Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Kau lupa statusmu


__ADS_3

Selesai mandi Ziga bergegas turun ke ruang makan, di sana Via telah menantinya.


"ayo makan" ucap Via


Ziga pun mengangguk kemudian dia menarik kursi di hadapan Via.


Via mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Ziga.


"Makanlah selagi masih hangat" ucap Via


"ya" jawab Ziga


Mereka berdua pun makan dalam keheningan, hanya suara sendok bersentuhan dengan piring yang terdengar.


"Maaf aku pulang telat" ucap Ziga memecah kesunyian di meja makan


Via mendongakkan kepalanya, sebenarnya dia ingin bertanya mengapa Ziga pulang begitu terlambat, hanya saja kata kata itu seperti tercekat di tenggorokannya.


"Tak apa" jawab Via, akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Lain kali tak perlu menungguku" ucap Ziga


Mendengar ucapan Ziga seperti itu Via merasa sedikit kecewa. Dia menundukkan kepala dan melanjutkan makannya diam diam.


Ziga menyadari mungkin perkataannya sedikit salah.


"Maksudku jika kau lapar makanlah terlebih dahulu, jangan sampai mengabaikan kesehatanmu" ralat Ziga.


"Iya" jawab Via, hatinya sedikit tenang mendengar perkataan Ziga barusan.


Kemudian mereka pun melanjutkan makan hingga selesai. Ketika Via akan membereskan piring Ziga melarangnya.


"Biar aku saja yang mencuci piringnya" ucap Ziga


Via menatap Ziga keheranan.


"Tak apa biar aku yang mencucinya" ucap Via


Tapi Ziga tak menghiraukannya, dia pun langsung mulai mencuci piring.


"Sebaiknya kau istirahat" kata Ziga.


"Kau sudah masak makan malamnya, jadi mencuci piring biar aku saja" tambah Ziga, dia dengan sigap mencuci piring bekas mereka makan tadi.


Via tak kembali ke kamarnya, dia hanya berdiri terpaku di pintu dapur melihat Ziga yang sedang mencuci piring.

__ADS_1


Entah mengapa melihat seperti itu hatinya merasa tenang, seakan mereka adalah sepasang suami istri yang saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga.


Karna tak banyak piring yang kotor maka hanya butuh waktu sebentar untuk Ziga membersihkannya. Ketika dia selesai Via masih berdiri di pintu dapur menatapnya.


"Ada apa ?" tanya Ziga lembut.


"Ada yang ingin ku bicarakan " jawab Via


"Sudah malam, sebaiknya kau istirahat" ucap Ziga


"Besok baru bicara lagi" tambah Ziga yang kemudian berlalu meninggalkan Via menuju ruang belajar.


Sebenarnya bukan Ziga tak mau bicara dengan Via, dia takut jika Via akan membicarakan tentang perceraian, maka dari itu Ziga sebisa mungkin berusaha menghindar dari Via.


Sementara itu setelah Ziga meninggalkannya di dapur, Via langsung menuju kamarnya.


Dia bingung harus bersikap bagaimana lagi, Ziga seakan tak mau bicara dengannya,. Padahal Via ingin menyelesaikan masalah di antara mereka. Via ingin kejelasan tentang hubungan mereka. Apa memang benar seperti yang di katakan Erik atau tetap seperti di awal perjanjian mereka.


Via berjalan mondar mandir di dalam kamarnya kebingungan. Besok ibu dan ayah mertuanya akan datang tapi komunikasi antara dirinya dan Ziga masih belum ada peningkatan, dia khawatir jika terus seperti ini cepat atau lambat ayah dan ibu mertuanya pasti mengetahui tentang pernikahan kontrak mereka.


Di saat Via sedang mondar mandir di dalam kamar Ziga masuk tiba tiba.


"Kenapa belum tidur?" tanya Ziga


"Besok Mamah dan Papah akan datang?" tanya Via tanpa menjawab pertanyaan Ziga.


"Kenapa kau belum juga tidur?" ucap Ziga masih mengulang pertanyaan yang sama.


"Ziga" panggil Via yang kemudian menatap tajam pria yang ada di hadapannya.


"Kita harus bicara" ucap Via.


Ziga terdiam, " Apa yang ingin kau bicarakan ?" tanya Ziga akhirnya


"Mengapa kau meretas akun sosial mediaku ?" tanya Via, dia masih sedikit kesal karna privasinya di ganggu.


Ziga menatapnya keheranan dari mana Via tahu kalau dia telah meretas akun sosial medianya. Ziga tak menjawab, dia hanya menatap wajah mungil wanita di hadapannya kini.


"Ziga, jawab pertanyaanku" ucap Via dengab tak sabar.


"Iya" jawab Ziga pada akhirnya


"Apa ada masalah?" tanya Ziga acuh tak acuh.


"Jelas masalah, kau telah melanggar privasiku" ucap Via marah.

__ADS_1


"Aku melakukan ini untuk kebaikanmu" ucap datar.


"Apa yang untuk kebaikanku, kau pria egois yang hanya memikirkan keinginanmu" ucap Via marah


"Dan harusnya kau minta izin padaku, bukan dengan sembunyi sembunyi meretas akunku" ucap Via kukuh.


"Aku bahkan tak ikut campur urusanmu dengan para wanita itu" ucap Via sengit


"Tapi mengapa kau memata mataiku" tambah Via


"Mengapa, kau takut ketahuan bahwa kau berselingkuh di belakangku" ucap Ziga sengit ketika dia teringat bagaimana pesan pesan di kotak masuk Via yang membuatnya marah.


"Kamu, kamu" Via menggeram kesal


Ziga memegang dagu Via dan memaksa Via untuk menatapnya.


"Sepertinya kamu sudah lupa akan statusmu" ucap Ziga


"Kalau begitu biar aku perjelas lagi statusmu" tambah Ziga yang kemudian mencium bibir Via dengan ganas.


Ciuman itu sangat buas dan liar seakan Ziga ingin menelan seluruh jiwa Via.


Via berusaha menolak ciuman itu, tapi tangan Ziga telah menekan belakang kepala Via untuk memperdalam ciumannya.


Sedangkan tangan sebelah lagi menarik kasar pinggang Via hingga menempel ke tubuh Ziga .


Ziga tak melepas ciumannya bahkan terus memperdalam ciumannya tanpa memberi kesempatan Via untuk bernafas.


Ketika Via hampir kehilangan nafasnya Ziga pun melepas ciumannya, setelah dia menggigit bibir Via hingga bengkak.


Via menitikkan air matanya melihat perilku kasar Ziga terhadapnya.


"Sekarang kau sudah ingat statusmu?" tanya Ziga


"Kau adalah istriku, Nyonya Ziga rahardian pratama" tekan Ziga


"Jangan pernah berfikir untuk mendekati pria manapun, apa lagi berfikir untuk bercerai dariku" ucap Ziga


"Karna jika kau sampai melakukan hal itu, aku tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi padamu" ancam Ziga , kemudian dia berjalan keluar membanting pintu dengan keras.


Via bersandar di dinding dan melorot ke lantai, dia tak menyangka akan mendapat perlakuan kasar seperti ini. Via terus menangis dalam kesedihannya.


Ziga sendiri setelah keluar langsung menuju kamar tamu, dia benar benar lelah .


Sebenarnya dia tak ingin bertindak kasar apa lagi menyakiti Via, hanya saja kata kata Via memancing emosinya.

__ADS_1


Ziga berdiam diri di balkon merenungi perbuatannya tadi.


__ADS_2