
Sudah dua bulan lamanya Alika sudah tidak merasakan ngumpul bersama teman-temannya bergosip ria di cafe belanja atau hanya sekedar jalan-jalan di mall. Selalu Han Han Han dan Han lagi. Bahkan untuk membersihkan apartemennya pun harus Alika. Alika jadi semakin berpikir bahwa dia semakin menjadi pembantu bukan sekertaris. Sempat terbesit di pikiran Alika untuk mengundurkan diri tapi dia terlalu takut karena dia juga masih punya adik yang sedang kuliah.
"Silahkan pak dimakan"kata Han memepersilahkan clientnya untuk makan setelah mereka selesai meeting di sebuah restoran. Dengan tidak sabar Alika langsung makan menyantap makanan yang telah disediakan seperti biasa. Alika sangat bersemangat karena menu hari itu steak sapi dia sangat suka daging. Baru sesuap Alika makan matanya langsung terbelalak dia tau ini ada rasa kacangnya dengan sigap Alika langsung mengambil Tissu
"pak keluarkan dagingnya disini"kata Alika panik tidak kalah panik Han merasa bingung apa yang di lakukan Alika di depan cilent mereka.
"Cepet pak" kata Alika berbisik mukanya saat ini sangat tegang dilihat Han.
Han hanya menuruti perkataan Alika dia menutupi mulutnya dengan tangan agar tidak dilihat client, terkesan jorok memang tapi Alika bersikeras untuk melakukan itu. Alika langsung memanggil pelayan yang ada.
"Kalian ada susu murni?"
"Ada di dalam mba, kenapa ya?"
"Tolong bawakan segera kesini yang paling murni cepet ya sekarang"
"Kamu kenapa?"tanya Han pada akhirnya. Dua orang clientnya hanya terpaku bingung menatap tingkah Alika yang seperti itu. Sementara Alika hanya gelisah. Dia mengingat kejadian waktu Han sakit ketika Alika masak di dapur dan Andrew pamit pulang sebelumnya Andrew menitip pesan untuk tidak memasak dengan kacang karena Han alergi kacang dia pasti sesak nafas. Alika gelisah sudah 2 menit pelayan belum datang dia menyusul pelayan tersebut dan kembali secepat kilat.
"Ini pak minum susunya dulu"
"Kamu kenapa sih"
__ADS_1
"Ini ada kacangnya" kata Alika . Han kaget mendengar itu dia kaget kenapa Alika bisa tau dengan alerginya secepat kilat juga dia menuruti perintah Alika.
"Maafkan kekacaun ini pak. Pak direktur alergi kacang dan tindakan saya mencegah terjadinya alergi karena dia sudah memasukan makanan ke mulutnya tadi"kata Alika meminta maaf dengan tulus kepada kedua clientnya
"Wah keren sekali kamu. Kamu bisa mengetahui masakan ini bahwa ada kacangnya? Saya tidak bisa merasakannya" kata clientnya. Sementara Alika hanya bisa tersenyum dia terlalu malas untuk menjelaskan bahwa dia suka masak dan tidak terlalu suka kacang jadi pasti kalau sedang makan dia tau bumbu yang ada di masakan tersebut walaupun tidak detile. Makannya sedikit rasa kacangpun dia bisa mendeteksinya
"Kamu mempunyai sekertaris yang cekatan Han beruntung kamu. Nona Alika kalau Han memecatmu kamu bisa menghubungi saya kapanpun"kata client yang satunya lagi. Alika hanya tersenyum malu-malu mendengar itu.
Alika memaksa untuk ke apartemen Han mengantarnya pulang untuk memastikan bahwa Han baik-baik saja.
"Halo dokter Andrew boleh ke apartemennya pak Han?"Alika menelpon Andrew di dalam mobil sewaktu perjalanan ke apartemen Han. Han hanya bisa kaget kenapa Alika mempunyai nomor Andrew
"Tadi Pak Han makan yang ada kacangnya tapi gak sempat ditelan sih dokter tapi boleh dokter Andrew memeriksanya sekali lagi?"
"Baiklah pak makasih pak"30 menit kemudian mereka bertiga sudah ada di apartemen Han. Andrew langsung memeriksa kondisi Han tidak ada tanda-tanda alergi.
"Al bisakah kamu menemani Han malam ini saya khawatir dia nanti sesak nafas. Saya masih ada pasien yang harus di operasi malam ini"
"Jangan terlalu berlebihan Drew saya gak apa-apa"tanpa berpikir panjang Alika langsung mengiakan permintaan Andrew. Memang dia sedikit khawatir tentang Han tapi tunggu dulu kenapa dia harus khawatir kepada direkturnya itu. Mungkin karena dia sudah terbiasa mengurus Han dan mungkin karena Han adalah direkturnya. Alika juga bersyukur walapun Han kejam tapi perusahaan sekarang sudah mulai sedikit membaik.
"Bisa kan Han?"tanya Andrew
__ADS_1
"Terserah" kata Han acuh
Alika sedang di dapur mengubek-ubek bahan makanan yang sekiranya bisa di masak namun sudah 5 menit tidak ada yang bisa di masak Alika pun pasrah terpikir buat memesan delivery.
"Ayo"kata Han
"Kemana pak?" tanya Alika heran
"Beli dalaman kamu sama bahan makanan"
"Gak usah pak tidak apa-apa"
"Saya tidak suka kalau nanti ruangan saya bau karena kamu"mendengar itu Alika langsung cemberut mengiayakan ajakan Han. Alika mengikuti dari belakang Han yang berjalan di depan sesampainya di mobil. Tiba-tiba Han mendekat sangking dekatnya Alika bisa mendengarkan suara nafas dari Han. Ketika wajah Alika dan Han bertemu seketika itu jantung Alika berdebar
"ya ampun ada apa dengan jantung ini?"kata Alika dalam hatinya.
Setelah memasangkan sabuk pengaman buat Alika, Han kembali hadap depan untuk menyetir mobilnya. Alika hanya bisa menahan napas kikuk segera diaturnya perlahan-lahan suara nafasnya sementara mobil melaju.
"Ada apa ini kenapa dia seperti ini?"tanya Alika dalam hati. Alika merasa heran dengan tingkah direkturnya.
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
__ADS_1