Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
29. Peringatan Kematian


__ADS_3

"buat apa?"tanya Alika membalikan badannya ke arah Han menatap bingung


"besok peringatan kematian Adik dan Ibuku, aku ingin kau datang"kata Han menjelaskan "baiklah"kata Alika tidak banyak bertanya.


Hari ini Alika sudah rapih dia mengunakan Rok plisket bludru berwarna hitam dan kemeja bewarna senada, dia terlihat sangat anggun hari ini. Han sudah menunggunya di ruang tamu dengan setelan hitam-hitamnya, hari ini Han akan membawa Alika bertemu keluarganya membuat Alika tidak bisa tidur semalam karena dia sangat gugup terlalu banyak pertanyaan di kepalanya. Dia hanya berharap Han akan memperkenalkan dia sebagai sekertarisnya saja. Mereka sudah sampai di rumah mewah bercat putih milik Adi Wijaya ayah dari Han Pramoedya, rumah itu sangat besar mungkin Alika bisa tersesat sangking besarnya. Saat ini jantung Alika berdegub sangat kencang dia sangat gugup tidak tau harus berbuat apa nanti didalam. Ketika pintu rumah dibuka terlihat seorang wanita yang sangat cantik menyambut mereka matanya secipit Han dia Han versi wanita.


"hay kamu Alika ya?"kata wanita itu mengulurkan tanganya dan tersenyum Alika langsung membalas uluran tangan Alika


"ia"kata Alika tidak lupa tersenyum


"perkenalkan saya Bella, kakaknya Han"kata Bella langsung menuntun Alika keruang tengah.


"kakakaa"kata Ray tiba-tiba berlari memeluk Alika membuat Bella kaget.


"hey Ray kamu disini?"kata Alika langsung menurunkan badannya agar sesuai dengan tinggi badan Ray karena dia tidak bisa berjongkok saat ini membalas pelukan dari Ray


"eh kalian sudah saling kenal?"tanya Bella heran dan Alika langsung menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu sedangkan Han tidak bertanya karena dia sudah tau kejadian tersebut. Alika tidak menyangka Ray adalah keponakan Han


"ini perkenakan suami saya"kata Bella ketika Krisna Scott baru datang. Krisna adalah suami Bella dengan darah blasteran Australia dia terlihat gagah dan tampan.

__ADS_1


"hey nice to meet you"


"nice to meet you too"jawab Alika dengan tersenyum juga


"so this is Alika, right?"kata Krisna dan dijawab anggukan dari Alika tiak lupa tersenyum semanis mungkin.


"hey Han kamu sudah datang?


"kata Adi tiba-tiba membuat sepersekian detik Alika menahan napasnya karena melihat orang terkaya nomor satu dinegrinya setidaknya itu yang Alika baca dari internet membuat tubuhnya bergetar saat ini.


"wah Alika?"tanya Adi sumringah menatap Alika saat ini. Membuat jantung Alika berdetak sangat kencang. Dia hanya bisa berdoa semoga mereka tidak bisa mendengarkan suara jantungnya saat ini.


"ia pak"kata Alika yang menegang memaksakan senyumnya. Yang ada dipikirannya saat ini bahwa pasti Pak Adi sudah mengetahui latar belakang Alika yang hanya orang biasa mungkin sebentar lagi Alika akan dilarang berhubungan dengan Han karena status keluarganya. Entahlah mungkin Alika terlalu banyak menonton drama.


"saya Alika pak"kata Alika dengan suara yang hampir bergetar. Adi langsung membawa mereka ke halaman belakang yang sudah banyak orang terlihat ada dokter Andrew dan Dava sedangkan yang lainnya Alika tidak tau sama sekali. Halaman belakang sangat luas mungkin bisa digunakan untuk bermain golf. Acara sudah dimulai dibuka sambutan dari Adi dan kemudian berdoa. Ketika berdoa selesai saatnya jamuan makan semua hidangan sudah dibuka. Han mengajak Alika menemaninya bertemu para sepupu dan kerabatnya.


"wah ini siapa Han?"tanya salah satu sepupu Han "perkenalkan ini Alika pacarku"kata Han kepada sepupu-sepupunya membuat Alika langsung melotot memandangi Han sepersekian detik dan langsung menatap sepupu-sepupu Han lagi dengan tersenyum.


"hey saya Aditya"kata Aditya dan yang lainnya langsung mengikuti jejak Aditya untuk memperkenalkan diri. Alika langsung nyambung di ajak mengobrol dengan mereka

__ADS_1


"jadi apa pekerjaan ayahmu"tanya yang namnya Arga


"beliau kerja dipemerintahan"kata Alika sopan "wow oyah? Menteri apa?"tanya Arga membuat sepupu yang lainnya merasa muak dengan pertanyaannya yang tida dinilai tidak sopan.


"beliau hanya kepala di sebuah instansi"kata Alika lagi


"oh, hey lebih hebat dari ayah Clara"kata Arga lagi membuat Han menajamkan matanya. Sedangkan sepupu yang lainnya langsung mengapit tangan Arga.


"Alika kak Han kita pamit mau kesana sebentar ya"kata Yoga tersenyum dan langsung menarik paksa Arga karena mereka tidak mau berurusan dengan Han. Menyinggung keluarga Wijaya itu sama saja dengan membuat bisnismu runtuh.


"sayang bisakah kamu sendiri disni aku akan ke Bella sebentar"dan dibalas anggukan dari Alika. Alika tau dia akan diperlakukan seperti ini, bahkan harusnya dia membayangkan lebih sadis dari ini. Ini sudah termasuk sangat sopan menurutnya. Apalagi dengan status sosial yang sangat berbeda antara Han dan dia. Tiba-tiba terdengar bisikan dari belakang


"hei apakah itu pacar baru kak Han?"terdengar suara wanita. Alika tidak berani menatapnya dia hanya berpura-pura tidak dengar


"yang aku dengar sih begitu"kata satunya lagi karena suaranya bergitu berbeda dari yang tadi


"wah lebih cantik Clara kemana-manalah"kata yang satunya lagi. Mendengar itu Alika hanya bisa memejamkan matanya dan menarik napasnya sejenak. Di kepalanya dia bertanya-tanya siapa itu Clara? Kenapa mereka membanding-bandungkan dirinya dengan Clara?


Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.

__ADS_1


Makasih.❤️❤️❤️


---------------------------------------------------


__ADS_2