Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
17. Han : Hobi baru


__ADS_3

"Eh ia pak maafin saya ketiduran ada yang bisa saya bantu pak?" Kamu belikan saya makanan di restoran XX.


"Baik pak"itu adalah rencana Han dia selalu menyuruh Alika yang tidak-tidak membelikan makanan harus dari restoran yang dia bilang dan tidak bisa delivery. Tapi ada yang aneh dengan perasaan Han dia selalu ingin melihat wajah sekertarisnya yang terlihat lugu dan polos. Ekspresi yang di tunjukan sekertarisnya ketika sedang berpikir, mempunyai ide, tersenyum, tertawa, kerepotaan, kelelahan semua ingin dilihat Han setiap hari.


"Kamu tau keselahan kamu hari ini fatal"


"Maafkan saya pak saya benar-benar lupa"


"Kamu tau ..." belum saja Han selesai tiba-tiba Alika ambruk didepannya. Betapa kagetnya Han melihat sekertarisnya itu ambruk didepannya. Apa karena dimarahin Han atau bagaimana. Han menyentuh wajah Alika untuk membangunkannya betapa kagetnya Han mendapati suhu badan sekertarisnya sangat tinggi. Segera dia mennggendong Alika untuk diantarkannya ke rumah sakit punya Andrew sahabatnya. Ada sedikit rasa bersalah didiri Han mungkin Alika tidak focus karena memang lagi sakit. Dia menunggu Alika untuk waktu yang lama sampai akhirnya Alika sadar.


"Kamu sudah siuman?" Tanya Han


"Sudah pak, maafkan saya. Saya tadi...."Belum saja selesai Han langsung memotong kalimat Alika


"Kamu kalo sakit gak usah ke kantor merepotkan saja tau gak. Saya harus ada meeting sekarang"kata Han lagi dan kemudian berlalu tapi ada rasa penyesalan di hatinya karena berkata seperti itu. Tapi kenapa dia seperti ini? Dia tidak seperti ini biasanya bahkan dia bisa lebih kejam dari ini. Entahlah dia tidak mau memikirkan lagi segera dia kembali ke kantor karena dia sudah memastikan Alika sudah sadar

__ADS_1


Malamnya dia menjenguk Alika lagi saat itu Alika sudah tertidur. Ditatapnya lekat-lekat wanita yang tidur saat ini, entah kenapa hobi Han sekarang adalah melihat Alika tidur. Setelah beberapa jam, lagi-lagi dia harus pulang untuk meeting besok. Malam selanjutnya dia tidak bisa lagi menjenguk Alika, Han mempunyai proposal yang harus ditinjau lagi apalagi dia tidak ada sekertaris dia harus membuat jadwalnya lagi. Sangat menyebalkan batin Han.


Han terkesima Alika membantu clientnya untuk memilihkan makanan menggunakan bahasa Korea. Tiba-tiba saja terlintas dipikiran Han untuk mengetes bahasa inggrisnya Alika juga


"Can u speak in korea?"


"No sir just little bit"


"How about english? Can u speak well?"


"No sir"kata Alika singkat


Hari itu Han menyuruh Alika untuk ke apartemennya untuk membantunya membuat proposal. Jujur saja Han kewalahan sendiri apalagi dia tidak bisa meminta bantuan Dava saat ini, untuk itu dia memutuskan agar Alika bisa membantunya. Bel apartemennya berbunyi Han pergi untuk membukakakan pintu buat Alika.


Mereka sangat serius hari itu sampai-sampai tidak terasa jam menjujukan pukul 11.00 malam Alika tertidur di meja masih ada kertas berserakan di meja. Han membangunkan Alika tapi sekertarisnya itu tidak bangun, dia hanya menggeliat sedikit lalu jatuh tertidur lagi. Han tersenyum menatap tingkah sekertarisnya itu. Dia duduk didepan Alika melipat kedua tangannya di meja dan menopangkan dagunya. Wajah Alika dan Han bertemu dia menatap wajah sekertarisnya itu dan kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Perasaan apa ini kenapa aku seperti ini"Pertanyaan selalu muncul kalau Han melihat Alika. Akhirnya Han memutuskan untuk menggendong Alika ke kamar tamu memindahkannya agar bisa tidur dengan benar.


Han sudah berada dikamarnya di bersiap untuk tidur. Karena sedang kecapekan dia pun langsung terlelap tidur.


Han kecil berada di mobil bersama ibu dan Adiknya mereka tengah bernyanyi-nyanyi bersama di dalam mobil yang melaju waktu itu hujan lebat. Rencananya meraka akan pergi ke salah satu vila di puncak. Tiba tiba terlihat lampu yang menyilaukan dari depan mobil, mobilpun oleng dengan kondisi hujan yang lebat, jalanan yang licin dan jalan yang berkelok tabrakan tidak bisa dihindarkan. Han berteriak ke ibu dan adiknya dia berusaha memeluk adiknya sedangkan mamanya Han memuk kedua putranya.


Han sangat tersiksa melihat kejadian itu lagi rasa bersalahnya kalau saja Han tidak merengek ingin ke Vila maka kejadiannya tidak akan seperti itu, Han selalu tersiksa setiap malam selalu bermimpi hal yang sama. Tapi tiba-tiba kehangatan yang Han rasakan saat ini membuatnya nyaman dan tenang, mimpi itu perlahan menjadi puzle-puzle dan menghilang yang hanya ada kehangatan. Han tidak tau apa penyebabnya mimpinya tidak kembali, berganti dengan mimpi yang indah. Ketika terbangun Han merasakan panas di seluruh tubuhnya dan apa ini dia terbangun dengan Alika yang memeluknya. Ternyata kenyamanan, mimpi buruk bisa hilang karena sedari tadi Alika memeluknya. Alika langsung berlonjak kaget berdiri di samping ranjang Han dia tergagap menjelaskan kejadian barusan.


_____________________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.


Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘


Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan

__ADS_1


Makasihh 💐💐


Yang sudah aku doain bahagia 🤲❤️


__ADS_2