berdoa semoga Alika bisa sabar untuk sementara waktu.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
__ADS_1
Semoga kalian bahagiaa ❤️