
"Panggil Al ajah pak" kata Alika refleks
"Siap Al" Alika tersenyum menatap punggung dokter Andrew
Andrew berbeda dengan Han, dia ramah selalu tersenyum membuat dia semakin tampan. Setelah semuanya siap Alika membawakan makanannya ke Han dia melihat Han sedang tertidur. Dia memberanikan diri untuk membangunkan Han agar Han bisa makan karena magh tidak bisa kalau tidak makan akan lebih parah. Han memaksakan matanya untuk terbuka sebenarnya dia malas untuk bangun tapi karena dia tidak boleh sakit makannya di harus memaksakan diri untuk makan. Alika tidak langsung memberikan makanannya kepada Han dia sendiri langsung menyuapi Han, sedangkan Han hanya menatap sendok yang sudah berisi bubur didepannya dan menatap Alika secara bergantian dengan tatapan heran. Alika mengangkat kedua alisnya menatap Han menunggu dia membuka mulutnya dia tidak sadar dengan perbuatannya saat ini yang dia tau dia harus merawat Han. Sepersekian detik Han terdiam dia lalu membuka mulutnya seakan tau bahwa Alika sedang menunggu dia membuka mulutnya. Alika menyuapi Han sampai habis, melihat buburnya habis Alika tersenyum puas. Setelah makanan habis Alika membantu Han untuk minum obat dan kemudian ke dapur untuk mencuci piring.
"Kamu tidak akan mandi?" Tanya Han memecah keheningan, sedari tadi Alika hanya mengubek-ngubek handphone main game di samping tempat tidur Han
"Saya gak ada pakaian ganti pak"
"Saya punya kaos dan training sepertinya bisa kamu pake"
"Bapak tidak keberatan?"
__ADS_1
"Pergilah cari sendiri saya akan istirahat"Alika pun langsung mengubek-ubek lemari Han dia mencari kaos dan training yang bisa dia pakai. Sebenarnya dari tadi dia sudah tidak nyaman karena badannya lengket. Dia pakai semua yang ada ditoilet kamar tamu mulai dari sabun sampai sikat gigi baru yang ada di laci. Setelah merasa segar sehabis mandi Alika mengecek keadaan Han di tempat tidur Han terlelap. Alika meletakan tangannya di jidat Han mengecek apakah Han masih demam dan ternyata masih demam. Alika langsung mengambil handuk kecil yang ada di lemari kamar tamu mencari es di kulkas dan langsung mengompres Han. Setiap 10 menit dia mengganti kompresan dengan yang baru. Sampai akhirnya dia lelah dan duduk tertidur di samping tempat tidur Han. Ketika Alika bangun dia mendapati Han tidak ada kaget dia langsung keluar kamar mencari Han dia mendapati Han ternyata sudah berdiri tegak membaca sekumpulan kertas dimeja. Melegakan untuk Alika karena sempat terpikir Han tengah pingsan di suatu tempat.
"Kamu bisa pulang sekarang. Besok jam 7 di kantor" kata Han. Ternyata Han tidak mengkendorkan Alika dia tidak membiarkan Alika untuk beristirahat sebentar karena telah merawatnya. Alika langsung bergegas pulang memesan ojek online dan istirahat di kosannya karena pasti besok akan kebih berat.
Meeting hari itu berjalan cukup lancar prosposal diajukan ternyata diterima melegakan artinya Alika tidak akan lembur dan bisa pulang tepat waktu. Dia sudah membayangkan kasur empuknya. Sesampainya di kos Alika langsung selonjoran di kasur mengecek handphone dan langsung terlelap tidur sampai-sampai tidak ganti baju ataupun mandi.
Alika terbangun karena bunyi handphone. Semua makian keluar dari mulut Alika bagaimana tidak sepertinya direkturnya tidak akan membiarkan Alika istirahat dengan nyaman.
"Kamu kesini bawakan map merah yang ada di ruangan saya"seperti sudah terbiasa Alika langsung berangkat ke kantor mencari map yang di maksud dan langsung ke apartemen.
"Eh maaf ganggu pak" kata Alika salah tingkah "ini pak berkasnya kalau begitu saya permisi dulu"Alika tersenyum kaku baru saja memutarkan badannya
"Heh bikinin saya kopi dulu"
__ADS_1
"Saya pak?" Tanya Alika membalikan badannya ke arah Han
"Siapa lagi?"
"Oia pak" Alika langsung melesat ke dapur untuk membuatkan kopi setelah bertanya kalau Andrew juga mau. Setelah membuatkan kopi untuk mereka Alika duduk dengan canggung sekali sekali dia melihat handphone melihat Han dan Andrew yang lagi ngobrol sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya
"Mm apakah saya sudah bisa pulang pak?"
"Emang saya nahan kamu"Alika hanya bisa menelan ludahnya mendengar itu
"Kalau begitu saya permisi ya pak"
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
__ADS_1