
"Shit"kata Alika. Han langsung menatap sumber suara yang dikenalinya itu. Alika sekarang sedang bersembunyi balik badan Han. Han hanya mengerutkan alisnya dia tidak tahu kenapa Alika seperti itu.
"Hey Alika disini"tiba-tiba terdengar suara dari seorang laki-laki
"Eh mm ia"kata Alika salah tingkah dan memaksakan senyumnya.
"Bisa kita bicara sebentar?"kata suara itu lagi
"Maaf Ray saya lagi ada pekerjaan" kata Alika sambil menahan suaranya agar tidak bergetar. Ya itulah mantan Alika Rayan Aiswarya Putra pemuda berbadan atletis dengan potongan rapih dia ada seorang anggota kepolisian di kota tersebut.
"Hanya sebentar saja, atau tolong jangan blokir nomorku"kata Ray lagi dia tidak meperdulikan Han yang ada disitu. Tanpa basa basi Han menarik tangan Alika menuntunnya berjalan kearah yang mereka tuju. Sementara Ray hanya bisa terpaku dengan kejadian tersebut sementara Alika sangat berterimakasih atas tindakan Han.
"Jangan campur urusan pribadi sama pekerjaan. Mana profesionalitas kamu"kata Han ketus melepaskan tangannya yang sedang menggennggam tangan Alika.
"Memang tadi saya ngomong apa? Saya menolak ajakannya kan? Saya ngomong mau kerja kan?. Apa ini baru saja baik sekarang udah marah-marah dasar bos moodian"kata Alika hanya bisa mendumel dalam hatinya. Sewaktu meeting Alika sangat risih dia tau Ray terus menatapmya dari meja yang lain sedangkan Han tidak memperdulikan dia asik mengobrol dengan clientnya tersebut. Ketika Alika keluar dari toilet Alika langsung merasakan sakit dilengannya yang di cengkram Ray secara tiba-tiba.
"Sakit Ray kamu kenapa sih?"
"Aku perlu ngomong sama kamu"
"Udahlah Ray gak ada yang harus di omongin lagi" kata Alika dia dengan mata yang membelalak dengan suara yang kesal memberanikan diri untuk lebih tegas lagi kepada Ray.
"Kasih aku kesempatan buat jelasin"kata Ray sambil mencengkram tangan Alika dengan lebih kencangnya.
"Sakit Ray. Kamu lepasin tangan aku atau aku teriak disini"Alika mengancam mau tidak mau Rayoun melepaskan tangan Alika. Alika segera berjalan setengah berlari ke arah Han dengan mata yang berkaca-kaca dan nenahan sakit yang ada di pergelangan tangannya yang sekarang memerah.
__ADS_1
Setelah selesai meeting Han dan Alika mengantarkan clientnya kedepan restoran mengantarkan clientnya pergi.
"Bapak saya pulang duluan ya"kata Alika
"Skalian aja di antar"
"Gak apa-apa pak saya bisa pulang sendiri"
"Tidak ada kata kedua kali Alika. Kalau saya bilang antar saya antar".Alika pun langsung mengiakan dia tidak akan membuat keribuatan lagi dengan direkturnya hari ini cukup sampai disini.
Alika pulang ke kos-kosannya sampai dikamarnya di menangis terisak. Kejadian beberapa bulan lalu mendadak muncul di benaknya.
Rayan Aiswarya Putra adalah sosok pria yang di cintai Alika sudah setahun lamanya mereka pacaran. Rayan adalah sosok yang di cari Alika menerima dia apa adanya, seseorang yang romantis dan baik. Alika sangat jatuh cinta pada Rayhan semuanya di korbankan apapun itu. Dengan bujuk rayuan Rayan, Alika setuju untuk melakukan hubungan yang lebih jauh lagi Ray adalah orang pertama yang mengambil keperawanannya. Suatu hari Alika mendapati text di handphone Rayan dari seorangan perempuan.
"Ray bisakah kita bicara sebentar?"
"Kenapa kata Ray sedangan menggosok-gosokan handuk ke rambutnya yang basah
"Bisakah kau jelaskan ini"kata Alika dengan tenang tapi dia tidak bisa menyembunyikan getaran di suaranya. Ray tidak kaget dia biasa saja tidak ada kegelisahan disana
"Dia pacarku"kata Ray singkat. Bak di sambar petir Alika memebelalakan matanya. Dia tidak sangka Ray akan seperti ini setenang ini
"Bagaimana denganku?" kata Alika menahan tangis
"Aku juga mencintaimu"kata Ray
__ADS_1
Alika menarik napas panjang jangan tanya perasaan Alika saat ini campur aduk, marah, menyesal"siapa yang lebih dulu?" Tanya Alika lagi
"Dia"jawa Ray singkat
"Baiklah aku akan bertanya siapa kau pilih aku atau dia"tanya Alika pertanyaan yang Alika tahu pasti jawabannya akan menyakitkan.
"Aku tidak bisa memilih Alika"kata Ray
"Tapi kamu harus memilih" kata Alika
"Tidak bisa Alika aku juga mencintaimu dan dia"kata Ray setengah memohon
"Baiklah kalau kamu tidak bisa memilih. Pergilah Ray dan jangan pernah kembali lagi"kata Alika dengan suara bergetar dan memalingkan wajahnya. Ray tidak memohon tidak mengatakan satu kata apapun. Ray langsung mengganti bajunya dan pergi meninggalkan Alika sendiri. Setelah Ray pergi barulah Alika menangis sejadi-jadinya. Itulah terakhir kali Alika melihat Ray. Dia tidak sangkah 1 tahun tidak ada artinya buat Ray. Saat itu untung ada Febri di masa-masa sulit Febri sahabat paling dekatnya membawakan makanan menghiburnya. Alika mengingat kejadian itu lagi dia menangis lagi luka lama yang harusnya sudah sembuh ternyata belum sembuh. Dengan segala kesibukan yang Han berikan padanya hanya membuatnya teralihkan tapi tidak menyembuhkan.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
Yang sudah aku doain bahagia 🤲❤️
__ADS_1