
Hari itu Han tidak bisa pulang cepat karena tertahan dengan Dava yang tiba-tiba datang ke kantornya membicarakan proyek mereka yang terbaru. Setelah mereka selesai Dava mengikuti Han untuk pulang ke apartemen karena dia ingin mampir. Ketika Lift terbuka
"surpriseee"kata Alika sudah ada kue ulangtahun lengkap dengan topi kerucut, apartemen Han kini sudah menjadi seperti tempat acara ulang tahun untuk anak-anak terhias dengan balon dan pernak pernik. Disana sudah terlihat Bella, Krisna, Ray, Aron, Andrew, Sofia, Aisyah dan Febri
"ada apa ini?"tanya Han bingung
"ulang tahunmu sayang"kata Alika menyodorkan kue yang sudah ada lilin menyala di atasnya Han hanya menatap Alika kemudian langsung pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya.
Han sangat membenci ulang tahunnya dia tidak pernah mau ulang tahunnya di rayakan semenjak dia berumur 7 tahun.
Melihat Han seperti itu, sudah di prediksi Bella. Alika langsung memberikan kuenya utuk di pegang Bella dan menyusul Han di kamarnya. Dia melihat Han berdiri di depan jendela kamar yang luas dengan alis yang mengerut. Alika berjalan ke arah Han menyentuh pundaknya dengan lembut dan langsung memeluknya. Han pun langsung membalikkan badannya menghadap Alika dan meletakkan kedua tangannya di kedua lengan Alika dan tersenyum samar.
"aku tidak suka ulang tahunku dirayakan Alika"kata Han. Untung yang di depannya saat ini adalah Alika kalau bukan Alika orang yang dihadapannya saat ini mungkin Han sudah memukulnya dari tadi.
"aku tau sayang"kata Alika kemudian melepaskan tangan Han dari lengannya kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Han. "kamu pantas merayakannya sayang dan ini juga bukan perayaaan pesta besar-besaran ini hanya moment pergantian umurmu lagi pula ini sudah lewat sehari bukan?. Belajarlah mengikhlaskan semuanya Ibu dan adikmu akan bersedih melihatmu seperti ini. Ayolah kita semua bekerja keras hari ini Han"kata Alika menyentuh dada bidang milik Han.
“baiklah"kata Han pasrah melihat wajah Alika saat ini, dia tidak ingin mengecewakannya. Ketika keluar dari kamar wajah Alika sudah sumringah sedangkan Han masih darat.
"happy birthday to you happy birthday to you"nyanyi Alika diikuti oleh seisi ruangan yang ikut sumringah melihat mereka berdua
__ADS_1
"tiup lilinya tiup lilinnya sekarang juga sekarang jugaaa sekarang jugaa"kata mereka lagi
"Mamaaa Lay jugaa Lay juga"ketika dia melihat Han mau meniup lilin Ray ingin meniupnya juga. Melihat Ray yang sudah merengek Han langsung mengangkatnya dan meniup lilin bersama. Tidak mau terlewatkan Andrew langsung mengambil ponselnya dan memotret moment tersebut.
Malam itu Bella sangat senang melihat adiknya sebahagia itu dan malam itu juga pertama kalinya Han mau merayakan ulang tahunnya. Mereka asik berbincang-bincang di tamu sedangkan Ray masih berkutat dengan gadgetnya.
"jadi siapa yang ingin menjelaskan padaku duluan?" tanya Han menatap tamunya satu persatu
"tanyakan saja kepada calon istrimu ini"jawab Bellas yang kemudian tatatan Han berpindah kepada Alika yang masih shock dikatakan calon istri oleh Bella.
"apa?" tanya Alika pura-pura tidak tau
"aku hanya mengundang mereka Han"kata Alika singkat "sebenarnya Han aku diancama Alika kalau tidak bisa menahanmu dikantor tadi, dia akan memukulku pak heelsnya"kata Dava menimpali, membuat mata Alika terbelalak dan langsung membuat X tangannya di udara dan menggelng-gelengkan kepalanya
“ ayolah kita tidak akan mendengarkannya malam ini, bagaimana kalau kita makan dulu? Aku sudah lapar"kata Andrew
"baiklah ayo makan"kata Han pada akhirnya, mereka pun langsung mengikuti Han ke meja makan yang sudah dimasak dan diatata makanannya oleh pak Kun dan bi Inah.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 apartemen Han sudah sepi tinggal Han dan Alika Alika sengaja untuk tetap tinggal karena ada sesuatu yang akan dia mau berikan kepada Han, sebenannya ingin di berikan tadi tapi Alika sangat malu untuk memberikannya Jadi dia memutuskan untuk menunggu sampai semua orang sudah pulang baru dia akan memberikannya kepada Han. Waktu itu Han sedang berada di kamar mandinya, ketika dia keluar dari kamar mandi tiba-tiba sebuah kotak kecil berlapis kain beludru bewarna navy sudah di sodorkan Alika tepat di depan wajahnya membuat Han kaget mundur satu langkah kebelakang
__ADS_1
"happy birthday"kata Alika nyengir
"apa ini?"kata Han
“hadiah, ambilah"kata Alika sepersekian detik Han masih tertegun sebelum dia mengambil kotak tersebut. Dia membukanya secara perlahan ternyata isi bracelet classic. Diambilnya bracelet classic kemudian ditatapnya lekat-lekat dia melihat ukiran namanya dan Alika disana senyum Han pun ikut tersungging, terlihat seperti hadiah anak remaja memang tapi entah kenapa Han menyukainya.
"cancaang"kata Alika tiba-tiba mengangkat tangannya menunjukan bracelet punyannya. Alika sengaja membeli yang unisex agar bisa digunakan oleh dia dan Han. Tanpa mengucapkan kata-kata apapun dia langsung memeluk Alika dengan erat dan kemudian melepaskannya dan menatap kembali hadiahnya. Entah kenapa Han sangat tersentuh dengan hadiah yang diberikan Alika ini, karena Han tidak pernah dan selalu menolak ketika ada orang yang memberinya hadiah ulang tahun tapi tidak kali ini.
“mm maaf sayang aku bingung harus memberikanmu apa, kamu sudah punya segalanya. Dan aku tidakk.... "Ucapan Alika tiba-tiba terhenti karena Han sudah ******* bibirnya. Han sangat bersyukur Tuhan memberikan Alika disisınya
_____________________________________________________
Follow ig aku yah : @Lalunaloony
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
__ADS_1
Semoga kalian bahagiaa ❤️