
"Kenalin ini Dava dia sahabatku"kata Han memperkenalkan
"Alika"kata Alika menyambut uluran tangan dari Dava.
"Permisi sebentar"kata Alika kepada Dava, Andrew dan Han kemudian pergi ke arah Sofia, Aisyah dan Febri. Mereka lagsung berhamburan memeluk Alika dan meminta penjelasan sebenarnya apa yang telah terjadi. Mereka shock tiba-tiba Febri di text Han disuruh untuk kesini dan mengajak Sofia dan Aisyah. Untung mereka tidak salah kostum karena mereka tau ini adalah gedung mewah di tengah kota yang pemandangannya adalah satu kota dan gedung-gedung tinggi lainnya. Sementara bingung Alika harus menjawab bagaimana pertanyaan-pertanyaan dari temannya. Untung Alika diselamatkan oleh Han yang mengajak mereka untuk segera duduk karena makanannya sudah akan disajikan.
Meja dan kursinya sudah di set menghadap keluar pemandangan di percantik dengan bunga dengan warna yang kalem memperindah meja saat ini. Alika sangat senang karena baru pertama kali ulang tahunnya seperti ini. Acara kecil-kecilan namun terbilang mewah saat itu berjalan lancar sesuai rencana. Sekarang Alika dan Han sudah berada di mobil bersiap untuk pulang.
"Pak saya pulang ketempat saya ajah ya?"tanya Alika
"Kenapa?"tanya Han mengerutkan alisnya
"Masa saya di apartemen bapak lagi kan saya tidak enak pak. Saya juga besok akan ke kantor"harus ada baju kantor.
"Tidak perlu kamu pikirkan semuanya sudah di apartemen"kata Han lagi
"Tapi pak.."
"Tidak ada 2 kali Alika"kata Han memotong kalimat Alika. Alika hanya pasrah seharusnya dia sudah tau jawaban Han. Sekali Han mengatakan A tidak bisa bergeser ke A plus ataupun A minus.
Sesampainya di apartemen Han Alika sudah melihat kamar tamu sudah ada beberapa pakaian, tas dan separu bermerk yang kalau Alika menabung butuh bertahun-tahun tetap tidak akan mampu membelinya.
"Pak bukannya ini terlalu berlebihan"kata Alika menatap Han yang sudah berdiri disampingnya
"Apa yang berlebihan?"tanya Han heran"dan bisakah kamu mencoba memanggilku sayang?"tanyanya lagi.
__ADS_1
"Tapi ini?"kata Alika langsung mengangkat salah satu rok yang ada di atas tempat tidur kamar tamu."ini mahal sekali pak eh sayang"koreksi Alika karena melihat tatapan Han."saya tidak sanggup untuk menggantinya"
"Dan siapa bilang kamu harus menggantinya?"tanya Han. Alika sudah tidak berani bersuara lagi karena apapun itu tetap dia harus mengikuti perintah Han dia tidak akan menang melawan Han. Dan apa ini kenapa dia bisa tau ukuran dalaman Alika? Alika hanya bisa kagum dengan direkturnya saat ini.
"Bagaimana bisa bapak eh sayang mempersiapkan ini?"tanya Alika lagi
"Aku sudah bilang tadi ke Wina yang membantu kamu berias tadi"jelas Han sementara Alika hanya manggut-manggut
"Alika"panggil Hann
"Ia pak?"tanya Alika yang sekarang sudah berganti baju buat tidur
"Pak?"
"Eh maaf saya belum terbiasa"
"Bapak sudah tidak mimpi buruk lagi ya pak?"tanya Alika tiba-tiba tersadar mengenai mimpi yang selalu mendatangi Han.
"Ia itu karena kamu sayang"kata Han lagi. Alika ingin menanyakan lebih tapi diurungkannya dia takut menyinggung Han jadi dia memutuskan untuk menunggu Han yang cerita sendiri tentang mimpi itu.
"Dan kenapa kamu hanya duduk seperti itu?kamu tidak akan tidur?"tanya Han lagi
"Makasih ya buat hari ini"kata Alika tulus. Han mengahadapkan pipinya ke arah Alika dan mengetukkan jari telunjuknnya dipipinya. Sontak Alika langsung mengecup pipi Han membuat muka Han memerah.
"Eh siapa suruh kamu cium?"goda Han membuat Alika malu. Alika langsung membaringkan badannya disebelah Han dan membelakangi Han mengutuk dirinya sendiri kenapa dia melakukan hal seperti itu. Sementara Han hanya tertawa melihat tingkah Alika.
__ADS_1
Alika sudah bangun lebih dulu dia segera membuat pancake untuk sarapan mereka pagi itu.
"Selamat pagi sayang"tiba-tiba Han memeluk Alika dari belakang dan menciumi pipi Alika. Sementara Alika hanya bisa kaget tapi masih tetap focus memasak.
"Bapak mau sarapan dulu atau mandi dulu?"tanya Alika sambil membalikan pancakenya
"Bapak?"kata Han mengakat kepalanya karena sedari tadi dia menenggelamkan wajahnya di bahu Alika
"Eh sayang maksud saya"kata Alika mengoreksi
"Bisakah kamu jangan terlalu formal denganku? Kamu milikku sekarang"kata Han memelas masih melakukan backhug dan menciummi pipi Alika.
"Baiklah"kata Alika membalikan badannya menatap Han"sayang kamu mau mandi dulu atau sarapan dulu?"Alika mengulangi pertanyaannya sedangkan Han tersenyum puas.
"Mandi dulu"kata Han masih menatap Alika.
"Ya udah mandi sanah"kata Alika
"Kamu berani memerintahku?"
"Tidak sayang, mandi ya aku masak dulu"kata Alika lagi Han mengarahkan pipinya ke Alika menandakan dia ingin dicium, Alikapun langsung mencium pipi Han dan melanjutkan memasaknya sementara Han setelah dicium langsung menuju kamarnya untuk mandi bersiap ke kantor.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
__ADS_1
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan